Arexa'S System

Arexa'S System
ZS~11(Jalan Regan)



...# Happy Reading #...


Setelah prosesi pemakaman selesai, semua pelayat telah kembali ke rumah masing-masing, di mansion Dewantara hanya tersisa Regan bersama sahabatnya, serta Zaka dan Zifa.


"Zaid gimana om?" Tanya Dawi mereka sedang bersantai di sofa ruang tamu.


"Koma" jawab Zaka tanpa beban.


"Terus gimana om? Mau di bawa berobat kemana?" Tanya Dawi lagi.


"Nggak kemana-mana" jawab Zaka.


Sahabat Zaid menyerngitkan dahi bingung dengan respon Zaka yang terlihat biasa saja.


"Oh iya, kalian semua anak orang kaya kan?" Tanya Zaka dan mereka Mengangguk.


"Jadi sekolah tempat kalian bakalan saya hancurkan, kalian mau ikut belajar bareng Zifa di asrama di mansion saya atau mau cari sekolah sendiri?" Tanya Zaka.


"Saya ikut di asrama dad" jawab Regan Tampa pikir panjang. "Tapi emang Daddy siapa bisa ancurin sekolah kita?" Lanjut Regan.


Zaka mengangkat dagu sombong kemudian mengulurkan tangannya pada Regan "Kenalkan saya Dalzaka Vocanicoxa" kata Zaka dengan sombongnya.


Regan melototkan mata, siapa yang tidak kenal dengan nama itu? Salah satu pengusaha tersukses di Indonesia, selain itu nama itu juga menjadi salah satu nama dari 5 orang terkaya di asia.


"Serius Dad?" Tanya Regan tak percaya.


"Hmm" jawab Zaka "Minggu depan saya akan kembali tinggal di mansion, kalian datanglah karna saya akan buat acara kecil-kecilan" lanjut Zaka.


"Pasti Dad" jawab Regan.


"Huh" Zaka mendelik sinis pada pemuda yang selalu memanggilnya Dad itu.


"Bos, dari tadi gue liat bos manggil bokap nya Zaid Dad terus emang kapan bos jadi anak dia?" Tanya Yogi.


"Iya bos, emang bos udah nikah sama Zifa ya? Kok kita nggak di undang?" Tambah Bomi.


"Kalian nggak usah kepo, gue tuh udah jadi calon mantunya Daddy" kata Regan dengan bangganya.


"Emang saya setuju?" Zaka berkata dengan tegas.


"Belum, tapi beberapa tahun lagi, kalau muka Daddy udah keriput" jawab Regan berani.


"Maksud kamu apa?" Tanya Zaka merasa tersinggung.


"Kan kemarin Daddy bilang, persyaratannya harus lebih ganteng dari Daddy" kata Regan.


"Emang kamu ganteng?" Tanya Zaka.


"Iya, tapi beberapa tahun lagi" jawab Regan.


"Iya, tapi kamu nggak sekaya istri saya" ketus Zaka.


"Emang Istri om sekaya apa? Bukannya om lebih kaya dari istri om?" Tanya Bomi.


"No,no,no kalian salah besar kalau bilang istri saya lebih miskin dari saya" jawab Zaka "kalau saya yang tersukses di Indonesia, istri saya tersukses di Eropa Asia dan Amerika" jawab Zaka.


Keempat remaja itu mengangguk saja sebagai tanda percaya.


"Zec Company, Xeon.inc itu milik istri saya" lanjut Zaka sombong.


Keempat remaja itu menatap Zaka bersama raut wajah ketiganya memancarkan beribu tanya.


"Nama Istri saya, Arexa Danendrix" kata Zaka.


Regan, Dawi, Yogi dan Bomi sontak terduduk di lantai, kakinya tak sanggup menopang tubuh mereka.


Baru saja mereka mendengar nama legendaris seorang pengusaha wanita yang telah hilang keberadaannya beberapa tahun ini.


Nama Arexa di kenal sebagai wanita terkaya di dunia saat ini, banyak yang ingin meliputnya atau sekedar wawancara namun wajahnya saja tak pernah nampak, bagaimana mau di liput?


"Jadi saya harus lebih kaya dari mommy dulu baru bisa bareng Zifa?" Tanya Regan tak percaya.


"Hmm, memang waktu Zifa lahir, istri saya belum terlalu kaya, karena saya terlalu senang melihat Zifa yang sangat cantik waktu lahir, saya janji pada Zifa yang waktu itu masih bayi kalau setelah besar nanti dia akan saya nikahkan dengan orang yang lebih kaya dari istri saya" jelas Zaka.


"Tapi saya nggak nyangka kalau kekayaan Istri saya bertambah dengan sangat cepat, dan begitulah ceritanya" lanjut Zaka menjelaskan.


"Ini nggak bercanda dad?" Tanya Regan.


"Emang ada ya Dad orang yang lebih kaya dari mommy?" Tanya Regan.


"Sekarang belum, tapi kita nggak tau kedepannya gimana, mungkin bakal ada pengusaha muda dan tampan yang bisa? Kita nggak tau kan" jawab Zaka.


"Dan saya yang akan jadi pemuda itu" jawab Regan menatap mata Zifa yang sangat cantik menurutnya, sedangkan Zifa yang mendengar hanya tersenyum samar.


______________


Zahid keluar dari kamar bersama Ayora, lalu kembali ke ruang tamu, di sana ada tuan Gyllenhaal, ny Gyllenhaal serta Megan yang menunggunya.


"Apakah keperluan anda telah selesai tuan?" Tanya Gyllenhaal takut takut.


"Hmm, sudah aku akan membawa Ayora pulang" kata Zahid yang telah mengetahui nama tubuh tempat Zaid serta perlakuan Ny Gyllenhaal dan megan padanya.


"Maksud tuan bagaimana?" Tanya tuan Gyllenhaal.


"Aku akan membawa Ayora ke Indonesia" jawab Zahid.


"Tidak bisa tuan, bagaimana pun dia tetap putri di keluarga ini, anda tak bisa membawanya begitu saja" kata Tuan Gyllenhaal mencoba berani.


"Kenapa tak bisa?" Tanya Zahid dengan sebelah alisnya terangkat.


"Saya akan melaporkan tindakan anda pada kedutaan besar Singapura untuk menangkap anda tuan" jawab Gyllenhaal mengancam.


"Kau mengancam ku?" Zahid mengangkat tangan dan langsung mengarahkan pistol ke kepala tuan Gyllenhaal.


Seketika tuan Gyllenhaal jadi keringat dingin.


"Saya mohon tuan, setidaknya bawa dia dengan cara yang baik" tuan Gyllenhaal mencoba menahan putri dari mendiang istrinya yang sangat ia cintai.


"Bagaimana caranya?" Tanya Zahid.


"Nikahi dia" jawab tuan Gyllenhaal berani.


Zahid, Megan, dan Ny Gyllenhaal melototkan matanya tak percaya dengan pemikiran tuan Gyllenhaal.


"Atau setidaknya bunuh saya lebih dulu" lanjut tuan Gyllenhaal menutup mata bersiap menerima tembakan.


Zahid melihat itu menjadi tak tega, selain mengambil anak orang yang ia yakini akan dibunuhnya, haruskah ia juga membunuh ayahnya?, Perlahan pistol di tangannya ia turunkan.


"Baiklah" jawab Zahid, sementara Zaid yang menjadi Ayora nampak membelalakkan matanya.


"Kau mau menikahi saudara mu sendiri?" Tanya Zaid berbisik pada Zahid.


"Tentu saja tidak, kamu yang akan menikah dengan Ayora" balas Zahid juga berbisik.


"Tapi bagaimana? Aku juga sedang di dalam dirinya" tanya Zaid.


"Kita cari caranya nanti, setelah kita tiba di Indonesia" jawab Zahid.


Tuan Gyllenhaal yang mendengar persetujuan Zahid langsung mengangkat kepalanya yang tertunduk.


"Benarkah?" Sedikit rasa tak percaya pada diri tuan Gyllenhaal.


"Hmm tapi bukan saya yang menikahinya" jawab Zahid.


"Lalu?" Tanya tuan Gyllenhaal.


"Adikku" jawab Zahid. "Jadi sekarang aku akan bawa Ayora berkunjung ke rumahku, anda bisa menyusul seminggu lagi, nanti saya akan mengirimkan alamatnya melalui email" Zahid menjelaskan sebaik mungkin.


"Kamu mau sayang?" Tanya tuan Gyllenhaal pada Ayora.


"Iya, aku mau Pah" jawab Zaid/Ayora.


Tuan Gyllenhaal beralih menatap pada Zahid. "Baiklah jaga dia sampai saya Menyerahkan nya pada adik anda tuan" kata Gyllenhaal.


"Hmm" jawab Zaka.


...\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=...


typo banyak, author nggak revisi.


See You ❣️