
...# Happy Reading #...
Setelah pergulatan semalam, Arexa bangun pagi-pagi sekali untuk melakukan misi hariannya meninggalkan Zaka yang masih nyaman dengan selimutnya.
Dengan hati-hati, Arexa menuruni kasur merasakan nyeri di bawah sana.
Setelahnya ia menuju kamar mandi untuk bersiap melakukan misi hariannya.
Arexa yang masih berada di kamar mulai melakukan gerakan-gerakan senam santai.
"Lagi apa sayang?" Tanya Zaka yang sudah terduduk di atas kasur dengan selimut yang menutupi bagian bawahnya, sementara bagian atas tak tertutupi sama sekali.
"Lagu senam, ini juga misi harian aku dari system" jawab Arexa.
"Kok nggak bangunin aku?" Tanya Zaka yang dengan santainya berdiri tanpa busana.
Zaka mengambil celana pendek yang ia gunakan semalam.
"Emang nggak bisa ya senam di ranjang aja?" Tanya Zaka dengan nada mesumnya.
"Nggak tau, ntar kapan-kapan di coba" jawab Arexa dengan santai.
Zaka terus memperhatikan gerakan gerakan Arexa, Arexa hanya menggunakan tank top olahraga yang press di tubuhnya menampilkan belahan dada di sana, celana yang ia gunakan adalah legging hingga menampilkan lekuk pahanya serta belahan kecil di antara kedua paha.
Zaka menjadi panas dingin melihatnya.
"Sayang adik aku bangun" kata Zaka.
Arexa mendelik ke arah Zaka yang tak jauh darinya. Pandangannya beralih ke arah adik Zaka yang sudah siap tempur.
"Isss gitu aja udah on, ntar kalau di luar liat cewek langsung di serang" cibir Arexa sambil terus melakukan kegiatannya.
"Nggak kok, aku nggak pernah tuh main sama perempuan lain, kamu yang pertama dan satu-satunya" gombal Zaka.
"Masa? Serius nih" kata Arexa.
Zaka mengangguk antusias.
"Bantu ya?" Kata Zaka.
"Aku harus nyelesaiin misi, 10 menit lagi, terus berangkat ke sekolah" jawab Arexa.
"Ngapain sekolah?" Tanya Zaka. "Terus ini juga masih jam setengah 6 pagi, masih sempat lah satu ronde" lanjut Zaka.
"Biar punya Ijazah SMA" jawab Arexa.
"Ntar aku yang buatin, nggak usah sekolah" kata Zaka.
"Gpp lagian tinggal sebulan lagi kok" kata Arexa.
"Beneran? Nggak Mau? Yaudah aku nggak maksa, tapi kita main ya? Satu ronde aja deh" kata Zaka.
"Yaudah tapi di kamar mandi ya, sekalian mandi terus berangkat ke sekolah deh" kata Arexa santai.
Zaka yang mendengarnya langsung berbinar, dengan segera ia memeluk Arexa kemudian mengangkat nya ala koala.
"Ehh misi aku belum selesai" kata Arexa.
"Kita coba selesaikan sama sama ya" kata Zaka.
Arexa yang berada di posisi lebih rendah mendongak melihat Zaka, dengan cepat Zaka mencuri ciuman dari bibir manis Arexa.
"Manisnya" kata Zaka kemudian meletakkan Arexa di Bathtub mengisinya dengan air hangat.
Zaka membuka celananya dan ikut masuk ke dalam Bathtub kemudian membantu Arexa melepas pakaiannya yang sudah basah.
Adegan selanjutnya hanya untuk orang dewasa wkwkwkw.......
...❣️...
Setelah acara yang benar-benar hanya satu ronde itu selesai, Arexa bersiap dengan seragam sekolahnya.
"Ngapain?" Tanya Arexa yang melihat Zaka yang sedang asik dengan ponselnya.
"Ini sayang, Gerald dari tadi di hubungi nggak di angkat, padahal aku mau suruh bawa baju ke sini" kata Zaka.
"Ngapain nggak bilang sama aku? Kan aku bisa siapin" kata Arexa.
"Gimana?" Tanya Zaka.
Arexa berjalan mendekat ke arah sofa, kemudian langsung mengambil duduk di samping Zaka.
Arexa membuka shop di mana ia bisa membeli pakaian pria dengan harga fantastis.
Layar transparan system menampilkan banyak pakaian, mulai dari pakaian santai hingga pakaian formal.
"Suka yang mana?" Tanya Arexa.
Zaka bingung mendengar pertanyaan Arexa, namun tangannya malah menunjuk satu set pakaian formal di sana.
Pakaian yang di tunjuk Zaka muncul di depannya, hingga membuat Zaka terkejut.
"Ini beneran bisa ?" Tanya Zaka.
"Isssh masih nggak percaya?" Kata Arexa.
"Percaya kok, hehehe" kata Zaka.
Arexa mengambil pakaian formal yang berada di atas kasur kemudian memberinya pada Zaka.
"Kok kesannya aku yang di nafkahi ya?" Tanya Zaka.
"Gpp Mas, lagian semuanya ada karena campur tangan mas juga kan?" Kata Arexa.
"Tetap seperti ini ya? Jangan pernah besar kepala" kata Zaka kemudian mencium puncak kepala Arexa dengan lembut.
"Aku mencintaimu" kata Zaka.
Zaka menunggu balasan dari Arexa, namun ia tak mendapatkan nya.
"Kamu nggak cinta ya sama aku?" Tanya Zaka.
"Emm mungkin belum" jawab Arexa.
"Belum? Terus semalam kenapa kamu mau layani aku?" Tanya Zaka.
"Karna itu kewajiban ku sebagai istri, apalagi kalau bukan itu?" Tanya Arexa.
"Hanya sekedar kewajiban? Tak ada rasa sama sekali?" Tanya Zaka tak percaya.
Zaka terdiam beberapa saat mencerna ucapan Arexa yang cukup berbelit-belit.
"Nggak usah di pikirin Mas, ntar lama lama mungkin aku juga bisa mencintai mas sepenuhnya" kata Arexa.
Zaka menggangguk setuju.
Cup
Satu kecupan di bibir Zaka berikan pada Arexa.
"Love You" kata Zaka walau tau tak akan mendapatkan balasan untuk saat ini.
Arexa tersenyum mendengar pengakuan Zaka.
"Yuk turun buat sarapan" ajak Arexa.
"Ayo" jawab Zaka.
Keduanya berjalan masuk lift turun ke lantai satu.
Di dapur sudah siap sarapan pagi untuk semua orang, meja di buat seperti prasmanan, namun para bodyguard makan bergiliran setelah Arexa dan Bu Tina serta Cece juga Kak Ipe makan.
"Pagi bu, pagi kek cece, kak ipe" kata Arexa mengambil duduk di bantu oleh Zaka.
Zaka ikut duduk di samping Arexa.
"Mau makan apa?" Tanya Arexa pada Zaka
"Ambil apa aja aku makan semuanya kecuali terong" jawab Zaka.
"Nggak suka terong?"
Zaka menggangguk "Alergi" jawab Zaka.
Arexa mengerti ia mengambil nasi juga lauk untuk Zaka.
"Duduk bu" kata Arexa yang masih melihat Bu Tina juka Cece dan kak ipe masih berdiri memperhatikan interaksinya dengan Zaka.
Dengan agak ragu, Bu Tina duduk di kursi di ikuti oleh Cece dan kak ipe.
Zaka melihat bu Tina yang canggung padanya.
"Gpp bu santai aja" kata Zaka tak lupa dengan senyum manisnya.
Arexa mengisi piring nya untuk makan.
Zaka memulai makanya lebih dulu, beberapa saat kemudian saat makanannya hampir habis perutnya bergejolak.
Zaka berlari menuju kamar mandi yang tak jauh dari sana.
Sampai nya di dalam, seperti kemarin ia memuntahkan makanan yang baru masuk ke perutnya.
Arexa mengikuti Zaka kemudian melakukan hal yang sama saat di rumah mertuanya, memijat tengkuk Zaka hingga Zaka merasa lebih baik.
"Udah?" Tanya Arexa.
Zaka membersihkan mulutnya.
"Udah" jawab Zaka.
Cup
Arexa memberikan Zaka ciuman di bibirnya.
"Maaf ya, harusnya aku yang seperti itu" kata Arexa.
Cup
Zaka membalas kecupan Arexa.
"Gpp Sayang aku malah senang" jawab Zaka.
Keduanya kembali ke meja makan kemudian duduk di kursi mereka.
"Kak Cece bisa buatin susu anget?" Kata Arexa.
"Iya Rexa, bentar ya" kata Cece meninggalkan meja makan menuju dapur.
"Tuan kenapa Non?" Tanya Bu Tina na.
"Gpp bi, dia lagi ngidam" kata Arexa.
"Ngidam?" Kata Bu Tina.
"Iya Bu saya lagi Hamil" jawab Arexa santai.
Bu Tina dan Kak Ipe membulatkan matanya, "serius non?" Tanya nya.
Arexa membenarkan.
"Wahhh selamat ya Rexa" kata Kak Ipe.
Tak lama dari arah dapur Cece datang membawa segelas susu hangat memberinya untuk Arexa.
Arexa meneruskan susu itu pada Zaka.
"Di minum Mas" kata Arexa.
"Makasih Ya" kata Zaka melihat ke arah Cece.
"Iya tuan" kata Cece.
Zaka mengisi perutnya dengan Susu dan buah-buahan karena merasa tak nyaman saat memakan nasi.
Selesai makan Arexa bersiap untuk berangkat ke sekolah.
"Aku antar sayang" kata Zaka.
"Iya, tapi harus jemput juga ya" jawab Arexa.
"Pastilah" jawab Zaka.
...\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=...
See You ❣️