Arexa'S System

Arexa'S System
ZS~19(Warning)



...# Happy Reading #...


⚠️ 18+Full adegan jorok dan kekerasan, pokoknya yang nggak suka langsung skip. Jangan komen macem-macem :v author gantungin tau rasa :-v. Pokoknya author dah bilang banyak adegan yang nggak sesuai dengan kemanusiaan, jauh dari norma kehidupan apalagi agama!!! Makanya jangan baca kalau nggak suka. Skippppppp


...⚠️⚠️⚠️...


Zahid dengan wajah datarnya memperhatikan segerombolan manusia yang tanpa busana itu berjalan mendekat ke arah korbannya.


Sementara Regan yang duduk di sampingnya sudah degdegan saat melihat pasukan tanpa busana itu.


Akkkkhhh


Frisa berteriak histeris mencoba mengusir banyak pria yang berjalan ke dekatnya dengan suaranya.


Akkkkkkk


Teriaknya frustasi saat pria pria itu mulai meraba tubuhnya.


"Maaf, maafin gue!!" Teriak Yora tangan tangan nakal para pria itu mulai menjalar di tubuhnya.


"Kalian mau apa? Saya ini udah tua, saya juga laki laki" kata kakek yang bersama Frisa, mahluk tanpa busana itu meraba tubuh tuanya yang sudah keriput tanpa memandang bulu.


Akkkkkh


Teriak bersahutan dari ketiganya secara bergantian tubuh mereka terus di jelajahi oleh tangan-tangan nakal banyak pria di sana.


Regan yang baru pertama kali melihat adegan itu menatap ngeri pada ketiga Manusia yang masih terikat di bangku. Suaranya tertahan saat melihat tatapan datar Zaka dan Zahid.


Rasanya tak sanggup melihat adegan itu, namun pekikan pekikan dari korban membuatnya penasaran.


Di sisi Yora, pakaian yang memang sudah kurang bahan yang ia kenakan sudah terkoyak oleh pria yang mengerumuninya.


Seorang pria tanpa perasaan langsung memasukkan miliknya ke mulut Yora yang terus saja berteriak.


Bluk


Suara teriakan Yora tertahan oleh benda keras itu, sementara bagian lainnya sudah di remas oleh pria lainnya.


Karena marah, Yora dengan kuat menggigit senjata yang masuk ke mulutnya dan


Akkkkh


Plak


Karena kesakitan, pria yang tergigit menampar Yora dengan kuat, namun Yora menatapnya dengan berani.


Pria itu menatap marah pada Yora yang sedang membalas tatapannya.


Cuih


Pria itu meludahi wajah Yora.


Kaki Yora yang sudah di lepas langsung saja di angkat naik oleh dua pria dengan posisi masih duduk membuat area inti Yora nampak dengan jelas di sana.


Jleb


Pria yang di tampar langsung membenamkan miliknya ke area Yora dan tanpa perasaan menggerakkan pinggulnya dengan kasar di area Yora yang masih kering.


seorang pria yang dari tadi memperhatikan ikut bergabung melesatkan miliknya membuat Yora merasakan sakit yang amat luar biasa di sana.


Darah mengalir dari areanya, itu bukan darah perrawan, melainkan darah dari sesuatu yang lain.


Warna wajah Yora telah berubah derastis, dirinya di gilir dengan kasar oleh banyak pria. Begitu pun dengan Frisa dan si Kakek


(Author nggak sanggup :v padahal masih ada Frisa sama kakek huffft oke skip nggak usah lanjut, author jijik banget, nggak kuat visual kan di otak)


Zaka di ikuti dua pemuda yang ikut bersamanya berjalan mendekat ke arah ketiga orang yang sudah terlihat berantakan, banyak memar menghiasi di tubuh mereka. Cairan sisa milik banyak pria juga terlihat memenuhi tubuh ketiganya.


Regan yang melihat dari awal menatap takut pada Zaka dan Zahid yang terlihat amat santai.


"Bagaimana? Bukankah menyenangkan melayani pria?" Tanya Zaka.


Ketiganya hanya diam, tak ada keinginan untuk menjawab, seolah mereka sudah ingin mati saja.


Seorang anggota mafia membawa seember air dingin dan langsung menyirami mereka.


Byurrrr


Ketiganya tersentak dengan air dingin yang menyentuh kulitnya.


"Menyenangkan bukan?" Tanya Zaka lagi.


"Bunuh saya" kata Frisa putus asa


Akkkkkkkh


Frisa berteriak frustasi pada kondisi tubuhnya yang sudah benar benar hancur. Dara tak hentinya mengalir dari area miliknya setelah tadi di isi langsung sampai 3 milik pria.


"Ohh nanti" jawab Zaka.


"Regan, ikuti apa yang saya lakukan, dan Zahid kerjakan pria tua itu" perintah Zaka kemudian mengambil pisau kecil yang sudah di susun rapih di sana.


"Nggak usah dad" jawab Regan.


"Nggak, kamu harus belajar" kata Zaka sambil menyerahkan pisau yang sama kecilnya.


Zahid sudah berada di hadapan kakek yang kondisi tubuhnya tak kalah berantakan.


Zaka mulai menyusuri Punggung Frisa dengan bagian pisau yang tak tajam, sementara Regan dengan ragu mengikuti di tubuh Yora.


Zaka membalik pisaunya menggores punggung yang penuh memar di sana menulis kata Jaalang di punggung Frisa.


Akkkkkkh


Darah mengalir dari punggung keduanya.


"Cocok sekali denganmu" kata Zaka memandangi karyanya.


Regan sudah menahan muntah akibat jijik dengan apa yang baru saja ia lakukan.


"Tapi kayaknya bagusan lagi kalau, ummmm aha" Zaka bergumam sambil menilai karyanya.


Zaka dengan tak berperasaan menguliti punggung Frisa membuka seluruh kulit yang menempel di punggungnya. Frisa dan Yora berteriak histeris.


"Wahhh ini cantik sekali" kata Zaka melihat daging punggung Frisa.


"Air jeruk" kata Zaka pada anggota di sana.


Dengan takut, anggota itu segera berlari mengambil perasan air jeruk yang memang selalu di siapkan saat akan menyiksa.


Byurrrr


Akkkkkkhh


Teriakan penuh keputusasaan di keluarkan keduanya.


"Lada" kata Zaka lagi.


Anggota itu kembali mengambil lada, dan menabur di punggung Frisa dan Yora yang sudah kehilangan kulitnya.


"Garam" kata Zaka lagi.


Ueeekkk


Akhirnya Regan berlari meninggalkan Zaka yang masih asik dengan masakannya.


"Tabung gas api" perintah Zaka.


"Maaf bos?" Tanya anggota itu tak percaya.


"Tabung gas api, kita akan membuat steak" kata Zaka ringan.


Dengan ragu anggota itu mengambil tabung gas api dan menyerahkannya pada Zaka.


Buzzzzzzz


Akkkkkkkh


"Bunuh Saya" kata Frasa mengiba.


Zaka tak menghiraukannya ia masih asik mematangkan daging yang masih menempel di punggung Frisa.


Buzzzzz


Karena Regan taj di sana, Zaka juga sekalian membakar punggung Yora.


"Maaf" Yora terus menggumamkan kata itu, dengan seribu penyesalan telah mengusik orang seperti Zaka.


Bau harum steak tercium di hidung para anggota yang menyaksikan dengan ngeri.


"Nah sudah setengah matang, emmmm" Zaka melanjutkan pekerjaannya dengan mengambil daging matang yang menempel di punggung Frisa kemudian Yora. Tanpa peduli manusia itu meronta di kursi yang mengikat mereka.


Sepiring daging setengah matang Manusia sudah berada di hadapan Zaka.


"Ada yang mau?" Tanya Zaka pada anggota yang memperlihatkan.


Dengan refleks semuanya menggeleng.


"Uhh yasudah sepertinya Anjjing penjaga di depan belum makan" kata Zaka kemudian menyerahkan sepiring daging itu pada seorang anggota.


"Kau panggilkan Regan, kenapa bocah itu tak kembali" perintah Zaka pada seorang anggota.


Anggota itu pergiencari keberadaan Regan.


Jauh berbeda dengan kondisi Frisa di tangan Zaka, si kakek tubuhnya sudah berantakan. Jari-jarinya berceceran kemana. Robekan di perutnya membuat lambung besar yang ada di sana menyembul keluar.


Darah keluar dari matanya yang di congkel dengan sadis oleh Zahid, beberapa gigi yang tersisa miliknya sudah di cabut oleh Zahid.


Sedangkan milik pria tua itu sudah di hilangkan oleh Zahid menyisakan dua telur yang menyembul meninggalkan sarangnya.


Kembali ke Zaka, pria itu mengambil gergaji mesin yang ada di atas meja dan langsung memotong kedua kakinya milik Frisa tepat di pergelangan kakinya.


Zzeeetttt


kemudian mengambil amplas mesin dan mulai mengamplas tulang Frisa.


sret


sret


sret


Ueeeek


Regan datang dan langsung saja berlari kembali menuju kamar mandi saat melihat apa tang Zaka lakukan, wajah Zaka sudah penuh dengan darah Frisa dan Yora, sedangkan orang yang di kenai perlakuan hanya mampu merenungi nasib mereka yang akan terjadi selanjutnya.


...\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=...


Jangan Hujat kalau feelnya nggak dapet bodo amat, otak author sakit bayangin adegan berdarah.


Sebenarnya rada ragu nulis bab ini :v


See You ❣️