Arexa'S System

Arexa'S System
ZS~12(Cara Kembali)



...# Happy Reading #...


Zahid berjalan bersama Ayora memasuki kamar rawat Zaid, setelah membuka pintu, ia bisa melihat keluarganya yang tengah berkumpul sembari menjaga tubuh Zaid yang terbaring di atas brankar.


"Bagaimana? Kau menemukan Adikmu?" Tanya Zaka berjalan mendekat ke arah Zahid yang baru saja masuk tanpa melihat Ayora yang ada di belakang Zahid.


"Iya dad aku menemukannya" jawab Zahid.


"Mana?" Tanya Zaka


Zahid bergeser sedikit untuk memperlihatkan tubuh kecil Ayora.


Zaka melihat Ayora dengan bingung "Mana?" Tanya Zaka lagi pada Zahid.


"Dia Zaid" kata Zahid.


Zaka terdiam sejenak mencerna ucapan Zahid kemudian menelisik wajah cantik gadis di hadapannya memindai setiap inci tubuh Ayora.


"Zaid?" Tanya Zaka tak percaya.


Zaid menggaruk tengkuknya yang tak gatal "Ha-halo dad" kata Zaid sambil menyingir malu.


"Bhahahaha kau jadi cewek? Serius ini kamu?" Zaka tertawa keras hingga Arexa dan Zifa menjadi penasaran.


"Kenapa mas?" Tanya Arexa.


"Ini loh sayang, dia Zaid bhahahaha" tunjuk Zaka pada Ayora.


"Bhahahaha dia Zaid dad? Demi apa kakak aku yang super dingin jadi cewek?" Zifa langsung konek dengan pembahasan Daddy nya, banyak hal-hal yang di luar kepala yang Zaka ceritakan padanya tentang system hingga pikirannya mulai teracuni.


Arexa menelisik wajah imut Zaid. Dan langsung mencubit gemas pipinya yang chubby. "Duhh anak mama jadi cantik banget, kamu Hidupnya gini aja nggak usah jadi cowok, begini lebih cocok kok" kata Arexa membuat yang lainnya tertawa bersama. Sementara Zaid sudah merajuk.


"Yang mommy mu katakan benar girl, kamu jadi cewek aja" ejek Zaka masih dengan tawanya yang sudah setengah mati ia tahan.


"Huh" Zaid mendengus kemudian beranjak mendekati tubuhnya yang terbaring di brankar.


"Udah nggak usah ketawa, ayo bantu aku biar bisa kembali ke tubuh aku ini" kata Zaid dengan ketus.


Semuanya berjalan mendekat dengan masih menahan tawanya, apalagi Zifa saat melihat wajah Ayora dia langsung kembali tertawa.


"Jadi gimana aku balik? Apa Ayora langsung kita bunuh aja?" Tanya Zaid.


"Ehh jangan gegabah, entar gana kalau kamu yang mati?" Kata Arexa.


"Iya, mommy benar" jawab Zahid.


"Terus?" Tanya Zaid.


"Tunggu apa lagi? Pakai system bodoh" kata Zaka pada Zahid.


Puk


Zahid menepuk jidatnya sendiri "lupa" jawab Zahid.


"Maksudnya apa?" Tanya Zaid bingung. "Ahh tunggu, dad emang benar dia kakak aku?" Tanya Zaid mengingat hal yang di bicarakan kemarin.


"Benar, dia Kakak mu yang hilang" jawab Zaka.


"Tapi waktu itu-"


"Ekhmm kalau udah di bilangin percaya aja, kamu nggak mau balik ke tubuh kamu?" Tanya Zahid.


"Huff yaudah lakukan apapun" jawab Zaid pasrah.


"System bagaimana cara mengembalikan jiwa Zaid ke tubuhnya?" Tanya Zahid yang dapat di dengar oleh semuanya.


"Apaan sih kali-" ucapan Zaid terpotong karena mendapat tatapan tajam dari semua mata yang ada di ruangan itu.


[Ding!!!


System menganalisis...............]


[Cara telah di temukan]


[Bunuh jiwa Ayora yang terperangkap dalam tubuhnya] jawab system.


"Bagaimana membunuhnya?" Tanya Zahid.


[Jiwa terperangkap di inti kehidupan (jantung) tusuk jantung agar jiwa Ayora mati] jawab system.


"Ntar kalau Zaid ikut mati gimana?" Tanya Zahid.


[Itu bukan kuasa system] jawab system.


"Hufft, berapa persentase keberhasilan jiwa Zaid selamat?"


[Tidak lebih dari 1%] jawab system.


"Gimana son?" Tanya Zaka yang sudah penasaran. Dirinya sudah tak dapat melihat layar transparan system.


"Kata system kita harus nusuk jantungnya" jawab Zahid melihat ke arah Ayora.


"Yaudah tunggu apa lagi? Sini Daddy yang tusuk" kata Zaka sambil mengambil pisau buah di atas nakas bersiap untuk menusuk tubuh Ayora.


"Tunggu dad, cara itu mungkin nggak akan berhasil, malahan akan bunuh Zaid kalau salah" tahan Zahid.


"Lah tadi katanya tinggal nusuk" jawab Zaka menurunkan pisaunya.


"Tingkat keberhasilannya nggak nyampe 1 % dad, dia bakalan mati" jawab Zahid.


"Terus gimana? Nggak usah aja deh kamu balik ke tubuh kamu" ketus Zaka "lagian kamu juga cantik kok" lanjutnya.


"Nggak! Aku nggak mau" jawab Zaid.


"Emang kenapa nggak mau?" Tanya Arexa.


"Aku malu mom, aku malu liatin tubuh ini, bahkan kalau aku mandi aku nutup mata aku" jawab Zaid.


"Lah salah sendiri ngapain malu? Entar kalau udah nikah juga bakalan suka kok" jawab Zaka vullgar.


"Mas" tegur Arexa.


"Kalau gitu, tusuk jantung aku aja dad, lebih baik mati daripada harus jadi cewek terus" jawab Zaid lirih.


Aushhh


Arexa langsung menghadiahinya dengan cubitan di pinggang.


"Maksudnya apa sayang? Kamu mau ninggalin mommy?" Kata Arexa dengan kesal.


"Hehehe nggak mom" Zaid menjawab dengan takut.


"Iya kakak, idup jadi cewek aja, biar bisa shopping bareng aku, kan aku juga nggak ada teman." celutuk Zifa.


"Pokoknya aku nggak mau!" Pekik Zaid.


"System tidak ada cara lain?" Tanya Zahid membuat mereka kembali menunggu jawaban.


[Ding!!!


Ada Host ]


"Apa?" Kata Zahid penasaran.


[Satukan badan keduanya, namun efeknya hanya bertahan 12 jam untuk sekali penyatuan] jawab system.


"Maksudnya harus uhu aha gitu?" Tanya Zahid


[Benar Host] jawab system.


Zahid menatap kasihan pada Zaid membuat semua yang ada di sana jadi bingung.


"Minggu depan tuan Gyllenhaal akan berkunjung, kalian menikahlah" kata Zahid.


"Kenapa harus nikah? Kita tinggal bunuh dia aja" kata zaid kejam.


"Bunuh dia maka kamu yang akan mati" jawab Zahid. "Kamu bisa kembali ke tubuhmu, tapi......." Zahid menggantung ucapannya dan melirik ke arah Zifa yang tengah serius mendengarkan.


"Ekhmm" Zahid berdehem keras.


"Dia harus lakuin hubungan badan Dad" bisik Zahid pada Zaka yang berada di sampingnya.


"Serius?" Tanya Zaka.


Zahid menggangguk "Tapi tiap 12 jam harus berhubungan lagi, karna jiwanya bakal balik lagi ke tubuh Ayora" lanjut Zahid berbisik.


"Tapi apa?" Tanya Zaid penasaran.


Zaka berjalan mendekat kemudian membisikkan hal yang di du bisikkan Zahid padanya.


Mata Zaid membelalak mendengar itu.


"Gimana mas?" Tanya Arexa, zaka kembali membisikan padanya. Dan di balas Anggukan oleh Arexa.


"Apa mom?" Tanya Zifa yang juga ikut penasaran.


"Ekhmm yaudah sekarang kita keluar buat makan yuk, mungkin ada yang mau coba praktek dulu, kan Minggu depan udah nikah, dan seharusnya kan laki laki yang bakal lakuin proses pernikahan perempuan mah bisa tidur di kamar aja" kata Zaka mengode pada Zaid.


"Iya dad, atau kalau perlu kita bawa pulang aja Zaid, biar bisa lakuinnya di rumah" kata Zahid mengompori.


Sementara Wajah putih Ayora sudah memerah mendengarnya.


Zaka menarik tangan putrinya untuk keluar, di ikuti oleh Arexa dan Zahid.


"Tunggu di rumah aja, biar aman" kata Zahid kemudian benar benar pergi dari sana.


Zaid memperhatikan tubuhnya yang terbaring di atas brankar hingga pandangannya beralih pada pusaka miliknya.


Glek


Tubuhnya jadi memanas memikirkan hal yang harus ia lakukan agar dapat kembali ke dalam sana.


...\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=...


See You ❣️