Arexa'S System

Arexa'S System
Arexa's System~21



...# Happy Reading #...


Seperti pagi sebelumnya, Arexa terbangun kemudian menyelesaikan misi hariannya dengan melakukan senam ringan di kamarnya.


Setelah mendapat notifikasi dari System ia bergegas membersihkan diri untuk berangkat ke sekolah, hari ini adalah hari senin.


Arexa turun menggunakan lift menuju lantai bawah.


"Pagi" sapa Arexa saat melihat tiga orang di dapur sedang menyiapkan makanan.


"Pagi Non" kata mereka.


Arexa duduk di meja makan untuk memulai sarapan paginya.


"Kalian usah makan? Kalau belum sini makan sama saya" kata Arexa.


Bu Tina sudah terbiasa dengan perlakuan seperti itu, berbeda dengan Cece dan Kak Ipe.


"Bukannya kalau pembantu makannya terakhir ya" kata kak ipe.


Arexa tersenyum.


"Temani saya, saya makannya sendiri" kata Arexa.


"Orang tua Non?" Tanya Cece dengan spontan.


Bu Tina menyiku Cece yang berada di sampingnya.


"Saya tidak punya" jawab Arexa santai.


"Maaf Non" kata Cece


"Gpp sini makan" kata Arexa. "Pak Hasan mana bu?" Tanya Arexa.


"Katanya mau makan bareng Leon aja non sama yang lain" jawab bu Tina.


Arexa mengangguk kemudian melanjutkan makannya, setelah selesai ia berpamitan untuk berangkat ke sekolah.


Arexa berada di garasi Mansion berjalan menuju mobil mewah yang akan ia kemudikan hari ini. Mobil BMW i8 menjadi pilihannya.


Sampainya di sekolah, dengan anggunnya arexa turun dari mobil nya.


Banyak murid menatap ia iri.


Kabar kekayaan Arexa telah tersebar ke seluruh sekolah saat Amanda di keluarkan dari sekolah akibat kelurganya tak mampu membayar biaya sekolah.


Setelah di telusuri warga sekolah mendapati jika Arexa adalah pemilik perusahaan besar.


Arexa berjalan ke kelasnya.


"Pagi Xa"


Banyak salam yang ia terima dari para lintah sekolah.


Arexa tersenyum membalas sapaan mereka, sesekali ia menggangguk.


Arexa tiba di kelasnya, di dalam ia bisa melihat ketiga sahabatnya sedang bergosip ria.


"Pagi manusia laknat" sapa Arexa.


"Pagi anak setan" jawab ketiga sahabatnya.


Arexa duduk di bangkunya setelah meletakkan tasnya di sisi bangku.


"Ada apa?" Tanya Arexa.


"Katanya si Arga udah ada pacar Xa" kata Hana.


Arexa menaikkan sebelah alisnya. Kemudian pandangannya beralih ke arah Viana.


Viana mengedipkan sebelah matanya sebagai jawaban.


"Kalian tau siapa?" Tanya Arexa.


"Nggak, Arga cuman posting foto dia lagi pegang tangan cewek, terus caption nya My Sweetie" jelas Meisa.


"Yaudah sih, lagian kalian juga udah ada pasangan kan?" Keduanya mengangguk.


"Lo kayaknya makin sejahtera deh Xa, kayaknya gendutan deh" celutuk Hana yang terus memperhatikan Arexa.


"Masa Sih? Kayaknya Nggak deh" elak Arexa.


"Menurut gue lo juga gendutan deh Xa" sahut Meisa.


Viana mengangguk menyetujui.


"Padahal tiap hari gue senam loh kalau pagi" jawab Arexa.


Dari arah belakang mereka datang seorang pemuda.


"Pagi Xa" sapa orang itu.


"Pagi Ken" jawab Arexa pada orang itu yang tak lain adalah Kenan.


Entah kebetulan atau di sengaja, Kenan berada sekelas dengan Arexa dkk.


"Udah sarapan Xa?" Tanya Kenan mengambil duduk di sisi lain Arexa. Jadilah Arexa berasa di antara Kenan dan Hana.


"Udah" jawab Arexa.


Kenan Mengangguk sebagai jawaban.


Ketiga sahabatnya nampak memperhatikan, sudah menjadi hal yang biasa melihat perhatian kecil yang Kenan berikan.


"Ntar kita makan bareng ya kalau jam istirahat ada yg pengen gue omongin, berdua" kata Kenan.


Belum sempat menjawab, Bell tanda upacara akan di mulai malah berbunyi memotong pembicaraan mereka.


Arexa dkk menuju lapangan untuk melakukan upacara bendera.....


Setelah upacara mereka mebali ke kelas menunggu pelajaran pertama di mulai.


Guru pengajar masuk......


"Kalian masih ingat kan? Sebulan lagi kalian akan ujian kelulusan" kata guru pengajar.


"Iya bu" sahut mereka kompak.


"Saya Harap nilai ujian kalian dapat menunjang untuk bisa masuk ke dunia perkuliahan" setelah mengatakan itu, guru tersebut pun keluar dari kelas Arexa.


Arexa dkk bersiap untuk menuju kantin, namun Kenan lebih dulu mencekal tangan Arexa.


"Ikut gue Xa" kata Kenan.


Hufff


Arexa membuang nafasnya kasar lebih dulu, kemudian menatap sahabatnya yang menunggunya.


Sahabat Arexa meninggalkan Arexa bersama Kenan di kelas, hanya tinggal mereka berdua.


Kenan menarik tangan Arexa untuk duduk di bangkunya ia mengambil bangku Arexa untuk ia duduki di sisi mejanya.


"Pasti belum makan kan Xa?" Tanya Kenan sambil mengambil bekal makanan yang ia bawah di tasnya.


Kenan membuka bekal makanan miliknya, meletakkan di hadapan Arexa.


"Di makan Xa" kata Kenan memberi sendok untuk Arexa.


Arexa mengambil sendok itu tanpa ada niatan untuk menolak sekarang ia sudah benar-benar lapar.


Kenan menatap Arexa yang sedang makan dengan penuh binar di matanya.


"Ini minumnya Xa" kata kenan menyodorkan botol minuman.


Arexa kembali mengambil botol air itu setelah ia menyelesaikan makannya.


"Udah kenyang Xa?" Tanya Kenan.


"Iya, Makasih ya" jawab Arexa.


Kenan mengambil kotak bekal miliknya dari Arexa memakan sisa makanan yang Arexa tak habiskan.


Tanpa rasa jijik ia memakan makanan itu. Kemudian minum di botol yang sama dengan Arexa.


"Kok di makan?" Tanya Arexa.


"Ya kan gue belum makan Xa" jawab Kenan.


"Lah terus ngapain ngasih ke gue?" Tanya Arexa.


"Hehe mau aja, gue ikhlas kok" kata Kenan.


Keduanya terdiam untuk beberapa saat hingga Kenan membuka suara.


"Xa... setelah lulus lo mau lanjut kuliah di mana?" Tanya Kenan.


"Nggak tau, kayaknya nggak lanjut" jawab Arexa.


"Kenapa nggak lanjut?"


"Mau kerja aja, lagian cita-cita gue cuman pengen jadi orang kaya dan itu udah terwujud, sekarang gue tinggal nikmati dan ngembangin kekayaan gue" jawab Arexa.


Kenan Mengangguk mengerti dengan keinginan Arexa.


"Kalau gitu setelah lulus lo nikah aja sama gue" kata Kenan.


Arexa menatap Kenan "Cerita nya lo lamar gue?" Tanya Arexa.


"Iya, gue udah tertarik sama lo waktu pertama ketemu Xa" jawab Kenan.


"Kalau gitu gue tolak" jawab Arexa.


"Kenapa? Biar nanti gue bantu ngembangin kekayaan lo, gue juga anak orang kaya kok, papa gue punya perusahaan" kata Kenan.


"Lo bisa? Lo musti kuliah dulu, ketemu banyak cewek di luaran sana" jawab Arexa.


"Jadi lo takut kalau gue selingkuh gitu?" Tanya Kenan.


Arexa membenarkan dengan mengangguk.


"Kalau gitu gue nggak kuliah aja, gue bakal langsung kerja di perusahaan papa" jawab Kenan.


Arexa terdiam mendengar jawaban Kenan, sebenarnya itu hanya sebuah alasan untuk menolak Kenan.


"Kisa sahabatan aja" jawab Arexa.


"Lo tau kan Xa, nggak ada persahabatan cewek dan cowok kalau di antara mereka nggak ada rasa salah satunya" jawab Kenan.


"Lo benar, lo suka gue bukan berarti gue suka lo" kata Arexa.


Kenan diam tak menjawab.


"Jadi lo nggak ada rasa sama gue Xa?" Tanya Kenan.


Arexa menggangguk, ia sudah menutup hatinya untuk seseorang saat ini.


"Oke, setidaknya kasih gue kesempatan buat luluhin hati lo, biar lo suka sama gue" kata Kenan.


"Jangan, gue nggak sanggup kalau lo tau kebenaran tentang gue lo nggak bisa nerima gue apa adanya" jawab Arexa.


"Yaudah sekarang bilang aja, biar kalau gue nggak sanggup gue bisa mundur sekarang juga, sebelum gue benar benar jatuh ke dasar yang paling dalam" jawab Kenan.


Arexa menatap Kenan "Gue nggak sanggup bongkar aib gue sendiri, lo boleh tanya sama Hana" kata Arexa.


Tak lama beberapa siswa masuk kedalam kelas hingga percakapan keduanya harus terhenti, tak lama sahabat Arexa juga datang.


"Udah makan Xa?" Tanya Hana.


"Udah Na" jawab Arexa.


...\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=...


See You ❣️