Bad Students

Bad Students
[67]



"Udah dong, mau sampai kapan sih marah-marah mulu. Namanya juga bercanda, kamu malah dibawa serius. Abisnya kan kamu duluan yang buat aku kesel"


"Jadi, bales dendam?"


"Eng-ga"


"Tapi, ada niat?"


"Ya, dikit doang kok"


"Sama aja!"


"Yaelah, maafin dong. Mau sampai kapan terus marah begini? Kamu kan tau, aku tuh gak kuat kalo terus-terusan liat kamu begini. Kalo aku ngebatin terus, terus aku gak mood makan, terus aku sakit. Kan kamu juga yang repot nantinya"


"Jadi, cowok jangan terlalu lebay bisa kan?"


"Sejak kapan aku lebay? Aku anti lebay-lebay club"


"Hueeek!" Acting muntah.


"Maapin yah" Bujuk rayu Yudistira, sambil terus menggelendoti tubuh Stella seperti bocil.


"Ish! Apaan sih ah!" Stella mulai risih dengan kelakuan Yudistira.


"Gak baik marah-marah mulu, nanti cepet tua loh. Nanti kalo kita jalan, bisa-bisa aku disangka pacaran sama tante-tante lagi"


"Ini konsepnya gimana? Kamu mau minta maaf, atau mau buat aku tambah murka?" Kesal Stella, sambil mencekik leher Yudistira dengan satu tangan.


"AAA! Sakit, Yang. Maap-maap"


"Basi!"


"Yaelah, Yang. Hilaf tadi mah, jangan di bawa ke hati"


"Gak di bawa ke hati kok, langsung dibawa ke jantung!" Tekannya, sambil memelototi wajah Yudistira dengan amat sangar.


"Astaga, Ayang. Jantung kamu berharga banget buat aku, maap yah udah buat jantung kamu gak aman karena kegantengan aku ini"


"Jangan bilang kamu ganteng, sebelum kegantengan kamu setara sama Jungkook BTS"


"Astaga! Kebangetan yah kamu. Aku ini Jongkook versi Indo. Kamu suka sama aku kan karena ada sisi dimana aku mirip Jongkook kan? Udah ngaku aja, gak usah malu-malu. Aku tau kok"


"Jungkook, bukan jongkok! Inget yah, kamu ini cuma selingkuhan aku. Pacar asli aku ya Jungkook, masa kamu"


"Idih! Parah banget sih kamu! Mau aku bawa ke orang pinter, terus di rukiah?"


"Ada yang cembokur nih~"


"Mana ada!"


"Jujur aja kali, gak usah denial" Ucapnya, sambil memainkan dagu sang kekasihnya itu dengan jari-jemari lentiknya.


"GAK!"


"Oh, engga? Yakin? Berarti kamu gak cinta dong sama aku?"


"Ya, cinta Ayang Masa aku gak cinta ke kamu"


"Kamu lagi ngetest aku yah?"


"Ini bukan ujian say, ngapain juga aku ngetest kamu?"


"Ujian kehidupan" Batin Yudistira.


"Apa?"


"Apa?"


"Tadi kamu bilang apa?"


"Apa?"


"Kok nanya balik sih!"


"Kan tadi kamu nanya aku bilang apa tadi, ya aku bilang 'apa?'"


"Gak jelas!"


"Gak jelas aja, kamu tetap cinta kan?"


"Stop Yudis!" Ucap Stella, sambil menghindari Yudistira.


"Iya kan? Iya dong masa engga"


Stella terus menghindari perkataan kekasihnya itu, dan tak menjawab sepatah katapun dari mulutnya. Sementara, Yudistira terus mengikutinya kemanapun kekasihnya itu pergi. Yudistira tak henti-hentinya berbicara, membuat Stella pun terus menutup kedua telinganya.


"Mau ngapain?!"


"Emangnya kenapa?"


"Aku mau mandi! Mau aku aduin ke Ibu?"


"Ya, jangan lah Yang!"


"Dikira kan pengen di baku hantam sama Kanjen Ratu penguasa rumah ini. Belum pernah ngerasain kan? Atau mau tau rasanya gimana? Mau aku bantu buat tau rasanya gimana?"


"Gak mau lah"


"Yaudah sana! Jauh-jauh dari kamar mandi!"


"Ya, niatnya buat biasakan diri lah Yang. Nanti juga kan kita bakal nikah"


"Kalo aku ditakdirin cuma buat jaga jodoh orang aja gimana?"


"Ya, gak mungkin lah. Masa aku bukan jodoh kamu. Kamu udah gak sayang kan sama kau? Mangkanya kamu bilang kayak gitu"


"Mulai, si Yudis mulai~" Ucapnya langsung menutup dan mengunci kamar mandi.


"Stella! Jawab dulu! Kamu sengaja kan?!"


"Ayang!! Ayang ih!!! Jawab dong!"


***