
"Stell, gue boleh cerita gak ke lo?"
"Boleh dong, Nill. Masa gak boleh sih"
"Tentang rasa suka gue ke seseorang, apa lo sadar?"
"Hmmm~"
"Gue gak tau, gue bingung banget sekarang. Tapi, kalo gue terus berusaha lebih gak apa-apa kan?"
"Gak ada yang bisa paksa hati kan? Kalo lo emang suka, lo harus perjuangin. Walau pada kenyataannya, temen lo juga suka sama cowok itu"
***
Keesokan harinya, Stella yang baru saja bangun tidur sudah melihat keberadaan Yudistira di kamarnya bersama Renilla. Mereka sedang berbincang asik di pagi hari yang indah. Stella yang menyadari itu semua, perlahan jalan keluar sambil membawa minuman kaleng yang baru saja dia ambil. Menatap sekeliling, dan dia mulai bergabung bersama Vixa juga Mutiara. Yang sedang asik berbincang.
"Baru bangun lo?"
"Hmmm~"
"Pagi-pagi malam minum bersoda, makan sarapan gue nih. Gue belum terlalu laper kok"
"Tumben, baik banget lo ke gue Vix?"
"Kesian aja gue ke lo, abis terhianati kan?"
"Tau aja lo. Gue makan sekarang~"
"Oh ya, lo berdua udah pacaran?"
"Tiba-tiba banget lo nanya begitu?"
"Penasaraan aja, Ti. Akhir-akhir ini lo berdua nempel terus soalnya, Hhehe~" Mutiara memilih untuk hanya tersenyum.
Semenjak, mereka akur. Rasa cinta juga timbul. Perasaan campur aduk, yang membuat satu sama lain menanggung rasa sakit. Tidak mau pertemanan hancur, hanya karena rasa cinta mereka. Mereka memutuskan untuk lebih menerima kenyataannya. Dan mencoba untuk menyembunyikan rasa cemburunya, yang selama ini mereka rasakan.
"Mau berenang?" Tanya Yudsitira pada Stella.
"Hmmm~"
"Gue ikut"
Kecanggungan mulai terasa di antara mereka berdua. Mereka mulai masuk ke kolam renang itu secara bersama. Yudistira terus mendekati Stella yang terus berenang ke tengah. Seakan ingin melindunginya dari dekat. "Makin ke tengah makin dalem loh" Ucapnya memberitahu Stella.
"Bilang aja lo takut"
"Takut sih engga, lebih khawatir gue ke lo"
"Banget, Ti"
"Oh, ya gue ke kamar Vixa dulu yah. Ada urusan, Hhehe~"
"Oke, gue juga mau balik ke kamar"
"Xa!"
"Iya?"
"Gue masuk yah"
"Oke"
"Lo mau liat foto-foto kemarin gak, yang kemarin gue ambil sendiri?"
"Boleh, duduk sini" Mereka terus berbincang layaknya pasangan baru. Amat sangat serasi, dan aura dari mereka berdua amat sangat kuat.
Disisi lain, Stella dan Yudistira menyelam bersama. Saling menatap satu sama lain di dalam air yang begitu jernih. Hingga, saat dimana Yudistira menarik tubuh Stella. Dan menempelkan bibirnya itu tepat ke bibir Stella. Mereka berciuman mesra di dalam air, dan menikmatinya.
Ketukan pintu dari luar kamar Renilla. "Gue boleh masuk?"
"Masuk aja, Xa"
"Gue boleh pinjem Hair dryer lo?"
"Oh, boleh. Bentar gue cari dulu"
"Mau sekalian gue bantu keringin rambut lo?" Tambahnya, dan Vixa hanya mengangguk.
"Gue liat-liat lo sama Mutiara, makin deket aja nih"
"Kayaknya bukan cuma lo yang ngerasa, Nill"
"Pasti~"
"Gue cuma pengen menghabiskan semua energi gue buat orang yang gue suka"
"Gue bener-bener suka sama dia, karena dia sama sekali gak memperlihatkan sisi cantiknya ke orang-orang. Jadi, gue rasa gue suka sama cewek yang kayak gitu" Tambahnya. Renilla hanya mengangguk-ngangguk sambil tersenyum.
"Gimana kalo ada seseorang yang menurut lo gak begitu, mengatakan dia tertarik ke lo?"
"Gue butuh dia banyak bicara sama gue"
"Itu sebabnya gue minta lo tetep disini~"