Arexa'S System

Arexa'S System
Arexa's System~35



...# Happy Reading #...


Arexa tiba di Villa miliknya yang ada di puncak, 50 Anggota Qinlin menyambut kedatangannya di pimpin oleh Vino.


"Kalian siap?" Tanya Arexa saat ini mereka semua sudah berada di aula.


"Kami siap Queen, tapi bagaimana dengan yang bertugas? Dia tak melakukan tes?" Tanya Vino.


"Tentu saja mereka akan melakukannya tapi tidak sekarang" jawab Arexa kemudian berjalan ke tengah Aula sambil melepas sepatu boot nya.


"Serang dari segala arah" perintah Arexa.


"Tapi Queen anda sedang hamil sekarang kami takut melukai and-" kata seorang anggota Qinlin.


Plak


Bukh


Duk


Pingsan, pemuda yang belum selesai berbicara itu sudah tergeletak di lantai tanpa jeritan.


"Maju" kata Arexa dingin.


Beberapa orang mengamankan pria yang pingsan, beberapa lainnya menyerang Arexa secara bersamaan.


Wanita berperut buncit itu mengelak serangan yang di layangkan dari anggota Qinlin kaki jenjangnya ia luruskan menendang wajah para anggotanya.


Seorang anggota Qinlin mengendap dari belakang Arexa dan akan memukulnya, namun Arexa yang seolah memiliki mata di punggungnya menyadari itu, tanpa berbalik ia menangkap tangan anggota itu dan membantingnya hingga pingsan.


"Akhhhh"


"Akhhh"


"Akhhh"


Leon dan Vino bergidik ngeri melihat hasil kerja Arexa yang tak kenal ampun pada anggotanya sendiri.


Anggota Qinlin telah habis di hajar oleh Arexa kini tersisa Leon dan Vino.


"Kami menyerah Queen" kata Leon mengangkat tangannya ke atas.


"Saya tidak berani Queen" lanjut Vino ketakutan.


Arexa menyeringai dengan langkah tanpa alas kaki ia berjalan dengan tubuh mungilnya.


Bukh


Uhuk


Lutut Arexa mendarat di perut Leon sementara sikunya sudah berada di tengkuk pemuda itu.


Duk


Leon akhirnya hilang kesadaran, Arexa beralih menatap Vino yang masu terdiam.


Bukh


Tendangan maut mendarat di pinggang Vino menghantam nya dari samping.


Setelah tersungkur di lantai dengan posisi menunduk dan lutut di tekuk, Arexa kembali mendaratkan tendangan di sekitar tengkuknya hingga Vino menyusul Leon yang sudah tak sadar.


Anggota Qinlin bahkan belum sempat memukul tubuh mungil Arexa.


Keringat bercucuran di pelipis Arexa, ia sedikit merasakan nyeri di perut ya dan akhirnya dengan terpaksa ia meminum pil penyembuhan karena khawatir dengan anaknya, pil yang membuatnya kembali menjadi seorang perawwan dan bisa di pastikan Zaka akan senang dengan hal itu.


Arexa kemudian meletakkan banyak pil di tangan masing masing anggota Qinlin yang sedang pingsan dan kembali duduk di kursi kebesarannya menunggu mereka bangun satu persatu.


Beberapa saat kemudian, satu persatu anggota Qinlin akhirnya sadar, dan tanpa bertanya mereka langsung meminum pil di tangannya sesuai arahan Arexa.


Leon menjadi orang yang paling terakhir sadar karena dirinya yang mengalami pukulan yang cukup besar.


"Perkembangan kalian cukup mengecewakan" kata Arexa.


"Maaf Queen" jawab semuanya kompak.


"Harusnya 3 bulan lagi saya mengetes kalian kembali, tapi saya mungkin tak akan sanggup saat itu" kata Arexa "jadi setelah saya melahirkan maka ujian akan kembali di lakukan" kata Arexa dengan seringai di wajahnya.


Glek


Mereka meneguk ludahnya kasar.


Arexa kemudian berjalan menuju ruang bawah tanah Villa mencari menu utamanya.


Ceklek


Pintu dengan aura mengerikan di buka oleh penjaga yang tidak mengikuti tes.


"Kalian berdua senang karena tak mengikuti tes?" Tanya Arexa.


"Tidak Queen" jawab keduanya.


"Halah bohong, kapan kapan kalian juga akan mengikutinya" kata Arexa kemudian masuk ke ruangan itu di ikuti oleh Leon dan Vino.


Di sana terlihat 3 orang yang sudah di ikat kuat di bangku, wajah ketiganya penuh lebam yang Arexa ciptakan saat masih di sekolah.


Mereka bertiga adalah cabe-cabean.


Seorang penjaga menyiram ketiganya dengan seember air dingin untuk menyadarkannya.


"A-Arexa" kata ketiganya lirih.


"Wahhh kalian kan yang tadi merekam ku di sekolah? Dan menyebutku Jaalang?" Kata Arexa.


"...." Tiga manusia itu terdiam.


"Kalian tak ingin menjawab? Atau setidaknya meminta maaf?" Kata Arexa.


"Cih gue nggak sudi minta maaf sama jalaang kayak lo" cibir Cabe 1.


"Oh? Kau bahkan tak takut padaku sekarang?" Kata Arexa berjalan mendekat ke arah cabe 1.


Tangan Arexa menjambak surai kusut cabe 1 itu.


"Tau nggak? Gue yang ancurin hidup Amanda sekarang dia benar benar sudah menjadi jaalang di club" kata Arexa.


"Lo pasti nyebarin berita hoax, lo itu cuman jalaangnya om om" kata Cabe 1.


Duk


Arexa mendorong dengan kasar kepala cabe 1 itu.


"Andai lo mau mohon maaf sama gue, gue pasti bakal maafin lo" kata Arexa.


"Huh, lo tunggu aja, pasti papa gue bakal datang bareng polisi ke sini" kata Cabe 1.


"Wah yakin sekali anda" kata Arexa cekikikan "mau gue kasi tau? Papa lo itu udah jual lo sama gue" bisik Arexa.


"Nggak, nggak mungkin lo pasti bohong" kata Cabe 1.


Arexa memberi kode pada leon untuk membawakan apa yang ia mau.


Leon memberikan sebuah kertas yang ditandatangani langsung oleh papa cabe 1 dan di kertas itu, Cabe di jual sebagai budak Arexa dan hal itu diketahui oleh hukum.


"Kalian bertiga memiliki selembaran seperti ini" kata Arexa.


"Leon apa ada anggota Qinlin yang suka main perempuan" tanya Arexa.


"Vino apa ada?" Tanya Arexa lagi dengan nada tegasnya.


"Tidak ada Queen" kata Vino.


Arexa berbalik menatap keduanya.


"Benarkah?" Tanya Arexa.


"Ya Queen walaupun ada beberapa tapi mereka hanya menyewa jalaang tak sampai merusak perempuan baik baik" jawab Leon.


"Berapa banyak?" Tanya Arexa.


"Apa yang anda tanyakan Queen" kata Vino.


"Berapa banyak yang bermain" tanya Arexa.


"Hanya sedikit Queen" jawab Leon tertunduk.


Arexa menggangguk.


"Kalian berdua? Kalian tak bermain?" kata Arexa.


"Tidak Queen tubuh kami terlalu berharga untuk wanita malam" sahut Vino.


Dreeet


Dreeet


Ponsel Arexa berdering panggilan masuk dari sang suami.


-Kamu di mana sayang?- tanya Zaka.


"Aku lagi di puncak mas, di markas anggota Qinlin" kata Arexa.


-Aku kesana ya?-


"Nggak usah mas, sebentar lagi aku mau balik kok" kata Arexa.


-Gpp aku udah di jalan sayang, bentar lagi sampai love You-


Tut.


Hufft


"Kalian berdua kumpulan gigolo sebanyak mungkin kesini" perintah Arexa.


Leon tanpa bertanya segera pergi meninggalkan Arexa.


"Queen" Sahut Vino seolah tak setuju.


"Jangan membantah Vino" perintah Arexa.


Vino dengan terpaksa pergi meninggalkan Arexa di sana.


"Lo jangan macam macam Rexa, lo juga perempuan" teriak Cabe 1 yang mendengar perintah Arexa.


"Wahh sekarang lo berani neriakin gue? Bukannya dari awal gue udah bilang buat minta maaf? Tapi lo aja yang terlalu sombong" kata Arexa.


"Bahkan sampai detik ini kata maaf nggak ke ucap dari mulut jahannam lo itu" kata Arexa.


Arexa menunggu cabe itu meminta maaf padanya, namun sampai seorang penjaga datang kata maaf dari ke-tiga seolah sudah di hapus dari otak mereka.


"Queen di luar ada tuan Zaka" kata penjaga itu membawakan kabar.


"Bukannya ini baru 20 menit sejak dia menelepon? Kenapa cepat sekali" kata Arexa.


"Saya tak tahu Queen" jawab anggota itu.


"Baiklah segera kembali bertugas" kata Arexa.


Arexa berjalan meninggalkan ruangan yang akan menjadi saksi bisu pesta sekk yang akan di lakukan oleh para gigolo bayaran.


Leon datang dengan orang yang cukup banyak di belakangnya.


"Setelah kalian puas langsung tembak dan kuburkan ketiganya" kata Arexa.


Kemudian Arexa berlalu dan berpapasan banyak gigolo menuju ruang bawah di pimpin oleh Vino. Menatap Arexa dengan penuh pendambaan.


Namun karena Arexa hanya menatap mereka dingin sehingga tak ada yang berani menggoda wanita yang tampak misterius itu.


Arexa bisa melihat Zaka yang sedang menunggunya di sofa ruang tamu.


Zaka segera menghampiri Arexa kemudian memeluknya erat.


"Kamu keluar nggak bilang-bilang sayang" kata Zaka.


"Maaf mas, janji ini terakhir kalinya" kata Arexa.


"Emang di sini lagi apa sayang?" Tanya Zaka.


"Beradu kekuatan dengan para anggota Qinlin Mas, Kamu nggak ingat waktu itukan aku bilang sama kamu mau kasi mereka ujian?" Kata Arexa.


Zaka membulatkan matanya.


"Astaga sayang kamu berkelahi? Anakku Gpp kan?" kata Zaka kemudian berlutut di perut Arexa.


"Mas tau? Karena tadi aku merasakan sakit, aku terpaksa meminum pil penyembuhan dan sekarang aku perawwan" bisik Arexa.


Muka Zaka malah bertambah masam.


"Kamu mempermainkan hidup anakmu?" Tanya Zaka dengan suara dinginnya.


"Kamu nggak memikirin apa yang mereka rasakan di dalam sana?" Kata Zaka tegas.


"Kamu nggak memikirin mereka?"


"Kamu pikir aku akan senang?"


"Dengan mudahnya kamu bilang minum pil penyembuhan?"


"Kamu nggak sayang mereka? hiks" kata Zaka dengan nada bergetar menahan isak tangis.


Zaka menangis karena terlalu khawatir dengan Arexa dan juga calon anak mereka.


Sedangkan Arexa menjadi bungkam saat melihat respon Zaka yang di luar dugaannya.


Zaka membawa Arexa ke pelukannya, mendekap tubuh Arexa yang kaku karena di marahi oleh Zaka.


"Jangan melakukannya lagi" kata Zaka.


"Hiks maaf mas" jawab Arexa merasa bersalah.


"Sudah, kamu janji jangan diulangi lagi ya?" Kata Zaka.


Arexa mengangguk sambil berusaha menghentikan tangisnya.


"Yaudah kita pulang, aku mau memakan perawwan ku" kata Zaka.


Auhh


Arexa mencubit perutnya dengan kuat.


...\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=...


See You ❣️