
...# Happy Reading #...
Seperti yang sudah keempat sahabat itu janjikan, mereka sudah berada di Cafe depan kantor Zaka.
Arexa melangkah masuk dengan Zaka yang terus merangkulnya posesif ke private room yang sudah sahabatnya pesan, di sana sudah ada Viana bersama Arga, Hana dengan Zico serta Meisa bersama suaminya yang jelas itu bukan Raga.
Hubungan keduanya harus kandas karena Raga melakukan kesalahan pada seorang perempuan hingga mereka harus memutuskan hubungan mereka.
Arexa dan Zaka datang dengan baju kasual sederhana mereka, karena anaknya ada di apartemen tidak mungkin ia menggunakan dress mahal karena akan di curigai oleh kedua anaknya. Bahkan untuk meminimalisir kejadian tak di inginkan Arexa dan Zaka sampai memesan taksi untuk sampai di cafe.
"Lo makin bohayy Xa" kata Meisa.
"Astaga pinggang lo kecil banget nggak sama kayak gue nih" Hana ikut menyahut.
Sedangkan Viana hanya menatap wajah Arexa dengan lekat.
"Eeh Kenalin dulu dong suami gue" kata meisa mengalihkan pembicaraan.
"Dominic" kata Pria di samping meisa mengulurkan tangannya pada Arexa karena ia sudah kenalan dengan yang lainnya.
Dengan sigap Zaka menyambutnya "Zaka, ini Arexa" katanya.
Arexa hanya tersenyum canggung.
"Pasukan kalian udah berapa?" Tanya Arexa.
"Gue udah Dua dong hahaha" kata Meisa dengan bangganya. "Yang pertama Cowok masih 15 tahun yang kedua cewek dia masih kecil" kata Meisa.
"Gue cuman 1 Cowok" kata Hana.
Semua mata langsung tertuju pada Viana yang belum menjawab.
"Gue 1 cewek dia tinggal sama opanya" kata Viana.
"Lo sendiri gimana Xa? Udah ketemu anaknya yang ilang?" Tanya Hana.
Seketika Meisa dan Viana menatapnya tajam, itu adalah pembahasan sensitif mereka dari dulu.
Namun di luar dugaan, Arexa malah tersenyum, tak sama seperti dulu lagi, ia akan menangis saat anaknya yang hilang di singgung.
"Udah, tinggal nungguin di balik aja" kata Arexa.
"Hah? Maksudnya gimana Xa?" Meisa mulai tertarik.
"Ada deh, nggak lama lagi dia balik kok" kata Arexa percaya diri.
Sahabatnya hanya mengangguk percaya.
"Ada nggak yang mau di pasangin sama anak cewek gue" celutuk Meisa melihat ke arah Arexa.
"Sama anak gue aja" kata Viana.
"Anak lo pada cocokin aja sama anak gue" sahut Hana.
"Nggak" sahut Viana dan Meisa.
"Anaknya Arexa ganteng terus orang tuanya juga tajir, nggak kayak lo suaminya pencicilan, nggak kebayang gue anaknya gimana" kata Meisa sementara Viana mengangguk membenarkan.
"Maksud kalian apa?" Kata Zico dengan nada sinis.
"Nah kan" kata Viana dan Meisa bersamaan dan berakhir mereka tertawa.
"Gimana Xa? Anak cewek gue masih 12 tahun sih tapi okelah masih cocok kok" kata Viana.
"Emmm Gue nggak tau ya, tapi kayaknya Anak gue dah sold out, kalau Zaid udah ada yang carter, Zifa........." Arexa menggantungkan ucapannya tatapannya beralih melihat Zaka yang asik dengan makanannya.
Seketika Sahabat menggangguk serentak.
"Dan yang udah mau balik gue nggak tau, kalau gue sih urusan percintaan mereka biar di atur sendiri tapi..........." Arexa kembali melihat ke arah Zaka yang sama sekali tak terganggu.
"Lagian Suami kamu posesif banget, biar ma anaknya juga posesifnya minta di tabok" kata Hana.
"Btw katanya mau ngomong kerjaan" kata Arexa sambil mengode Zaka untuk ikut pembicaraan.
Dengan malas Zaka menyelesaikan makanannya, raut wajah datar dan tegas ala pemimpin langsung menyeruak dari dirinya.
"Mana?" Kata Zaka datar.
Dominic menyerahkannya proposal kerja sama perusahaan yang ia bawa. Dan langsung di terima oleh Zaka.
Sementara Zaka memeriksa, keempat sahabat itu kembali melanjutkan gosip mereka yang tidak berfaedah.
Sesekali Zaka menaikkan alisnya saat membaca proposal itu yang entah mengapa membuat suami Meisa merasakan tekanan dalam setiap kali alis tajam itu naik.
Beberapa saat kemudian Zaka menggangguk dan menutup proposal itu.
"Miscapela.inc yang akan mengambil alih proposal ini" kata Zaka santainya namun membuat Dominic melotot tak percaya.
"Mi-Miscapela?" Tanya Dominic memastikan.
Zaka menggangguk "Ramos yang akan menyetujuinya" kata Zaka.
"Ra-Ramos?" Kata Dominic lagi, sebagai orang Eropa tentu ia tahu perusahaan besar serta orang yang memimpin di sana.
Ramos, anak yang Arexa bawa itu telah memimpin di sana setahun yang lalu setelah Arexa membeli beberapa saham untuk dapat menjadi pemenang saham terbanyak.
Rian telah sukses menjadi seorang Dosen Bahasa, matematika dan sastra di usianya yang masih 20 tahun.
Rafa memimpin Luxer Company di Amerika yang juga telah di akuisisi oleh Arexa.
Sedangkan Ardan telah menjadi dokter di usianya yang masih terbilang muda 18 tahun.
"Ini proyek yang akan di lakukan di Eropa kan?" Tanya Zaka.
Dominic menggangguk.
"Kenapa?" Bisik Meisa pada suaminya.
"Kamu nggak bilang kalau mereka orang hebat" Balas Dominic berbisik.
"Kamu juga nggak nanya" Kata Meisa.
Zaka memberi tanda tangannya di lembar persetujuan, agak geser sedikit dari tempat yang seharusnya di tandatangani oleh investor. Kemudian mengalihkannya pada Dominic yang menerimanya dengan agak kaku.
"Terimakasih tuan Zaka" kata Dominic. Di balas anggukan oleh Zaka yang sedang menyuapkan makanan ke mulutnya.
_________________
Malam hari, Zahid siap dengan misi pembantaian nya, Dark Eye benar benar membantunya dalam kegelapan.
"System beli senapan dengan peluru tak terbatas" kata Zahid.
[system menyarankan melakukan pengeboman saja Host!] Kata System.
"Bom?" Zahid berpikir sejenak kemudian melihat ke arah Markas DS Yang ada di depannya. "Bagus juga, sekalian langsung habisi saja" gumam Zahid melihat markas musuh yang berada di tengah hutan tak jauh dari posisinya.
"Oke kalau gitu siapkan Bom yang mampu menghancurkan seluruh markas mereka"
[Ding!!!
Beli Makro Atom 50 Pt
Damage : menghancurkan apapun di area seluas 500M²
Ya/Tidak ]
"Ya" Jawab Zahid boks hitam seukuran kotak jam tangan langsung muncul di hadapannya.
Zahid mengambil boks itu lalu membukanya di sana ia bisa melihat benda bulat sebesar kelereng berwarna hitam.
"Ini gimana cara kerjanya?" Tanya Zahid.
[Host tinggal mengatakan ledakkan] jawab System.
"Ledakkan?" Kata Zahid
BOOOMMM
Tiiiiiiiiiiiiiiittttttttttttt
Zahid terlempar jauh dari posisi semula bersamaan dengan itu markas musuh juga telah lulu lantak dengan tanah.
Bruk
Tubuh Zahid menghantam batang pohon setelah lama di udara.
Uhuk
Darah segar keluar dari mulutnya.
Beruntung tubuhnya sudah ia kuatkan jika tidak, sudah di pastikan ia hanya akan tinggal percikan darah saat ini.
[Ding!!!
Kondisi tubuh Host dalam bahaya, System menyarankan untuk membeli pill penumbuh]
[Beli pil penyembuhan 10 Pt
Ya/Tidak]
"Ya" jawab Zahid dengan suara serak.
Zahid langsung meminum pil yang ada di tangannya hingga luka yang sempat ia dapatkan sepenuhnya hilang.
Tubuh Zahid tak ada penutupnya sama sekali, pakaian yang ia kenakan sudah hancur berantakan.
"System bangsadddd" umpat Zahid "keluar lo Anjjing gue mau hajar lo tae" makinya lagi.
[System tak memiliki wujud]
"Taii" Maki Zahid.
"Beliin gue baju setan" kata Zahid.
[Ding!!!
Beli set pakaian 100 Pt
Ya/Tidak ]
"Ya" jawab Zahid ketus lalu menggunakan pakaian yang sudah ada di hadapannya lengkap dengan underwear nya.
"Oke saatnya pulang ke Indonesia" gumam Zahid dengan senyumnya.
...\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=...
Oke kasi semangat buat Author biar bisa Up 3X sehari sampai tamat 😌 karna bulan depan mau ulangan semester selama 2 week jadi di usahain selesai sebelum Desember.
See You ❣️