
...# Happy Reading #...
Arexa telah berada di depan gerbang sekolah, ia di antar oleh sang suami.
"Makasih Mas" kata Arexa yang masih duduk di kursi penumpang sambil menjulurkan tangannya pada Zaka.
"Iya sama-sama, jangan terlalu capek ya" kata Zaka sambil mengambil tangan Arexa.
Arexa mencium punggung tangan Zaka. Sementara Zaka membalasnya dengan mencium kening Arexa, kemudian beralih memberi kecupan singkat di bibirnya.
Arexa tersenyum, kemudian keluar dari mobil berjalan masuk ke sekolah.
Zaka menatap punggung Arexa hingga benar benar hilang dari pandangannya, setelahnya ia melajukan mobilnya menuju Von.inc
...❣️...
Arexa masuk ke kelasnya, melihat suasana yang ada di dalam.
"Pagi" sapa Arexa pada Hana yang sudah mengambil duduk di bangkunya.
"Untung lo datang pagi xa, gue mau ngegibah nih" jawab Hana.
"Apaan?" Tanya Arexa.
Hana melihat ke sekeliling kelas yang cukup sepi, hanya beberapa siswa yang baru datang lalu kembali pergi.
"Gue ngomong soal lo ke si Kenan" jawab Hana dengan suara pelannya "Maaf xa... Tapi dia bilang lo udah ijinin" lanjut Hana.
Arexa menggangguk.
"Gpp gue emang ijinin kok, terus lo ngomong apa aja?" Tanya Arexa.
Hana mulai memberitahu Arexa apa saja yang ia beberkan pada Kenan.
"Gosip apa?" Tanya Meisa yang baru saja datang bersama Viana.
"Bahas sesuatu tapi nggak penting penting amat sih" jawab Hana.
Arexa menggangguk.
Meisa memicingkan mata curiga "Serius nggak penting?" Tanya Meisa.
"Nggak" jawab Arexa "Eh Vin hubungan lo sama Arga gimana?" Tanya Arexa mengalihkan pembicaraan.
Viana yang mendengar pertanyaan Arexa langsung melototkan matanya sempurna, sementara Hana dan Meisa masih mencerna ucapan Arexa.
Melihat wajah Viana, Arexa mengerti telah melakukan kesalahan.
"Maksudnya apa Xa?" Tanya Meisa.
"Nggak ada kok" jawab Arexa.
"Ohh jadi kalian gini, main rahasia rahasiaan?" Celutuk Hana.
"Lo juga sama aja" ketus Meisa. "Kayaknya cuman gue deh yang nggak tau apa-apa" lanjut Meisa.
Arexa memutar bola matanya malas melihat akting Meisa yang cukup buruk.
"Viana pacar Arga" kata Arexa. "Si Kenan nembak gue" lanjutnya tanpa beban.
Viana, Hana, dan Meisa membulatkan matanya.
Mereka akan protes, namun ibu guru sudah masuk ke kelas, di susul Kenan yang membawa tas di pundaknya.
Mereka mulai melakukan pelajaran.
...❣️...
Zaka sedang berada di kantornya, ia sedang membaca berkas dari banyak perusahaan yang mengajukan kerja sama untuknya.
Sesekali ia tersenyum membayangkan wajah manis Arexa, hingga fokusnya teralihkan.
"Kenapa Bos?" Tanya Gerald yang sedari tadi terus memperhatikan raut wajah Zaka yang terus berganti.
Zaka beralih dari berkas yang ada di tangannya menatap Gerald.
"Kau tahu hal apa yang paling pria sukai dari perempuan?" Tanya Zaka.
Gerald menaikkan alisnya bingung. "Tentu saja kecantikan dan sifatnya" jawab Gerald.
Zaka mengangguk "Kau benar tapi juga salah" kata Zaka dengan senyum lebarnya "Kalau hanya kecantikan dan kebaikan, pria juga dapat memilikinya" lanjut Zaka.
"Apay yang kau maksud Bos" kata Gerald tak mengerti.
"Pria juga menyukai yang ada di bawah wanita, juga yang ada di dadanya" jawab Zaka mesum. "Tapi lagi-lagi itu juga dapat dimiliki oleh pria" lanjut Zaka.
"Kau seperti orang kasmaran bos" komentar Gerald "bagaimana dengan nona Arexa? Apa memang dia pemilik seprai?" Tanya Gerald.
Zaka kembali melebarkan senyumnya.
"Kamu terlihat menyeramkan bos" sahut Gerald.
"Ya itu dia Gerald, dia pemulik seprai itu, dan sebentar lagi aku akan menjadi Ayah" jawab Zaka. "Dan itu yang pria sukai dari wanita, wanita dapat membentuk sebuah keluarga" lanjutnya.
Gerald melotot kan matanya. "Nona Arexa hamil?" Tanya Gerald.
Zaka menggangguk.
"Terus apa yang akan kau lakukan sekarang?" Tanya Gerald.
"Maksudmu?" Tanya Zaka
"Kau tak bertanggung jawab?" Tanya Gerald.
"Bukannya sudah ku beritahu? Tentu aku menikahinya" jawab Zaka.
"Kapan kau akan menikahinya?" Tanya Gerald.
"Aku sudah menikahinya Gerald, bahkan semalam aku sudah tidur dengannya" jawab Zaka dengan senyum bahagia mengingat dessahan indah Arexa.
Gerald hanya diam, tatapannya beralih ke tangan Zaka yang sibuk membolak-balik kertas.
"Sulit di percaya, kau bahkan tak menggunakan cincin" kata Gerald.
Seketika Zaka berhenti dengan aktivitas nya, matanya menatap jari tangannya yang kosong.
'Aku melupakannya' pikir Zaka.
...❣️...
Bel istirahat berbunyi, Arexa akan keluar dari kelasnya menuju kantin bersama sahabatnya, namun Kenan lebih dulu menahannya.
"Aku mau bicara" kata Kenan dengan nada bicara sedikit dingin.
Arexa beralih melihat sahabatnya.
"Kalian bisa duluan" jawab Arexa.
Sahabatnya pergi setelah memberi sedikit kata untuk Arexa.
Keduanya terdiam tak ada yang membuka untuk beberapa saat.
"Gue udah tau rahasia lo" kata Kenan dengan nada bicara lembut.
"Gue bisa nerima lo apa adanya kok" lanjut Kenan dengan senyum manisnya.
Arexa membalas senyuman Kenan.
"Gue nggak bisa" jawab Arexa.
"Kenapa? Gue bisa nerima kondisi lo kok" jawab Kenan.
"Hubungan waktu itu berhasil" jawab Arexa sambil mengusap perutnya.
Seketika Kenan menatap perut Arexa.
"L-lo?" Kenan tak mampu menyelesaikan kalimatnya.
"Iya, gue harap lo gak ngomong apa yang lo tau tentang gue" jawab Arexa
Kenan terdiam, perasaannya sudah hancur lebur, pikirannya melayang apakah ia sanggup menerima kondisi Arexa.
"Selain itu Papa nya udah nikahin gue, sekarang gue istri orang" tambah Arexa.
Mata Kenan memanas mendengar itu, pertama kali merasakan yang namanya cinta, seketika itu pula ia merasakan sakit akibat cinta.
"Makasih" kata Kenan dengan senyum yang ia paksakan. "Makasih udah ngajarin gue buat nggak terlalu cepat ngasi hati ke orang yang nggak kita kenal" lanjut Kenan.
Kemudian ia beranjak dari sana meninggalkan Arexa dengan sejuta perasaan.
Sementara Arexa hanya memperhatikan Kenan yang mulai menjauh.
"Hufft dari tadi kek, mana gue lapar lagi" gumam Arexa kemudian keluar dari kelas menuju kantin menyusul sahabatnya.
...❣️...
Jam menunjukkan pukul 15:10, Zaka bersiap menjemput Arexa di sekolahnya.
"Mau kemana Bos?" Tanya Gerald.
"Jemput Istri" jawab Zaka.
"Serius udah nikah bos?" Tanya Gerald yang masih tak percaya.
Zaka melempar kunci mobilnya pada Gerald, dengan gerakan refleks Gerald menerima kunci itu.
"Kau bawa mobilnya ke sekolah Vocanicoxa"perintah Zaka kemudian berlalu begitu saja meninggalkan Gerald yang tak sempat untuk protes.
Mobil Zaka yang di kemudikan oleh Gerald tiba di depan gerbang Sekolah, Zaka melihat banyak siswa yang berhamburan keluar dari dalam sekolah.Dengan sabar ia menunggu Arexa.
Setelah cukup sunyi, Zaka bisa melihat Arexa tengah berjalan bersama sahabatnya menuju parkiran.
Ternyata Arexa adalah tim pulang lambat.
Zaka menurunkan kaca mobilnya, dengan santainya ia melambaikan tangan pada Arexa.
"Sayang" teriak Zaka yang mengundang tatapan dari beberapa siswa yang masih berada di sekolah.
"Njiir cogan manggil gue sayang" Kata Meisa.
Ketiga sahabat Arexa langsung melihat ke arah Zaka yang berteriak sambil melambaikan tangannya.
"Gue duluan ya" pamit Arexa, namun tak di hiraukan oleh sahabatnya yang masih asik menyaksikan wajah tampan.
"Eh Xa lo mau kemana" teriak Hana yang sadar lebih dulu melihat Arexa berjalan mendekati pemuda yang melambaikan tangan.
Arexa masuk ke dalam mobil di bawah tatapan sahabatnya, bisa Arexa pastikan sekarang sahabatnya tengah menganga melihatnya.
"Gimana sekolahnya?" Tanya Zaka.
Cup
Belum sempat Arexa menjawab, Zaka lebih dulu mencuri kecupan di bibir Arexa, Gerald bisa melihatnya dari cermin kecil yang ada di dekatnya.
"Seperti biasa" jawab Arexa.
Zaka mendekat Arexa merangkulnya kemudian mencium pelipis Arexa yang ditutupi oleh rambut panjangnya.
Sementara Gerald hanya menjadi nyamuk yang memperhatikan pasangan itu.
Mobil pun berjalan kembali ke Mansion dengan Zaka sebagai pemandu jalan.
"Berhenti Mas!" Kata Arexa tiba-tiba.
Dengan teratur Gerald mengehentikan mobil.
"Kenapa sayang?" Tanya Zaka.
"Itu" tunjuk Arexa pada layar yang ada di hadapannya.
Zaka melihat itu.
[Ding!!!
Misi kemanusiaan
Buat Asrama untuk anak anak jalanan, berikan mereka ilmu yang banyak agar menjadi orang yang sukses di masa depan.
Hadiah :
- 100.000.000 Pt
- Pulau moon seluas 1000KM²
- Status Sosial akan meningkat.
Gagal : Tidak ada hukuman
Terima
Ya/Tidak ]
Terlepas dari hadiahnya, misi yang System berikan membuat jiwa kemanusiaan Arexa tergelak.
Misi itu dapat di tolak, namun arexa lebih memilih untuk melakukannya. Selain karena hadiahnya, Misi gagal pun tak mendapat pinalti.
"Terima mas?" Tanya Arexa meminta persetujuan dengan nada pelan agar Gerald tak mendengar nya.
"Terserah kamu aja sayang" jawab Zaka. "Aku bakal selalu ada buat kamu apapun keputusanmu" lanjut Zaka dengan senyum nya.
...\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=...
Author lagi benar-benar sibuk, selain itu tabungan author juga udah habis, dan dengan terpaksa begadang sampai jam set 12 mlm buat nyelesaiin cerita ini buat kalian, jadi walaupun ceritanya agak datar di like ya 😃.
Author sibuk karena di sekolah sedang pergantian pengurus organisasi, karena Author sekretaris makanya sibuk nyiapin berkas yang di butuhkan.
See You ❣️