
...# Happy Reading #...
Arexa bangun saat sinar matahari menerpa wajahnya, dengan malas ia beranjak menuju kamar mandi.
Arexa berdiri di depan cermin besar tanpa busana di dalam kamar mandi, ia melihat perutnya di sana, kemudian membolak-balikkan tubuhnya.
"Sehat sehat nak" kata Arexa mengusap perutnya.
Arexa menuju bathtub dengan hati-hati merendam tubuhnya di sana.
Setelah di rasa cukup, ia memakai trobe putih yang ia gantung tak jauh dari sana.
Arexa berjalan ke arah nakas mengambil Handphonenya.
...BIGOS👄...
...⁰⁶'³⁹...
^^^Arexa^^^
^^^Gue nggak masuk sekolah, nitip absen ya•^^^
Viana
•Iya Ntar Kita datang ke rumah lo
Hana
•Padahal gue mau cerita Xa
Meisa
•Istirahat yang cukup Xa jangan lupa minum obat, moga cepat sembuh
^^^Arexa^^^
^^^Hm... Makasih•^^^
Arexa izin ke sekolah untuk pergi ke rumah sakit memeriksa kondisi anak anaknya.
Setelah siap dengan penampilannya yang terlihat dewasa, Arexa menuju rumah sakit besar yang ada di kota Jakarta.
Arexa menggunakan BMW yang tak terlalu mencolok.
Setelah cukup lama, Arexa tiba di rumah sakit.
Arexa yang sama sekali tak memiliki pengalaman mengenai kehamilan berjalan menuju resepsionis yang sedang berjaga.
Masker putih yang menutup sebagian wajahnya membuat arexa sulit di kenali, Arexa sengaja menutupinya takut jika ada pengikut dari Instagram yang mengambil fotonya.
"Permisi Mbak" kata Arexa.
"Ada yang bisa saya bantu?" Tanya si resepsionis.
"Saya mau periksa kehamilan mbak, ruangannya di mana ya?" Tanya Arexa.
"Anda bisa mengikuti garis biru muda di lantai mba, nanti liat aja di atas pintu tulisannya Kandungan" kata si resepsionis.
"Makasih mba" jawab Arexa kemudian mengikuti garis biru muda dengan sesekali membaca tulisan yang ada di atas pintu.
Hingga sampailah ia di tempat yang di maksud resepsionis.
Karena masih pagi, pasien yang akan memeriksa masih sangat sedikit, di sana hanya ada dua orang ibu-ibu dengan perut yang sedikit buncit.
Arexa duduk di kursi panjang dekat mereka setelah mendapatkan nomor antrian.
"Mau periksa kandungan dek?" Tanya ibu yang berada di sampingnya.
Arexa nampak tersenyum di balik maskernya hal itu di tandai dengan kerutan di garis wajahnya.
"Iya bu" jawab Arexa. "Kakak udah berapa bulan?" Tanya Arexa.
"Ini udah 6 bulan dek" jawab kakak itu.
"Namanya siapa dek?" Tanya itu.
"Arexa" jawab Arexaexa. "Kalau kakak?" Tanya Arexa.
"Saya Amel"
Tak lama datang seorang pria berjalan mendekat ke arah mereka, kak Amel nampak tersenyum hangat.
"Udah?" Tanya Kak Amel pada pria itu.
Pria itu tak menjawab, ia malah melihat ke arah Arexa.
"Loh Nona Rexa?" Tanyanya.
"Emm Kean ya?" Tanya Arexa.
Pria itu adalah Kean, pengacara Arexa.
"Mas kenal?" Tanya Kak Amel.
"Iya, dia Client aku" jawab Kean. "Nona kenapa kesini?"lanjut kean melihat Arexa.
"Mas gimana sih? Kan ini dokter kandungan ya mau periksa kandungan lah" kata Amel.
"Loh kan Nona ini bel....."
"Mas apaan sih" potong Amel.
Kean tak melanjutkan ucapannya.
Beberapa saat kemudian namanya Amel di panggil, dengan terpaksa keduanya meninggalkan Arexa yang saat ini menunggu dengan beberapa orang yang baru mengantri.
"Aku duluan ya Xa" pamit Amel.
"Iya Kak" jawab Arexa.
Setelah cukup lama menunggu, akhirnya giliran Arexa di panggil.
Nampak Amel dan Kean keluar dari ruang pemeriksaan.
"Aku pamit ya Xa" kata Amel saat melewati Arexa.
"Saya duluan Non" kata Kean.
Arexa hanya mengangguk, kemudian berjalan masuk untuk di periksa.
"Nggak ada dok" jawab Arexa.
"Kapan haid terakhir?"
"Hampir 3bulan yang lalu dok" jawab Arexa.
"Yasudah silahkan berbaring di atas kasur" kata dokter itu.
Arexa menurut, ia berbaring di atas kasur, dokter menyingkap baju yang Arexa gunakan kemudian mengoleskan gel di atas perutnya kemudian melakukan USG.
"Sepertinya mereka kembar ya?" Kata dokter sambil terus menggerakkan alat USG di atas perut Arexa.
"1.....2....3.....emm sepertinya mereka bertiga" lanjut dokter kemudian membersihkan perut Arexa.
"Selamat ya mbak mereka Triplets" kata Dokter itu.
"Iya, makasih dok" kata Arexa.
"Mbak nggak ada mual di pagi hari?" Tanya dokter.
"Nggak ada dok" jawab Arexa.
"***** makan baik?" Tanya Dokter itu lagi.
"Baik dok"
"Yasudah, saya hanya kasih penguat janin aja ya mba? Jangan lupa minum susu ibu hamil" kata dokter itu memberi resep obat.
"Iya makasih dok, permisi" kata Arexa kemudian meninggalkan dokter yang Mengangguk ke arahnya.
Sekarang Arexa sedang mengemudikan mobilnya ia sama sekali tak berniat menggunakan supir pribadi.
Arexa singgah di Injanuary untuk membeli susu hamil sesuai anjuran dokter, kemudian menuju apotik yang tak jauh dari sana.
Setelah semuanya ia dapatkan, ia berencana menuju mansion miliknya.
Deeeeet
Ponsel Arexa berdering Arexa mengambil headset bluetooth kemudian menggeser ikon hijau setelah memasang headset di telinga nya.
"Halo Nona" kata Si penelpon.
"Ya Bram?" Kata Arexa.
"Pertemuan akan di lakukan sekitar 2 jam lagi Nona" kata Bram.
"Di mana?" Tanya Arexa.
"Di Restoran Luxio Nona" jawab Bram.
"Hemm..." Jawab Arexa kemudian melajukan mobil setelah memutuskan telfon.
Arexa tiba di mansion, kemudian segera bersiap untuk menghadiri pertemuan dengan investor.
Arexa menggunakan pakaian formal dengan jas wanita berwarna putih, dengan tank top hitam sebagai dalaman. Ia mengenakan celana longgar panjang hingga mata kaki, tak lupa sepatu dengan hak yang cukup rendah menambah sekitar 3 cm dari tinggi badannya cukup pendek.
Jam tangan Rolex melingkar di pergelangan tangannya, make up natural namu terlihat berani. Rambut panjangnya ia ikat satu gaya Ariana menampilkan lehernya yang putih mulus.
Tak terasa hampir setu setengah jam Arexa bersiap untuk berangkat ke Restoran.
Arexa mengambil salah satu mobil mewah yang ada di garasi Mansion.
Leon berjalan mendekat ke arah Arexa yang sedang memilih mobil yang akan ia kendarai.
"Anda akan keluar Queen?" Tanya Leon.
"Hm... Mungkin sore hari baru saya akan kembali" jawab Arexa.
"Perlu saya temani?" Tanya Leon.
Arexa nampak berfikir sebentar.
"Boleh, bawa Ferarri putih di sana" kata Arexa menunjuk mobil yang senada dengan pakaiannya.
Leon menggangguk kemudian mengambil kunci yang berada di sebuah boks dekat tempat mereka.
Di boks itu banyak deretan kunci mobil mewah Arexa yang berderet.
Arexa masuk kedalam mobil saat mobil itu berada di hadapannya.
Leon melajukan mobil di atas jalan raya yang lumayan padat ke tempat yang di beritahukan oleh Arexa.
"Kau membawa mobil atau membawa siput? Ini sangat pelan Leon" omel Arexa, padahal Ferarri yang di kemudikan leon sudah berjalan dengan kecepatan 60KM/jam, cukup cepat di jalan raya yang padat.
"Maaf Queen" sahut Leon.
"Kalau begini saya akan terlambat, tepi kan mobilnya" perintah Arexa.
Leon menurut, tanpa di suruh ia keluar dari mobil saat arexa keluar lebih dulu.
Arexa kembali masuk di kemudi mobil. Setelah Leon duduk di sampingnya ia melajukan mobil ke Restoran Luxio dengan kecepatan tinggi 80km/jam menyalip mobil yang ada di depannya.
Leon melihat kedepannya dengan takut, bukan takut kecepatan mobil tapi ia takut saat mobil yang Arexa kemudikan hampir menabrak belakang mobil lainnya.
Setelah lama Leon olahraga jantung, mobil sampai di tempat yang mereka tuju.
Arexa berjalan masuk ke Restoran di ikuti Leon di belakangnya.
Bram yang melihat kedatangan Arexa segera mengajaknya menuju VIP room yang sudah ia pesan.
"Investor sudah datang?" Tanya Arexa.
"Sudah, dia sahabat saya Nona" jawab Bram.
Arexa menggangguk sambil terus berjalan menuju ruang VIP.
Arexa masuk ke dalam ruangan, sementara Leon menunggu di depan.
Arexa melihat seorang pemuda yang duduk membelakangi pintu masuk, di sampingnya ada pemuda lainnya yang juga membelakangi pintu.
Arexa berjalan menuju kursi yang ada di hadapan pria itu, ia melihat wajah pria yang ada di depannya, seketika raut wajahnya menjadi tegang, dan orang yang ada di hadapannya dapat melihat itu walau hanya sebentar karena Arexa kembali menormalkan raut wajahnya.
...\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=...
Besok lagi Ya!!!!! Author kurang Mood karena ada ulangan di sklh :v mana jadwalnya berderet lagi huffft, Prakarya+Biologi+MTK kepala Auto Pusing :v
See You ❣️