Arexa'S System

Arexa'S System
Arexa's System~24



...# Happy Reading #...


Arexa duduk dengan sikap profesional di hadapan pria yang akan bekerjasama untuk produk yang akan ia keluarkan.


"Dia Nona Arexa pemimpin Xeon Crop" kata Bram memberitahu.


"Aku tahu Bram" kata Pria itu.


"Ini Dalzaka pemimpin Von.inc" kata Bram.


Kedua manusia itu saling berjabat tangan.


"Arexa" kata Arexa.


"Zaka" jawab Zaka, jempolnya sudah mengelus tangan lembut Arexa.


Arexa memaksakan senyumnya, dengan sedikit tenaga ia menarik tangan nya.


Zaka melepas tangan itu kemudian ia membisikkan sesuatu ke Gerald yang terus memperhatikan keduanya tanpa tahu apapun.


'Kau ajak Bram keluar, Aku mau berbicara dengan pemilik darah seperai' Bisik Zaka.


Seketika Gerald tak mampu mengontrol raut wajahnya, ia paham betul dengan apa yang di maksud oleh Zaka karena selama ini ia yang sudah pusing tujuan keliling.


Gerald berdiri kemudian berjalan ke arah Bram.


'Aku ada urusan sebentar kau temani aku' bisik Gerald.


Bram nampak menolak namun dengan tak sopan Gerald menariknya keluar ruangan.


"Nona saya permisi sebentar" kata Bram sebelum benar benar hilang dari pintu.


Arexa tentu melihat apa yang terjadi, Bram tak ingin keluar meninggalkan nya, lebih tepatnya Bram di paksa keluar dari ruangan.


"Asisten mu benar-benar tak sopan Mr. Zaka" komentar Arexa menyindir.


"Ya setidaknya dia bertanggung jawab dengan semua hal yang ia lakukan Mrs. Arexa" jawab Zaka tak mau kalah.


"Kenapa kau meninggalkanku di kamar Hotel?" Lanjut Zaka bertanya.


Arexa nampak tegang dengan pertanyaan Zaka.


"Apa maksud anda Mr. Zaka?"


"Kamu tak usah berpura-pura Baby, aku mengenalmu dari suara kenikmatan yang kau keluarkan saat kita bercinta" kata Zaka.


"Mungkin anda sudah terlalu banyak bermain wanita Mr jadi anda salah mengenali saya" elak Arexa lagi.


Zaka berdiri kemudian berjalan mengitari meja untuk berada di sisi Arexa.


"Aroma tubuhmu, suaramu, sentuhan mu, aku mengingat semuanya Baby" kata Zaka sensual di telinga Arexa setelah ia mencium aroma tubuh Arexa membelai wajahnya dengan jari telunjuknya menyusui tiap lekuk waja khas Arexa.


Arexa diam di perlakukan seperti itu, kejadian malam itu kembali terbayang di benaknya, rasa bersalah saat memanfaatkan Zaka kembali menyeruak di hatinya.


Tanpa terasa Air matanya jatuh membasahi pipi, hormon ibu hamil mempengaruhi suasana hatinya.


"Maaf" kata Arexa menunduk.


Melihat Arexa menitikkan air mata, Zaka menjadi serba salah.


"Hey kenapa keu meminta maaf baby?" Kata Zaka sambil mengusap Air mata Arexa.


"Maaf hiks" Arexa tiba-tiba menjadi cengeng, hormon benar benar telah menguasainya.


"Baiklah Aku memaafkan mu, tenanglah"


Zaka yang masih berdiri di samping Arexa membawa tubuh Arexa ke pelukannya menenggelamkan kepala Arexa di perutnya.


"Shhhht sudah jangan menangis lagi" kata Zaka menenangkan Arexa sesekali ia menunduk untuk mencium puncak kepala Arexa.


Arexa berusaha untuk menenangkan perasaannya tangannya ia letakkan di perut Zaka.


"Aku jadi mengingat malam saat aku meminta mu bertanggung jawab, kau juga menangis seperti ini tapi setelah itu kau bernyanyi sangat indah untukku haruskah kita memesan kamar hotel untuk mendengar mu bernyanyi?" Kata Zaka mesum.


Seketika Arexa berhenti menangis entah kenapa ia tiba-tiba ia menjadi sangat kesal pada Zaka.


Arexa mencubit perut Zaka dengan sangat keras.


"Awshh" Zaka meringis "Sakit Beb" kata Zaka.


"Kamu mesum" kata Arexa.


"Wah sepertinya kau lupa beby, bukannya kamu yang membawaku ke hotel?" Kata Zaka tersenyum lebar.


Wajah Arexa kembali murung.


"Aku tak peduli, kau harus tanggung jawab" kata Zaka.


"Kamu selalu saja membahas tentang tanggung jawab seolah kau yang sangat rugi di sini" jawab Arexa mendengus.


"Bukannya memang seperti itu? Kau merebut keperjakaan ku" jawab Zaka.


"Kau mengambil keperawanan ku" jawab Arexa.


"Kau yang menyerahkannya Beby" kata Zaka. "Jadi kau harus tanggung jawab" lanjutnya.


"Kamu memintanya lagi seolah kamu yang tengah hamil di sini" jawab Arexa tanpa sadar.


Zaka menaikkan sebelah alisnya, kemudian melihat arexa dari atas ke bawah, perempuan itu memang terlihat sedikit berisi namun entah kenapa Zaka melihatnya sangat seksi.


"Kau Hamil?" Tanya Zaka. Mengurai pelukannya menatap wajah Arexa yang terlihat menggemaskan dengan hidungnya yang memerah.


"Hmm" jawab Arexa tanpa berniat menyembunyikan sama sekali.


"Ya" jawab Arexa tegas.


Seketika Zaka memeluk erat Arexa kembali kemudian menghujani wajahnya dengan kecupan, ia merasa sangat senang akan hal itu.


"Terimakasih" kata Zaka.


"Kau tak curiga ini bukan anak mu?" Tanya Arexa.


Zaka terdiam kemudian kembali melepas pelukannya menatap wajah Arexa lagi.


"Apakah ini anakku?" Tanya Zaka sambil menyentuh perut Arexa.


"Iya, kau percaya?" Tanya Arexa.


"Perkataan mu sudah cukup untukku" kata Zaka kemudian menunduk untuk menyamakan wajahnya dengan perut Arexa.


"Hay Anak Daddy lagi apa sayang?" Tanya Zaka mengelus perut Arexa.


"Mereka sedang bersemedi untuk menjadi dewa" jawab Arexa santainya.


"Meraka?" Tanya Zaka.


"Kau tak merasakan perutku sudah timbul? Usianya baru 2 bulan, harusnya itu masih rata jika normal" jawab Arexa.


"Dia kembar?" Tanya Zaka menatap Arexa dengan tatapan berbinar.


"Tiga" jawab Arexa masih kesal.


"Tiga? Aku akan memiliki Tiga pasukan?" Tanya Zaka tak percaya.


"Hmm" kata Arexa.


Zaka kembali berdiri kemudian memeluk Arexa erat, "Terimakasih, Ayo kita langsung ke Capil" kata Zaka kemudian ia akan membawa Arexa keluar ruangan, namun pintu ruangan sudah ada pelayan yang membawakan mereka makanan.


Zaka menghentikan langkahnya kemudian berbalik menatap Arexa yang sedang melihat makanan itu dengan penuh minat.


"Kita makan dulu" kata Zaka kembali menuntun Arexa untuk duduk di kursi kemudian ia mengambil duduk di samping Arexa.


Keduanya kemudian makan hidangan yang sudah di dajikan di depan mereka, sesekali Zaka menyuapi Arexa dengan sodok yang ia gunakan.


Arexa hanya menerima saja ia sama sekali tak berniat untuk menolak.


Asik dengan makannya, Gerald dan Bram masuk, keduanya nampak canggung dengan situasi saat ini.


Arexa menyudahi kegiatan makannya dengan segelas jus jeruk. Di ikuti dengan Zaka yang juga minum jus dari gelas Arexa.


"Bahkan kau sekarang tak merasa jijik berbagi sedotan dengan seseorang bos" celutuk Gerald.


Zaka menatapnya datar. Kemudian ia mengambil tangan Arexa mengajaknya menuju tujuan awal tanpa menghiraukan pertanyaan Gerald


"Kamu mau kemana Bos?" Tanya Gerald.


"Capil" jawab Zaka.


Arexa menghentikan langkahnya dengan terpaksa Zaka pun ikut berhenti, ia berjalan ke arah Leon yang sedang memperhatikannya.


"Kau pulang duluan saja Leon" perintah Arexa.


"Ya Queen" jawab Leon.


Zaka terus memperhatikan keduanya dengan raut tak sedap di pandang. Ia menghampiri Arexa menarik pinggangnya untuk lebih dekat ke arahnya.


Dengan merangkul pinggang Arexa, Zaka membawa Arexa menuju mobil BMW yang kuncinya sudah ia ambil dari Gerald.


Mengantar lalu membukakan pintu penumpang untuk Arexa kemudian berputar untuk membawa mobil menuju Kantor Capil.


Sebelum benar-benar sampai di Kantor Capil, Zaka menghentikan mobilnya di KUA lebih dulu.


"Tunggu sebentar Aku telfon Papa dan Mamaku" kata Zaka kemudian menelfon Papa dan mamanya.


"Kau tak menelfon orang tuamu?" Tanya Zaka setelah memutuskan panggilannya.


Arexa menggeleng.


"Kenapa?" Tanya Zaka dengan raut sedih, ia pikir Arexa tak ingin ia di kenali oleh orang tua Arexa.


"Aku yatim-piatu" jawab Arexa.


Seketika Zaka merasa bersalah karena berfikir buruk tentang Arexa.


Zaka memeluk Arexa memberi kekuatan seolah mengatakan semua akan baik baik saja.


Tak lama kemudian mobil milik Zaka yang di tumpangi kedua orangtuanya berhenti di parkiran tak jauh dari tempatnya.


Zaka keluar dari mobil, kemudian membawa Arexa berjalan ke dekatnya menuju orang tuanya.


...\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=...


Curhat dikit Gpp yee....


yang mau baca, silahkan yang nggak mau boleh di skip......


Ulangan tadi Author nyontek wkwkwk, Baru kali ini Author ulangan nyontek astaga, karena benar-benar nggak ngerti materi selama daring hufff.......


Peringkat di kelas juga nurun:v 😭 yang tadinya selalu masuk 5 besar, sekarang udah nggak, pas kenaikan kelas beberapa bulan lalu benar-benar Ancur masuk di peringkat 10 Hufff, Author seketika sesak :v dan dampaknya malah malas belajar :v harusnya kan jadi termotivasi Ya? Hahahaha.


Bye......


See You ❣️