Bad Students

Bad Students
[29]



BRAK!


Pertikaian sedang terjadi di SMA Nusa dan Bangsa. Giorgino kini memerintahkan kepada teman-temannya yang ada di sekolah itu, untuk membuat orang-orang yang sudah memanipulasi tentang Stella di habisi sekarang juga. Situasi SMA Nusa dan Bangsa benar-benar amat sangat kacau.


"Gue bakal berhenti, kalo lo bisa balikin nama baik Stella"


"Emangnya lo siapa? Berani-berani nya nyuruh gue?!"


"Perintah gue gampang banget loh"


"Lo bukan siapa-siapa gue! Jadi, jangan harap semua itu terjadi!"


"Oke! Gue bakal menjamin, dalam beberapa hari ini bokap lo bakal jatuh miskin, karena kelakuan lo ini"


"Bokap dia bos bokap lo pada, tolol! Hhaha" Ucap puas temannya.


"Gue tunggu 24 jam, sampe lebih dari itu tamat riwayat lo semua! Cabut!"


Mereka tak hanya membuat keributan di kelas, tapi juga di ruang guru. Dengan santainya mereka menghampiri guru, yang sudah memanipulasi data-data Stella. Dengan tengilnya, sambil memasukan kedua tanagnnya di saku celana. "Selama siang bu~"


"Siang Haru. Ada apa?" Ucapnya sambil tersenyum.


"Saya hanya mau memastikan saja, apakah benar Ibu yang membuat Stella dikeluarkan dari sekolah ini?"


"Apa yang kamu maksud barusan? Untuk apa saya mengeluarkan murid, saya hanya guru biasa disini"


"Nah, maksud saya itu. Ibu hanya guru biasa disini, namun bisa-bisanya memanipulasi data Stella. Sampai membuat namanya menjadi buruk. Di bayar berapa sama keluarga Rega? Sampai bisa memanipulasi data muridnya?" Mendengar itu membuat senyumannya sedikit memudar.


"Maksud kamu apa?"


"Saya tunggu permintaan maaf anda ke Ibu Stella, jika tidak saya akan membuat Ibu di pecat dari sekolah ini!" Ucapnya, lalu pergi. Membuat semua guru disana menatap kearahnya, seketika tatapan para guru disana menjadi sinis.


"Ternyata kamu! Siap-siap tadi itu kan Haru, dia anak dari pemilik sekolah ini! Hati-hati, jika anaknya sudah maju lebih dulu. Artinya, hidup kamu bakal lebih sengsara!" Celetuk Guru disana, dengan julidnya.


"Apapun yang berhubungan uang pasti gak akan nolak kan? Udah lah, kesian sudah terlihat tertekan sekali sekarang"


"Bener juga, tapi kalo begitu. Profesi yang cocok untuk dia itu bukan sebagai guru, zaman sekarang masih aja ada guru yang melakukan itu hanya demi uang?"


"Ada! Contohnya wanita ini"


"Sekali lagi-!"


'APA?! Guru kayak anda gak cocok menjadi guru di mana pun, lagi pula saya lebih mengenal Stella. Walaupun, dia sering berbuat ulah. Kepribadiannya lebih baik dari pada anda!"


DRING! [Pesan masuk]


"Lo nyuruh temen lo di SMA Nusa dan Bangsa?' Giorgino mengangguk.


"Huaaaaaaaa! Makasih banyak Gino! Bagus! Kerja bagus! Punya mantan berguna banget!" Senang amat senang.


"Berguna lah, gak kayak pacar lo itu! Bisanya cuma mandangin lo aja tiap hari!"


"Eh! Gue bukan anak gengster kaya lo! Gue anak baik-baik"


"Anak baik kata lo? Nyolong kertas ujian sekolah demi nilai besar, itu masih bisa di bilang anak baik?" Sontak, Mereka berdelapan langsung menatap ke arah Giorgino, dengan sangat serius.


"Tau dari mana lo?!"


"Gue orang yang selalu tau, jaringan gue disini banyak"


"Gue serius! Kalo sampe lo bilang ke kepsek, guru, atau ke anak lain di sekolah ini. Lo bakal abis sama kita!"


"Soal ujian sebenarnya udah bocor dari awal. Berawal murid dari sekolah lain yang di kasih guru les nya. Terus, gak sengaja kesebar deh. Emangnya lo pada gak tau?"


"Kesian banget lo pada, udah capek-capek sport jantung demi ambil soal ujian. Yang pada kenyataannya tuh soal udah kesebar dari awal" Sambungnya. Namun, mereka hanya tertawa mengikik dengan perasaan nyesak. Seperti orang gila, yang pada akhirnya membuat Giorgino juga seisi kelas mulai ketakutan.