Bad Students

Bad Students
[59]



Acara pensi sekolah masih diberlangsungkan. Yudistira hanya terus duduk menyendiri, dengan tatapan yang amat sangat kosong. Helaan nafas terus dia hembuskan, dengan amat sangat beratnya. Dia terus memikirkan ucapan Ibunya yang sangat gila dan tak masuk akal barusan baginya. Semuanya menjadi kacau, untuknya.


Walau memang dirinya tidak melakukan itu, tapi Yudistira masih saja dihantui ketakutan. Bagaimana tidak, Yudistira sudah tau betul sifat Starla. Starla akan melakukan apapun itu, demi mendapatkan yang dia inginkan. Walau tidak mungkin, Starla akan membuatnya menjadi mungkin.


Beberapa hari berlalu, masih tidak ada kabar apapun dari Starla juga keluarganya. Bu Popi pun tidak ada hak untuk memberi hukuman kepada Yudistira. Karena, yang Bu Popi butuhkan sebelum melakukan itu semua adalah bukti yang kuat.


Hingga, suatu hari notifikasi pesan masuk entah dari siapa. Nomor pun tak Yudsitira kenali, dan saat dia lihat kedua pupil matanya kini membesar, tak percaya dengan apa yang baru saja dia lihat. Video berisikan permintaan maaf Starla untuk Yudistira yang dikirim tadi itu ternyata dari Ibu Starla. Dengan ketikan pesan permintaan maaf dari Ibunda Starla, atas apa yang telah putri dan dirinya lakukan kepada Yudistira. Kini kesalahpahaman terselesaikan. Ternyata bukan hanya ke Yudistira, pesan itu pun sampai ke Bu Popi.


Kini, Yudistira baru bisa bernafas lega. Tak ada lagi yang perlu di khawatirkan olehnya. Semuanya sudah terselesaikan. Kini, dirinya hanya fokus untuk menjalin asmara dengan Stella. Dan memilih untuk mempublikasi kan hubungannya kembali. Sudah tidak ada lagi pertemuan sembunyi-sembunyi. Mereka makin hari makin membuat para kaum jomblo merasa tercekik. Bahkan, teman-temannya pun muak melihat mesranya mereka berdua.


***


Ibunda Arumi terus memukul tubuh anaknya itu, yang kini terus merasakan kesakitan. Air matanya pun ikut tercurahkan akan perasaan Ibundanya yang kini amat menyesakkan. Arumi hanya terus menerima pukulan itu, tanpa menghindar.


"Arumi mau Ibu bantu Arumi sembunyiin kehamilan ini. Arumi punya cita-cita, gak mungkin ngelepas semua impian itu karena masalah kaya begini doang. Ibu mau Arumi jadi dokter kan? Ibu harus tetap tutup mulut, sampai bayi yang dikandungan Arumi lahir. Tolong bantu Arumi" Mendengar itu tambah membuat air mata Ibunda nya menjadi pecah. Air matanya makin deras, rasa sesak dadanya tak bisa lagi di tahan.


Jika, Ibunda nya tidak mengetahui akan mimpi anaknya. Mungkin saja, Ibunda Arumi langsung memberhentikan pendidikan anaknya itu. Bukan karena tidak menyayanginya, tapi lebih untuk menjaga anaknya serta kandungan anaknya itu. Namun, Arumi ingin melanjutkan kuliah jurusan kedokteran, melanjutkan perjuangan Ayahnya yang terhenti akibat kecelakaan saat Arumi baru saja berumur 12 tahun.


Ibunda Arumi pun tidak bisa menyalahkan sepunuhnya kepada Jimi, anaknya juga salah. Yang terpenting baginya, kekasih anaknya itu kini bersedia bertanggung jawab untuk anaknya juga cucunya. Melihat Jimi selalu menjaga Arumi pun, Itu sudah terbayarkan untuknya. Dan Keluarga Arumi maupun Jimi pun ikut membantu menyembunyikan kehamilan Arumi, yang kini semakin membesar.


To Be Continued >>>