
...# Happy Reading #...
Sekarang keempat nya sudah berada di dalam sebuah ruangan dengan beberapa orang.
"Wali perempuan tidak ada?" Tanya seorang pria paruh baya yang akan menikahkan Arexa dan Zaka.
"Dia yatim piatu pak" jawab Zaka.
"Benar benar tak ada keluarga?" Tanya pria itu lagi.
Arexa menggeleng sebagai jawaban.
Pria itu menganggu mengerti kemudian menikahkan Arexa dan juga Zaka di saksikan oleh kedua orang tua Zaka yang sedari tadi tak membuka suara.
Saat Zaka akan menyebutkan nama Arexa, ia terhenti untuk menanyakan nama panjang wanita itu.
"Arexa Danendrix" jawab Arexa.
Zaka menaikkan sebelah alisnya beberapa saat, namun ia tak memikirkannya.
Zaka mengulang kalimatnya dari awal dengan lantang menyebut nama Arexa.
Sekarang Arexa sudah sah menjadi Istri seorang Dalzaka Vocanicoxa.
Sekarang mereka sudah berada di depan gedung KUA.
"Papa sama Mama balik duluan aja, Aku mau lanjut ke Capil" kata Zaka.
"Awas kalau kamu nggak balik ya" ancam Mama Zakia.
"Iya mah, tenang aja"
Seseorang yang tak jauh dari tempatnya mengenali Arexa dan Zaka, ia mengambil foto Arexa yang sedang berada di depan gedung.
Zaka kembali masuk ke mobilnya bersama Arexa menuju kantor Capil.
Selama perjalanan tangan kiri Zaka yang bebas terus menggenggam tangan Arexa sesekali ia berbalik dan menampakkan senyum manis di wajahnya.
[Ding!!!
Ikatan istimewa terdeteksi
Host dapat memperlihatkan layar System pada orang yang memiliki ikatan. ] Arexa mendapat notifikasi dari system yang menggema di kepalanya.
Arexa cukup terkejut mengetahui fakta bahwa Zaka dapat melihat layar transparan yang ada di hadapannya saat system menampilkan status atau saat Arexa sedang akan membeli sesuatu.
"Kenapa?" Tanya Zaka yang melihat Arexa yang hanya terus diam.
"Gpp" jawab Arexa.
Zaka kembali fokus mengemudikan mobilnya, tak lama ia sampai di Kantor Capil.
Setelah mendaftarkan pernikahan mereka, Zaka membawa Arexa menuju kediaman orang tuanya.
Sekarang keduanya sudah tiba di mansion orang tua Zaka, Mansion yang cukup besar namun tidak lebih besar dari Mansion Arexa.
Zaka menggenggam erat tangan Arexa saat ia akan melangkah masuk kedalam Mansion.
"Kok kamu yang dingin?" Tanya Arexa saat tangannya merasa tangan Zaka yang mulai terasa dingin.
"Kamu nggak gugup?" Tanya Zaka.
"Kenapa harus gugup?"
"Ntar kalau orang tua aku nggak nerima kamu gimana?" Tanya Zaka
"Ya nggak gimana-gimana sih, kalau nggak di terima ya tinggal pergi aja, ngapain susah? Mau aku nangis nangis meluk kaki mama kamu seperti sinetron ikan terbang?" Jawab Arexa "Iywhhh nggak ya" lanjutnya.
"Ya nggak gitu juga kali" jawab Zaka.
"Terus?"
"Emm nggak deh, kita langsung masuk aja" kata Zaka.
Keduanya masuk ke Mansion setelah mengucap salam.
Di ruang keluarga sudah ada Mama Zakia dan Papa Dristan yang menunggu keduanya.
Zaka langsung mengambil duduk di sofa sedangkan Arexa menyapa mertuanya dulu dengan mencium tangan keduanya tak lupa senyumnya yang mengambang.
Setelah itu barulah Arexa duduk di samping Zaka yang sudah siap untuk di hakimi.
"Jadi ada yang mau di jelaskan Ka?" Tanya Mama Zakia dengan nada suara rendah dan dingin.
"Emmm itu mah, emm dia" kata Zaka terbata-bata takut dengan tatapan kedua orang tuanya.
"Apa sih Ka? Yang jelas dong" kata Papa Dristan.
"Zaka buat kesalahan sama dia, jadi Zaka mau tanggung jawab" kata Zaka melimpahkan semua kesalahan pada dirinya.
Arexa cukup terkejut dengan pengakuan Zaka, padahal di sini Zaka yang di manfaatkan oleh dirinya.
"Nggak Tante ini salah saya kok emmm Tuan Zaka nggak salah sama sekali" bela Arexa.
"Baby" kata Zaka penuh tekanan, ia tak suka di panggil Tuan.
"Eh emm Iya Tuan?" Jawab Arexa.
"Panggil yang sopan, aku suami mu sekarang, bukan rekan kerja mu" kata Zaka menegaskan.
"Emm Iya Mas?" Jawab Arexa.
Zaka mengangkat tangan kanannya meletakkannya di bahu kanan Arexa merangkulnya. Kemudian mencium pipi Arexa di depan orang tuanya.
"Dia lagi hamil anak Zaka Ma" Kata zaka sambil mengusap bahu Arexa.
"Hamil?" Kedua orang tua Zaka mengucapkannya dengan kompak sambil melototkan matanya.
"Serius?" Tanya Mama Zakia heboh.
"Iya Ma" jawab Zaka.
Mama Zakia segera berdiri dan langsung memeluk erat Arexa. Arexa membalas pelukan itu.
Mama Zakia mengurai pelukan, tatapannya langsung tertuju pada perut Arexa yang sudah agak membuncit.
"Udah berapa bulan?" Tanya mama Zakia.
"Dua bulan Tante" jawab Arexa.
"Panggil Mama sayang" kata Mama Zakia.
"Mama?" Tanya Arexa.
Mama Zakia menggangguk tatapan berbinar tak lepas dari perut arexa.
"Ini udah dua bulan? Kok gede" tanya Mama Zakia.
"Di dalam ada tiga Ma" sahut Zaka sambil mengusap perut Arexa.
"Hah? 3?" Tanya Mama Zakia.
Zaka mengangguk.
"Tokcer benget kamu Ka, sekali gol langsung dapat 3" sahut Papa Dristan.
"Nggak sekali gol Pa, ini hasil kerja lembur 5 jam" jawab Zaka mulai tenang saat melihat respon dari orang tuanya.
Wajah Arexa memerah menahan malu mendengar kata Zaka.
...❣️...
Saat ini keluarga Zaka sedang berada di meja makan untuk memulai makan malam mereka.
"Tadi nama kamu siapa?" Tanya Papa Dristan.
"Arexa Pa" jawab Arexa.
"Nama belakang kamu" kata Papa Dristan lagi.
"Danendrix" jawab Arexa.
Papa Dristan mengalihkan pandangannya ke arah Mama Zakia.
"Selama ini kamu tinggal di mana?" Tanya Mama Zakia.
Zaka hanya memperhatikan semuanya sambil terus mengelus punggung tangan Arexa.
"Di Panti, sekarang sudah ada rumah sendiri Ma" jawab Arexa "Emang kenapa Ma?" Lanjutnya.
"Mama punya paman, sahabatnya Ayah Mama, dia juga punya nama Danendrix" jawab Mama Zakia.
Arexa mendengarkan dengan serius.
"Dia juga orang Indonesia, tapi Istrinya orang Rusia, jadi mama nggak tau sekarang dia tinggal di mana" jawab Mama Zakia.
"Gpp mah, lagian aku juga udah nggak cari keluarga aku, kalau di takdirkan pasti ketemu" Kata Arexa yang mengerti arah pembicaraan Mama Zakia.
"Yasudah makannya di lanjutkan" kata Mama Zakia.
Mereka melanjutkan makan malam yang sedikit tertunda oleh pembicaraan.
Asik dengan makanannya, Zaka malah berlari menuju kamar mandi saat ia merasakan mual.
Hooeek
Di kamar mandi, zaka terus memuntahkan makanan yang baru saja ia telan ke wastafel.
Arexa berdiri kemudian berjalan menuju kamar mandi meninggalkan mertuanya setelah Izin.
Arexa memijat tengkuk Zaka yang masih menunduk di wastafel.
"Tunggu di luar aja sayang, ini jorok banget" kata Zaka.
"Gpp Mas keluarin aja" kata Arexa sambil terus memijat tengkuk Zaka.
Setelah cukup lama, Akhirnya Zaka mulai lebih baik.
Zaka berbalik menatap Arexa setelah membersihkan wajahnya.
"Beneran Gpp?" Tanya Zaka.
Arexa tersenyum kemudian mengangguk.
Cup
Zaka mendaratkan ciuman di bibir Arexa, sesaat Arexa terkejut dengan apa yang di lakukan Zaka, namun tak lama ia mulai terbawa suasana dan membalas ciuman dari Zaka.
Ciuman mereka agak kaku, setelah di rasa cukup Zaka mulai melepas ciumannya.
"Lanjut Malam ke dua ya?" Tanya Zaka.
"Mana ada malam ke dua" jawab Arexa.
"Adalah, kalau emang nggak ada ya gpp yang penting nanti kita uhu-aha" kata Zaka dengan senyuman jahilnya.
...\=\=\=\=\=\=\=\=...
Cerita Author jelek nggak sih? Kok NT nolak kontrak nya, Ushhh jadi malas deh.
Tapi Author bakal usahain buat cerita ini tamat.....
See You ❣️