
...# Happy Reading # ...
Zaid membuka matanya, Sekarang ia telah berada di tubuhnya dengan Ayora masih menyatu dengannya, ia berada tepat di dada Zaid.
Zaid menggeser tubuh Ayora agar terbaring di sisinya kemudian menatap dalam wajah cantik miliknya.
"Gak kebayang kalau hidup gue harus terus kyk gini, apa bedanya dengan hidup sendiri?" Gumam Zaid sambil terus memandangi wajah Ayora.
"Cantik" kata Zaid.
Tangannya terulur menyusuri setiap lekuk wajah Ayora mulai dari pipi, mata, hidung dan terakhir bibirnya yang manis.
"Kira kira kalau lanjut bakal tertukar nggak ya?" Seketika pikiran mesum menjalar di kepala Zaid.
Memanfaatkan posisi yang masih menyatu ia mulai menggerakkan pinggulnya menerobos tubuh Ayora.
"Anjimm nggak kalah enak sama yang tadi" Zaid terus bergerak sambil sesekali mengeluarkan suara indah akibat kenikmatan.
Mendapatkan pelepasan, Zaid memejamkan matanya kuat dan menunggu hal apa yang akan terjadi selanjutnya.
Perlahan tapi pasti dengan ragu ia membuka matanya dan sekarang ia masih berada di tubuhnya sendiri.
"Huffft syukurlah" gumam Zaid.
Eughhh
Lenguhan panjang berhasil keluar dari mulut Ayora membuat atensi Zaid teralihkan.
Mata Ayora perlahan mulai mengerjap menyesuaikan cahaya yang masuk.
Ahhhh
Ayora berteriak kencang saat melihat wajah Zaid di hadapannya, sementara Zaid tak kalah terkejut dengan apa yang ia lihat.
"Kamu siapa?" Tanya Ayora dengan panik, masih dengan posisi berbaring.
Zaid hanya diam tak menjawab, fokusnya masih tertahan pada wajah cantik Ayora.
"Apa yang kau lakukan padaku?" Tanya Ayora "Auh sakit" kata Ayora lagi dan melihat ke bagian bawahnya yang masih bersatu dengan tubuh Zaid.
Jantung Ayora berdetak kencang saat melihat pemandangan yang memalukan di sana.
"Ini pasti mimpi" gumam Ayora, "Ya pasti mimpi" lanjutnya lagi, setelah itu kembali berbaring menutup matanya berharap saat ia bangun semua yang ia lihat benar-benar adalah mimpi.
Zaid yang masih heran dengan apa yang terjadi menatap gemas wajah Ayora yang mencoba untuk kembali terlelap.
Beberapa saat mata Ayora terbuka, dan ia masih tak percaya saat melihat wajah Zaid yabg terus memandanginya.
"Pasti mimpi" gumam Ayora lagi kemudian menutup matanya.
"Oke sekali lagi, ini pasti mimpi" yakin Ayora saat kembali membuka mata dan mendapati wajah Zaid yang masih terdiam.
Mata indah Ayora kembali terbuka "past-" belum sempat ia menyelesaikan perkataannya, Zaid malah menggerakkan pinggulnya menikmati tubuh Ayora yang masih menyatu.
Plak
Tamparan Zaid dapatkan dari tangan cantik Ayora, wanita itu menatapnya dengan mata memerah.
"Apa yang kamu lakukan hah!" Pekiknya marah.
"Jawab! Jangan diam saja, dasar lelaki berengssek" hina Ayora.
Bukh
"Ayo jawab" Ayora memukul dada Zaid dengan tangan kecilnya.
"Hiks" Zaid terkejut saat mendengar isak tangis tertahan dari Ayora, wanita yang tadi marah itu kini menangis.
"Maaf" kata Zaid.
Ayora dengan berani mengangkat wajahnya menatap dalam Zaid "Maaf? Apa katamu? Maaf?" Kata Ayora.
"Iya, Maafkan aku" jawab Zaid.
"Kau pikir dengan maafmu bisa mengembalikan semuanya? Bagaimana kalau papa ku tahu? Kau ingin aku tambah di benci Papa ku? Kau tak tahu penderitaan ku selama ini" Ayora berkata dengan nada naik turun.
"Pasti papa ku bakal kecewa, hidup ku sudah tersiksa dan kau malah menambahnya" lanjut Ayora lagi.
"Tapi sepertinya papa mu sudah ada di bawah" jawab Zaid.
Ayora menatap Zaid tak percaya.
"Papa ada di sini?" Tanya Ayora.
"Hmm, dia di bawah" jawab Zaid.
Dengan segera Ayora beranjak dari kasur dan langsung bersiap menuju ke bawah.
"Kau mau kemana?" Tanya Zaid.
"Tentu saja ke bawah" jawab Ayora dan kembali melangkahkan kaki.
Zaid yang melihatnya dengan cepat menyusul dan langsung saja menggendong tubuh Ayora ala karung beras.
"Apa mau mu!" Ayora memukul bahu Zaid.
Plak
Zaid ikut masuk ke dalam Bathtub mendudukkan diri di hadapan Ayora yang menatapnya waspada.
"Aku akan menikahi mu" kata Zaid.
Ayora melipat dahinya tebal, "Hah? Apa yang kau maksud?" Tanya Ayora masih belum paham.
"Menikahlah denganku" kata Zaid.
"Tidak" tolak Ayora.
"Itu bukan pertanyaan yang harus di jawab, itu s buah pernyataan, mau tak mau kau harus menikah dengan ku" jawab Zaid. "Kalau kau tidak mau, aku pastikan keluargamu akan malau" lanjut Zaid.
"Aku di mana? Kenapa bisa aku berada di sini?" Tanya Ayora mengalihkan pembicaraan.
"Ini di rumah Daddy ku" jawab Zaid.
_______________
Tuan Gyllenhaal menyambut rama kedatangan Zaka yang terlihat menggandeng Arexa, di ikuti Zahid yang juga mengandeng Zifa.
Tanpa kata, Zaka duduk di hadapan tuan Gyllenhaal di ikuti oleh Arexa yang juga duduk di sampingnya.
"Bagaimana perjalanan anda?" Tanya Zaka ber basa-basi.
"Tak ada kendala tuan" jawab Gyllenhaal, matanya sudah kemana-mana mencari keberadaan putrinya. "Maaf tuan, Ayora ada di mana?" Tanya Tuan Gyllenhaal sopan.
"Di atas, bersama calon suaminya" jawab Zaka.
"Mereka bersama? Hanya berdua?" Tanya tuan Gyllenhaal tak percaya.
"Hmmm hanya berdua" jawab Zaka.
Bu Tina datang membawa minuman dan meletakkannya di atas meja bersama beberapa cemilan.
"Bagaimana jika mereka melakukan hal yang tidak-tidak tuan?,anda mau menghancurkan hidup putri ku?" Kata Tuan Gyllenhaal menahan kesal, ia mana berani membentak Zaka.
Ting
Tong
Belum sempat menjawab, tamu kembali datang ke Mansion Arexa, setelah pintu di buka oleh Yahya, terlihat beberapa orang datang.
"Maaf tuan Zaka, saya kepala lingkungan di sini, saya dengar anda akan menikahkan anak anda?" Tanya orang itu yang tak lain adalah kepala desa.
"Benar pak, mohon kesaksiannya" jawab Zaka pada kepala desa.
Zaka kemudian mengalihkan pandangannya pada tuan Gyllenhaal "Bukannya anakku yang menjemput Ayora mengatakan kau tidak ingin memberikan anakmu kecuali dengan cara yang baik kan?" Kata Zaka dan di balas Anggukan oleh tuan Gyllenhaal.
"Maka dari itu sekarang kita nikahkan mereka" jawab Zaka.
Ting
Tong
Bel Mansion kembali berbunyi dan yang datang kali ini adalah Regan dkk.
"Daddy aku da- loh kok banyak orang dad?" Kata Regan ceria, lelaki dingin itu akan bersikap manis saat sampai di mansion Arexa. Sifatnya berubah untuk menarik perhatian calon mertuanya.
"Zaid akan menikah" jawab Zaka.
Membuat para sahabat Zaid melotot tak percaya. "Serius om?" Pekik Dawi.
"Serius" jawab Zaka.
"Wahh demi apa Zaid mulai star dukuan" celutuk Bomo
"Padahal bos yang duluan lamar Zifa" kata Yogi.
ketiganya memandang Regan kasihan. sementara yang di pandangi hanya menatap datar.
Megan sedari yang tadi memandang Zahid dengan penuh minat beralih menatap para sahabat Zaid yang semuanya mempunyai wajah good looking.
"Mah satu buat aku boleh nggak?" Bisik megan pada Ny Gyllenhaal yang ada di sampingnya.
"Bahkan kalau mau semua juga boleh" kata Ny Gyllenhaal memberi harapan.
"Nggak deh mah, yang kemarin datang ke rumah yang paling ganteng, aku mau itu aja" jawab Megan kembali menatap kagum pada Zaid.
Drap
Drap
Drap
Dari tangga, Zaid turun dengan kemeja putih menggandeng Ayora menggunakan dress putih milik Zifa yang Zaid curi dari kamarnya tanpa sepengetahuan si pemilik.
...\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=...
See You ❣️