Arexa'S System

Arexa'S System
Arexa's System~34



...# Happy Reading #...


Bukh


Auuhhhh.......


Gadis Cabe 1 itu menarik rambut Arexa dari belakang........


Arexa dengan cepat berbalik dan mendaratkan tendangan maut di wajah jelek Cabe 1 itu hingga tersungkur.


Tak puas dengan tendangan itu, Arexa kembali berdiri di samping Cabe 1


Bukh


Bukh


Bukh


"Berani lo sama gue hah?" Teriak Arexa sambil menendang tubuh Cabe yang sudah terkapar.


Ponsel yang menyiarkan siaran itu sudah berada di lantai sehingga tidak menyoroti Arexa, namun beberapa siswa mengambil rekaman dari ponselnya.


Bukh


Arexa membabi buta pelipis cabe 1 itu meninggalkan wajahnya yang sudah mengeluarkan darah dari hidungnya.


Arexa terus menendang pelipis Cabe 1 dengan keras hingga cabe 1 itu pingsan, kemudian berjalan menuju cabe 2 dan 3.


Krak


Aghhh


Krak


Aghhh


Tanpa bicara Arexa menyentak kakinya di kaki kedua cabe itu dan mendarat di tulang kering mereka hingga patah.


Tak mau berhenti, Arexa terus menghentakkan kakinya dengan marah pada tempat yang sama, emosi yang ia tahan dari tadi ia luapkan.


Sedangkan korbannya sudah hilang kesadaran.


Tak mempedulikan itu, kaki Arexa menghantam wajah keduanya seperti yang ia lakukan pada cabe 1.


Melihat keberingasan Arexa tak ada yang berani melerainya sedangkan sahabat Arexa sudah mencoba menenangkannya namun sama sekali tak di respon baik oleh Arexa.


Grep


Zaka yang sudah lama menunggu di parkiran datang dan langsung menerobos kerumunan memeluk Arexa menenangkannya.


"Lepasin" teriak Arexa yang belum menyadari siapa yang memeluknya.


"Shhhhht udah sayang, nanti dia mati, mau di penjara?" Tanya Zaka.


"Biarin"


"Kamu nggak sayang ya sama aku? Nanti nggak ada dong yang di ajakin uhu-aha kalau kamu di penjara" kata Zaka. "Kan nggak mungkin aku juga masuk penjara nemenin kamu, ntar nggak ada yang ngurus perusahaan" lanjut Zaka.


Arexa menjadi lebih tenang,mencoba mengumpulkan kembali kesadarannya yang sudah di kuasai oleh emosinya.


Zaka membalikkan tubuh Arexa, kemudian langsung menggendongnya Ala koala menuju mobil sembari menjaga perut Arexa agar tak terlalu terjepit.


Arexa yang lelah membenamkan wajahnya bak anak kecil yang di gendong orang tuanya.


Zaka berhenti sejenak menatap kerumunan orang di sana "Awas kalau ada yang berani menyebarkan video istriku akan ku hancurkan keluarga kalian" kata dingin Zaka.


Kemudian Zaka dan Arexa meninggalkan semua orang dengan segudang pertanyaan di kepala mereka.


Mobil Zaka kembali menuju mansion dengan keadaan sunyi. Zaka tak ingin membuka suara karena melihat mood ibu hamil itu sedang buruk.


Setelah beberapa saat, mobil mereka sampai di mansion.


Tanpa berkata Arexa masuk dan langsung menuju lift tanpa menunggu Zaka.


"Non Rexa kenapa tuan?" Tanya Bu Tina.


"Gpp Bu lagi nggak mood dia, saya susul dulu ya" kata Zaka.


Lift lebih dulu tertutup sehingga Zaka lebih memilih menunggu daripada harus melalui tangga.


Sampai di kamar, Zaka bisa melihat ibu hamil itu tengah berbaring di ranjang dengan posisi menghadap kanan sambil mengusap perutnya.


Zaka kemudian naik ke atas ranjang memeluk Arexa dari belakang mencium aroma keringat yang keluar dari tubuh Arexa, aroma yaang membuat Zaka kembali menginginkan Arexa.


"Kok marah sama aku sih?" Tanya Zaka pada Arexa yang sedari tadi mendiami nya.


Arexa membalikkan tubuhnya menghadap Zaka di bantu oleh zaka.


Cup


Kecupan di dapat Arexa di bibirnya.


"Kenapa hm?"


"Aku kesel sama mereka mas" jawab Arexa.


"Biarin aja kan dia nggak tau apa-apa" kata Zaka "mana nih istri aku yang santuy nya minta ampun?" Goda Zaka sambil menggesekkan hidung mancungnya.


"Ishhh" Arexa mendengus sambil mengerucutkan bibirnya.


Cup


Zaka melihat itu menjadi gemas sendiri, ia mendaratkan ciuman di sana kemudian mellumatnya dengan penuh gairah.


Arexa membalas lummatan Zaka yang menatapnya penuh permohonan.


"Mau rasa perawwan sayang" bisik Zaka dengan suara beratnya.


"Ihh nggak mau mas, sakit" tolak Arexa.


"Nggak kok, kan kita pelan pelan sayang" bujuk Zaka. "Mau ya?" Lanjutnya menatap mata Arexa.


"Mas..." Delik Arexa.


Zaka menampilkan puppy eyes nya.


"Nggak mau mas, sakit" tolak Arexa dengan suara lirih.


Membuat Zaka harus mengalah.


"Yaudah tapi kita olahraga ya?" Kata Zaka.


"Iya" jawab Arexa.


Dan terjadilah yang seharusnya terjadi.


...❣️...


Ig sedang ramai membahas berita mengejutkan dari seorang influencer dengan 5jt pengikut, siapa lagi kalau bukan Arexa.


Pembawaan yang ramah saat melakukan siaran live benar benar menutupi sisi dirinya yang lain.


Banyak yang mencemooh Arexa, banyak pula yang meminta klarifikasi darinya.


Di tengah keributan itu, muncul sebuah artikel tentang Arexa dari seorang akun pengguna.


+Influencer Arx_Drx telah melakukan pernikahan 3 bulan yang lalu dengan presdir Von.inc+


Artikel itu di dukung dengan foto saat Arexa dan Zaka berada di depan gedung KUA.


Beruntung yang mengambil foto mereka waktu itu adalah fans salah satu manusia yang tadi bergulat di pulau kapuk.


Setelah Artikel itu muncul, semakin banyak yang penasaran dengan kehidupan Arexa, mereka mendesak untuk melakukan klarifikasi.


Namun masih banyak berita miring lainnya tentang Arexa dan Zaka hingga berimbas pada perusahaan yang mengalami penurunan.


Salah satunya berita mengenai Zaka selingkuh dari kekasihnya Frisa.


Zaka terbangun akibat dering ponselnya yang sudah berada di lantai, berserakan bersama pakaian kantor juga seragam sekolah Arexa.


Dengan tubuh polosnya, ia menarik selimut menutupi tubuh Arexa kemudian berjalan menuju Hpnya yang ada di lantai.


Belalai bawahnya yang sedang tertidur bergoyang kesana kemari seiring dengan langkahnya.


"Halo" kata Zaka.


-Bos perusahaan terancam kalau begini, sebaiknya segera lakukan Klarifikasi-


"Ada apa Gerald, apa masalahnya?" Tanya Zaka.


-Kau tak melihat berita? Arexa lagi heboh di banyak media- kata Gerald.


"Aku tak melihatnya karena sedang menikmati dunia ini" jawab Zaka.


-Jangan bilang sekarang kau menikmati tubuh istrimu- tebak Gerald.


"Apa masalahnya? Kan dia istriku" jawab Zaka. "Makanya segera menikah" lanjutnya.


-Ya bos selalu benar, sekarang bisakah bos kesini?- kata Gerald.


"Tunggu, aku berangkat" kata Zaka


Tut


Zaka berjalan mendekat ke arah Arexa yang masih terlelap. Hanya melihat Arexa yang tertidur membuat Zaka terpancing.


Belalai gajah yang menggantung di sana tiba-tiba memanjang dan akhirnya ingin di tuntaskan saat melihat wajah manis Arexa.


Tanpa permisi, Zaka menyingkap selimut yang sudah ia kenakan di tubuh Arexa kemudian memposisikan diri di bawah Arexa.


Zaka menyusuri lembah Arexa dengan lidahnya setelah ia memposisikan agar lembah itu dapat ia akses dengan lidahnya.


Setelah di rasa cukup licin, Zaka bersiap melesatkan belalainya pada goa Arexa yang sudah ia belai agar mengeluarkan ****** *****.


Arexa yang setengah sadar hanya mampu kembali tertidur dan membiarkan Zaka menuntaskan keinginannya.


Setelah lama menggerakkan pinggulnya, Zaka sebenarnya masih ingin melanjutkan kegiatannya namun ia teringat dengan Gerald yang sedang menunggunya.


Zaka melepas penyatuan kemudian mencium bibir Arexa.


"Aku mau pergi sebentar ya sayang" Bisiknya.


"Hmmm" jawab Arexa setengah sadar.


Cup


"Istri Candu ku" kata Zaka setelah mencium kening Arexa.


Zaka kembali menarik selimut menutupi tubuh Arexa kemudian menuju kamar mandi bersiap menuju kantor dimana Gerald yang sudah menunggu.


Setelah Zaka pergi, Arexa berusaha untuk mengumpulkan kesadarannya ia beranjak menuju kamar mandi mengambil kaos hitam, celana berbahan kulit berwarna hitam, jaket kulit, dan sepatu boot dengan hak 7cm sebatas lutut.


Tak lupa kacamata hitam yang bertengger di hidung mancungnya. Arexa mengambil ponsel dan tas tangan persegi panjang yang juga berwarna hitam.


Rambut hitam yang panjangnya melewati pinggangnya ia ikat menjadi satu.


Penampilan Arexa sangat misterius, hak sepatunya tersentak seolah ia bukan wanita hamil.


Arexa pergi bersama Leon untuk melakukan tes pada anggota Qinlin di Villa sesuai janjinya.


"Queen" kata Leon menyerahkan ipad pada Arexa.


Arexa menerima ipad yang memperlihatkan beberapa data orang yang menjadi menurunnya harga saham di tiga perusahaan besar yang di pimpin suaminya.


"Dia sudah di tangkap?" Tanya Arexa.


"Ya Queen dia berada di ruang bawah Villa" jawab Leon.


Arexa menggangguk dengan seringai indah yang memperlihatkan deretan gigi putih dan rapih di wajahnya.


...\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=...


Tebakan pembaca nggak ada yang benar ya:v jadi Arexa nggak di tolong sama Zaka, tapi dia melawan :v dia kan cewek bar-bar, terus masa bos mafia rambutnya di tarik langsung jatuh sih? kan aneh :v wkwkwkwk


'Mau rasa perawwan Sayang' 🤤


See You ❣️