
...# Happy Reading #...
Setelah mendapat persetujuan dari Arexa, Zaka lekas berdiri menurunkan celananya kemudian mengangkat kaos yang ia kenakan sehingga sekarang ia berdiri di hadapan Arexa tanpa busana.
Arexa yang duduk di hadapan Zaka langsung di suguhkan dengan adik zaka yang sudah beranjak dewasa sedari tadi.
Tangannya terangkat memegangi adik dewasa Zaka.
Zaka menunduk melihat Arexa yang mendongak menatapnya, tangan Arexa mulai ia gerakkan naik turun di sana.
Ahhhh
Zaka menikmati gerakan tangan Arexa yang cukup lambat.
Zaka akan duduk di hadapan Arexa, namun Arexa malah menahannya untuk tetap berdiri.
"Jangan duduk dulu mas" kata Arexa.
Zaka menurut ia memejamkan matanya menikmati servis yang arexa berikan.
Perlahan tapi pasti, adik dewasa Zaka Arexa arahkan pada bibir pink nya, mencium setiap inci batang Adik dewasa Zaka.
"Ahhh Sayang berhenti menggodanya" kata Zaka.
Arexa tak menghiraukan ucapan Zaka, ia meng∆lum adik dewasa Zaka memasukkannya ke dalam mulutnya menjil@tinya seperti eskrim.
Arexa bermain liar dengan adik dewasa Zaka.
Zaka yang tadinya mendongak menikmati kecupan yang arexa berikan merasakan kehangatan di bawah sana, ia menunduk melihat Arexa yang sedang menikmati adik dewasa nya.
Tangan Zaka memegang tengkuk Arexa menggerakkan pingg∆lnya maju mundur ke dalam mulut Arexa.
"Ahhh sayang kau liar sekali" kata Zaka.
Setelah beberapa lama, Zaka yang melihat wajah menggoda Arexa mulai merasakan hasratnya yang sudah meletup.
"Aku mau keluar sayang" kata Zaka
Kemudian di susul dengan cairan kental manis yang ia tembakkan memenuhi mulut Arexa 🍺.
Zaka mencabut adik dewasanya kemudian tanpa permisi ia duduk di hadapan Arexa, kakinya ia luruskan memposisikan Arexa berada di antara pahanya.
Zaka mencium bibir Arexa dengan ganas keduanya berbagi cairan kental manis yang berasal dari mulut Arexa.
Cpok
Cpok
Cpok
Decap@n keduanya menjadi melodi di ruangan itu.
Tangan Zaka mulai membuka kancing piyama Arexa kemudian membuangnya ke sembarang arah.
Arexa tak menggunakan pak@ian dal@m ia memang terbiasa tidur tanpa itu.
Tubuh Arexa yang tengah hamil membuat kedua wilayah pegunungan Arexa menjadi lebih besar.
Ciuman Zaka turun ke leher Arexa yang seputih susu, terus turun hingga sampai di pegunungan pink di sana.
Zaka menatapnya berbinar.
"Cantiknya" kata Zaka sambil terus memandang pegunungan indah itu.
"Boleh Nen?" Tanya Zaka.
Arexa menggangguk sebagai jawaban.
Zaka mulai menikmati pegunungan pink Arexa dengan bibirnya yang tipis, sedangkan tangan Arexa meremas rambut kecoklatan Zaka melampiaskan kenikmatan yang Zaka berikan
Ahhhhh
Arexa mengeluarkan melodi indahnya.
Tangan kanan Zaka turun di hutan belantara menjelajahi pepohonan hitam yang sangat tipis di sana.
Tangannya mendapati sumber mata air Arexa yang sudah basah.
Zaka melepas mulutnya dari pegunungan Arexa kemudian mendorong Arexa agar berbaring.
Setelah berbaring, Zaka mulai menurunkan celana yang Arexa kenakan dan pandangannya langsung di suguhkan oleh lembah merah muda di sana.
Suasana kamar yang terang membuat pantulan cahaya mengenai lembah basah itu membuatnya menjadi berkilau.
Zaka menatapnya berbinar.
"Ini milikku" kata Zaka sambil Mencium lembah basah itu.
"Ini milikku" kata Zaka lagi mengecup p@ngkal p@ha Arexa.
"Semuanya milikku" Zaka terus menghujani area Arexa dengan kecupan.
Kemudian setelah puas, ia berhenti tepat di dekat goa yang ada di lembah itu.
Zaka memberi kecupan hangat lebih dulu, kemudian mel∆matnya dengan sangat rakus.
Ahhhhh
Arexa bernyanyi saat lidah Zaka bergerak naik turun dengan sangat cepat di bawah sana.
"Massss yeaahhhh" Arexa menarik rambut coklat Zaka, kedua kakinya sudah ia buka lebar lebar.
Setelah beberapa saat, Arexa berada di puncak kenikmatannya, Zaka yang mengetahui itu segera menghentikan aksinya.
"Dikit lagi mas" protes Arexa pada Zaka.
"Tadi kamu juga mainin aku" kata Zaka.
"Yaudah kalau nggak mau kita berhenti ajah di sini" balas Arexa.
"Ehhh jangan gitu dong sayang, yaudah sini" Kata Zaka.
Kemudian ia kembali menunduk menyesap lembah pink Arexa, saat mencapai *******,. Arexa melengkungkan punggung nya, kepalanya mendongak saat merasakan kenikmatan yang menjalar dari bawah sana.
"Ahhhhh" melodi Arexa.
Setelah itu di susul cairan kental manis yang keluar dari mata air di lembah itu 🍺 Zaka menikmatinya tanpa tersisa.
"Aku masuk ya sayang?" Tanya Zaka
Arexa mengangguk menyetujui.
Zaka mengarahkan Adik dewasanya pada mata air di lembah.
Adik dewasa Zaka perlahan-lahan terdorong masuk ke sana.
"Ahhh sempit sayang" Kata Zaka sambil terus berusaha mendorong miliknya.
"Masssh kok sakit ya?" Kata Arexa.
"Mungkin karna ini baru yang ke dua sayang" kata Zaka mencium kening Arexa.
"Ahhhkk" Arexa menjerit saat adik dewasa Zaka sudah terbenam sepenuhnya.
Zaka merasakan ada yang mengalir di sana, ia menjauhkan tubuhnya pada Arexa kemudian melihat adik dewasanya yang sudah terbenam.
Deg....
Seketika itupun Zaka kembali menarik Adik dewasanya keluar dari mata air Arexa
Ahhh
Arexa mengeluarkan melodi saat Zaka mencabut adiknya cukup Cepat.
"Sayang itu berdarah" kata Zaka.
Arexa bangun untuk melihat lembah miliknya.
"Kok bisa? Padahal waktu di hotel juga berdarah" kata Arexa.
"Sayang anak kita gimana?" Kata Zaka mulai panik.
[Ding!!!
Pill penyembuhan menyembuhkan segala macam luka ] notifikasi dari system yang datang tiba-tiba.
"Apa maksudnya system?" Tanya Arexa.
Zaka dapat melihat layar transparan itu secara terbalik.
[ Setiap meminum pil penyembuhan, luka Host akan kembali ke bentuk semula] jawab system.
Arexa mengangguk mengerti, saat selaput darahnya robek, system memprosesnya sebagai luka.
Arexa kembali menatap Zaka yang terlihat cemas memandangi aliran sungai kecil berwarna merah dari mata air.
"Udah Gpp Mass" kata Arexa, tangannya mulai mengarahkan Adik dewasa Zaka pada sumber mata Air.
"Gpp gimana? Itu kamu pendarahan sayang" jawab Zaka menolak masuk.
"Itu bukan pendarahan rahim mass jadi gpp" kata Arexa.
"Terus? Darahnya dari mana?" Tanya Zaka.
"Selaput darahnya" jawab Arexa kemudian menarik adik kecil Zaka untuk di benamkan.
"Hah? Bukannya itu cuma sekali saat pertama?" Tanya Zaka.
"Kan aku ada system masss, saat aku minum pil penyembuhan system menganggap selaput yang rusak adalah luka, makanya di perbaiki" jawab Arexa.
"Ahhhh" lanjut Arexa saat adik dewasa Zaka sudah kembali terbenam.
"Berarti setiap kamu minum pil itu aku serasa berhubungan sama peraw@n dong sayang?" Tanya Zaka menahan pinggang nya untuk membiarkan Arexa agar merasa lebih nyaman. tak dapat di pungkiri bahwa ia senang akan hal itu, Arexa benar-benar istimewa.
"Iya" jawab Arexa.
"Aku nggak tega sayang kalau setiap lakuin ini kamu kesakitan" kata Zaka.
"Gpp mas, aku senang kok bisa layani mas" jawab Arexa dengan senyumnya yang manis. "lagian cuma akan begitu kalau aku minum pil kok" lanjut Arexa.
Zaka sangat gemas melihat wajah Arexa dengan cepat ia menghujani wajah arexa dengan kecupan yang bertubi-tubi.
"Udah bisa gerak sayang?" Tanya Zaka kembali ke aktivitas nya.
"Iya mas" jawab Arexa.
Zaka menggerakkan pinggangnya dengan perlahan, sesekali ia melihat adik kecilnya yang berlumuran sedikit darah.
"Itu beneran gpp sayang?" Tanya Zaka.
Arexa mengalungkan tangannya pada pundak Zaka yang sedikit membungkuk.
"Gpp Mas ahhh" jawab Arexa.
Zaka mulai menaikkan tempo goyangannya, sesekali keduanya mengeram tertahan saat merasakan kenikmatan.
Zaka membaringkan tubuhnya, kemudian menarik lengan Arexa untuk duduk di atasnya.
"Goyang sayang" kata Zaka.
Arexa menurut ia menggerakkan pinggulnya menikmati adik dewasa Zaka.
Tangan Zaka berada di pinggang Arexa membantu nya naik turun.
Arexa yang merasakan akan mencapai puncak mulai melajukan gerakan.
"Mass aku mau keluar" kata Arexa.
"Kita sama sama sayang" jawab Zaka.
Zaka mulai mengambil permainan, tanpa melepaskan penyatuan, Zaka membaringkan Arexa memeluknya dari belakang.
Plak
Plak
Plak
Benturan Zaka dan Arexa bertambah cepat seiring dengan pompaan Zaka.
"Keluar sayang" kata Zaka
Ahhhh🍺
Ahhhh🍺
Keduanya keluar bersama, Zaka masih terus menggerakkan pinggangnya perlahan di mata air Arexa yang sudah benar benar licin.
Beberapa saat kemudian zaka menghentikannya, memeluk Arexa dari belakang, tangannya sibuk meremas pegunungan pink Arexa.
"Makasih sayang" kata Zaka "love You" lanjutnya.
Arexa tak membalas, Zaka tak menuntut Arexa membalasnya karena Zaka tahu arexa tengah kelelahan.
"Lanjut ya?" Kata Zaka.
Arexa tak menjawab, namun Zaka sudah lebih dulu menggerakkan pinggangnya menikmati tubuh istrinya hingga benar benar puas dan mencapai pelepasan entah yang ke berapa kali.
...\=\=\=\=\=\=\=\=...
Pil kesayangan suami :v wkwkwkwk.
Adik dewasa hahahah, dua kata yang berlawanan :v
Ahhhh 🍺
Like dong kok pelit banget sih :v
See You ❣️