
Beberapa hari setelah ulangan, pagi buta penjaga sekolah sudah pasangkan hasilnya di mading. Dan benar saja, mereka mendapatkan nilai dengan rata-rata 90-95. Mereka amat sangat senang sekali, walau memang cara mereka itu sangat salah. Tanpa mereka sadari, awal yang penuh dengan pertikaian, kini tak lagi. Semenjak itu mereka berteman, dan memulai aksinya bersama-sama.
Mereka diliburkan selama seminggu, untuk keluar dari suasana sekolah itu. Yang memang pada awalnya mereka amat sangat tidak ingin masuk. Mendengar Stella ada di rumah, Jonny sang mantan kekasih. Yang memutuskannya lewat chat, dan membuatnya menangis semalaman itu datang kembali untuk memperbaiki hubungan yang dia rusak sendiri.
"Aku senang loh kamu balik lagi ke rumah"
"Mau ngapain lo kesini?"
"Aku nyesel Stell udah putusin kamu. Itu aku CUMA BERCANDA kok"
"Namanya laki-laki selalu dengan mudah ngomong CUMA BERCANDA, hanya saat dia nyesel sama perbuatannya, gak ada yang mau sama dia, atau mungkin gak ada yang bisa nandingin mantan kekasihnya kan?"
"Engga, bukan gitu kok. Aku emang pengen hubungan kita balik lagi aja, Stell"
"Kasih alasan ke gue yang bener-bener masuk akal, kenapa lo putusin gue tiba-tiba malem itu?"
"Kenapa? Gak bisa jawabkan?"
"Waktu itu temen aku bajak hp aku"
"Sekarang zamannya bukan bajak-bajakan, Jon. Sekarang zamannya, kebayakan pasangan selalu meremehkan satu sama lain. Dan gue, bukan orang yang dengan mudahnya balik ke sarang yang sama. Mending lo pergi dari rumah gue, dan jangan pernah berharap balikan lagi sama gue. Lo gak perlu khawatir, cowok yang suka ke gue banyak kok. Yang perlu lo khawatirin adalah diri lo sendiri" Ucapnya lalu pergi kembali ke kamar.
"Gak denger adek gue tadi bilang apa tadi? Mau gue usir lo atau lo keluar sendiri?" Ucap Rami dengan tatapan menakutkan.
"Udah siap belum? Ayo berangkat!" Ucap Rami pada Stella.
"Siap lah yakali belum!" Jawabnya dengan wajah berseri.
Ya, mereka tak mau liburannya hanya berdiam diri di rumah saja. Mereka pun butuh sesuatu yang baru. Ke sembilan para remaja itu memutuskan untuk berlibur bersama di Pulau Bintan, Riau. Menginap di Crystals Lagoon dan tur ke Gurun Pasir Telaga Biru.
Crystals Lagoon, kolam renang terbesar di asia tenggara.Kolam renang air asin, dan memiliki pesona air laut. Kolam dengan luas 6,3 hektar, di desain landai seperti pantai. Jika kita makin berennag ke tengah akan semakin dalam.Dan yang bisa menikmati berbagai macam wahana air.
Gurun Pasir Telaga Biru, terletak di dusun busung Bintan. Pemandaan ala padang pasir timur tengah, dengan hamparan pasir yang memiliki warna putih, merah muda hingga sedikit ungu nan memesona, bersanding birunya air telaga membuat pemandangan kontras nan indah. Cekungan-cekungan bekas galian tambang yang tidak direklamasi terisi air hujan, dan lama kelamaan menjadi telaga air berwarna biru cerah.
"Rum, gue pinjem kamera lo yah" Sama sekali tak ada jawaban sepatah katapun. Namun, dia hanya mendengar suara ciuman di dalam kamar yang hangat. Itu Arumi dengan Jimi.
Tak mau mengganggu, Stella langsung membawa kamera itu dan pergi keluar menghampiri yang lain. "Sendiri aja? Arumi mana?"
"Biasa lagi mesra-mesraan sama Jimi"
"Mereka pacaran? Sejak kapan?"
"Udah lah mereka pun butuh sedikit kemesraan, biar hidup gak penat-penat amat"
"Kalo lo sendiri?"
"Maksud lo?"
"Gak mungkin kan cuma Arumi dan Jimi yang butuh kemesraan?"
"Skip-skip! Gue tau arah omongan lo kemana, Dis! Salah langkah lo ke adik gue, skak mat hidup lo di tangan gue"
"Yaelah, dibawa serius mulu lo Ram. Lo tau kan si Yudis gimana orangnya"
"Yaudah, kumpul-kumpul. Gue bakal fotoin lo pada sekarang"
"Mas maaf fotoin kita yah" Ucap Yudistira sambil mengambil kamera yang di pegang Stella, dan memberinya ke mas yang melewat.
Yudistira menggenggam tangan Stella, dan duduk di kursi yang hanya tersisa 1 kursi disana. Tanpa berfikir panjang Yudistira membuat Stella duduk di pangkuannya. Detak jantung Stella sudah amat sangat tidak nyaman sekali, tambah dibuat jantung tak aman oleh Yudistira, dia malah memeluk tubuh Stella dengan nyaman, dan menempatkan wajahnya di pundak gadis itu sambil tersenyum.
Sesi foto selesai, dan Stella langsung beranjak dari pangkuan Yudistira. Suasana dibuat heboh, saat Rami melihat hasil fotonya. Fokusan mata langsung terarah pada adiknya itu. Dan mulai memainkan tatapan kesalnya pada Yudistira.
"Sayang!!!" Teriak seorang wanita. Yudistira melambaikan tangannya, sambil tersenyum. Stella yang melihat itu langsung memasang wajah sinisnya, dan pergi dari sana.
"Siapa tuh?"
...Kristaly...
Kekasih Yudistira. Mereka sudah menjalin kasih selama 3 tahun. Pertemuannya dimulai saat mereka masuk ke SMA kelas 10.
"Akhirnya, aku bisa ketemu kamu" Ucap gadis itu sambil mencium Yudistira.