
Jam istirahat berbunyi, semua murid keluar dari kelasnya dengan berhamburan. Stella juga yang lain sampai di kantin, mereka mengantri untuk mendapatkan makanan. Mereka asik berbincang bersama, dengan canda tawa seperti biasanya. Namun, perlahan tawa Stella hilang saat Rega menghampirinya.
"Hallo, Stella! Akhirnya, gue ketemu lo lagi" Tatapan Stella sangat sinis, dengan senyum tengilnya.
"Lo kenal?"
"Mereka yang buat nama baik gue tercoreng habis-habisan"
"Oh! Ni anak! Pantes aja gue kesel banget setiap deket lo, ternyata lo dalang dari semuanya!"
"Oh, jadi lo yang buat gue di keluarin dari sekolah SMA Nusa dan Bangsa?!! Lawan musuh kok pakek anak buah"
"Mereka temen gue, bukan anak buah!"
"Dari pada terus ngebacot, mending lo pada maju deh. Tuh di belakang udah pasang muka sangar loh" Celetuk Vixa, yang kelaparan.
"Udah lah, mending makan dulu laper gue. Udah makan, baru debat lagi. Buruan maju!" Tambah Yudistira.
"Kalo gak berani, mending gak usah banyak tingkah!" Yudistira tak terlalu mempermasalhkan perkataan Rega tadi.
"Udah hamilin Kristal, gak ada tanggung jawabnya lagi" Sambungnya.
"Maksud lo apa?! Jangan ngomong yang engga-engga tentang gue. Lagi pula hubungan gue sama Kristal udah kelar. Jangan buat rumor yang aneh tentang gue!"
"Kelar, tapi menyimpan bekas. Hhaha!"
"Udahlah Ga, namanya juga Yudistira. Terkenal playboy, suka main cewek saat dia sekolah di SMA Garuda. Eh, sekarang ngamilin anak orang masih gak mau ngaku juga lagi"
BRAK!
Pukulan Stella menggunakan nampan makanan kantin yang sedari tadi dia pegang, tepat mengenai wajah Rega. Dengan mimik wajah yang sudah amat sangat kesal, karena Rega yang terus berbicara yang tidak-tidak. Membuat teman-teman nya kaget akan apa yang baru saja Stella perbuat. "Sebenarnya, gue males banget berurusan sama lo pada. Tapi, semakin gue diemin. Semakin lo pada menjadi. Bawa cepet si Rega sekarang, jauh-jauh dari gue. Atau gue tabok muka lo berdua juga"
"Lo tau kan gue gak akan diem aja?! Gue bakal bales berlipat-lipat atas perbuatan lo ini ke gue"
"Gue bakal tunggu, tapi jangan cepet-cepet bales nya. Kemungkinan gue bakal tonjok muka lo lagi beberapa hari lagi, jadi biar sekalian lo bales dendamnya"
Suasana kantin kini menjadi hening, akibat kelakuan Stella terhadap Rega juga teman-temannya itu. Mereka langsung menciut hanya dengan hantaman yang dilayangkan Stella. Rega pun tak bisa berkata-kata lagi, dan hanya diam dan terus menahan kesakitan.
"Stell! Kayanya idung tuh anak tadi bengkok deh"
"Udah lah, biarin aja. Kalo ketemu tuh anak lagi, langsung tonjok aja mukanya. Kalo lo pada ladenin, yang ada dia kesenengan, Pala gue udah pusing banget nih, nahan laper dari tadi!"
"Dari tadi kek, mungkin tadi gue gak akan kelepasan ke si Rega"
"Biar gue aja!"
"Orang ngasihnya ke gue!"
"Stella pacar gue!"
"Masa bodo anjir!"
"Mulai dah tuh anak dua, ribut mulu"
"Udah lah, cepetan maju! Gue udah keroncongan banget ini!"
Tak sampai disitu perikaian Yudistira juga Giorgino. Mereka lagi-lagi berbuat onar, dengan memperebutkan tempat duduk dekat Stella. "Gue duluan! Hhaha" Tertawa puas Yudistira. Membuat Giorgino kesal.
"Sejak kapan lo berdua akur?"
"Akur dari mana nya Stella! Woi! Buka mata lo, jangan perem mulu! Beuntakeun gesya!" Gereget Mutiara.
"Mutiara mulai memperlihatkan kekesalannya, Hhaha" Ledek Jinata.
"Gak apa-apa gue suka"
"Idih-idih Jije~"
"Najis ya, awas aja lo kalo suka sama gue!"
"Yang suka sama lo siapa anjir!"
"Diem!"
"Lo yang diem!"
"Mulai timbul percikan cinta nih" Ledek Jinata.
"Kalo suka bilang kali, jangan diledekin mulu. Biasanya, yang suka ngeledek. Ternyata dia yang naksir" Celetuk Suga.
***