Arexa'S System

Arexa'S System
ZS~13 (Proses Kembali)



...# Happy Reading #...


...Sedikit 18+ Yg belum cukup umur baca ajah :-)...


_____________


Zaka benar-benar melakukan hal yang ia janjikan pada Zifa, Vocanicoxa High School telah rata dengan tanah, sekolah bertaraf internasional telah hilang hanya tersisa nama dan sejarah.


Banyak pihak yang menyayangkan atas perubuhan bangun sekolah itu, seluruh siswa juga telah di pindahkan ke sekolah lain. Namun tidak dengan murid beasiswa.


5 orang murid beasiswa di pindahkan ke Asrama di Mansion Area untuk belajar bersama Regan dkk juga Zifa.


Banyak yang bertanya mengapa sekolah mewah itu di hancurkan begitu saja, beberapa rumor mengatakan lahan sekolah akan di bangun perusahaan Von.inc.


______________


Seminggu berlalu sejak kedatangan Ayora/Said. Tubuhnya yang dalam kondisi Vegetatif telah berada di mansion Arexa.


Zaid belum berani melakukan hal yang memalukan menurutnya, jadi selama seminggu ini ia masih menjadi Ayoa.


Ding


Dong


Bel mansion berbunyi.


"Iya" sahut seorang pemuda dari dalam dan berjalan menuju pintu.


Ceklek


Di hadapannya ia bisa melihat tuan Gyllenhaal, Ny Gyllenhaal serta Megan yang datang berkunjung.


"Ada yang bisa saya bantu tuan?" Tanya pemuda itu.


"Kami ada perlu dengan tuan Vocanicoxa" jawab tuan Gyllenhaal.


"Sudah buat janji tuan?" Tanya pemuda itu lagi.


"Siapa nak?" Sahut seorang wanita paruh baya dari belakang pemuda itu.


"Ini buk ada tamu" jawab pemuda itu.


Wanita paruh baya itu berjalan mendekat.


"Ada apa pak?" Tanya wanita paruh baya itu yang tak lain adalah bu Tina. Sedangkan pemuda yang berbicara padanya adalah anaknya Yahya.


"Kami ada keperluan dengan tian Vocanicoxa" kata tuan Gyllenhaal.


"Ahh mari, silahkan masuk" jawab bu Tina mempersiapkan "Yaya panggil tuan dulu" lanjutnya pada Yahya.


"Iya buk" balas Yahya.


Yahya berjalan menuju lantai 2 dimana keluarga Zaka sedang bersantai di bioskop mini di sana.


Tok


Tok


Tok


Pintu di ketuk olehnya.


"Ada apa Ya?" Tanya Zahid.


"Itu bang ada tamu, katanya ada urusan sama tuan Zaka" kata Yahya.


"Emang siapa?" Tanya Zahid.


"Aku nggak tau bang, mereka bertiga 1 laki-laki dan 2 perempuan" jawab Yahya.


Zahid langsung teringat akan perjanjian mereka dengan tuan Gyllenhaal.


"Ya, baiklah aku panggil Daddy ku dulu kamu boleh duluan" kata Zahid.


Setelah Yahya pergi, Zahid kembali masuk ke bioskop mini, di sana ada Zaka, Arexa, Zifa, dan Ayora.


"Dad, sepertinya ayahnya Ayora udah datang" kata Zahid.


"Udah datang?" Tanya Zaka.


"Iya Dad, Sekarang gimana?" Tanya Zahid.


Zaka melihat ke arah Ayora yang sudah memperhatikan pembicaraan keduanya.


"Kamu segera lakukan tugasmu, kita langsung saja nikahkan kamu" kata Zaka pada Zaid.


"Sekarang suruh orang buat jemput orang yang akan menikahkan mereka, juga perangkat pengurus lingkungan" kata Zaka pada Zahid lalu beranjak sambil menggandeng tangan Arexa turun.


"Ini gimana Kak? Aku beneran harus lakuin itu? Apa nggak ada cara lain?" Tanya Zaid penuh harap.


"Nggak ada" jawab Zahid.


"Huffft yaudah" Zaid berjalan dengan malas menuju kamarnya di lantai 3 ia menempati kamar no 3 di sana.


Sedangkan Zahid mengajak Zifa untuk turun setelah menghubungi Fatah untuk menyiapkan apa yang Zaka perintahkan.


Setelah mengunci pintu, Ayora duduk di sisi ranjang menatap dalam wajah Zaid. dengan perlahan membuka infus yang terpasang.


"Gue tampan juga ya, mirip banget sama daddy" gumam Zaid.


"Ini beneran gue harus perkossa tubuh gue sendiri?" Gumam Zaid lagi.


"Lakuin nggak ya?" Kata Zaid masih ragu.


"Oke Zaid semangat, demi kembali ke tubuh lo" kata Zaid menyemangati dirinya sendiri.


fyi : di sini jiwa Zaid yang melakukan semuanya ya :v cuman pake nama Ayora biar nggak pusing.


Ayora mulai menyibak selimut yang menutupi tubuh Zaid, dan bisa ia lihat Zaid menggunakan piyama longgar.


"Kok gue merasa tersolimi ya?" Gumam Ayora.


Tangan Ayora mulai bergerak menurunkan Celana piyama, dan dapat ia lihat kepunyaannya sendiri yang tengah tertidur.


Tangan Ayora bergerak ke sana dan mulai mengelus area Zaid dengan jari lembutnya.


Perlahan tubuh Zaid merespon, kepunyaannya juga telah bertambah ukurannya.


"Lumayan besar" gumam Ayora memandangi miliknya sendiri.


"Astaga ini beneran mau gue lakuin? Umur gue masih 17 tahun, beberapa bulan lagi masuk 18 hufft gue masih di bawa umur" gumam Ayora yang masih tak percaya.


"Ayo lakukan" Ayora mulai menurunkan pakaian yang menutupi bagian bawahnya dan langsung saja ia membuka kaki di atas tubuh Zaid yang tengah terlentang dengan posisi miliknya yang merapat di perut.


Ayora mengarahkan miliknya sendiri ke tubuh bagian bawahnya dan memaksa benda pusaka nya masuk.


"Auhhh kok nggak bisa masuk sih? Mana sakit lagi" gumam Ayora.


Sebenarnya Ayora merasakan sakit karena belum melakukan pemanasan sehingga kepunyaannya masih kering.


"Kayaknya harus di basahi dulu ya?" Gumam Ayora, ia meludahi tangannya sendiri kemudian mengusap miliknya agar ludah itu membasahinya.


Ahhhh


"Njirr kok enak gini?" Gumam Ayora terbawa suasana hingga ia mulai memainkan miliknya dengan tangannya sendiri, sesekali ia memasukkan jarinya ke lubang kecil di sana.


Ahhhhhh


Ayora mulai menggerakkan jarinya dengan cepat sambil terus menggesekkan tubuhnya pada pusaka Zaid yang masih setia menunggu untuk masuk.


"Ouhh enak banget njirrr" gumam Ayora.


"Ouhhhh" Ayora kembali melenguh panjang saat mencapai puncaknya, tangannya sudah basah akibat cairan yang keluar dari miliknya.


"Oke, lo pasti bisa Zaid, ambil keperjakaan lo sendiri" gumam Ayora.


Tangannya membawa pusaka di sana menuju inti miliknya, perlahan tapi pasti ia membenamkan senjata yang ternyata sangat pas dengan miliknya, tak terlalu besar juga tak terlalu kecil.


Ayora mulai menurunkan pinggang nya seiring dengan benda itu masuk.


"Ahhh sakit banget" gumam Ayora, tangannya mencengkram baju yang masih ia kenakan, begitupun dengan tubuh Zaid masih dengan baju piyamanya.


Mata Ayora memerah menahan sakit "Gini ya rasanya di perawanin, Astaga sakit banget, padahal belum robek" kata Ayora.


Pinggulnya terus turun hingga sakit yang luar biasa menjalar di area bawahnya. Bersamaan dengan itu darah mengalir dari intinya melalui senjata Zaid hingga sampai di sarang dengan dua telur di sana, sampai akhirnya mengotori seprai.


"Ssssshhht, Wow sakit banget njirr" gumam Ayora, ia terduduk dengan tubuh yang sudah menyatu sempurna.


"Ini udah kan? Kok belum balik?" Tanya Ayora bingung.


"Jangan jangan harus sampe pelepasan ya?" Gumam Ayora.


Dengan menahan rasa sakit, ia menggerakkan pinggulnya naik turun hingga lama kelamaan dirinya malah merasa kenikmatan yang luar biasa.


"Wahh enak banget, uhhh ouhhhhh ahhhhhh" gerakannya makin cepat sambil terus mendessah kenikmatan.


Posisi itu bertahan lama, karena tubuh Zaid tak dapat di gerakkan, jadilah percintaan yang Ayora lakukan sangat mirip dengan percintaan dengan mayat.


Merasakan kenikmatan yang bertambah berkali-kali lipat menandakan dirinya akan mencapai pelepasan, Ayora mulai mengacak acak gerakannya membuat tempo tercepat yang ia bisa.


Ahhhh


Ahhhh


Aouuuh


Ahhhhhha


Ahhh


Ayora kembali mencapai pelepasan hingga tak lama setelah dirinya yang duduk di atas dengan inti masih menyatu merasakan tembakan cairan hangat memenuhi miliknya.


Bersamaan dengan itu kesadarannya pun menghilang.


...\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=...


Rada-rada emmm jik jik nulis chp ini, tapi ya mau gimana lagi :-) hahahaha


See You ❣️