
...# Happy Reading #...
Zaka bangun pagi-pagi sekali setelah mencium kening Arexa serta dua bayi mereka yang masih tertidur, Zaka kemudian bersiap untuk mencari keberadaan Zahid, setelah berpakaian serba hitam, akhirnya Zaka keluar dari mansion menggunakan mobil Buggati la voiture noir milik Arexa dan tentunya tak lupa meninggalkan sebuah note kecil di atas nakas agar Arexa tidak mengkhawatirkannya.
Tak banyak yang mengetahui bahwa Zaka juga memiliki mafia seperti Qinlin yang Arexa bangun, namun mafia milik Zaka lebih serius di dunia bawah.
Mustahil Zaka memiliki kekuasaan dan pengaruh di dunia atas jika ia tak memiliki pengaruh di dunia bawah, bisa bisa dirinya habis di bantai oleh pengusaha dunia bawah bila tak memiliki pengaruh di sana.
Brummm
Setelah lama meliuk-liuk di jalan raya yang lenggang, akhirnya Zaka tiba di sebuah tempat.
Dengan langkah tegasnya, ia berjalan ke arah pintu bangunan yang tertutup.
Ceklek
Celah kecil terbuka di pintu itu setelah Zaka mengetuk pintu 1+3 kali.
"B-Bos?" Kata orang yang mengintip, dengan segera ia membukakan pintu agar Zaka dapat masuk.
Suasana ruangan yang tadinya ribut mendadak menjadi sepi, ternyata anggota mafia Zaka sedang bersenang-senang bermain kartu dan di sudut ruangan terlihat beberapa orang sedang pesta sekk bersama beberapa jalaang di atas lantai maupun di atas sofa.
Ahhhh
Ahhh
Arggggh
Ahhh
Ouhhhh Yeahhh
Para anggota yang masih menikmati tubuh Jaalang tak menyadari kedatangan Zaka, mereka masih asik dengan gaya mereka.
"Wahhh Jonathan nampaknya kau benar-benar memanjakan anggota mu" kata Zaka pada Jonatan sang tangan kanan yang berdiri di dekatnya.
Orang yang di panggil Jonathan segera memberi kode pada anggotanya yang lain untuk memberitahu tentang kedatangan Zaka pada mahluk bernapsu itu.
Anggota yang masih asik langsung berhenti dan berdiri tanpa busana, mereka berbaris rapih dengan miliknya yang masih mengacung.
"Selesai utusan kalian di tempat lain" kata Zaka.
"Baik bos" kata sekitar 40 orang anggota kemudian pergi membawa 10 Jalaang bersama mereka ke tempat lain.
Pandangan Zaka beralih pada Jonathan. "Aku ada misi untuk kalian" kata Zaka, "Anakku hilang kau temukan dia" perintah Zaka.
"Selamat bos" kata Jonathan.
Zaka menaikkan sebelah alisnya. "Kau menyelamati ku karena anakku hilang?" Kata Zaka dingin.
"Emm maaf bos, maksud saya selamat karena sudah menjadi ayah" kata Jonathan.
"Ya lupakan itu, segera lakukan tugas mu" perintah Zaka. "Lakukan penyisiran CCTV dari Mansion istriku, telusuri jejak anakku, lakukan apapun yang diperlukan untuk menemukannya" lanjutnya.
"Baik Bos" kata Jonathan kemudian bersiap untuk pergi mencari Zahid yang sekarang entah berada di mana.
Setelah memberi perintah, Zaka kembali ke Mansion matahari juga telah menyinari bumi.
Di perjalanan, Zaka terus memikirkan keadaan Zahid, walaupun ia posesif terhadap Zifa namun tak dapat di pungkiri bahwa ia juga sangat menyayangi putra-putranya.
Brummm
Akhirnya mobil yang Zaka tumpangi sampai di mansion, setelah memarkirkan mobilnya, Zaka berjalan menuju pintu utama, melewati para bodyguard tanpa menyapanya tak seperti hari-hari sebelumnya.
Arexa yang menggendong Zifa berjalan mendekat, kemudian langsung mengambil tangan Zaka dan menciumnya, seperti yang ia lakukan setiap kali Zaka pulang dari kerja.
Hati Zaka yang sudah tenang membalas perlakuan Arexa dengan mencium keningnya seperti biasa. Lalu mengusap rambutnya.
"Udah makan mas?" Tanya Arexa.
Zaka menggeleng sebagai jawaban.
Zaka merangkul pinggang Arexa berjalan menuju ruang makan, di sana sudah ada Bu Tina, Pak Hasan, Kak ipe, serta Cece juga anak anak yang Arexa bawa.
Zaka duduk di kursi biasanya dengan wajah datarnya seketika moodnya hancur melihat penghuni Mansion yang menurutnya tidak bisa di harapkan.
Huffft
Akhirnya tanpa menyentuh nasi yang ada di hadapannya, Zaka mengambil kedua anaknya yang Arexa letakkan di box bayi.
"Aku mau makan di kamar sayang, bawakan ya" kata Zaka kemudian berjalan bersama kedua bayinya.
"Iya mas" jawab Arexa.
"Gpp bu, kak ipe kak Cece mas Zaka lagi banyak pikiran makanya gitu" kata Arexa.
"Gpp Non emang ini salah kita" kata bu Tina "lain kali kalau mau makan kita makannya belakangan aja" lanjutnya.
Arexa hanya tersenyum tak tahu harus menjawab apa.
"Yaudah saya makan di kamar aja ya bu, Rafa, Ramos, sama Rian makanan ya" kata Arexa kemudian beranjak menyiapkan makanan untuk dirinya dan Zaka di kamar.
"Iya Kak" sahut ketiga anak itu, mereka sudah mulai dapat berinteraksi dengan orang terdekat mereka.
Arexa masuk kedalam kamar dengan nampan berisi makanan meletakkan di atas meja yang terdapat sofa di dekatnya.
"Ayo mas kita makan" kata Arexa pada Zaka yang sedang memperhatikan kedua bayinya.
"Iya sayang" kata Zaka kemudian mengambil duduk di dekat Arexa di atas sofa.
Keduanya makan dengan hikmat sesekali saling menyuapi.
"Yang kemarin maafin aku ya sayang" kata Zaka yang telah selesai dengan makanannya.
"Iya mas gpp aku ngerti kok, aku juga yang salah" kata Arexa.
Zaka membawa Arexa ke dalam dekapannya memeluk erat wanita yang ia cintai meluapkan segala kegundahan hatinya.
"Hiks Zahid udah makan belum sayang?" Kata Zaka dengan suara parau mengingat anaknya.
"Maaf mas, ini semua karena aku" kata Arexa.
"Kita pindah ke apartemen aku ya sayang? Aku nggak kuat liat pelayan sama bodyguard di mansion ini, bawaannya pengen marah terus sama mereka" kata Zaka dengan posisi masih mendekap Arexa.
"Tapi mas, anak yang di bawa kemari gimana?" Kata Arexa.
"Kita cuman pindah sayang, kita nggak nelantarin mereka, kan masih ada yang jagain" kata Zaka "lagian nanti kalau Ipe sama Cece mau nikah boleh ajak suaminya tinggal di sini, kita tinggal di apartemen aku aja, di sana juga lumayan luas kok buat kita, mau ya?" Bujuk Zaka.
"Yaudah, Aku ikut mas aja" jawab Arexa.
"Makasih, makasih untuk semuanya" kata Zaka.
"Makasih juga mas" jawab Arexa. "Terus gimana sama Zahid mas? Gimana kita cari dia?" Kata Arexa.
"Aku udah suruh orang buat nyariin, kita berdoa aja semoga Zahid bisa di temukan dengan cepat" kata Zaka.
"Kita kapan pindah mas?" Tanya Arexa.
"Nanti sore" jawab Zaka. "Aku udah nggak kuat tinggal di sini sayang, aku nggak kuat liat pelayan" kata Zaka.
"Iya mas gpp, yaudah aku mau beresin baju yang mau di bawa dulu" kata Arexa.
__________
Sore hari, sesuai kesepakatan Zaka dan Arexa pindah ke Apartemen, saat ini Keduanya telah berada di depan mansion, para bodyguard dan pelayan mengantarkan kepergian mereka.
"Saya permisi ya, entar sekali kali saya bakalan main ke sini" kata Arexa.
"Iya non, baik baik ya, maafin kita juga" kata mereka.
"Kak Rexa ninggalin Rafa?" Kata anak kecil itu.
"Maaf ya Rafa, kakak nggak bisa tinggal di sini, jadi rafa belajar yang rajin ya! Nanti ada guru yang datang buat ngajarin Rafa biar jadi anak yang pintar" kata Arexa menghibur anak itu.
"Iya kak" sahut Rafa dengan lesu.
Sementara Zaka hanya memandang mereka datar, kalau bukan karena Arexa, Zaka sudah akan pergi tanpa melihat wajah penghuni Mansion itu lagi.
Barang yang akan mereka bawa sudah di masukkan ke mobil, Arexa telah duduk di kursi penumpang di samping kemudi, Zaka yang menggendong kedua bayi mereka memberikannya pada Arexa lalu menuju kursi kemudi, mengemudikan mobil menuju Apartemen.
"Kita ke rumah mama Zakia dulu ya mas" kata Arexa.
"Iya Sayang" jawab Zaka.
...--End--...
...\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=...
Yee akhirnya tamat 😅🤯🥳🎉
Kemarin nggak update karna kalian nggak nagih :v 😂
See You ❣️