Before The Sunrise

Before The Sunrise
eps 22 penghargaan



"5 hari lagi kita akan segera menjalankan misi, dan dalam waktu 5 hari kau harus menuntaskan seluruh latihan mu" Kata Celine kepada Jen


"Sebentar lagi aku ada ujian praktek disekolah dan ujian-ujian untuk menentukan kelulusan , lalu bagaimana nasib ku nanti ?" Tanya Jen


"Kau tidak perlu khawatir karena kami sudah mengatur segalanya dengan baik !" Kata Jack


"Baiklah, ku serahkan semuanya asalkan kalian bisa menjamin kelulusanku " Kata Jen


Setelah suasana hening, Jack berdiri dan mulai menjelaskan rencana dan strategi yang sudah di rancang untuk melumpuhkan Gangster X. Jack menjelaskan semuanya dengan hati-hati agar tidak ada kesalahpahaman, termasuk juga mengenai hal-hal yang harus dilakukan Jen.


Jen mengerti akan rencana mereka dan hanya mengangguk-anggukan kepalanya.


"Orang-orang ini memang pintar" Batin Jen


"Kalau rencana A gagal, maka kita akan kemana B dan kalau rencana B gagal lagi, maka kita akan kerencana C" Kata Jack


"Dan kalau semua rencana gagal ?" Tanya Jen


Semua mata langsung tertuju padanya


"Aaa.... Lari dan lindungi diri" Kata Andy


"Ohh.... Jadi kalian akan langsung lari dan membiarkan rencana yang sudah kalian rencanakan sejak lama berakhir dan berantakan begitu saja ? dan kalian akan berlari bagaikan semut yang dihujani kapur ajaib. Huh menyedihkan !" Kata Jen


"Jangan asal bicara, kau hanya anak baru yang tidak tahu apapun !" Bentak Very sambil memukul meja


"Tolong tenang dan diam lah, apa kalian akan terus bertengkar seperti anak kecil ?. Kalian sudah dewasa ayolah tolong kerjasamanya !" Kata Jack


"Ku rasa tidak ada lagi yang perlu dibahas, jadi aku akan pulang duluan dan tolong kalian didik bocah kampret ini sopan santun !" Kata Very dengan kesal


Setelah mengatakan itu, Very langsung keluar dari ruangan dan menutup pintu dengan keras. Very adalah salah satu anggota Tim yang keras kepala, tapi dia juga anggota yang sangat peduli terhadap nyawa anggota Tim lainnya dan Very sering menyelamatkan anggota bawahannya, yang hampir merenggut nyawanya sendiri.


Celine memerintahkan Adi untuk menemani Jen berlatih ditempat biasa.


Jen juga diajari teknik menembak, memanah, bertarung melawan 5 orang sekaligus dan melarikan diri dari musuh saat situasi genting.


Jen memang belum terlalu fit, tapi dia harus tetap menjalani latihannya untuk menjalankan misi 5 hari kedepan.


"Latihanmu sudah semakin baik, setelah 4 hari ini aku percaya kau akan menjadi wanita Monster sungguhan alias Queen Monster. Hahahaha......" Kata Adi kepada Jen


"Terserah" Kata Jen dengan nafas ngos-ngosan


Tangan dan baju Jen saat ini penuh dengan goresan dan sayatan dari pedang yang dipakai untuk berlatih melawan 5 orang.


Tapi pedang yang dipakai tidak terlalu tajam, sehingga luka yang dialami Jen tidak terlalu fatal.


"Aku pulang dulu, besok aku sekolah dan aku belum mengerjakan PR ku !" Kata Jen sambil memberikan tos kepada Adi dan aparat yang membantunya berlatih di tempat itu.


"Hati-hati" Kata Adi


Jen hanya menganggukkan kepala nya dan segera menaiki motornya.


"5 hari lagi, apa aku akan berhasil ?" Kata Jen dalam batin nya saat berada di motornya


*****


"Selamat datang pak , kami senang Anda berkenan untuk hadir hari ini " Kata Kepala sekolah


"Tentu saja, dan terimakasih atas undangan yang kalian berikan. Ini suatu kehormatan bagi saya dan keluarga"


Di ruangan kepala sekolah yang cukup luas, Para guru dan perwakilan siswa/i sudah duduk di kursi yang disediakan untuk memberikan penghargaan dan ucapan terimakasih kepada Jen.


"Huahhhh...... Ngantuk nya " Kata Jen sambil membuka mulutnya lebar-lebar


"Jen ! Kamu sudah ditunggu di kantor kepala sekolah dan katanya ada orang spesial yang datang menemui mu !" Kata Darma yang Datang dari luar


"Ha ? Siapa ?" Tanya Jen


"Mana ku tahu, Tapi kau baik-baik saja kan? tidak ada luka parah ? Aku sangat khawatir padamu semalam. Tangan mu kenapa banyak luka goresan ?" Tanya Darma


Bukannya Jen menjawab, tapi malah menampol kepala darma dan langsung memeluknya sesaat


"Terimakasih atas perhatian anda saudara, tapi saya baik-baik saja" Kata Jen sambil cengengesan lalu melepas pelukannya


"Ha ' ah " Jawab Darma dengan sedikit kesal


Jen segera menuju kantor guru, dia sudah menebak kalau ini pasti membahas mengenai kejadian semalam.


"Jen, ayo masuk nak !" Kata Buk Aan yang berada diluar ruangan


Jen hanya membalas dengan senyuman, karena saat ini dia sedang menahan rasa sakit dan denyut akibat pertarungan dan latihan semalam. Luka yang di dapatnya dari para preman itu belum sembuh ditambah latihan pertarungan dengan para aparat yang menggunakan pedang sungguhan.


Tapi Jen berusaha menahan rasa sakitnya agar tidak menimbulkan rasa curiga di depan orang lain.


"Ah, Puteri ke sayangan Ayah ! Ayah bangga padamu Jen !" Kata Roy sambil berjalan menghampiri Jen dan memeluknya erat


"Oh Ayah, Terimakasih atas kedatanganmu"


Kata Jen


Roy pun melepaskan pelukannya dan mengajak Jen untuk duduk disebelahnya.


"Oh, lihatlah tangan Putri ku ini ! penuh dengan luka. Apa ini sakit ?" Tanya Roy


"Tidak, aku baik-baik saja Ayah" Kata Jen


Semua Guru sudah duduk di bangku masing-masing dan beberapa perwakilan siswa juga ikut.


Kegiatan belajar saat ini di hentikan untuk beberapa jam kedepan dan siswa/siswi diperbolehkan melakukan kegiatan di luar ruang kelas.


"Baiklah, saya selaku kepala sekolah mengucapkan banyak terimakasih kepada Jen dan aparat yang datang membantu kamu semalam. Saya juga ingin mengundang mereka, namun saya mengurungkan niat karena mengingat bahwa salah satu dari mereka gugur dan jika mengundang mereka untuk melakukan perayaan, menurut saya itu hal yang tidak sopan......" Kepala sekolah mengucapkan kata sambutannya dengan panjang lebar.


Roy diberikan sejumlah uang yang dibungkus di dalam amplop dan Jen tidak perlu membayar uang sekolah untuk 5 bulan alias sampai kelulusan tiba.


"Terimakasih yang sebesar-besarnya saya ucapkan kepada Bapak dan ibu sekalian.


Selama ini saya sering dipanggil ke sekolah karena kenakalan Jen, tapi sekarang saya dipanggil untuk menerima penghargaan untuk putri tercinta saya. Saya ucapkan terimakasih banyak, hormat saya" Kata Roy


Suara tepuk tangan pun bergemuruh di ruangan itu setelah Roy selesai berbicara.


Jen pun ikut bertepuk tangan dan tersenyum lebar.


"Mari kita berfoto !" Kata kepala sekolah


Mereka pun berfoto dan saling bersalam-salaman. Setelah selesai, para guru dan siswa/i membubarkan diri dari ruangan itu menyisakan Kepala sekolah, pak Manurung, buk Aan , Roy, dan Jen


"Sekali lagi terimakasih pak" Kata Roy kepada kepala sekolah


"Iya pak, sama-sama" Kata Kepala sekolah.


"Saya mohon pamit pulang" Kata Roy sembari menggandeng pundak Jen menuju luar ruangan


"Baik pak silakan"


Setelah diluar ruangan dan melihat suasana di sekitar sepi, Roy melepaskan rangkulannya dan akhirnya Roy berbicara


"Terimakasih atas partisipasinya Putri ku tercinta, Ayah bangga padamu karena bisa diajak kerjasama untuk pura-pura berdamai di depan banyak orang hingga drama ini berjalan dengan sukses dan aku mendapatkan uang ini. hahahaha...."


Kata Roy sambil sedikit tertawa mengejek


"Hmm.... sama-sama Ayah, sekarang drama ini sudah selesai. Huh ! aku sangat baik bukan ? " Kata Jen dengan senyum sinis dan tatapan tajam


"Wow.... lihatlah ini, sekarang Puteri ku sudah pintar untuk diajak bersandiwara. ingat bocah jalang, kau harus pulang karena temanku sudah membeli mu padaku !" Kata Roy dengan nada mengancam sambil mencengkram kuat lengan Jen


"Oo, benarkah ? Lakukan saja hal sesukamu, dan lihat apa yang akan ku lakukan nanti !"


Kata Jen sambil menepis kuat tangan Roy dan berjalan pergi kearah kantin bagian barat meninggalkan Roy


"Akan kulihat apa yqng akan kau perlihatkan padaku bocah sialan ! Hahaha......" Kata Roy lalu pergi meninggalkan tempatnya dan berjalan kearah timur


Setelah mereka pergi, kepala sekolah pun menginjakkan kaki di tempat Roy dan Jen mengobrol tadi.


"Ada apa sebenarnya diantara mereka ?" Batin nya


Di lapangan banyak para siswi yang berkerumun karena kedatangan para aparat muda. Mereka berteriak-teriak dan salah tingkah karena ketampanan para aparat muda itu.


Disisi lain, Jen sedang berada di kantin untuk mengisi perutnya yang lapar.


Tiba-tiba Andri datang menghampiri Jen


"Hmm ..... apa aku boleh duduk?" Tanya Andri


"Mm..." Kata Jen


"Aku minta maaf atas kelakuanku selama ini dan apa kita bisa berteman mulai sekarang ?" Kata Andri sambil menyodorkan tangannya


"Baiklah, lagipula bermusuhan terus-terusan juga gak bagus" Kata Jen sambil menyambut tangan Andri


"Jadi sekarang kita berteman kan"


"iya, lalu bagaimana dengan anggota geng mu itu ?"


"Mereka tidak akan ikut campur urusan pertemananku"


"Baiklah, aku akan kembali ke kelas dulu"


"Aku ikut"


Jen hanya membalas dengan anggukan kepala.


Jen dan Andri heran melihat keributan yang terjadi di lapangan, dan terlebih lagi yang ribut dan berkumpul hanya kumpulan para wanita dan tidak ada anak laki -laki di situ.


"Aku ke kelas duluan ya Jen" Kata Andri


"iya" Jawab Jen


"Hwahhh..... lihat itu ! tampan sekali"


"Aparat itu yang paling tampan dan tidak ada tandingannya"


"Aww, dia tersenyum pada ku"


"Dia berjalan menuju kita"


"Aaaaaa ..... oh my God"


Teriak histeris para siswi itu.


Jen yang penasaran atas ketampanan yang dikatakan mereka pun berjalan menuju kumpulan wanita berisik itu untuk melihat langsung wajah para aparat muda itu.


Saat sampai di tempat, Jen terkejut sampai tersendat ludahnya sendiri hingga batuk-batuk.


"Itukan Very keparat, sedang apa dia disini ? Tapi kalau dilihat dari jauh gini, dia ganteng dan keren abis. Aduh Jen, amit -amit" Batin Jen Sambil menepuk-nepuk bibirnya


Bel masuk pun berbunyi dan para siswa berhamburan menuju kelas masing-masing.


Ada yang mengeluh sambil mengutuki guru yang membunyikan bel dan ada juga yang santai-santai saja mengikuti alurnya.


Lama gak up karena lagi ada kesibukan guys🙂


jangan lupa like yah♥️