Arexa'S System

Arexa'S System
ZS~7(Kondisi Zaid)



...# Happy Reading #...


Dengan langkah pasti Zahid berjalan ke arah ruang operasi yang telah resepsionis beritahu.


Di depan ruangan, Zahid dapat melihat seorang pria dewasa sedang menunduk dengan jari jari saling bertautan, seperti sedang berdoa.


"Dad?" Kata Zahid dengan suara rendah.


Zaka yang tadinya menunduk akhirnya mengangkat kepala melihat siapa yang memanggilnya.


"Zahid?" Kata Zaka tak percaya.


Zahid menampilkan senyum terbaiknya "Aku pulang dad" jawab Zahid sambil mengangguk.


Grep


Zaka langsung saja berdiri dan memeluk erat anak yang sudah hilang hampir 18 tahun.


"Kau kemana saja? Daddy susah sekali mencari mu" kata Zaka yang sedang mendekap Zahid.


"Ya di suatu tempat, nanti aku ceritakan" jawab Zahid.


Zaka mengurai pelukan mebatap mata Zahid yang sangat mirip dengan matanya, coklat terang sedangkan wajah benar benar milik Arexa. "Kau baik-baik saja?" Kata Zaka.


"Hmm" jawab Zahid dengan senyum.


Dan tanpa di sangka Zaka malah mengujani wajah pemuda yang hampir 18 tahun itu dengan kecupan, membuatnya risih, hingga akhirnya mendorong tubuh Zaka.


"Isssh" Zahid bermuka jijik saat ia mendesis.


Sementara Zaka sudah tertawa, melihat reaksi yang Zahid tampilkan hingga lupa seorang anaknya sedang berjuang di dalam sana.


Ceklek


Pintu ruang operasi terbuka, di sana sudah ada dokter yang asih menggunakan pakaian operasi tak lupa dengan penutup kepalanya.


Zaka berjalan mendekat.


"Bagaimana?" Kata Zaka datar.


Dokter itu menggeleng. "Operasi berjalan dengan baik, hanya saja karena paru-paru rusak cukup parah, sehingga oksigen dalam darah berkurang Sangat derastis dan kami dengan berat hati menyatakan pasien dalam kondisi Vegetatif" jelas dokternya itu.


Fyi : kondisi Vegetatif adalah kondisi di mana tubuh hidup namun tak dapat diperintah oleh otak. (Penjelasan Author secara sederhana, mau yang komplit cari di GG oke!)


Zaka terdiam seribu bahasa, "terus Sekarang bagaimana?" Kata Zaka.


"Hanya keajaiban yang dapat membuat pasien sadar" jawab dokter itu. "Kalau begitu saya permisi, pasien akan di pindahkan ke ruang perawatan" dokter itu kemudian pergi meninggalkan Zaka dan Zahid yang masih terpaku mendengar penjelasan dokter.


Zahid yang melihat Zaka yang terpuruk akhirnya berjalan mendekat dan memeluknya.


"Tenanglah Dad, ada aku di sini" kata Zahid.


Seketika otak Zaka kembali dengan proses kerjanya.


"Ya benar, sekarang kamu ada, beli pil dari system" kata Zaka memebalas pelukan itu dengan arat.


Zahid melepas pelukan "bagaimana bisa Dad tahu? Bukannya cuman mommy yang tahu?" Kata Zahid.


"Setelah kamu menikah, istri kamu juga bisa melihatnya" jawab Zaka.


Zahid menggangguk mengerti, brankar milik Zaid keluar dengan di dorong ileh beberapa perawat.


Akhirnya Zaka dan Zahid mengikuti brankar itu, menuju ruang rawat VVIP.


Setelah dokter keluar, Zahid membeli semacam pil penyembuhan, namun bedanya yang ia beli berbentuk suntik.


Di bawah pengawasan Zaka, Zahid menyuntikkan cairan yang ada dalam suntik itu ke selang infus.


Mereka menunggu beberapa menit untuk melihat reaksi tubuh Zaid, layar monitor berangsur menunjukkan tanda normal.


Zaka mencoba membuka kain kasa penutup luka operasi di dada Zaid, dan sudah hilang. Namun Zaid belum juga mendapatkan kesadarannya.


"Apa yang terjadi?" Tanya Zaka.


"Mungkin dia sedang tidur dad" jawab Zahid.


Zaka menggangguk kemudian mencoba membangunkan Zaid yang menurut mereka sedang tertidur.


Zaka menggoyangkan tubuh Zaid dengan kuat, hingga beberapa menit kemudian tak ada tanda-tanda bahwa Zaid akan bangun.


"Dia kenapa system?" Tanya Zaid.


[Ding!!!


Tubuh telah kehilangan jiwa ] Kata system.


"Hilang? Jiwanya sudah di neraka ya?" Tanya Zahid.


Plak


Zaka langsung menjitak kepalanya agak keras.


"Mulut di jaga, ucapan itu doa" kata Zaka.


"Maaf dad, tapi kata system jiwanya hilang" kata Zahid.


"Terus gimana? Daddy nggak mau tau, kamu cari jiwa adikmu" perintah Zaka.


"Biar nggak di suruh aku juga bakal cariin kok" jawab Zahid.


"Ya bagus!" Tegas Zaka.


[ Jiwa Zaid sedang berada di tubuh orang lain] jawab system lagi.


[ Di negara XX kota XX Jalan XX Perumahan XX nomor XX] jawab system.


Zahid menggangguk kemudian memberitahu Zaka tentang keberadaan jiwa Zaid.


"Sekarang susul dia" kata Zaka.


"Daddy nggak mau bertukar rindu sama aku dulu?" Tanya Zahid.


"Nggak" ketus Zaka.


"Yaudah aku ke mommy aja buat lepas rindu" jawab Zahid.


Zahid yang akan keluar dari ruangan langsung tertarik kebelakang oleh Zaka yang menarik kerah belakangnya.


"Kami jagain Zaid di sini, Dad mau pulang urus di apartemen dulu" kata Zaka dan tanpa kata lagi meninggalkan Zahid bersama Zaid di ruangan itu.


______________


Di sisi lain, seseorang baru saja membuka matanya dan pandangannya langsung menghadap langit-langit kamar berwarna putih.


"Udah di neraka ya?" Gumamnya.


"Aa?" Orang itu kembali bersuara untuk memastikan apa yang dia dengar.


"Aaaa~" suara orang itu lagi.


"Ekhmm Aaaaa"


Deg


Deg


Seketika jantungnya berdetak kencang saat telah memastikan itu adalah suara yang ia buat.


"Gue mimpi kan?" Kata orang itu.


Kepalanya yang terbaring perlahan ia angkat dan terlihatlah piyama bermotif kupu-kupu yang ia kenakan, tak lupa dengan dua gundukan yang tak terlalu besar di sana.


Matanya melebar saat melihat gundukan itu, dengan tak percaya ia mulai menggerakkan tangannya yang lagi-lagi membuat terkejut.


Tangan kecil seputih susu ada di hadapannya, dengan tak percaya ia mulai membawa tangan itu ke gundukan di sana.


Kenyal


Berisi


Dan menggelikan


Itulah yang ia rasa.


"Ini pasti mimpi" kata Orang itu.


"Ya ini mimpi" katanya berusaha meyakinkan diri.


Tok


Tok


Tok


Suara ketukan pintu membuyarkan lamunannya.


"Bagun!" Kata orang di luar berteriak kasar.


Tok


Tok


Tok


Pintu semakin keras di ketuk. Orang yang berada di dalam dengan tak percaya melangkah membuka pintu, dan di luar ia bisa melihat seorang wanita paruh baya yang menatapnya sinis.


"Enak ya tidur sampai siang?" Kata wanita itu.


Orang yang membuka pintu hanya memandangnya datar.


"Apa liat liat? Mau saya colok itu mata hah!?" Kata Wanita itu lagi.


Sementara yang di tanya hanya diam.


Wanita itu menarik rambut panjang berwarna coklat Hazel milik orang yang membuka pintu, dan tanpa perasaan menarik orang itu ke kamar mandi yang berada di dalam kamar.


Byurrrr


Air dingin mengguyur tubuh orang itu.


"Bangun! ini sudah pagi!" Kata wanita baya itu.


Sementara orang yang di siram sudah linglung memikirkan apa yang terjadi, dan tanpa kesusahan ia berdiri melepas tangan wanita paruh baya itu dan langsung berhadapan dengan cermin yang kebetulan ada di kamar mandi.


Betapa terkejutnya dia ketika melihat wajah seorang perempuan cantik di sana, Wajah imut, Tubuh pendek sekitar 165 cm, mata yang besar, pipi chubby bibir yang terlihat mengkilap dan tak lupa rambut bergelombang berwarna coklat Hazel.


Tangan putih mulusnya meraba wajah yang baru untuknya.


"Demi apa? gue jadi cewek?" Kara Zaid.


...\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=...


Entar malam tak update lagi kalau bisa 2 Bab, tapi kalau nggak bisa ya cuman 1.


See You ❣️