Arexa'S System

Arexa'S System
ZS~01 (Mengirim)



...# Happy Reading #...


"Zifa, cepetan entar kakak tinggalin loh" Teriak Zaid pada adiknya yang masih sibuk di kamar merapikan pakaiannya.


"Tunggu Kak" kata Zifa.


Zaid berjalan mendekat ke arah dapur, di sana Arexa sudah selesai dengan sarapannya.


Zaid mengambil duduk di sisi meja tak lama Zaka datang dengan piyama masih melekat di tubuhnya.


"Pagi Sayang" sapa Zaka pada Arexa. "Pagi Zaid" lanjutnya mengusap kepala anak remaja itu.


"Pagi mas"


"Pagi Dad"


"Yuhuuuuu Good morning, Zifa yang cantik udah siap berangkat menempuh jalur pendidikan" teriak Zifa dari arah tangga.


"Nggak usah teriak Zifa" kata Zaid.


Zifa tak menghiraukan itu,ia berjalan mendekat ke arah Zaka lalu mencium pipi Daddy "pagi Dad" kata Zifa.


"Pagi Sayang" jawab Zaka.


Keluarga kecil itu makan dengan hikmat, setelahnya si kembar berpamitan untuk berangkat ke sekolah meninggalkan kedua orang tuanya.


"Ngamar yuk" kata Zaka pada Arexa dan tanpa persetujuan menarik lengan Arexa meninggalkan banyak piring yang belum di cuci di wastafel.


_______________


Dor


Dor


Dor


Suara tembakan bersahutan di tengah hutan yang rimbun pemuda tang menjadi target berlari ke arah selatan hingga ia terpojok di tepi air terjun setinggi 15 meter.


Darah sudah banyak membasahi wajah serta kering sebesar biji jagung sudah menetes dari pelipisnya.


"Wahh nggak nyangka ternyata lo bisa di pojokin juga" komentar seorang dengan pistol di tangannya.


"Sekarang lebih baik lo nyerah aja, atau nggak gue bakal ancurin hidup keluarga lo"lanjutnya lagi.


"Hehehe keluarga? Gue ngga punya! Dasar tua keladi cuman berani berurusan sama anak muda!" Balas pemuda itu.


"Salah sendiri, ngapain jadi ketua kalau tau resikonya bakal kayak gini?" Kata pria baya itu mengarahkan pistolnya pada kepala pemuda di depannya.


Melihat itu, pemuda itu bersiap menghindari dan dengan nekat melompat ke dasar air terjun.


"Pak tua sialan" teriak pemuda itu sebelum akhirnya sampai di air.


Byurrr


"Siallan cepat cari dia" kata Pria baya itu dengan kesal pada anak buahnya.


Sementara pemuda yang terjun ke air tak mengetahui jika di dalam ada batu besar yang menghantam kepalanya.


[Ding!!! Pengiriman berhasil di lakukan] notifikasi system.


[Tubuh Host akan di amankan]


[Kehancuran akibat benturan keras di perbaiki]


[Memilih fungsi kebutuhan utama dari system]


Pria itu sudah taj dapat mendengar pemberitahuan system selanjutnya, ia sudah menyerahkan nasibnya selapang mungkin.


Malam menjelang, pemuda yang entah bagaimana sedang berada di goa itu terbangun.


[Dark Eye di berikan sebagai hadiah]


Tiba-tiba Notifikasi masuk di kepalanya.


"Anjiir" umpat pria itu terkejut.


"Lo siapa?" Tanyanya dangan nada datar.


[Ding!!!


System telah menyesuaikan kebutuhan host......


System akan memberi Host kekuatan untuk menjadi yang terkuat.]


[Kekayaan Host sebelumnya di wariskan berupa poin tukar tidak termasuk bangunan dan fasilitas lainnya]


"Pemilik sebelumnya?" Tanya pemuda itu.


[Benar Host]


"Siapa?" Tanya pemuda itu.


[Ibu Host]


"Mommy? Arexa?"


[Benar Host]


Mata pemuda itu memerah dengan perasaan yang campur aduk.


"Apa aja yang bisa lo lakuin?"


[Segalanya]


"Lo ada sama mommy waktu gue ilang? Kenapa dia nggak cari gue pakai lo?" Kata pemuda itu.


[Benar Host]


[System menyesuaikan kebutuhan, kebutuhan ibu host waktu itu hanya uang senilai 150 Jt] jawab System.


[Host memiliki kebutuhan untuk hidup dan kuat]


"Di mana Mommyku?" Kata Pemuda itu.


Pemuda itu tersenyum mengetahui keberadaan yang selalu ia tanyakan setiap saat pada orang yang membawanya.


"Aku akan meninggalkan mu Kakek" kata Pemuda itu.


______________


Di sisi lain, Zaka dan Arexa yang tengah asyik d ngan aktifitas panas mereka, terpaksa terhenti saat mendapatkan notifikasi dari system.


[Ding!!!


Bahaya Status Zahid sedang terancam, Anak Pertama Host akan mati beberapa menit lagi]


Seketika Arexa yang berada di atas menghentikan gerakannya.


"Kenapa Sayang" kata Zaka saat melihat Arexa yang berhenti bergerak.


"Zahid mas, dia dalam bahaya" kata Arexa.


Tanpa melepas penyatuan, Zaka segera bangun kemudian mengambil posisi duduk lalu membaca layar transparan di hadapannya.


[Ding!!!


System akan di kirim untuk menyelamatkan Zahid


Apakah Host setuju?


Ya/Tidak ]


"Ya" jawab Arexa dan Zaka bersamaan tanpa memikirkan dua kali.


[System melakukan proses pengiriman, kekayaan yang tersimpan di system akan ikut di transfer]


Arexa menjadi senang, setidaknya jika Zahid dalam keadaan susah, maka ia memiliki kekayaan yang cukup.


[Pencabutan System selesai]


Tiiiiiiiiiiiiiiittttttttttttt


Telinga Arexa berdengung untuk beberapa saat sampai akhirnya ia tersenyum lebar menatap Zaka.


"Semoga dia bisa nemuin kita mas" kata Arexa memeluk tubuh polos Zaka.


"Iya sayang, semoga dia baik baik aja" kata Zaka membalas pelukan Arexa, namun beberapa saat kemudian membalikkan tubuhnya lalu kembali melanjutkan aktivitasnya yang tertunda.


Motor matic yang di tumpangi Zaid dan Zifa tiba di sekolah elit mereka.


Setelah Zaka pindah ke Apartemen, hidupnya menjadi tertutup karena satu hal bahkan Arexa yang dulunya ramai di perbincangkan di dunia maya telah menghilang selama 13 tahun lamanya tanpa jejak.


Kedua anak beasiswa itu melangkahkan kakinya ke kelas masing-masing, keduanya tak tahu bahwa mereka sedang bersekolah di sekolah milik orang tuanya Vocanicoxa High School.


Zaka dan Arexa membunyikan identitas mereka dari anak-anaknya hingga membuat kedua remaja itu menjadi pribadi yang lebih tegar.


Zaid dan Zifa tak tahu bahwa kakek dan neneknya merupakan orang kaya karena mereka hanya pernah bertemu saat masih kecil sekali dan itupun sudah mereka lupa.


Mereka hanya berfikir jika Ayah mereka adalah pekerja kantoran biasa yang hanya bisa memenuhi kebutuhan harian mereka.


Sementara Apartemen mewah yang mereka tempati mereka pikir itu berasal dari usaha dan kerja keras ayahnya sebelum mereka lahir.


Mama Zakia dan Papa Dristan mengalami kecelakaan pesawat saat usia si kembar 4 tahun.


Tentu hal itu membuat Zaka terpuruk hingga menyebabkan ia menutupi diri karena khawatir ancaman yang akan datang pada dirinya, walaupun ia memiliki anggota mafia, namun sekarang ia tak hidup sendiri, ada istri dan anak-anaknya yang harus ia jaga sehingga Zaka memutuskan untuk mendiamkan mafia miliknya sembari terus mencari keberadaan Zahid.


Sedangkan Qinlin masih aktif menjaga perusahaan dan aset milik Arexa, banyak dari mereka yang telah menikah.


Zifa tiba di kelasnya, gadis yang tadinya datang dengan ceria itu kini memasang wajah datarnya, teman sekelasnya tak ada yang ingin berteman dengannya karena ia miskin, itu menurut Zifa


Beberapa siswi juga sering membully Zifa diam diam karena Zifa adalah anak yang cantik, mereka iri dengan perpaduan Zaka dan Arexa itu.


Terlebih selama ini Zifa sering berangkat dengan Zaid yang ketampanannya mirip dengan sang ayah. Serta seorang pria yang digandrungi banyak perempuan pun juga ikut mengejar Zifa.


Zifa tak melawan saat di bully, bukan berarti dia lemah, hanya saja ia tak ingin bertindak jauh karena takut beasiswanya di cabut.


Sedangkan Zaid yang tiba di kelasnya langsung di sambut oleh sahabatnya yang super koplak, tak lupa seorang yang terus mengejar adiknya.


"Zifa?" Tanya pemuda itu.


"Udah di kelas" jawab Zaid.


Pemuda itu mengangguk.


"Anjip gue ngebayangin entar kalau kalian jadi saudara ipar gimana? Sama sama datar" kata seorang sahabat mereka Bomi.


"Gue sih ngebayangin nya rumah dia bakal beku, kan si adek juga sama dinginnya" kata seorang sahabat lagi Dawi.


"Kalau Gue mah nggak mau bayangin karna gue nggak pasti kalau si bos Regan bakal di terima jadi mantu hahaha" kata Yang lainnya Yogi membuat Regan menatapnya tajam.


"Behhh kalau gue yang jadi Daddy nya Zaid, Auto gue terima, secara kan Bos juga orang kaya" kata Bomi merebut perhatian.


"Maksud lo?" Ketus Zaid. "Gue miskin tapi nggak miskin banget ampe mau porotin uang orang lain" kata Zaid dingin membuat seketika suasana menjadi tegang.


'Mampus' pikir Bomi yang sudah salah bicara hingga menyinggung Zaid.


Zaid duduk di kursinya kemudian menelungsup wajahnya menunggu guru masuk, ingin bolos namun ia murid beasiswa jadi tak bisa.


"Lo kalau ngomong di jaga juga kali" komentar Yogi dengan suara pelan.


"Iya njirr kok lo bisa ngomong gitu sih?" Kata Dawi


"Kan gue cuma bilang, semisal itu gue" kata Bomi.


Sementara Regan hanya menyaksikan ketiganya dengan datar.


...\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=...


sebenarnya ini kyk cerita baru sih, tapi nanti author mau hubungkan dengan cerita Arexa, part ini udah ke jawab kan siapa yang nyuri si Zaid?


komen kalau kalian tau :v


See You ❣️