Arexa'S System

Arexa'S System
Arexa's System~37



...# Happy Reading #...


"Kamu duluan aja Mas, kita main 1 ronde aja" kata Arexa mempersilahkan.


"Nggak sayang, dimana mana tuh laki-laki selalu ngalah, jadi kamu duluan aja" jawab Zaka.


Ponsel yang sedangkan merekam kegiatan mereka di letakkan tak jauh dari sana dengan sebuah penyangga.


"Serius mas, bolehin aku duluan?" Tanya Arexa.


"Serius lah, ayo cepat di mulai" kata Zaka.


Arexa menggangguk kemudian mengarahkan tongkat (Cue) pada Cue Ball(bola yang di sodok).


Tak


Bola yang Arexa sodok mengenai kumpulan bola yang di susun berbentuk segitiga.


Melihat itu mulut Zaka tak mampu untuk tidak menganga, di atas meja biliar hanya tersisa satu bola berwarna putih, bola yang Arexa sodok.


"Hahaha kamu kalah mas" kata Arexa.


"Kok bisa?" Tanya Zaka kemudian berjalan mendekati Arexa.


"Kan aku udah pro mainnya" kata Arexa bangga.


"Ini mah nggak adil, aku kan belum mulai masa kamu udah menang aja?"


"Yee mas nggak terima?"


"Bukannya nggak terima, tapi ini nggak adil"


"Kan tadi aku udah nyuruh duluan, jadi adil dong" kata Arexa.


"Yaudah karena kamu udah menang sekarang mau apa?" Tanya Zaka.


"Em... Belum kepikiran, nanti kalau udah dapet pasti aku langsung kasi tau kok" jawab Arexa.


Cup


Zaka yang merangkul Arexa mencium pipinya.


Live Ig sudah benar benar heboh saat Arexa mendapat poin sempurna dari bermain.


Arexa dan Zaka berjalan mendekat ke arah HP yang sedang melakukan siaran.


'beneran udah nikah?'


'beneran Zaka selingkuh?'


'Arexa beneran hamil?'


'Arexa pelakor?'


Banyak komentar yang menginginkan kepastian hubungan keduanya.


"Lah emang kamu ada istri lain mas?" Tanya Arexa membaca komentar yang terus naik.


"Eh nggak ada sayang, cuman kamu istri aku kok" jawab Zaka.


'Astaga beneran udah nikah ternyata'


'Pantes waktu itu Arexa ngomong kalau dia punya Xeon dan Zec, ternyata punya suami toh'


'Enak banget jadi Arexa dapat suami kaya'


"Frisa? Kayaknya aku pernah denger deh nama itu, siapa sih mas?" Tanya Arexa.


"Mantan aku sayang, malam kita ketemu itu aku lagi patah hati dapatin dia selingkuh" jawab Zaka masih di hadapan kamera.


'wahh jadi siapa nih yang selingkuh?'


'kalian ketemu malam malam?'


"Gini ya, saya tegaskan kami memang menikah karena kesalahan, sekarang Arexa tengah hamil, terus yang ngomong Xeon sama Zec itu milik saya, itu salah besar kedua perusahaan itu memang milik Arexa sebelum kami menikah dan sekarang masih menjadi miliknya, hanya saja saya yang urus karena Arexa nggak kuat" jelas Zaka.


'Wahhh hamil di luar nikah'


"Sekali lagi saya tegaskan itu kesalahan kami berdua, terlebih waktu itu saya sedang mabuk karena patah hati" kata Zaka. "Biarpun kami menikah karena kesalahan, tapi kami tetap bahagia dengan pernikahan ini" lanjutnya.


'Terus gimana sama Frisa?'


"Soal Frisa ngapain tanya sama saya? Tanyakan sama dia, dia yang udah mutusin hubungan kami" kata Zaka.


"Buat Frisa saya ucapkan banyak terimakasih karena rasa sakit yang ia berikan sama saya bisa membuat saya menemukan kebahagiaan yang sebenarnya" Kata Zaka kemudian tatapannya beralih kepada Arexa yang masih terus memperhatikan Zaka menjawab pertanyaan pertanyaan yang naik di layar.


"I love You Arexa Danendrix" kata Zaka.


Arexa menangkup wajah Zaka yang berada di hadapannya.


"Love You too Dalzaka Vocanicoxa" jawab Arexa.


Mendengar jawaban Arexa, Zaka kesenangan bukan main, ini pertama kalinya Arexa membalas kata cinta darinya.


Tak terasa Zaka menitikkan air matanya karena terharu.


Arexa mengusap air mata Zaka.


Cup


Kecupan singkat di dapatkan oleh Zaka dari Arexa masih di depan live Ig.


Tak mau kalah, Zaka juga mencuri kecupan di bibir Arexa, tak lama keduanya terhanyut dari kecupan kecupan yang selalu mereka balas hingga lumattan pun tak dapat di hindari.


Tangan Zaka bergerak menutupi kamera Hp yang masih live, sedangkan para penonton sudah di buat panas dingin.


Zaka menekan tombol power yang ada di hp, seketika siaran pun terhenti.


Masih dengan bibir yang saling menempel, Zaka membawa Arexa ke atas meja Biliar mencumbunya di sana.


"Aku menginginkan mu sayang" kata Zaka menatap mata Arexa dengan kabut gairah.


Zaka kembali mendaratkan bibirnya pada bibir Arexa, tangannya tak tinggal diam membuka kancing piyama yang Arexa kenakan.


Setelah Kancing piyama itu terbuka, Zaka langsung melepas tank top putih tang menempel di tubuh Arexa.


Bibir Zaka turun sambil menyesap leher Arexa meninggalkan jejaknya di sana, hingga setelah menempuh perjalanan yang cukup panjang ia sudah tiba di pegunungan kembar yang selalu menjadi favoritnya.


"Ahhh"


Arexa mendessah saat puttingnya di sesap kuat oleh Zaka secara bergantian.


Mendengar melodi indah Arexa, Zaka kembali menjadi lebih buas, tangan kanannya bergerak turun hingga sampai lembah yang menjadi candu untuknya.


Ciuman Zaka terus berputar di pegunungan Arexa membuat jejak kemerahan di sepanjang pendakian.


Zaka berhenti sejenak, kemudian ia mengangkat kaos yang ia kenakan. Kemudian agak menunduk untuk melepaskan celana pendek serta underwear miliknya.


Benda Zaka sudah mengacung sempurna meminta untuk menjenguk sarangnya.


Dengan tubuh yang sudah polos, Zaka kembali menelusuri tubuh Arexa memberi ciuman di sepanjang perut Arexa.


"Anak Daddy" kata Zaka.


Setelah sampai di bawah, Zaka menurunkan Celana yang Arexa kenakan beserta underwear nya.


Sekarang keduanya sudah polos.


Tinggi meja biliar yang sepinggang membuat Zaka lebih leluasa dalam melakukan pergerakan.


Zaka menelusuri goa Arexa dengan lidahnya, jari tengah dan jari telunjuk tangan kanannya berada di dalam goa bergerak naik turun dengan ritme yang cepat.


"Ahhh"


Arexa terus saja mendessah kenikmatan.


"Ma..sh.....ou...h y..eah.... Fa..s..h..ter M..as..h ahhhhh" Arexa bergumam tak jelas, namun sangat seksii di telinga Zaka.


Seolah mengerti, Zaka menggerakkan tangannya lebih cepat hingga Arexa mencapai titik kenikmatannya membasahi bibir dan tangan Zaka dengan cairan nya.


Zaka kembali berdiri tegak, kemudian mencium kening Arexa.


"Aku akan memasukkannya" kata Zaka.


Arexa mengangguk tangannya berada di bahu Zaka.


Zaka memegang kedua betis Arexa memposisikan agar lubang itu dapat dengan mudah ia akses.


Kaki Arexa yang didorong oleh Zaka membuat bokkongnya nampak membulat, goa basah di sana terlihat menyembul keluar.


Zaka memposisikan benda miliknya bersiap untuk melakukan penyatuan, cairan Arexa membuat pergerakan Zaka menjadi lebih mudah.


"Ahhhh"


"Ahhhh"


Dessah Zaka dan Arexa saat Zaka memasukkan miliknya, seketika Arexa dapat merasakan miliknya yang sessk di penuhi oleh Zaka.


"Mashhhh adik kamu makin gede ya?" Tanya Arexa, Zaka masih belum menggerakkan pinggulnya ia menikmati jepitan Arexa di bawah sana.


"Kamu yang terlalu sempit sayang" jawab Zaka kemudian mencium kening Arexa, kedua tangannya bermain di dada Arexa yang sudah memiliki volume.


Dengan perlahan, Zaka mulai bergerak maju mundur di liang Arexa.


"Ahhh"


"Ahhh"


Plak


Plak


Plak


Ouhhh.


"Nik..mat...sa...yaa...ng....ka...uhh nik...mathhhh....se...ka...lihhh.... Ouh....ahh....yeah..." Zaka merancau sambil terus menggerakkan pinggulnya.


"Ma...shhh....ak...ku....ma...uhhh ouhhh aku....mauhhhh...kelluarrhhh ma...shhhh ye....ah, fasterrr ouhhhhhh ahhhhhh"


"Sama sama sayanggg ahhhhh"


Zaka menambah tempo permainannya


Plak


Plak


Plak


Arggggh


Arggggh


💦


💦


Keduanya mencapai pelepasan bersamaan, Benda Zaka menahan semua cairan yang ia tumpahkan agar tak keluar.


Sementara Arexa sudah terkapar di atas meja biliar.


Zaka yang masih belum puas mengambil celananya yang tergeletak di lantai lalu memakannya, kemudian mengambil handuk yang selalu sedia di lemari, handuk itu memiliki ukuran yang kecil karena hanya di fungsikan untuk membersihkan keringat.


Setelah membersihkan tubuh arexa yang terlelap, Zaka mengambil piyama juga celana Arexa memakainya tanpa dallaman.


Zaka menggendong tubuh Arexa yang tertidur menuju pintu lift di lantai 2 kemudian naik menuju kamar mereka.


Setelah tubuh terlelap Arexa sampai di ranjang, Zaka kembali membuka pakaiannya dan pakaian Arexa dan langsung melesatkan miliknya yang sudah terbangun.


Zaka melakukan itu dengan Arexa yang masih setengah sadar akibat kelelahan, sesekali ia merubah posisi Arexa yang tertidur sesuai dengan keinginannya.


"Terimakasih" kata Zaka mengecup kening Arexa kemudian menyusul Arexa yang tertidur akibat kelelahan.


...\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=...


See You ❣️🤤