
Lagi-lagi Giorgino membuat Yudistira cemburu. Dia terus mendekati Stella, tanpa mutados [Muka Tanpa Dosa]. Yudistira yang melihat itu kini sudah terbakar api cemburu. Hatinya seakan sudah terbakar, sehingga tubuhnya menjadi sangat panas.
"Ternyata lo belum jadian sama adik gue, itu tandanya ada kesempatan buat tuh anak dipilih Stella"
"Gue lagi kesel banget, jangan sampe gue obrak-abrik nih kantin"
"Lagian lo juga, kenapa tadi pagi merasa banget jadi pacarnya Stella? Padahal belum di jawab ungkapan cintanya, Hhaha"
"Emangnya Renilla udah terima lo?"
"Ya udah lah!"
"Terus kenapa Renilla lebih mau deket-deket gue dari pada lo?"
"Eh iya! Kenapa kamu malah deket-deket si Nata, dari pada aku?"
"Abisnya kamu bau, gak mandi kan tadi pagi? Nata mah wangi~"
"Idih! Parah banget!"
"Kalo di liat-liat lo berdua cocok juga"
"Bener apa yang dikatain Suga. Renilla lebih cocok sama Nata, dibanding Vixa"
"Dibayar berapa lo Je sama si Suga?"
"Cuma Cepek Ceng"
"Anjir berapa tuh?"
"Udah lah, Vixa lo kasih tau. Mana dia tau kan dia anak zaman now"
"Oh, Iya bener juga"
"Lo berdua sama nya!"
"Lo sama kita beda, jelas-jelas tuaan kita. Tapi, muka kita gak tertandingi awet mudanya. Wajah kita itu, semakin tua semakin cakep. Kata ciwi-ciwi, pencinta 'BS' "
"Kelahiran tahun berapa lo?"
"Kita 1998, lo 2001 kan? Gue sama Suga kagak naik selama 3 tahun" Mendengar itu Vixa juga yang lain terngaga, begitu juga Yudistira yang sedari tadi memperhatikan Stella dan Giorgino.
"Seriusan lo pada gak naik 3 tahun? Gak butek apa lo pada ngulang-ngulang pelajaran?"
"Orang mah ngulang-ngulang pelajaran jadi pinter, mereka malah tambah bego. Hhaha~"
"Sebenernya kita gak bego, cuma menyembunyikan kepinteran kita aja"
"Idih!"
"Stell udah kali, masa berduaan terus sama mantan lo itu? Hargain gue lah"
"Ni anak ngeganggu mulu yah! Baru gue ngobrol sama stella beberapa menit yang lalu"
"Jangan ngada-ngada, udah hampir setengah jam lo ajak Stella ngobrol!"
"Gue ngegas karena muka lo nyolot mulu!"
"Muka gue emang begini! Udah diciptakan begini, yakali gue harus oplas. Yang ada nanti muka gue gak seganteng yang sekarang"
"HUEEEEKKK!" Bengek kedelapan sekawan itu, bersama-sama.
"Yaudah apa yang mau di omongin?" Ujar Stella.
"Ungkapan cinta gue jangan di gantung lah, masa di gantung? Sakit banget loh ini hati"
"Yaudah mau nya apa?"
"Terima lah, yakali gak di kasih kepastian"
"Yaudah, gue terima"
"Serius?"
"Serius, kan lo yang minta buat di terima tadi"
"Lo beneran terima anak modelan begini?" Tanya serius Stella.
"Ya mau gimana lagi, dia udah ambil ciuman pertama gue di kolam renang"
"APA?!!"
"Berani-berani nya lo cium Stella" Amuk Giorgino juga Rami.
"Gue selama pacaran sama Stella, gak pernah gue ambil kesempatan kayak gitu"
"Ya gimana lagi, waktu yang cocok buat ngelakuin itu semua. Masa gue gak ambil kesempatan itu?"
"Tonjok Gin, tonjok lagi ajak mukanya. Tonjok!" Kesal Rami.
"Kenapa di ributin sih cuma perkara ciuman doang? Ya, selama gue gak mempermasalahkan gak apa-apa"
"Lo ngomong begini, sama aja lo terima ciuman Yudis"
"Ya, gimana lagi. Udah terlanjur, masa gue tolak?" Mendengar langsung dari mulut Stella, membuat Rami juga Girgino sudah tak bisa berkata-kata lagi.
"Udah lah gak apa-apa. Lagian juga Stella udah gede, udah SMA. Kali-kali nyerasain juga kan?" Celetuk Jimi.
"Jadi kalo udah nikah gak kaget-kaget banget" Tambah Vixa.
"Otak lo kenapa jadi kesitu bngst!" Kesal Suga.
"Emang otak ni anak sama otak kita-kita beda, hati-hati Nill. Nanti lo bunting lagi"
"Bagus dong, jadi punya anak" Dibuat tambah nganga saat Renilla berbicara seperti itu.
"Up! Udah gue Up! Hubungan lo berdua menakutkan sekali" Ucap Jije meninggalkan kantin bersama Jinata juga Suga.
"Gue juga mau balik ke kelas, situasi saat ini sudah kacau sekali kawan" Tambah Rami.