
...# Happy Reading #...
Zaka bersama Arexa sedang memilih cincin yang terpajang di etalase kaca.
"Udah dapat sayang?" Tanya Zaka.
"Kayaknya yang dari sistem lebih bagus deh mas" bisik Arexa.
Wajah Zaka berubah murung.
"Pilih ya sayang? Ini cincin pernikahan kita, masa kamu yang beli" Kata Zaka.
"Yaudah kamu yang pilih ya mas, kan cincin pernikahan dari kamu" kata Arexa. "Aku suka apapun yang kamu kasi" lanjutnya tersenyum.
Zaka mengusap rambut panjang hitam Arexa kemudian kembali memberinya ciuman karena terlalu gemas dengan Arexa.
"Model terbaru ya mba" kata Zaka.
"Di tunggu ya pak" kata penjaga etalase yang dari tadi melihat pasangan romantis di depannya. Namun ia seakan sudah tak terpengaruh oleh pemandangan yang ia lihat.
"Ini cincin pernikahan Edisi terbaru juga satu-satunya yang di buat" kata.
"Bahan yang di gunakan adalah Platinum dengan berlian biru safir kecil yang menghiasi cincin perempuan, anda bisa mencobanya lebih dulu, jika anda beruntung harganya akan di turunkan pada pasangan yang cocok" jelas penjaga etalase.
"Berapa harganya?" Tanya Zaka.
"2Miliar untuk sepasang" kata Penjaga itu.
Zaka menggangguk, tangannya mengambil cincin batu berwarna biru dengan warna yang khas di atasnya.
Zaka memakaikannya di jari manis Arexa dan ternyata pas.
"Suka sayang?" Tanya Zaka.
Arexa mengangguk "suka" jawabnya dengan senyum manis.
Cup
Karena terlalu gemas Zaka kembali mengecup bibirnya.
Arexa mengambil cincin polos yang masih ada di kotak, melakukan hal yang sama dengan apa yang di lakukan Zaka.
Cincin untuk Zaka juga pas.
"Anda cocok, cincin nya bisa di bayar setengah harga" kata penjaga etalase.
Zaka mengambil kartu hitam di dompet mahalnya.
"Bayar tanpa potongan harga, ini benda sakral yang seharusnya di bayar tanpa potongan harga" kata Zaka.
"yakin pak?" Tanya si penjaga itu.
"Ya" jawab Zaka.
"Sayang cincinnya di lepas dulu, mau di ukir nama ya?" Kata Zaka pada Arexa.
Arexa melepas cincin seharga 1M itu meletakkannya kembali ke dalam kotak, di ikuti oleh Zaka.
"Saya akan mengambilnya setelah berjalan jalan sebentar, buatkan nama di cincinnya" perintah Zaka.
"Baik pak"
Zaka memboyong Arexa untuk berjalan jalan sebentar di area Mal.
"Mas beli baju dulu ya? Masa aku pakai baju yang sekolah kencan sama pria berjas? Entar aku di kira simpanan om om" kata Arexa.
"Emang muka aku mirip om om ya sayang?" Tanya Zaka.
"Ya nggak juga sih mas, tapi emang kamu nggak mau beliin aku baju ya?" Kata Arexa.
"Yaudah ayok mau beli baju apa?" Tanya Zaka.
"Emm Hoodie mas, kita Couplan ya" kata Arexa.
"Iya" kata Zaka.
Keduanya membeli Hoodie berwarna Biru muda.
Arexa masuk ke bilik ganti untuk melepas baju sekolahnya, Zaka yang sedang berada di luar juga ikut masuk.
"Ihh Sempit Mas" kata Arexa.
"Biar cepat sayang" Modus Zaka.
Arexa membuka kemeja krem dengan garis kotak kotak berwarna merah di padukan dengan coklat gelap. Sedangkan rok Arexa sebatas lutut berwarna coklat kemerahan masih ia kenakan.
Zaka mendessah kecewa saat melihat Arexa yang ternyata menggunakan tank top putih.
"Yaahhh" sahut Zaka kecewa.
"Kenapa Mas?" Tanya Arexa pura-pura tak mengerti setelah selesai memakai Hoodie nya.
"Gpp sayang" kata Zaka kemudian membuka kemeja maron yang ia kenakan, setelah lebih dulu menyingkirkan jasnya.
Melihat raut tak semangat dari suaminya, Arexa malah terkikik.
Tangannya bergerak membuka kancing kemeja yang Zaka gunakan setelah menyingkirkan tangan Zaka lebih dulu.
Setelah Arexa berhasil membukanya, ia yang tinggi nya hanya sepundak Zaka dapat melihat tubuh atletis Zaka yang ternyata tidak menggunakan dalama*n.
Arexa mencium dan menyessap putting kecil Zaka tangannya sudah menari di atas perut kotak-kotak nya.
"Jangan mancing sayang" kata Zaka menahan hasratnya.
"Sabar mas harus nahan, masa gitu aja lemah" kata Arexa mengambil Hoodie milik Zaka.
"Kan kamu yang mancing sayang" jawab Zaka.
"Lagian muka kamu asam banget" jawab Arexa sambil memakaikan Hoodie itu.
Cup
Sebelum kera Hoodie tertahan di pundak, Arexa sedikit berjinjit mengecup bibir Zaka.
Senyum Zaka mengembang.
"Kayak nggak pernah di kasi jatah aja mas" komentar Arexa.
"Kita pulang aja ya sayang?" Ajak Zaka yang sudah ingin melepas yang berdenyut di bawah.
"Ishh katanya mau kencan" cibir Arexa.
"Permisi kak? Kalau sudah selesai bisa keluar? Antrian sudah panjang" kata seseorang dari luar.
"Iss gara-gara kamu nih mas" kata Arexa kemudian membuka pintu.
Orang yang berada di luar menatap curiga dua sejoli yang baru saja keluar dari dalam bilik.
"Astaga berzina di tempat umum" kata si ibu dengan tubuh yang agak berisi.
Zaka yang mendengarnya seketika wajahnya berubah masam, ia berdiri di hadapan Arexa seolah melindunginya.
"Ini istri saya Bu" kata Zaka.
"Bohong alasan anak muda yang kepergok, udah basi" sahutnya mengelak.
Hufft
Zaka menghembuskan nafasnya agar lebih tenang, ia mengambil ponsel di saku celananya kemudian memperlihatkan foto dirinya dan arexa yang sedang memegang buku nikah.
"Benar kan bu?" Tanya Zaka.
"Iya, tapi kalau mau berhubungan pulang ke rumah atau pergi ke hotel kalau udah nggak tahan" kata ibu itu.
Arexa yang ada di belakang Zaka melihat dari balik punggung Zaka menyelipkan kepalanya di bawah ketiak suaminya.
"Maaf ya bu, suami saya lagi mesum mesumnya kan pengantin baru hehehe" kata Arexa.
"Iya dek, sekarang bisa pindah sedikit?" Tanya ibu itu.
Arexa yang masih di bawah ketiak membawanya keluar, Zaka membawa paper bag yang berisi Jas, Kemeja Arexa dan kemeja miliknya.
Arexa dan Zaka sedang berada di restoran mall. Setelah memesan makanan, Arexa lebih memilih untuk membuka Ig nya.
Zaka yang sedang duduk di sampingnya melihat layar hp Arexa, banyak Dm yang Arexa terima dari akun Instagram pria.
"Nggak usah main ig sayang" kata Zaka. "Aku nggak suka" lanjutnya.
"Kenapa mas?" Tanya Arexa.
"Aku Cemburu" kata Zaka.
"Lah kenapa cemburu?"
"Banyak yang suka kamu sayang"
"Kan kamu yang udah dapat, ngapain cemburu?" Kata Arexa.
"Nggak suka Sayang, mereka jadiin kamu fantasi mereka"
"Hah? Fantasi apa Mas" tanya Zaka.
"Itu kalau mereka lagi main sabun, mereka tuh bayangin muka kamu lagi adegan dewasa sama mereka" jelas Zaka.
Arexa memicingkan mata "kok tau? Mas pernah ya?" Kata Arexa.
"E-enggak kok" sahut Zaka.
"Serius?" Tanya Arexa mendekatkan wajahnya.
Cup
Zaka lebih dulu mengecup bibir Arexa.
"Kalau iya kenapa? Kan sekarang kamu udah jadi istri aku" kata Zaka.
"Ihhh jadi beneran mas?" Tanya Arexa.
"Nggak kok, kan waktu itu aku belum liat muka kamu, tapi fantasi nya sama suara kamu pas di hotel" jawab Zaka.
"Sama aja" kata Arexa.
"Nggak sama" elak Zaka.
"Emang mas bayanginya gimana?" Tanya Arexa.
"Ya gitu, sambil main di bawah sambil fokus seolah kamu ada di bawa aku sedang menikmati permainan" jawab Zaka.
"Mas pernah nggak main perempuan?" Tanya Arexa mengorek informasi.
"Pernah dong" jawab Zaka dengan bangganya.
"Issh jadi aku dapatin bekas dari jalaang dong, iywh" kata Arexa dengan wajah jijik.
"Iya, kamu jalaangnya, kan cuman kamu perempuan yang main sama aku" jawab Zaka.
Pelayan restoran datang membawakan makanan mereka. Setelahnya pasangan itu makan dengan sesekali berbicara sambil menawarkan makanan yang ada di depannya.
Setelah makan, mereka kembali ke toko perhiasan untuk mengambil cincin mereka dan bersiap untuk pulang.
Zaka menggandeng tangan Arexa menuju parkiran mobil.
Saat akan masuk ke mobil, Arexa di kejutkan dengan boks kardus yang berisi bayi sekitar 3 bulan di dalamnya.
"Yang sini deh" kata Arexa memanggil Zaka yang sudah akan membuka pintu kemudi.
Zaka mendekat kepada Arexa dan melihat bayi yang sedang terlelap di sana.
"Ardana Prianka" kata Zaka membaca selembar kertas di boks yang ia temukan.
"Sini mas" kata Arexa mengambil kertas yang di pegang oleh Zaka.
"Maaf tolong jaga Ardan, Saya tidak bisa menjaganya" Arexa membaca tulisan di bawah nama Ardana Prianka yang berhuruf lebih besar.
"Masukin ke mobil mas, kita laporin dulu ke kantor polisi terus bawa pulang" kata Arexa.
Zaka mengangguk menurut.
...\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=...
Kayaknya anak jalanan nya cukup 7 aja kali ya?
Btw Author Update karna terlalu senang, sampe pengen nangis rasanya T_T
Jadi karya author udah kena penilaian dan level cerita ini 7, beda sama yang AGs yang cuman 4 :-( yah mungkin AGs adalah batu loncatan Author untuk buat karya-karya selanjutnya :-)
See You ❣️