
Stella baru kali ini merasakan cemburu yang amat membeludak. Lagi-lagi mereka bermesraan di depan Stella. Melihat tingkah Yudistira kepada Starla, sudah sangat membuat Stella sangat kesal. Ditambah saat ini Yudistira, sama sekali tak peka akan menjaga perasaan Stella.
"Stell, lo tau si Nakala kan?" Tanya Renilla, dan Stella mengangguk, sembari terus menatap ke arah Yudistira dan Starla.
"Dia suka sama lo loh! Kenapa lo gak jadian aja sama dia? Mukanya udah cakep banget, kaya raya, baik hati, gak suka mainin cewek, pinter, wangi banget badannya, tinggi, tipe ideal lo banget juga kan?" Ucap Renilla membanggakan Nakala, lelaki yang juga pernah dia sukai. Sebelum, dia jadian dengan Vixa.
Mendengar itu, tatapan Yudistira teralihkan. Kini dia terus menatap Stella, berharap dia menjawab sesuai keinginan Yudistira. Sekarang, mereka saling tatap-menatap. Awalnya, memang Stella akan menolaknya. Namun, Yudistira masih saja bermesra-mesraan dengan Starla, dan itu membuatnya menjadi kesal kembali.
"Oke, kirim aja nomornya ke gue" Ucapan yang baru saja keluar dari mulut Stella, amat-sangat membuat Yudistira terbakar api cemburu.
Kini, Yudistira terus menatap Stella dengan sangat menakutkan. Membuat tatapan Stella yang sedari tadi menatap kearahnya teralihkan kesana-kemari. Stella terus merapihkan rambut panjangnya itu, sambil terus menghindari tatapan Yudistira.
Terlihat jelas, Yudistira sangat kesal sekarang. Dia terus memasang wajah sangarnya, juga cemburu. Stella baru pertama kali melihatnya. Dia sangat menakutkan. Stella pun terus menghindari setiap dia berpapasan dengan Yudistira.
"Mau kemana?!"
"Latihan"
"Sampe lo pacaran sama si Nakala, awas aja lo!"
"Hubungan kita aja gak jelas, kenapa gue harus terus ngejomblo? Padahal lo aja sekarang punya pacar!" Gumamnya.
"Gue denger!"
"Baguslah!"
"Stell!" Seseorang memanggilnya, wajah Yudistira tambah kesal. Dan membuat Stella menyadari siapa orang itu, benar itu Nakala.
"Mau latihan Cheerleader kan?" Stella hanya mengangguk, sambil melayangkan senyuman.
Yudistira terus keheranan akan senyuman Stella kepada Nakala. Benar-benar membuat hatinya terbakar api cemburu. Dia terus mengibas rambutnya ke belakang, kini Yudistira sangat cemburu melihat Stella dan Nakala yang terus berbincang di depannya.Helaan nafas kesal terus dia keluarkan, tatapan terus mengarah pada Stella yang terus tersenyum-senyum pada Nakal. Suasana hatinya kini amat sangat hancur.
"Mau latihan kan? Cepet sana! Yang ada nanti telat!" Ucap Yudistira kepada Stella.
"Bareng gue aja! Latihannya di aula basket kan? Kebetulan gue juga mau latihan basket" Mendengar ucapan Nakala, membuat Stella tersenyum ke arah Yudistira. Kini, Yudistira amat sangat tak percaya dengan layangan snyuman Stella padanya.
Terus memainkan kedua matanya, agar Stella tidak perlu latihan. Stella malah sengaja membuat Yudistira semakin cemburu. Terlihat jelas Stella memanfaatkan keberadaan Nakala, untuk memanas-manasi Yudistira saja. Yudistira sudah tak bisa berkutik lagi, perlahan menyesal karena dari awal dia tidak mendaftar ekstrakulikuler basket. Dia malah mendaftar ekstrakulikuler sepak bola.
"Awas aja kalo ganjen! Gue bejek-bejek pipi lo!" Mendengar itu, Stella malah kesenangan. Dia berhasil membuat Yudistira cemburu.
Selama latihan, Yudistira terus memikirkan Stella, latihannya menjadi tidak fokus. Dia pasti mencari kesempatan dalam kesempitan. Jika Stella tak di kenal mudah membuat semua laki-laki terpesona, mungkin kini Yudistira tidak akan terus dilanda kekhawatiran setengah mati.
Benar! Dia malah berbelok arah dan menyintip dari pintu aula. Kedua bola matanya kesana-kemari. Hingga, kedua bola mata itu terhenti, dan hanya terfokus akan Stella. Perlahan senyuman di bibirnya terbentuk, dan perlahan juga turun kembali. Kini dia melihat Nakala terus mendekati Stella. Nakala terus tersenyum kepada Stella, terlihat jelas dia laki-laki playboy! Fikir Yudistira.
"Sayang? Mau ngapain kamu disini? Bukannya kamu ada latihan di lapangan yah?" Ada satu hal yang Yudistira lupakan, dan baru dia sadari. Starla juga anak Cheerleader.
"Oh- Aku dari tadi cari-cari kamu, tapi kamu nya ternyata ada disini" Ucapnya sambil tersenyum, MUTADOS [Muka Tanpa Dosa].
"Emangnya kamu udah selesai latihannya?"
"Lagi istirahat" Jawabnya dengan cepat.
"Yaudah, ayo masuk!"
"Engga dulu deh. Udah liat kamu aja aku udah senang" Kenyataannya, Yudistira ingin menghindari rasa cemburunya. Bagaimana jika dia masuk dengan Starla nanti? Mungkin saja Stella malah yang jadi membuat Yudistira cemburu, berlipat ganda.
Yudistira kembali ke lapangan, dan senyuman Starla kini hilang. Dia masuk ke aula, dan kembali latihan. Tatapannya hanya terfokus kepada Stella. Kebetulan Stella adalah Flyer, dan Starla adalah Bases. Tugas Starla harus menjaga Stella saat dia di angkat dan di lempar ke udara. Namun, Starla malah tidak melakukan itu, jelas itu sengaja. Kini, Stella tergeletak dan meringis kesakitan. Semua yang ada di aula basket pun terkejut dan langsung berlari membantu Stella.
"Lo sengaja kan?!" Teriak Mutiara kepada Starla.
"Lo tuduh gue?"
"Bukan nuduh, tapi emang kenyataannya lo gak lindungin Stella tadi!" Ikut kesal Arumi.
"Jangan nuduh kalo gak ada bukti"
"Wah, parah banget sih ni orang!" Gereget Renilla, karena ucapan Starla yang begitu santai.
Tak memedulikan pertikaian ketiga teman Stella juga Starla. Nakala langsung menggendong Stella, dan berlari ke UKS. Jimi langsung memisahkan mereka berempat, dan meredakan amarah Arumi, sang kekasih. Rami yang baru saja kembali ke aula basket, kebingungan dengan apa yang terjadi. Jimi pun menceritakan semuanya yang terjadi, dan dia langsung lari keluar aula lagi.
"Kenapa tuh si Nakala gendong si Stella?" Mendengar itu, tatapan Yudistira mengarah pada mereka. Dia yang melihatnya pun jadi ikut khawatir, dan Yudistira langsung berlari dan membantu Nakala membawa Stella ke UKS.
Bukan hanya Yudistira, Rami dan Nakala yang khawatir. Giorgino pun yang sedang latihan Taekwondo, setelah mendengar kejadian itu ikut khawatir. Namun, bukan langsung ke UKS. Dia malah pergi ke aula basket. Dengan wajah yang sangat kesal, dia langsung mencekik leher Starla dengan satu tangannya. "Gue peringatin ke lo, mau lo cewek atau cowok. Kalo menyangkut paut ke Stella, gue gak bakal tinggal diem!" Starla mulai merasakan kesesakkan akan cekikan itu. Dia terus berusaha melepas tangan Giorgino, tapi tak berhasil.
"Sampe lo celakain Stella lagi, gue bakal buat hal yang serupa, yang lo lakuin ke Stella" Sambungnya. Membuat Starla menelan ludahnya, sambil menatap Giorgino sangat ketakutan.
"Inget! Gue gak bakal diem aja, walau lo pacar Yudis! Inget juga, Yudis udah pernah abis ditangan gue. Dan gue pun bisa dengan mudah abisin lo, Starla!" Jelasnya sambil melepaskan cekikan itu, dengan penuh kekesalan. Melihat itu, ketiga temannya menjadi senang. Kini mereka tidak melihat Starla yang terus angkuh, kini mereka melihat Starla menjadi penuh ketakutan.
"Sakit sis?" Ledek Renilla sambil tersenyum lebar.
"Gue tau lo udah terlanjur seneng, karena lo tau Yudis bakal bela lo. Tapi, lo juga harus tau. Sebelum Yudis, ada Gino yang siap buat abisini lo lebih dulu" Bisik Mutiara, sambil menatap kedua mata Starla dengan tajam.