Bad Students

Bad Students
[47]



Hari demi hari, Stella dan Giorgino tampak serasi. Hubungan mereka menjadi perbincangan sekolah, dan kandasnya hubungannya dengan Yudistira pun ramai di perbincangkan. Yudistira dibuat terbakar api cemburu, mereka terus bermesraan entah itu di kelas, kantin, juga saat mereka berkumpul.


Memang dia merasa kan perhatian yang diberikan Giorgino lebih-lebih darinya. Giorgino selalu menjaga Stella, dengan sangat baik dari pada dirinya. Terlihat jelas, semua di mata Yudistira. Giorgino memang pantas untuk Stella. Namun, juga dia tak mau menyerah begitu saja untuk mendapatkan kembali Stella.


Yudistira pun merasakan tatapan hangat dan berseri yang diberikan Stella kepada Giorgino itu berbeda saat kepadanya. Semuanya terlihat berbeda, Stella lebih terlihat bahagia dengan Giorgino. Ketimbang dengan dirinya. Kini, Yudistira makin merasakan sesak.


Walau begitu, Yudistira harus tetap menjelaskan semuanya kepada Stella. Agar kesalahpahaman terselesaikan dan hubungan mereka lekas membaik. Yudistira dan Mutiara menjelaskan semuanya yang telah terjadi kepada teman-temannya, termasuk Stella dan Giorgino. Namun, tak sedikit dari mereka yang percaya.


Yang mereka butuhkan adalah bukti, bukan hanya penjelasan dan alasan. Hingga, saat dimana mereka menyadari, memang benar ada seseorang yang selalu mengikuti Mutiara kemana pun dia pergi. Sembari memegang ponselnya, sambil merekam dan memotret semua aktivitas yang Mutiara lakukan.


Laki-laki itu tak cupu, dia cukup terkenal akan ketampanannya, handal dalam bela dirinya, dan terkenal tak pernah bermain sana-sini dengan gadis-gadis di sekolah. Hingga saat dimana Mutiara hendak akan berganti baju pun, dia mengikutinya. Bukan hanya diluar, dia ikut masuk ke dalam.


Stella yang melihat itu merasakan akan keanehan, dan perlahan tersadar akan ucapan Yudistira saat itu. Karena, dia mulai percaya akan semua perkataan Yudistira. Dia juga harus membuktikan jika semua itu benar, bukan hanya alasan semata yang dibuat Yudistira agar dirinya percaya padanya.


Dia perlahan masuk ke dalam kamar mandi itu, hingga tersadar akan seseorang yang sedang merekam Mutiara dari atas sebelah tempat Mutiara sedang berganti pakaian. Stella masih tidak percaya, semua yang dikatakan Yudistira ternyata benar.


Ingin memastikannya lagi, Stella perlahan menyimpan ponselnya ke lantai dan mendorongnya dengan kakinya. Benar saja dia melihat laki-laki itu tengah asik menyaksikan Mutiara dengan ekspresi mesumnya. "Keluar lo, sekarang!" Teriak Stella, sambil menendang pintu kamar mandi itu.


"Pake baju lo sekarang, Muti! Bego banget lo, ada yang videoin lo dari tadi. Bisa-bisanya kagak sadar!" Mendengar itu Mutiara langsung memakai bajunya, dan keluar dari kamar mandi itu dengan mimik wajah penuh kegelisahan. Laki-laki itu masih saja tidak mau keluar, dia terus diam disana, dengan pintu yang terkunci dari dalam.


"Lo gak mau keluar juga, gue punya bukti sih. Video lo lagi mesum, ada di hp gue sekarang. Gimana kalo gue kirim sekarang ke bu Popi?" Mendengar ucapan Stella, laki-laki itu membuka pintu kamar mandi, dan berusaha merampas ponsel milik Stella.


Dengan sigapnya dia langsung menonjok keras wajah pria itu, hingga terpental masuk lagi ke ruang kamar mandi. Mutiara hanya diam, terngaga melihat pukulan dahsyat yang diberikan Stella pada laki-laki itu. Hingga membuat laki-laki itu kini hidungnya penuh dengan darah yang mengalir tanpa henti. "Gak perlu repot-repot berusaha ambil hp gue, udah gue kirim kok videonya ke bu Popi. Lebih baik lo persiapkan diri lo sekarang, untuk bertemu nyi ratu sekolah ini"


Tak lupa juga Stella mengambil paksa ponsel laki-laki itu, melihat isi galery nya, dan dibuat terngaga akan video dan foto yang isinya Mutiara. "BNGST banget lo ternyata! Gak kira-kira sampe 1000 lebih lo videoin si Muti! Kalo kebelet pengen kawin, ya jangan sampe begini juga kali! Nanti kalo lo di keluarin dari sekolah ini, gak usah sekolah lagi. Lo minta di kawinin aja ke emak lo!"


"Terserah deh, sekarang mending lo urus tuh video sama poto lo. Terserah mau lo hapus atau mau lo koleksi. Itu hak lo!" Ucap Stella sambil melemparkan ponsel milik laki-laki itu.


Yang lain dibuat kebingungan akan apa yang telah terjadi. Hingga, dimana Mutiara mulai menceritakan kejadian tadi kepada teman-temannya itu. Dan seketika, mereka menjadi ikut kesal akan kelakuan laki-laki mesum itu. Mereka mulai beranjak dari kursinya satu persatu, hendak akan memberi pelajaran pada laki-laki itu. Namun, terhenti akan ucapan Mutiara yang mengatakan jika Stella sudah memberinya pelajaran padanya. Saat itu pun mereka meminta maaf sebab tak percaya akan perkataan Mutiara juga Yudistira kala itu.


Kini, murid itu sudah ada di ruangan bu Popi. Dimarahi habis-habisan oleh orang tuanya. Karena mereka pun tak menyangka akan kelakuan anaknya sendiri, yang amat sangat memalukan. Laki-laki itu kini dinyatakan sudah tak lagi menjadi siswa di SMA Tanah Air Harapan Bangsa. Semua video yang berhasil dia ambil, sudah Mutiara hapus tanpa tersisa.


Namun, lagi-lagi siswa itu membuat ulah saat hari terakhir nya di sekolah. "Setelah keluarnya gue dari sekolah ini. Bakal ada pertunjukan menakjubkan. Jangan sampe ketinggalan yah sayang~" Ucap laki-laki itu sambil membelai rambut Mutiara.


Kini, Mutiara menjadi penuh akan ketakutan. Bagaimana jika keluarnya, membuat diri Mutiara benar-benar hancur. Perkataan laki-laki itu terus terbayang-bayang, membuatnya sedikit hilang kendali, dengan ketakutan mulai melanda dirinya tanpa henti.


Dan benar saja, satu video tersebar membuat semua murid SMA Tanah Air Harapan Bangsa tak percaya dengan apa yang mereka lihat. Video yang berisikan ciumannya dengan Jinata tersebar. Bukan hanya dengan Jinata, tapi juga dengan Yudistira.


Stella yang melihat itu pun dibuat tidak percaya dengan apa yang dia lihat sekarang. Yudistira terus mengelak dia tidak melakukan itu semua, tapi tetap saja yang dia lihat sekarang adalah diri Yudistira yang tengah asik bermesraan dengan Mutiara.


"Parah banget lo, Dis! Gue udah sepenuhnya percaya sama lo, tapi ucapan lo ke gue itu ternyata bohong?! Bego banget gue, dengan mudahnya gue percaya sama lo!"


"Itu efek angle nya aja, Stell"


"Iya, Stell. Gue sama Yudistira gak beneran ciuman kok"


"Masih bisa-bisa nya lo berdua ngelak? Disaat buktinya baru aja gue liat?! Gak usah lo keluarin suara lo di hadapan gue, Ti! Setega itu lo sama temen lo sendiri?! Gue yang bodoh mau berteman sama orang kaya lo!"


"Gue juga butuh penjelasan lo berdua. Kenapa lo berdua bisa-bisanya ngelakuin itu. Padahal, lo sendiri juga tau kan kalo gue suka sama Mutiara, Ta?!"