
...# Happy Reading #...
Setelah makan siang keluarga Gyllenhaal termasuk megan akhirnya pulang menuju hotel terdekat, Zaid selaku menantu tak menghiraukan kepergian mertuanya termasuk Zaka yang bodo amat tanpa mau mengajak mereka untuk di mansion mereka yang sebenarnya penuh dengan kamar kosong.
"Kamu nggak pulang?" Tanya Zaka sinis pada pemuda di hadapannya.
Saat ini mereka hanya berdua di ruang Tamu, sedangkan yang lain sudah pergi dengan urusan masing-masing.
"Hehe Nggak Dad, aku mau nginep aja" jawab Regan yang masih betah di kediaman Arexa. "Lagian di rumah juga nggak ada siapa-siapa" lanjutnya tersenyum paksa.
Zaka yang sebenarnya masih memiliki sedikit rasa empati pada dirinya hanya mampu untuk mengizinkan.
"Gimana paman kamu udah ketemu?" Tanya Zaka. Sejak kematian kedua orang tua Regan, terduga pelaku tak menampakkan batang hidungnya sama sekali.
"Nggak tau, aku udah buat laporan ke polisi tapi mereka nggak ambil tindakan karena nggak ada bukti" jawab Regan lesu.
"Mau saya bantu?" Tawar Zaka.
"Nggak usah, ini masalahku dad nanti bila aku udah mampu, aku bakal cari dia sendiri" kata Regan.
"Terserah" kata Zaka agak ketus.
3Z berjalan mendekat dari arah tangga lantai dua, sepertinya mereka bertiga bersama menghabiskan waktu di sana. Tak lupa Ayora yang selalu mengekor Zaid.
"Kita mau keluar Dad" kata Zahid meminta Izin.
"Mau kemana son?" Tanya Zaka
"Jalan-jalan, ajakin kak Zahid sama Kak Ayora" sahut Zifa menjawab.
"Iya, jalan-jalannya di mana sayang?" Tanya Zaka.
"Main ke mall mungkin?" Jawab Zifa
"Emang pernah main ke mall?" Tanya Zaka.
Dengan polos Zifa menggeleng "belum Dad" jawabnya.
Sedikit rasa bersalah pada diri Zaka saat melihat raut lesu yang di tampakkan Zifa, jika saja ia tak menyembunyikan kekayaannya mungkin anaknya itu sudah hidup dengan sangat bahagia.
"Boy? Kamu pernah main ke mall?" Tanya Zaka pada Zaid.
"Pernah Dad, sama Regan" jawab Zaid.
Pandangan semuanya langsung tertuju pada Regan yang asik menatap wajah Zifa.
"Ayo kak ikut" Ajak Zifa.
"Boleh dad?" Regan meminta Izin pada Zaka.
"Hmm" sahut Zaka memberi Izin. "Jangan bikin Zifa lecet, kalau tidak kalian-" Zaka melihat ke arah pemuda di sana sambil menggerakkan jari jempolnya seolah memotong lehernya sendiri.
"Nggak akan Dad" jawab Regan percaya diri.
______________
Mall
Keenam remaja itu tiba di Mall dengan mobil mereka, Regan membawa mobil dengan Zahid di sebelahnya kedua pemuda itu tak ada yang berbicara selama perjalanan.
Regan yang masih canggung dengan Zahid, sementara Zahid malah memikirkan kakeknya saat melihat wajah Regan.
Nama Regan mengingatkan pada panggilan kesayangan Kakeknya yang ada di Roma-Italia.
Zaid duduk di belakang Zahid dengan Ayora yang berada di tengah.
"Mau kemana dulu?" Tanya Regan lembut pada Zifa yang sudah keluar dari mobil.
"Nggak usah di gandeng" ketus Zahid melihat Regan yang akan meraih tangan adiknya.
Regan dengan canggung menggaruk tengkuknya, aura Zahid tak main-main, dia saja sampai tak berkutik.
"Emmm kayaknya ke toko perhiasan aja deh, kak Zaid belum kasi cincin buat kak Ayora" jawab Zifa. "Gimana kak?" Lanjutnya pada Zaid.
"Sebenarnya sih aku mau aja, tapi belum ada duit" jawab Zaid sambil menggaruk tengkuknya.
"Lah kan ada uangnya Daddy" jawab Zifa bingung.
"Emm kakak maunya beli pakai uang sendiri" jawab Zaid.
"Lah sama aja, sama sama pakai uang kan?" Kata Zifa.
"Zifa, Kamu nggak ngerti? Dia itu mau kalau cincin yang di pake sama Ayora murni dari dia, nggak ada campur tangan dari siapapun" kata Zahid menjelaskan.
Zifa langsung mengangguk mengerti "Emm yaudah kak, kita beli duku aja, ntar kalau kakak udah ada uang baru beli yang baru, setidaknya buat liatin ke orang kalau kak Ayora udah nikah, entar kalau ada yang suka gimana?" Kata Zifa memaksa ternyata ia menurunkan sifat pemaksaan Zaka.
"Yaudah yuk" kata Zaid menggenggam tangan Ayora.
Regan memimpin jalan menuju stand dimana perhiasan di jual.
Sampainya mereka di sana, banyak ibu-ibu sosialita yang sedang berburu barang unlimited yang pastinya harga selangit.
Zifa menarik lengan Ayora menuju stand tempat cincin berada.
"Mau yang mana kak?" Tanya Zifa.
"Em biar Zaid aja yang pilih" jawab Ayora.
Zaid yang ada di sampingnya melangkah maju dan mengamati setiap cincin di sana.
"Itu aja" tunjuk Zaid pada sepasang cincin berwarna silver.
"Mba, cincinnya" kata Zifa pada seorang pelayan di sana.
"Mau yang mana mba?" Tanya si pelayan.
"Itu" Zifa menunjuk cincin yang di dimaksud Zaid.
Pelayan itu meletakkan kotak cincin itu di hadapan Zifa dan Ayora.
"Bahannya Emas putih Kak, harganya cuman 5 jt untuk masing-masing cincin kalau kakak mau ambil 2 kami akan menerima pembayaran 8Jt 500" jelas Si pelayan.
Jiwa hemat Zifa dan Zaid tiba-tiba menyeruak, sedangkan Zahid dan Regan melihat cincin itu hanya sekilas.
"Harga segitu okelah" Kata Zahid dingin.
"Mahal gimana? Itu udah murah" jawab Zahid.
"Mahal kak"
"Iya, kayaknya kemahalan deh" tambah Zaid.
"Nggak mahal itu, biar Regan yang bayar" kata Zahid ringan tanpa beban.
"Lah kok gue?" Kata Regan tak terima.
"Nggak mau?" Zahid tak mengeluarkan ancamannya, tapi bola matanya terputar ke arah Zifa.
"Ma-mau kok" jawab Regan kemudian mengeluarkan dompetnya mengambil kartu berwarna emas dari sana.
"Kirain warna item" sinis Zahid.
"Nggak usah di bayar Re, gue bawa Atm dari Daddy gue kok" tahan Zaid sambil mengeluarkan kartu berwarna hitam dari dompetnya.
Zahid melirik sinis penuh ejekan pada Regan.
"Duit anaknya aja belum di kalahin gimana mau ngalahin duit emaknya" ejek Zahid.
Regan hanya diam tak mampu menjawab ejekan pedas dari mulut Zahid.
"Wessss porotin harta orang lagi lo anak miskin?" Celutuk seseorang yang terlihat seumuran dengan mereka.
"Ini yah, dari dulu tuh gue udah pengen banget kasi tau sama lo ya Re, nih anak beasiswa bukan anak baik-baik" lanjutnya mengomel.
Sedangkan yang di omeli hanya menatap datar.
Zahid menatap tak suka pada perempuan yang meneriaki dan mengatai adiknya.
"Napa diem hah? Kalian jangan mau Deket-deket sama orang miskin ini, cuihhh simpanan om-om" kata perempuan itu mengakhiri kalimatnya, dan tanpa di duga.
Plak
Tamparan mendarat di pipi mulus Zifa tanpa bisa dielakkan.
Regan melototkan matanya begitu pula dengan Ayora dan Zaid.
Sedangkan Zahid menatap perempuan itu penuh dengan aura pembunuh, siap menghancurkan hidupnya.
"Enak?" Tanyanya, Zifa masih terdiam menatap lantai meresapi rasa perih yang menjalar di pipinya.
Saat Regan akan membantunya, Zifa mengangkat tangan kanannya pertanda tak butuh.
Tatapan menghunus Zifa layangkan pada perempuan itu.
"Lo ada masalah apa sama gue?" Kata Zifa dingin.
Perempuan itu sedikit takut dengan perubahan Zifa sejak terakhir kali bertemu.
"Cih, Sekarang lo ngejalaang kan? Karna sekolah tempat beasiswa lo udah di cabut" Ejek perempuan itu. "Mungkin ikut nyokap lo jual dir-"
Plak
Dengan marah Zifa membalas tamparan perempuan itu.
"L-lo berani?" Kata perempuan itu tak percaya.
Plak
Zifa tak menjawab dan kembali memberikan tamparan di wajah Perempuan yang menghinanya.
"Awas aja lo kal-"
Plak
Zifa lagi lagi membuat tanda merah di pipi perempuan itu.
Ahkkkk
Perempuan itu memekik dengan emosi yang sudah mendidih.
"Liat aja, gue bakal hancurin idup lo ingat aja, lo bakal jadi santapan om-om di club" kata perempuan itu kemudian beranjak dari sana.
Zahid tersenyum misterius melihat punggung Perempuan itu yang semakin menjauh "Terkabulkan" katanya.
"Dia Kyora kan?" Tanya Regan.
"Yora juga?" Zahid melirik ke arah Ayora.
"Iya, mungkin Authornya nggak ada nama lain" jawab Zaid.
"Dia kenapa marah marah gitu Zifa?" Tanya Zahid.
"Dia emang sering gitu pas di sekolah, aku nggak berani lawan waktu itu karena takut Daddy sama mommy kena masalah" jawab Zifa.
"Itu pipinya sakit nggak?" Tanya Zahid melihat pipi Zifa yang sedikit lebam.
"Nggak kok" jawab Zifa.
Zahid melirik ke arah Regan, dan tersenyum menyeringai.
"Nanti kalau Daddy liat pasti marah" kata Zahid, padahal ia bisa memberi pil penyembuhan agar pipi Zifa tak menampakkan lebamnya.
Regan yang mendengar itu jadi keringat dingin, teringat janjinya pada Zaka di mansion.
...\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=...
Jujur aja nih yeee, ekhmmm sebenarnya Author rada kehabisan ide, emmm maksudnya bukan kehabisan jalan cerita, tapi idenya :v jadi di kumpulkan dulu 🤣 🤣🤣
dan lagi author ada kegiatan lain ekhmmm racun game, biasalah anak muda 😌, Yang itu tuhhh Sketerrrr 🤣🤣🤣
Author orangnya suka sama hal-hal baru, ntar kalau dah lama pasti bosan 🙃, jadi gitu deh 🤣🤣🤣🤣
kalau nggak ada halangan dan author tiba-tiba kesetrum sifat rajin besok up sampai 5 Bab :v tunggu aja, tapi kalau nggak kesetrum ya minimal update 2 Bab.
Zahid×Lara ❣️
Zahid×????
See You ❣️