Arexa'S System

Arexa'S System
ZS~10(Bertemu Zaid)



...# Happy Reading #...


Siang hari, Zaka membawa Zifa menuju kediaman Dewantara untuk menghadiri upacara pemakaman yang akan di lakukan oleh Regan.


Zahid sudah berangkat akan menjemput Zaid yang sudah ia ketahui keberadaannya, sementara Arexa tinggal di kamar rawat Zaid untuk menjaganya.


Mobil hitam berjenis BMW tiba di kediaman Dewantara, Zaka menggandeng Zifa posesif masuk ke dalam Mansion mewah yang sudah ramai dengan para pelayat.


Regan yang menggunakan jas hitam melapis kemeja putihnya berjalan mendekat.


"Terimakasih sudah datang dad" kata Regan sambil merangkul Zaka.


"Hmm kau yang kuat, keluarga mu dimana?" Tanya Zaka.


Regan terdiam beberapa saat sebelum menjawab. "Aku hanya memiliki paman, tapi entahlah kenapa dia tak datang" jawab Regan.


"Mungkin dia dalangnya" kata Zaka dan Regan mengangguk.


"Kapan mereka di antar?" Tanya Zaka.


"Sekarang aja Dad udah nggak ada lagi yang di tungguin" Kata Regan.


"Nenek kamu?" Tanya Zaka.


"Udah nggak ada, hanya paman yang aku punya Dad" jawab Regan sambil menggeleng.


Zaka menepuk pundak Regan sebagai penyemangat untuk anak muda itu "Yaudah" kata Zaka.


Peti mati telah di masukkan kedalam mobil, mereka menuju pemakaman untuk melakukan upacara di sana.


___________


Pesawat yang Zahid tumpangi akhirnya tiba setelah mengudara selama hampir empat jam.


Bendara Changi-Singapura Zahid akan menjemput adiknya Zaid yang telah ia ketahui keberadaannya di negara ini.


Tanpa istirahat akhirnya ia menumpangi taksi dan langsung menuju kediaman yang system katakan.


Gedung pencakar langit ia lalui selama perjalanan sampailah taksi yang ia tumpangi berhenti di sebuah kediaman mewah.


"Udah sampai pak" kata sopir taksi itu.


"Alamatnya benar pak?" Tanya Zahid memastikan.


"Benar, ini alamat yang anda berikan pak" kata sopir taksi itu.


Zahid akhirnya keluar setelah melakukan transaksi pembayaran.


Kediaman mewah itu di jaga oleh beberapa bodyguard.


"Maaf ada yang bisa saya bantu?" Tanya seorang penjaga gerbang dengan cukup sopan.


Zahid bingung mau menjawab apa, pandangannya menangkap nama pemilik kediaman.


~Gyllenhaal~


Melihat bangunan yang cukup mewah, pasti orang yang ada di dalam adalah pengusaha pikir Zahid. Seketika otak cerdiknya langsung bekerja.


"Saya ingin bertemu dengan tuan Gyllenhaal" jawab Zahid.


"Sudah buat janji?" Tanya satpam itu.


"Ya, sebut saja saya anak Vocanicoxa" kata Zahid yang memang sudah tahu kekayaan dan pengaruh ayahnya di dunia bisnis dari Arendra.


Satpam itu mengangguk kemudian menghubungi pemilik mansion yang kebetulan ada di kediamannya.


Greeeeeng


Pintu Gerbang akhirnya terbuka lebar.


"Maaf telah menahan anda tuan" kata satpam itu.


"Terimakasih" jawab Zahid kemudian melanjutkan perjalanan menuju pintu utama.


Ding dong


Zahid menekan bel, tak berapa lama seorang pria dewasa membukanya dengan ramah.


"Tuan Vocanicoxa?" Tanya orang itu.


Zahid mengangguk dengan gaya angkuhnya.


"Silahkan masuk tuan" kata orang itu mempersilahkan.


Zahid masuk dan langsung duduk di sofa ruang tamu, orang yang membuka pintu juga ikut duduk di sana.


"Ada apa tuan mendatangi kediaman saya?" Tanya orang itu yang ternyata tuan Gyllenhaal.


"saya mencari seseorang" jawab Zahid.


"Boleh saya tahu dia siapa tuan?" Tanya tuan Gyllenhaal dengan bingung.


"saya pun tak tahu" jawab Zahid.


Seketika otak tuan Gyllenhaal langsung ngeblank.


"Terus bagaimana cara anda mencarinya tuan?" Tanya tuan Gyllenhaal lagi.


"Panggilan semua penghuni kediaman ini" jawab Zahid.


"Semua?" Tanya tuan Gyllenhaal memastikan.


"Hmm" jawab Zahid.


Tuan Gyllenhaal langsung mengambil telfon yang ada di meja menghubungi seseorang agar mengumpulkan seluruh penghuni kediaman.


Tak lupa ia memerintahkan pelayan untuk membuatkan minuman.


Zahid menunggu sambil menyesap minuman yang telah tersaji di hadapannya tanpa takut akan racun yang tuan Gyllenhaal berikan padanya.


Ruan tamu yang tadinya hanya ada Zahid dan tuan Gyllenhaal seketika menjadi ramai, sekitar 70 orang berkumpul di sana termasuk ibu tiri Ayora dan Megan.


Megan melihat Zahid dengan tatapan penuh minat akan ketampanan yang dimiliki pemuda itu, namun melihat tuan Gyllenhaal yang duduk dengan sopan padanya membuat Megan tak berani bersikap berlebihan.


Zahid meletakkan gelas dan langsung berdiri sambil mengancing jas yang ia gunakan, pandangannya langsung memindai setiap orang di sana.


"Sudah semua tuan Gyllenhaal?" Tanya Zahid dengan dingin.


"Ya tuan" jawab tuan Gyllenhaal.


'system pindai keberadaan Zaid pada mereka' perintah Zahid.


[Ding!!!


[Tidak ada jiwa yang cocok]


'bagaimana bisa? Ini benar alamat yang kamu beritahu kan?' protes Zahid.


[Benar Host] jawab system.


'lalu? Kenapa kamu tidak menemukannya?'


[Karena tidak ada jiwa yang cocok pada mereka] jawab system.


Zahid kembali mengalihkan pandangannya pada tuan Gyllenhaal yang menunggu Zahid.


"Ini benar sudah semua tuan Gyllenhaal?" Tanya Zahid mencoba bertanya baik-baik.


"I-iya tuan" jawab Gyllenhaal takut.


"Tidak! Ini bukan semuanya" kata Zahid tegas karena merasa tuan Gyllenhaal berbohong.


"Tapi tuan saya tak tahu siapa yang belum ada di sini" kata tuan Gyllenhaal.


"Pah Yora masih ada di kamarnya" kata Ibu tiri Ayora.


Tuan Gyllenhaal langsung melototkan matanya "Cepat panggil dia" kata Gyllenhaal.


Ibu tiri Ayora berjalan menuju lantai 2 letak kamar Ayora, dan dengan tak berperasaan memaksa Zaid yang menjadi Ayora untuk ikut dengannya.


Sementara Zaid dengan malas mengikuti ibu tirinya.


[Ding!!!


Jiwa telah di temukan ] system memberi notifikasi pada Zahid.


Zahid langsung melihat ke arah tangga, di sana ia bisa melihat wanita paruh baya tadi tengah menarik dengan agak kasar seorang perempuan cantik.


"Zaid?" Kata Zahid agak keras untuk melihat respon yang perempuan itu berikan.


Zaid yang berada di tubuh Ayora dengan refleks langsung melihat ke arah Orang yang memanggilnya.


Bhahahaha


Zahid yang sedari tadi menampilkan raut wajah datar dan dingin langsung tertawa terbahak-bahak melihat respon Zaid yang sudah ia tebak sebelumnya.


Zahid berjalan dengan cepat dan langsung memeluk tubuh Ayora yang lebih pendek darinya.


"Hahaha aku tak menyangka kamu bakal jadi cewek hahaha" kata Zahid.


Sementara orang yang melihatnya menyerngitkan dahi bingung.


Zahid masih memeluk tubuh Ayora, sedang Zaid tak tahu harus merespon seperti apa, dirinya hanya dapat terdiam.


Setelah puas, Zahid melepas pelukannya. "Saya sudah menemukan yang saya cari tuan Gyllenhaal" kata Zahid.


"Dia?" Tanya tuan Gyllenhaal.


Zahid mengangguk "Saya ingin ruang untuk bicara dengannya" kata Zahid.


"Ya, tentu" Izin tuan Gyllenhaal.


Zahid langsung menarik tangan Ayora membawanya dengan asal ke sembarang arah.


Tiba di sebuah kamar, Zahid masuk dan mengunci pintu.


Zaid yang menyadari dirinya seorang gadis memasang sikap waspada pada Zahid untuk melindungi dirinya.


"Mau apa kamu?" Kata Zaid dengan suara lembut milik Ayora tak lupa dengan gerakan tangan menutup dadanya.


Zahid menaikkan sebelah alisnya melihat itu.


"Hahaha kau pikir aku akan berbuat aneh-aneh pada tubuhmu?" Kata Zahid dengan tawanya.


Zahid kemudian menatap nakal pada Zaid, dengan jahilnya ia mengangkat tubuh kecil Ayora dan langsung membawanya ke ranjang menghimpit tubuh kecilnya.


"Ka-kau" teriak Zaid.


Zahid malah makin nakal, jarinya menyentuh bibir ayora dengan sensual lalu beralih menyusuri leher putihnya.


Zaid merasa sentuhan itu menutup matanya, menikmati setiap gerakan jari Zahid.


"Hahaha kau terangsang" kata Zahid melepas tangan Ayora. "Kamu pikir aku akan melecehkan mu?" Kata Zahid lagi.


"Terus kenapa kamu membawa ku ke kamar?" Tanya Zaid dengan muka merah padam karena malu.


"Hahaha wajahmu merah" ejek Zahid "Aku datang menjemput mu Zaid" kata Zahid.


Zaid menaikkan sebelah alisnya.


"Kau tau aku siapa?" Tanya Zaid.


"Hmm" jawab Zahid.


"Bagaimana bisa? Dan lagi kau ini siapa?" Tanya Zaid tak percaya.


"Ya, tentu karena aku hebat" jawab Zahid dengan sombongnya. "Dan aku Kakak mu, Zahid kakakmu yang hilang" lanjut Zahid.


"Nggak kata Daddy aku yang kakak" sahut Zaid tak terima.


"Terserah kamu kalau nggak percaya" Zahid mendelikkan bahu acuh.


"Oke, untuk lebih jelasnya Sekarang kamu ikut sama aku, kita temui Daddy dan cari tau bagaimana kamu bisa kembali ke tubuhmu semula" kata Zahid.


"Hmmm" jawab Zaid.


Zahid kembali memicingkan mata pada Zaid.


"Apa?" Tanya Zaid.


"Kau pernah melakukan hal aneh aneh pada tubuhmu kan? Bagaimana pun kamu juga laki-laki" kata Zahid dengan senyum seringainya.


Wajah Zaid kembali berwarna merah padam. "En-enggak kok" jawabnya terbata-bata.


"Apa yang sudah kamu nikmati? dan bagaimana rasanya? apakah sama saat senam lima jari?" Tanya Zahid penasaran mendekatkan wajahnya dengan Zaid.


Zaid memalingkan wajahnya karena malu.


...\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=...


Author mau bilang kalau semua yang ada di cerita ini hanya fiktif, nggak ada sangkut pautnya sama kehidupan nyata, dan bila ada pihak yang merasa tersinggung author mohon maaf yang sebesar besarnya, tolong tegur dengan cara yang baik.


Author up cuman 1 karena tadi ada kegiatan lagi, dan itu cukup menguras waktu Author.


See You ❣️