
...# Happy Reading #...
Mobil Limosin yang di bawa oleh Vino telah sampai di depan rumah sakit, Gerald dengan segera berlari membuka pintu mobil agar Zaka dapat turun.
"B-Bos?" Kata Gerald saat melihat kondisi bagian belakang berantakan dan penuh dengan darah.
Zaka menatap Gerald dingin sembari menggendong kedua putra kecilnya. Setelah membangunkan Arexa dan memberikan putrinya pada sang ibu.
Glek
Lidah Gerald seakan kelu untuk kembali membuka suara saat tatapan dingin Zaka mengarah padanya.
"Maaf Queen jalanan mac- Queen? Anda baik-baik saja?" Kata Vino akan menyentuh Arexa.
"Mau ku patahkan tangan mu?"kata Zaka dingin.
Melihat perjuangan Arexa melahirkan anak-anaknya membuat Zaka menjadi kesal sendiri pada kedua manusia yang membawa mobil mereka.
"Ma-maaf tu-tuan" kata Vino.
Beberapa perawat datang membawa brankar.
"Pasien yang akan melahirkan?" Kata Perawat yang sudah mendapat kabar melalui Gerald.
Dengan tatapan dingin, Zaka turun dengan atasan tanpa penutup yang menampilkan bodynya yang mirip Om om (perut buncit) bersama kedua putranya di ikuti oleh Arexa yang membawa putrinya.
"Saya akan memeriksa anak-anak saya sediakan ruangan dan fasilitas terbaik" perintah Zaka.
"Ba-baik Tuan ikut saya" kata Perawat walaupun bingung dengan apa yang terjadi, ia lebih memilih untuk diam.
Zaka melangkahkan kaki mengikuti perawat itu bersama Arexa, bebrapa orang yang mengenali keduanya tentu mengambil kesempatan untuk merekam dan memotret mereka.
Sampai di sebuah ruangan, Gerald dan Vino menunggu di luar, sedangkan Zaka dan Arexa masuk ke ruangan.
Triplets di periksa oleh seorang dokter perempuan bersama perawat yang tadi mengantarnya.
Putrinya mendapat giliran pertama untuk di periksa.
"Bayinya sehat, tak ada yang perlu di khawatirkan penanganan cukup bagus walau dengan perlengkapan seadanya bidan yang membantu pasti sangat cekatan" komentar dokter itu.
Arexa dan Zaka hanya diam.
'Dokter nggak tau aja, istri saya yang lakuin penolongan' pikir Zaka.
"Emm bayi selanjutnya" kata si perawat.
"Yang lahir duluan mana mas?" Tanya Arexa pada Zaka.
"Eh aku lupa sayang, yang mana ya?" Kata Zaka.
"Kok bisa lupa sih? Lagian itu baju kamu kemana?" Kata Arexa.
"Kamu nggak liat sayang? Kemeja aku di pake semua sama mereka" kata Zaka. "Terus ini gimana? Yang mana jadi abang?" Lanjut Zaka.
"Duh mas cap cip cup aja deh " kata Arexa.
Zaka mengikuti dan "pilih mana yang mau di kuncup" tunjuk Zaka pada salah satu anak laki-laki nya.
"Ohh ya udah berarti kakak pertama yang pakai kemeja maron" kata Zaka kemudian memberikan bayi yang menurut mereka adalah si sulung pada perawatan untuk di periksa.
Terakhir, bayi yang mereka anggap si tengah di periksa, Arexa dan Zaka langsung membawa bayi-bayi mereka ke Mansion.
Mereka mengendarai mobil yang baru saja di bawa oleh leon yang mendapat kabar dari Vino.
Di lampu merah, perhatian Arexa diambil oleh tiga orang anak kecil berumur 2-4 tahun tengah duduk di trotoar dengan baju compang camping mereka.
"Mas" Arexa menarik kemeja Zaka yang sudah zaka kenakan.
"Kenapa Sayang?" Tanya Zaka.
"Itu" tunjuk Arexa pada ketiga anak itu "Samperin Mas" kata Arexa.
"Emm kamu aja sayang, baby girl nya taro di pangkuan aku" kata Zaka.
"Sama leon aja kalau gitu" kata Arexa.
"Ehh jangan, taro di pangkuan aku aja" kata Zaka.
"Ntar di-"
"Sayang! Nurut nggak!" Kata tegas Zaka.
Mau tak mau, Arexa meletakkan bayi yang ia gendongan ke pangkuan Zaka kemudian turun menghampiri Ketiga bocah itu.
"Hay kalian ngapain di sini? Orang tua kalian mana?" Kata Arexa setelah berdiri di hadapan ketiga anak itu.
"Kita nggak mencuri tante, maafin kita" kata salah satu dari mereka dengan takut, sementara yang lainnya sudah ketakutan tak bisa menjawab.
"Jangan pukul tante" gumam salah satu anak itu.
"Sakit jangan pukul" kata yang lainnya.
Arexa melihat ketiganya kasihan, bisa di pastikan mereka telah mendapat kekerasan.
Arexa mengusap rambut anak yang masih bisa berbicara untuk menggali informasi.
"Nama kamu siapa?" Tanya Arexa.
"Nama? Bangsatt nama bukan tante? Orang manggilnya gitu" kata anak itu.
Arexa diam mencerna ucapan anak itu perasaannya menjadi campur aduk, ia juga pernah mengalami apa yang anak ini alami, hidup tanpa orang tua, namun bedanya, Arexa masih ada yang menampungnya sedangkan anak di hadapannya benar benar tak memiliki sandaran.
"Itu bukan nama nak, emmm sekarang nama kamu Rafa gimana?" Kata Arexa.
"Tapi orang manggil aku bangsatt tante" kata Anak itu.
"Udah Gpp, sekarang nama kamu Rafa" kata Arexa.
"Nah sekarang Rafa, orang tuanya mana?" Tanya Arexa.
"Orang tua? Itu apa lagi tante?" Tanya Rafa.
Tanpa sadar air mata Arexa sudah lolos dari pelupuknya.
"Rafa tinggal dimana?" Tanya Arexa.
Rafa menggeleng "aku nggak ngerti tante ngomong apa" kata Rafa.
Arexa menghapus air matanya.
"Emm Rafa tidurnya di mana?" Tanya Arexa mengganti pertanyaan.
"Tempat tidur?, aku tidur di sini" kata Rafa tangan kecilnya memukul kardus yang ia duduki.
"Sebelum tidur di sini Rafa tidur dimana?" Tanya Arexa dengan suara bergetar.
"Kata orang namanya TPS (Tempat Pembuangan Sampah) tante, di sana banyak makanan" kata Rafa dengan nada gembira "Tapi kita nggak bisa tinggal di sana lagi, soalnya tempatnya mau di timbun" kata Rafa.
Arexa tak mampu bertanya lagi, dalam setiap pertanyaan yang keluar dari mulutnya timbul 100 luka di hatinya. Ternyata masih ada orang tua yang tega menelantarkan anak mereka terlebih di tempat sampah?.
"Rafa mau nggak tinggal sama tante?" Tanya Arexa.
"Emm Nggak di pukul kan tante?" Tanya Rafa.
"Nggak sayang, rumah tante banyak makanannya juga, ikut ya?" Kata Arexa.
"Adik aku gimana tante?" Tanya Rafa.
"Ikut juga dong, yuk" kata Arexa kemudian berdiri dan menggandeng tangan Rafa, sedangkan sebelah tangan anak itu memegang tangan anak yang ia sebut adik dan adiknya memegang tangan anak yang satunya lagi.
Arexa berjalan menuju mobil yang Leon perkirakan di pinggir jalan.
Leon yang melihat Arexa membawa anak-anak itu segera turun dan membantunya.
Ketiga anak yang Arexa ajak pulang duduk di depan, karena tak ada yang mau pisah dengan Rafa.
Sedangkan Arexa kembali menggendong bayi perempuan yang ada di pangkuan Zaka.
"Kenapa sayang? Mata kamu sebab" tanya Zaka.
Arexa diam, keningnya ia sandarkan di bahu Zaka. "Mereka di buang di tempat sampah mas" kata Arexa dengan suara lirih.
"Ssahht udah jangan nangis dong, aku nggak bisa usap kepala kamu nih" kata Zaka.
Mobil kembali bergerak menuju Mansion.
Setelah beberapa saat mobil mereka tiba di mansion Arexa.
"Ini yang namanya tempat tinggal tante?" Tanya Rafa.
"Iya, itu yang namanya tempat tinggal nak" bukan Arexa yang menjawab melainkan Leon.
Mobil berhenti di depan mansion dan langsung di sambut oleh kak Ipe yang menggendong Ardan, Cece dan bu Tina yang sedang hamil besar.
Arexa turun lebih dulu, di susul Zaka dan 3 bocah itu.
"Nggak nyangka non, padahal tadi pagi baru rasain ngidam eh udah bronjol aja, mana makin seksi lagi" kata Bu Tina.
"Heheh iya bu, kayaknya memang anak anak yang rencanain mau mukul bapaknya dulu baru keluar" kata Arexa.
"Kak cece bawa mereka bertiga ya? Nanti kita makan malam sama sama, saya mau istirahat dulu" kata Arexa.
Arexa dan Zaka berjalan menaiki lift sedangkan Rafa dan Adiknya ikut dengan Kak Cece.
Ceklek pintu kamar mereka di buka.
"Kita belum beli tempat tidur mereka mas" kata Arexa.
"Gpp besok aku beli sendiri di Mall" kata Zaka.
"Nggak suruh orang aja mas? Atau nggak beli di system aja" Tanya Arexa.
"Nggak mau, aku mau beli sendiri sayang" kata Zaka.
Hufft
'Calon Daddy posesif' pikir Arexa melihat gelagat Zaka yang terus memandangi putrinya sedangkan dua putra di anggap tak ada, padahal waktu masih di perut Zaka bilang mau anak laki-laki semua.
"Mas udah siapin nama?" Tanya Arexa.
"Udah" jawab Zaka.
"Siapa?"
"Putri Daddy yang manis ini namanya ZIFANYA ARASYI PUTRI DALZAKA VOCANICOXA" Kata Zaka dengan bahagianya.
"Nggak kepanjangan mas? Terus meraka namanya siapa?" Tanya Arexa melihat kepada kedua putranya yang tengah terlelap.
"Nggak kepanjangan itu mah, sebenarnya aku maunya 7 kata ZIFANYA ARASYI REFELKA PUTRI PRATAMA DALZAKA VOCANICOXA" kata Zaka. "Terus nama yang laki-laki emm Zidan sama Zahid aja" lanjut Zaka.
"Hah? Nggak salah mas? Ini anak cowok namanya Zidan? Terus Zahid mas nggak niat kasi nama ya? Pendek banget" kata Arexa.
"Yaudah kasi nama aja" kata Zaka.
"Iss, Mas gitu deh, nggak usah minta jatah ya" ancam Arexa membuat Zaka langsung kicep.
"Yaudah aku bercanda kok sayang, Kakak namanya ZAIDAN ARZAFA PUTRA DALZAKA VOCANICOXA terus yang tengah namanya emmm ZAHID ARZAFI PUTRA DALZAKA VOCANICOXA" Kata Zaka.
...\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=...
Author mau ngomong dikit :-) hehehe, sebenarnya semua nama di cerita author itu nggak ada artinya karena dibuat secara spontan wkwkwk, author cuman nulis aja yang ada di pikiran Author, jadi kalau namanya nyeleneh ya gitu deh hahahaha.
See You ❣️