
"Tidak usah banyak komentar, suatu saat nanti kau akan paham fungsi dari latihan ini.
Jadi berlatihlah sebaik mungkin ! "
"Baiklah - baiklah, sekarang aku harus apa?"
"Sebaiknya kau melihat mereka melewati semua rintangan itu, aku akan mencatat waktu mereka dan kau harus bisa mencapai waktu di bawah mereka semua. Misalnya waktu yang dibutuhkan mereka adalah 40 detik, maka waktu yang harus kau tempuh adalah dibawah 40 detik ! "
"Lalu kalau lebih dari itu?"
"Kau akan dihukum "
"Apa hukumannya ?"
"Merayap mengelilingi lapangan ini 20x "
"Hey ! apa kau mau membunuhku ?" Kata Jen saat melihat lapangan itu cukup besar dengan dengan ukuran 600m persegi.
"Tidak, kau tidak akan dihukum kalau kau berhasil mengalahkan waktu mereka " Kata Adi sambil menunjuk kearah 5 orang laki-laki Anggota aparat.
Jen pun menelan ludahnya dan akhirnya dia menyanggupi nya.
5 orang aparat itupun mulai bergerak menahlukan setiap rintangan secara bergantian, rintangan yang diberikan tidak sebanyak rintangan yang ada di acara TV itu. Hanya ada 5 rintangan yaitu Quintuple steps, Domino Hill, Salmon ladder, Warped wall dan Midoriyama. Waktu tercepat yang mereka capai adalah 01 : 45 menit dan rintangan terberat adalah Salmon ladder. Midoriyama bukanlah rintangan terberat karena disitu mengandalkan kaki dan tangan untuk menempel di dinding kaca lalu naik keatas, dan memanjat tali tambang untuk mencapai puncak tertinggi.
"Baiklah, sekarang giliranmu"
"oke"
Jen bersiap-siap melewati rintangan yang pertama yaitu Quintuple steps
Jen melangkahkan kakinya dengan lebar dan mendaratkan kakinya dengan pijakan yang kuat agar bisa menempel dengan sempurnah.
lalu rintangan kedua adalah Domino hill
Jen melewati setiap balok nya dengan langkah cepat agar keseimbangan tubuhnya tidak hilang karena kelamaan menumpukan tenaganya di telapak kaki, lalu sesegera mungkin dia berlari menuju ke rintangan berikutnya yaitu Warped wall
Dengan mengambil ancang-ancang yang sudah cukup, Jen lnagsung berlari dengan kuat dan melompat dengan tinggi lalu mengaitkan salah satu tangannya ke ujung dinding itu. Jen melakukannya hanya dengan sekali percobaan dan berhasil menahlukkan Warped Wall itu.
Jen kembali dihadapkan dengan rintangan yang menurutnya tidak sulit karena itu mengandalkan otot lengan dan pegangan yang kuat untuk bergelantung melompati setiap anak tangga dengan menggenggam sebuah batang besi yang terpasang diatas.
Menurut setiap anggota aparat, itu adalah rintangan terberat dan 3 dari 5 aparat itu gagal di sini. Namun bagi Jen itu adalah rintangan yang biasa-biasa saja karena dia sudah biasa digantung oleh ayahnya sampai hampir mati.
"Terimakasih Ayah, ternyata hukumanmu ada manfaatnya juga untukku. Baik-baiklah disana ! sebelum aku datang untuk membalaskan dendam ku atas kematian Ayah kandungku dan atas siksaan yang kau berikan padaku selama 10 tahun ini " Batin Jen dengan senyum sinis mengingat kekejaman ayahnya.
Nama rintangan itu adalah Salmon ladder
Jen melompat meraih batang besi itu dan mengayunkan tubuhnya untuk bisa naik ke tangga selanjutnya dan berhasil. Jen dapat mrnyelesaikannya dengan sangat mudah seperti tanpa beban.
"Hebat juga bocah itu ! " Seru salah satu aparat
"Iya, padahal dia wanita dan sepertinya dia masih sangat muda, mungkin dia masih duduk di bangku SMA"
"Aku juga berfikir begitu dan sepertinya dia sudah biasa melakukan olahraga berat, lihat saja otot-otot lengan dan perutnya"
"Kau benar"
Adi yang tidak sengaja mendengar percakapan mereka pun hanya tersenyum tipis, dia juga merasa bangga pada Jen.
"Jen, lakukanlah yang terbaik dan Kami bangga memilikimu ! " Batin Adi
Jen sudah selesai melewati Salmon ladder dan rintangan terakhir adalah Midoriyama
"Turunlah!" Kata Adi
"Siap kapten" Kata Jen sambil memberi hormat
Sesampainya di bawah, Adi langsung merangkul Jen
"Kau memang bocah hebat ! "
"Oww oww....tentu saja" Kata Jen sambil memainkan rambutnya
"Apa kau lapar?"
"Iya, sepertinya begitu"
"Ayo kita makan bersama"
"Tapi latihanku belum selesai"
"Hari ini kau hanya tinggal berlatih menggunakan senjata api dengan baik,nanti aku yang akan mengajarimu. Kalau latihan seperti tadi sudah cukup hari ini. Aku tidak menyangka kalau kecepatanmu diluar dugaan ku"
"Tumben kau memujiku" Kata Jen sambil menaikkan sebelah alis matanya
"Sudah kubilang kau harus sopan pada orang yang lebih tua darimu"
"Oh....maaf-maaf paman! hahahaha......"
"Hei ! "
"Hahahahaha......."
Adi dan Jen pun pergi menuju rumah makan yang ada di dekat situ.
Setelah selesai makan, Adi mengajak Jen menuju markas untuk memberitahukan Jen akan tugas yang harus dia laksanakan minggu depan. Memang waktunya terlalu cepat dari dugaan, itu dikarenakan pergerakan Ganster X yang semakin meresahkan dan juga didukung oleh kemampuan Jen yang memang berbakat dan meyakinkan.
Saat sedang melamun di dalam mobil, tiba-tiba Jen sadar kalau saat ini mereka berada di bawah flyover, tempat biasa Jen menghabiskan hari-harinya untuk mengajar para gelandang jalanan.
"Berhenti sebentar!"
"Ada apa?" Tanya Adi laluenghentikan mobilnya
Jen membuka kaca mobilnya dan melihat salah satu anak muridnya, tanpa sadar terukir senyum tipis di bibirnya.
"Kenapa kau tersenyum?" Tanaya Adi
"Apa aku bisa minta tolong?"
"Y....iya, katakan"
"Tolong carikan seorang guru untuk mengajari para gelandang jalanan itu. Kau hanya perlu mencarinya dan aku yang akan menggaji nya!"
"Bukankah lebih baik kalau mereka belajar di sekolah?"
"Tidak, mereka tidak punya waktu. Kalau mereka belajar di sekolah maka mereka tidak akan bisa bekerja dengan penuh, dan mereka tidak akan punya uang untuk makan dan memenuhi kehidupan mereka yang lain.
Lagipula disini kebanyakan orang berusia 20 tahun keatas bahkan lansia juga ada"
"Kenapa kau begitu peduli ?" Tanya Adi dengan wajah serius
"Kalau bukan aku lalu siapa lagi ? tidak akan ada yang perduli pada mereka. Aku adalah anak sekolah, aku bisa membaca dan berhitung. Hal itu sudah bisa menjadi modalku untuk mengajari mereka agar mereka tidak mudah tertipu saat menjual barang-barang bekas ataupun barang dagangan mereka"
Adi yang mendengar itu hanya tersenyum dan ada rasa bangga dalam hatinya saat mendengar semua ucapan Jen. Jen adalah gadis yang sering mendapatkan bully dari teman-teman sekolahnya hanya untuk membela keluarganya yang di hina dan di rendahkan, dan Jen adalah gadis yang sering mendapatkan kekerasan fisik dari Ayahnya. Tapi Jen tetap mampu melakukn hal terbaik yang bermanfaat bagi orang lain di sekitarnya, walaupun dia tidak mendapatkan bayaran sepeserpun.
"Aku bangga padamu bocah nakal !" Batin Adi
**Maaf ya guys kalau gambarnya kurang sesuai dengan hati kalian😞
Makasih banyak buat kalian yang udah dukung karya ku, makasih juga buat yang udah masukin karya ku ke daftar favorite kalian. lopyuuuuu😘**