Arexa'S System

Arexa'S System
Arexa's System~31



...# Happy Reading #...


Pagi hari Arexa bersiap untuk berangkat ke sekolah, dengan terburu buru Arexa menyiapkan seragam milik Zaka dan juga miliknya ke atas kasur yang masih di nikmati oleh Zaka dengan tubuh polosnya.


"Mass, bangun udah pagi ini" kata Arexa sambil menggoyangkan tubuh Zaka yang tak tertutup sehelai benangpun.


Eghhhh


Zaka mulai mengerjapkan matanya mencoba mengumpulkan keaadaran.


"Mas ih bangun, aku udah telat nih" kata Arexa.


Sekarang jam menunjukkan pukul 07:00, tersisa 30 menit untuk Arexa tiba di sekolahnya.


"Bentar lagi sayang, aku capek banget" kata Zaka.


"Salah sendiri semalam begadang" kata Arexa. "Mas ih bangun, aku tinggalin ya" lanjut Arexa kemudian menuju kamar mandi untuk bersiap ke sekolah.


Dengan cepat Zaka bangun kemudian menyusul Arexa yang sudah di ambang pintu.


"Mandi bareng sayang" kata Zaka yang sudah berdiri di samping Arexa dengan tubuh polosnya.


"Yaudah cepat, cuman mandi ya kita udah telat nih" jawab Arexa.


Keduanya mandi di bawah guyuran shower saling menggosokkan badan dengan sabun, benar benar hanya mandi.


Setelah keduanya telah siap, Arexa dengan seragam sekolahnya sedangkan Zaka dengan kemeja maron di tutupi oleh jas berwarna biru dongker.


"Pagi bu" sapa Arexa saat berpapasan dengan Bu Tina.


"Nggak sarapan non?" Tanya Bu Tina yang melihat Arexa sedang terburu-buru.


"Nggak Bu, saya udah telat" jawab Arexa, kemudian ia berhenti sejenak. "Mas mau sarapan? Ntar aku di antar aja sama Leon" kata Arexa melihat ke arah Zaka yang berdiri di belakangnya.


"Nggak sayang, kan aku juga udah ada agenda yang sudah kita bahas semalam kan? Nanti kalau sarapan dulu bisa telat" jawab Zaka.


"Yaudah biar nggak telat nggak usah antar aku, sarapan aja dulu" usul Arexa lagi.


Melihat Arexa yang terus memperhatikan dirinya, Zaka menjadi berbunga bunga dengan cepat ia memegang kedua pipi Arexa sehingga bibirnya mengerucut.


Cup


"Gemasnya istri muda ku, ayo berangkat, ntar kamu beneran telat loh" kata Zaka setelah mendaratkan sebuah ciuman di bibir Arexa kemudian menarik tangan Arexa menuju garasi mobil.


Mobil Zaka tiba di depan gerbang sekolah yang untungnya masih terbuka.


Arexa segera menarik tangan Zaka kemudian menciumnya, Zaka membalas perlakuan Arexa yang terus saja menghormatinya.


"Hati hati" Teriak Zaka dari dalam mobil saat Arexa sudah berjalan ke kelasnya.


Berbeda dari pagi sebelumnya, saat ini sekolah sudah ramai dengan murid, semua menatap Arexa dengan pandangan penuh binar.


Mereka yang menonton live Arexa saat membuka identitasnya di buat tak bisa berkata-kata.


'Pagi Xa'


'Gue fans lo Xa'


'Gue nggak nyangka lo murid yang selalu live di Ig Xa'


'Pagi Xa'


'......'


'....'


Setiap langkah yang Arexa ambil selalu saja mendapat pujian dan sapaan dari siswa yang mencoba menjilatinya, namun ada juga beberapa yang tak suka dengan ketenaran Arexa mereka menatap benci padanya, ciri-ciri orang yang tak suka dengan keberhasilan orang lain, namun mereka tak mampu berbuat apapun.


Arexa hanya membalasnya singkat. Kemudian berjalan menuju kelasnya untuk memulai pembelajaran.


...❣️...


Zaka melangkahkan kaki di perusahaan istrinya, ia akan membahas tentang proyek kerjasama dengan Brian, sekretaris Arexa.


Langkah kaki yang tegas membuat para pegawai merasakan aura mendominasi dari Zaka.


Di ikuti oleh Gerald di belakangnya, mereka menuju lift CEO untuk sampai di ruangan sekretaris CEO tempat Brian bertugas.


Para pegawai yang mengenal Zaka tentu tak berani menghentikan langkahnya.


Ting!


Lift sampai di lantai teratas.


"Ada perlu dengan siapa ya pak?" Tanya seorang sekretaris yang berdiri di koridor lantai pada Gerald.


"Asisten CEO mba" jawab Gerald.


"Sudah buat janji pak?" Tanyanya lagi.


"Belum, dia Dalzaka Vocanicoxa rekan kerja Mrs.Arexa" jawab Gerald.


Sekretaris itu membulatkan matanya sempurna.


"Maaf telah menahan anda pak, saya benar-benar minta maaf" kata sekretaris cantik itu menunduk.


"Iya nggak papa mba" jawab Gerald ramah.


Sedangkan Zaka menghilang dari sana.


Brian yang sedang sibuk dengan berkasnya menyerngitkan dahi melihat kedatangan Zaka.


"Ada apa Ka?, Kamu tidak ada jadwal hari ini dengan Nona Arexa" kata Brian.


"Begitu caramu menyambut tamu?" Kata Zaka kemudian tanpa permisi mengambil duduk di sofa.


Hufft


Brian berdiri dari kursi kerjanya kemudian duduk di singel sofa di dekat Zaka.


"Ada apa Ka?" Tanya Brian mencoba sabar.


"Aku sudah membicarakan tentang perusahaan dengan istriku, aku akan menggantikannya memimpin perusahaan untuk waktu yang belum di tentukan karena dia sedang tak bisa terlalu bekerja" kata Zaka panjang lebar dengan nada suara yang datar.


Brian tak mengerti, ia menaikkan alisnya bingung. "Apa hubungannya dengan memimpin perusahaan? Perusahaan apa yang akan kau pimpin? Kenapa kau memberitahukan nya padaku?" Tanya Brian.


"Arexa, dia istriku" kalimat yang mampu menjawab semua pertanyaan dari Brian.


"Haaa? Kamu suami Arexa? dia bahkan belum menikah" kata Brian tak percaya.


"Huh kau bisa menanyakan langsung padanya" ketus Zaka pada sahabatnya itu.


Brian dengan segera menghubungi Arexa untuk mengkonfirmasi.


-Halo- jawab Arexa yang sedang berada di kantin.


"Maaf Nona, Mr.Dalzaka datang da-"


-Ah maaf Brian saya lupa memberikan kabar itu padamu, apapun yang dia katakan benar adanya- potong Arexa -Kalau begitu sudah ya, saya sudah akan memulai pelajaran-


"Baikl-"


Tut


Telepon lebih dulu di putuskan oleh Arexa yang nampaknya sedang terburu-buru.


"Bagaimana? Sekarang kau sudah menjadi bawahan ku" kata Zaka dengan sombongnya.


"Cihh untung kau sahabatku" kata Brian dengan sini.


Gerald masih sibuk dengan sekretaris Cantik yang menjaga di depan tak menyusul Zaka.


"Apa yang kamu lakukan Gerald" kata Brian tegas sambil berjalan ke arah Gerald yang menggoda si sekretaris.


"Kau tak papa?" Tanya Brian pada si sekretaris.


"Tak apa pak" jawab sekretaris itu.


"Kau mengganggu nya Gerald" kata Brian.


"Kenapa kamu sangat marah? Aku mencoba menjalin hubungan baik dengannya" kata Gerald.


"Nggak boleh, dia milikku" kata Brian berjalan mendekat ke arah sekretaris kemudian merangkul pinggangnya


"Aku bahkan baru bersiap, tapi sudah kalah duluan" sahut Gerald tertunduk lesu. "Sekarang tinggal aku yang tak memiliki pasangan ushh" lanjutnya.


Dari mereka berempat, Zaka, Kean, Brian, dan Gerald hanya dirinya yang belum melihat hilal jodohnya.


"Yang sabar" kata Zaka sambil menepuk bahu Gerald dengan nada suara yang datar.


"Kau memberi semangat atau sedang mengejek?" Tanya Gerald.


"Tentu saja mengejek" jawab Zaka.


Gerald mendengus mendengarnya.


Zaka kemudian berjalan menuju ruangan yang bertuliskan 'Chief Eksekutif Officer'


"Dia pemimpin yang baru" kata Brian pada kekasihnya.


"Ha?" Kata si sekretaris.


"Suami Nona Arexa" jawab Brian kemudian memberi kecupan di pipi kekasihnya.


Klara Lolita Putri, Nama kekasih Brian.


...❣️...


Zaka duduk di kursi kebesaran Arexa, di sisi kiri meja banyak kertas yang bertumpuk, sementara di sisi kanannya hanya beberapa lembar saja.


Zaka mengambil kertas yang ada di sisi kiri untuk melihat bagaimana Arexa menyelesaikan pekerjaannya.


Kertas pengajuan proposal dari banyak perusahaan yang sudah di tolak oleh Arexa banyaknya coretan di poin perjanjian yang merugikan perusahaan terlihat di kertas itu, menandakan ketelitian Arexa dalam bekerja.


Zaka bangga melihat hasil kerja istrinya. "Aku merindukannya" gumam Zaka.


Tangannya beralih mengambil data keuangan perusahaan yang sudah Arexa koreksi.


"20 Miliar? Perusahaan ini masih bertahan dengan lubang sebesar ini?" Gumam Zaka, tangannya terus membalikkan kertas.


"Dia benar-benar teliti, jika orang lain pasti tak dapat menemukan semua lubang itu" Zaka tersenyum membayangkan wajah serius Arexa saat mencari kerugian yang ada di perusahaan.


"Tenanglah Adik kecil" kata Zaka pada sesuatu yang merespon di bawah sana.


Tangannya terulur mengambil telpon di atas meja.


"Panggilkan Brian" perintah Zaka pada sekretaris.


Brian yang masih bersama kekasihnya bergegas menuju ruangan Arexa di ikuti Gerald yabg berjalan lesu di belakangnya.


"Ada apa?" Tanya Brian.


"Kau sudah melihat berkas ini?" Tanya Zaka.


"Balum, itu baru di selesaikan oleh Nona Arexa sebelum pertemuan denganmu di Restoran Luxio" jawab Brian.


"Kalau begitu lihatlah, setelahnya atur rapat dengan dewan direksi" kata Zaka kemudian pergi dari sana.


"Aku akan ke Zec Company" kata Zaka.


...❣️...


Saat ini Zaka sudah berada di sekitar sekolah miliknya, setelah tadi dari Zec Company ia sudah tak ada waktu untuk pergi ke Von.inc


"Udah lama?" Tanya Arexa yang sudah masuk ke dalam mobil.


"Nggak terlalu" kata Zaka.


Cup


Kecupan itu mendarat di kening Arexa.


"Kenapa Mas?" Tanya Arexa.


Cup


Zaka kembali mendaratkan kecupan singkat di bibir mungil Arexa.


"Kamu wanita hebat sayang, I love You" kata Zaka.


Arexa membalasnya dengan senyuman.


Melihat itu ada sedikit rasa tak suka di hati Zaka, namun ia segera menepisnya  dan mencoba bersabar menunggu Arexa membalas ucapannya.


Mobil berjalan mulus di atas jalan raya.


"Ini kemana mas?" Tanya Arexa saat mobil melewati jalan yang bukan menuju mansion.


"Kita ke mall ya? Aku mau beli cincin" kata Zaka "sekalian kita kencan" lanjutnya.


...\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=...


Next Cerita yang bakal author buat, tapi ceritanya mungkin banyakan romantis 😅 gimana menurut Kalian????


...\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=...


Ceano adalah nama seorang pria yang di ambil dari nama bintang paling terang ke dua di alam semesta setelah Sirius, Canopus.


Ceano, pemuda dingin itu menatap seorang gadis yang terus saja mengejarnya, bukan karena ia adalah seorang pria kaya, namun karena Ceano merupakan seorang badboy yang ketampanannya sudah menjadi semangat kaum hawa di kampusnya.


"Pergi" kata Ceano dingin.


Gadis yang wajahnya di penuhi dempul itu tak menyerah dengan tingkahnya mengejar Ceano, saudara laki-laki yang merupakan sahabat Ceano memandang gadis itu tak suka.


"Jalaang" Kata saudara Laki-laki gadis itu sambil mendorongnya hingga kepala gadis itu menghantam lantai.


sejak saat itu, si gadis berubah dan menjauhi Ceano.


Vela Lyra, Gadis sederhana yang harus berpindah tubuh setelah mengalami kecelakaan, Vela adalah jiwa yang mengisi raga kosong seorang gadis yang terobsesi dengan Ceano.


Ceano yang melihat gadis yang terus mendekatinya mulai menjauh merasa sesak di dadanya, hingga ia memutuskan untuk memulai semua dari awal, dan sekarang giliran dirinya yang harus berjuang.


Hingga suatu ketika, usahanya membuahkan hasil, Vela yang berada di tubuh gadis yang mengejarnya menerima cinta Ceano.


tak ingin menyembunyikan kebohongan, Vela berkata jujur kepada Ceano tentang dirinya, namun Ceano tak mempermasalahkan itu karena dirinya berfikir mencintai Vela yang ada di tubuh gadis yang mengejarnya dulu.


Padahal ia mengejar Vela karena merasa sepi saat gadis yang selalu mengejarnya mulai berhenti.


Hingga suatu ketika, tanpa di sangka Ceano yang akan mengunjungi Vela di Mansion nya mendapati sebuah kenyataan......


Ceano merasa sangat sakit melihat pemandangan itu hingga kecelakaan merenggut nyawanya.


Namun bukannya berada di neraka, Ceano malah kembali ke kejadian 6 bulan sebelum Vela berada di tubuh Vanya Lyora Xenoersa, gadis cantik yang mengejarnya.


Bersama dengan System yang akan membantunya merubah takdir cinta yang ia miliki.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Gimana Gass nggak? 😅


See You ❣️