Arexa'S System

Arexa'S System
Arexa's System~26



...# Happy Reading #...


"Nggak nginep aja Ka?" Tanya Mama Zakia.


Saat ini Arexa dan Zaka berpamitan untuk Pulang.


"Nggak Mah" jawab Zaka.


"Yaudah kalian hati-hati ya"


"Iya mah" jawab Zaka.


"Arexa pamit ma" kata Arexa.


Mama Zakia mengangguk.


Arexa masuk ke dalam mobil kemudian di susul oleh Zaka yang duduk di kursi kemudi.


"Kita ke Apartemen aku ya?" Tanya Zaka.


Mereka sudah berada di jalan.


"Emm kayaknya ke rumah aku ajah deh Mas" kata Arexa. "Aku nggak bawa baju ganti" lanjut Arexa.


Zaka tersenyum, tangan kirinya mengusap puncak kepala Arexa.


"Yaudah, arahin ya" kata Zaka kembali fokus dengan jalan, sesekali bertanya pada Arexa untuk sampai di mansion nya.


Setelah cukup lama, Mobil Zaka sampai di Mansion Arexa. Terlihat banyak bodyguard Qinlin yang menjaga Mansion.


"Rumah kamu ramai banget sayang" komentar Zaka.


"Iya Mas, sekalian kasih mereka pekerjaan" jawab Arexa.


Zaka mengangguk kemudian mengarahkan mobilnya menuju garasi.


Mobil BMW Zaka di parkir kan di dekat sekumpulan mobil mewah Arexa.


"Kamu suka koleksi mobil ya?" Tanya Zaka saat telah membukakan pintu untuk Arexa.


Arexa tersenyum, "Itu hadiah Mas" jawab Zaka.


Seketika pikiran Zaka melayang memikirkan siapa yang memberi hadiah mobil mewah pada istrinya.


"Rekan bisnis?" Tanya Zaka.


"Bukan" jawab Arexa.


"Pria atau wanita?" Tanya Zaka lagi sambil terus berjalan mengikuti Arexa.


"Bukan keduanya" jawab Arexa.


"Banci?" Tanya Zaka lagi.


Arexa berhenti berjalan, kemudian berbalik menangkup wajah Zaka membuat bibir Zaka agak mengerucut.


Cup


"Cemburu ya?" Tanya Arexa setelah mencuri kecupan di bibir Zaka.


"Iya" jawab Zaka dengan wajah datarnya menyembunyikan jantungnya yang sudah akan melompat dari tempatnya.


"Ntar aku kasih tau" jawab Arexa "Ini juga alasan kenapa aku bawa Mas ke hotel" lanjut Arexa.


Zaka tak kembali bertanya karena mereka sudah tiba di depan pintu mansion.


"Selamat malam Queen" sapa Anggota Qinlin.


Arexa menggangguk, sementara Zaka hanya memperhatikan Arexa dari samping.


Keduanya masuk dan di sambut oleh Bu Tina.


"Non baik?" Tanya Bi Tina.


Tak lama dari arah dapur datang Cece dan Kak Ipe.


Keduanya terpesona melihat tampang Zaka.


"Baik Bu" jawab Arexa.


"Ganteng kali Rexa, ini siapa?" Tanya Kak Ipe.


"Suami saya Kak" kata Arexa kemudian menyiku Zaka untuk memperkenalkan diri.


Bu Tina, Cece dan Kak Ipe terkejut atas pengakuan Arexa.


"Zaka Bu" kata Zaka kemudian mengulurkan tangannya pada bu Tina.


"Kapan nikahnya non?" Tanya Bu Tina sambil mengulurkan tangannya pada Zaka.


"Udah berapa bulan yang lalu" kata Arexa berbohong.


"Tapi waktu itu non bilangnya sendirian aja, terus saya juga nggak pernah liat tuan Zaka di rumah" kata Bu Tina curiga.


"Dia keja bu, makanya sibuk" jawab Arexa.


Zaka hanya mengikuti kebohongan Arexa.


"Yaudah maaf ya Non, saya banyak tanya" kata Bu Tina.


"Iya Gpp kok bu" jawab Arexa "Yaudah saya ke kamar dulu ya bu" lanjut Arexa.


Arexa berjalan menuju lift, zaka mengikuti nya dari belakang.


Setelah beberapa saat, keduanya sudah sampai di kamar Arexa.


Arexa membuka pintu dan mempersilahkan Zaka masuk ke dalam.


"Mandi dulu Mas" kata Arexa sambil memberikan Handuk putih pada Zaka.


"Nggak sekalian mandi bareng?" Tanya Zaka.


"Nggak mau" jawab Arexa.


Zaka hanya tersenyum, tangannya mengusap puncak kepala Arexa kemudian berjalan menuju kamar mandi.


Setelah Zaka pergi, Arexa menyiapkan pakaian yang akan di gunakan oleh Zaka.


Arexa membeli beberapa lembar pakaian pria dari system d dengan tital harga 500 Pt yang setara dengan 500Jt, harga yang terbilang cukup mahal untuk beberapa lembar baju.


Arexa meletakkannya di atas kasur, kemudian berjalan ke rak untuk mengambil sebuah buku di sana.


Zaka telah selesai dengan ritual mandinya, ia melihat Arexa yang duduk di pinggiran kasur sambil melihat Ig miliknya.


Zaka mendekati Arexa.


"Lagi apa?" Tanya Zaka.


Arexa mendongak untuk melihat yang berdiri di hadapannya, perut dengan 8 kotak tercetak di perut Zaka, lengan kekar dan dada bidang menambah keseksiannya.


"Itu bajunya di pakai dulu" kata Arexa sambil menunjuk beberapa pasang baju yang sudah ia siapkan.


"Iya, makasih" jawab Zaka.


Arexa berjalan menuju kamar mandi untuk membersihkan badannya.


Zaka memakai pakaian yang di berikan oleh Arexa.


Kaos berwarna biru dongker dengan celana pendek berwarna coklat susu, namun sepertinya Arexa melupakan sesuatu, pak@ian d@lam.


Dengan terpaksa, Zaka memakai celananya tanpa dal@man.


Ceklek


Pintu kamar mandi terbuka, Zaka dapat melihat Arexa yang menggunakan Trobe yang membungkus tubuhnya yang ramping agak berisi, dengan handuk yang melilit di kepalanya membungkus rambut hitam legam Arexa.


Tak menghiraukan Zaka yang menatapnya kagum dan di bawah sana sudah turn on tang nampak sangat jelas, Arexa berjalan menuju walk in close intuk mengambil piyamanya.


Setelah beberapa saat, Arexa keluar dari walk in close dengan piyama bermotif Doraemon.


"Udah?" Tanya Arexa sambil melihat Zaka.


"Kok adiknya nggak di tenangin sih?" Tanya Arexa melihat ke pangkal paha Zaka.


Zaka mengikuti arah pandang Arexa dan ia bisa melihat senjatanya yang sudah berdiri dan siap tempur.


Zaka menyeringai kemudian berjalan mendekati Arexa memeluknya dari depan, dengan jahil ia menggeser senjatanya pada milik Arexa.


"Kenapa harus aku yang tenangin? Kan udah ada istri" kata Zaka menggoda dengan suara serak.


Namun Arexa yang pembawaan selalu santai tak menghiraukan itu, tangannya terulur menyentuh senjata Zaka yang sangat jelas di sentuhnya menggeseknya naik turun.


"Kalau aku nggak mau gimana?" Balas Arexa tak kalah menggoda.


Zaka segera menarik tangan Arexa dengan lembut, mendudukkan nya di kasur kemudian Zaka ikut duduk di sana.


Zaka menatap dalam Arexa, kemudian tanpa aba-aba ia mendaratkan ciuman panas di bibir manis Arexa mel∆matnya.


Arexa tak mau kalah, ia membalas ciuman yang di berikan oleh Zaka.


Zaka terbawa suasana, tangannya mulai nakal menjelajahi tubuh Arexa.


Arexa melepas pungut@n, Zaka menaikkan sebelah alisnya tak mengerti.


"Kamu tidak mau?" Tanya Zaka.


Arexa menggeleng.


Zaka yang melihatnya hanya bisa pasrah, dengan segera ia beranjak menuju kamar mandi.


Namun Arexa menahan tangannya.


"Aku mau cerita dulu" kata Arexa.


"Iya, tapi sebentar ya? Aku tenangin dulu adikku" jawab Zaka.


"Tapi aku mau cerita dulu" kata Arexa.


"Duhh bentar ya sayang? Cuman bentar kok"


"Pokoknya aku mau cerita" kata Arexa.


"Yaudah" kata Zaka pasrah kemudian kembali naik di kasur dengan si adik masih berdiri tegak.


Arexa terus memperhatikan adik kecil Zaka.


"Ayo Cerita" kata Zaka duduk bersila.


Arexa mengambil buku yang sempat ia ambil tadi.


"Novel?" Tanya Zaka menerima buku itu.


"Iya" jawab Arexa.


"Duh gimana sih sayang? Katanya mau cerita" kata Zaka.


"Baca dulu Mas" Jawab Arexa.


Zaka menurut, kemudian membaca novel itu, raut wajahnya sulit di baca, antara ia sedang menahan yang di bawah masih berdiri atau ia tak menyukai novel itu.


5 halaman sudah Zaka baca, tangan nakal Arexa mulai jahil membuka celana Zaka dan langsung memegang yang tegak di sana.


Dengan refleks kaki Zaka yang semula ia sila mulai ia luruskan membentuk huruf V.


"Sayang jangan gitu lah" kata Zaka.


"Nggak suka ya?" Tanya Arexa mulai menggerakkan tangannya.


"Bukan nggak suka, tapi kalau nggak mau tanggung jawab ya nggak usah di kerjain" jawab Zaka. "Lagian napa sih ngasih novel yang nggak masuk akal kek gini? Ini mah novel bohongan masa ada yang kayak gitu? 'system beli ramuan supaya anak saya kembar laki laki semua' nggak masuk akal banget" lanjut Zaka mengomentari.


Arexa masih terus menggerakkan tangannya naik turun di adik Zaka sambil mendengar celotehan Zaka yang mengomentari Novel bergenre system yang ia baca.


"Ahhh Sayang aku pengen masuk" kata Zaka.


"Tunggu Mas, kan aku belum mulai cerita" kata Arexa.


"Yaudah mulai dong, Ahhhh"


"Jadi apa yang kamu baca mirip sama idup aku" kata Arexa.


Zaka mulai serius mendengarkan, sesekali ia bersuara indah saat Arexa mempercepat tempo.


"Aku juga punya System" lanjut Arexa menegaskan.


"Aku nggak percaya, itu mah bohongan Sayang, cuman fantasi penulis, Ahhh" kata Zaka.


"Nggak percaya?" Tanya Arexa.


"Sayang tangannya jangan terlalu cepat dong Ahhh" kata Zaka.


"Percaya nggak nih" kata Arexa sambil terus mempercepat ko©kan di sana.


Zaka yang melihat Arexa tak mendengarkan nya dengan cepat memeluk Arexa hingga tangan Arexa yang ada di bawah menjadi sulit di gerakkan.


Zaka menempatkan kepalanya di cekuk leher Arexa menghirup aroma tubuh Arexa yang baru selesai mandi, sangat menyegarkan.


"Kamu jahil banget sih, buktiin dulu biar aku bisa percaya" kata Zaka.


Arexa menggangguk kemudian ia membuka shop milik system.


"Balik biar bisa liat" kata Arexa.


Zaka berbalik, seketika ia menatap terkejut layar transparan di hadapannya.


Tangannya terangkat untuk menyentuh layar transparan itu, namun tak bisa.


"Ini beneran?" Tanya Zaka.


"Hmm..." Jawab Arexa. "Hari itu aku dapat misi buat lakuin One Night Stand sama orang yang nggak di kenal, bahkan waktu itu aku sempat ke klub malam tau nggak?"lanjutnya.


"Aku murahan banget ya? Aku serahin hal yang paling berharga milik perempuan supaya aku bisa kaya" kata Arexa lagi, tangannya masih terus bergerak di bawah sana.


Zaka kembali memeluk Arexa. Mengusap punggungnya.


"Waktu itu aku benar-benar nggak tau harus gimana, keluar dari panti asuhan aku kecelakaan dan di operasi, biaya operasi 150Jt jadi aku nekat buat lakuin itu" kata Arexa.


"Aku udah manfaatin kamu supaya aku jadi orang kaya, Maaf" kata Arexa.


"Shhhhht udah gpp udah aku maafin kok Ahhhh" jawab Zaka sambil terus menenangkan Arexa. "Kalau aku jadi kamu pasti aku juga bakal lakuin hal yang sama kok Auhhh" lanjut Zaka.


"Lagian aku juga untung kok Ahhhh nggak rugi-rugi banget" kata Zaka.


"Aku mau masuk sayang" bisik Zaka dengan suara rendah.


Arexa menghentikan gerakan tangannya, Zaka mengurai pelukan menatap mata Arexa.


"Mau yah?" Kata Zaka.


Arexa menggangguk.......


...\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=...


Astaga harusnya pas Arexa lagi jujur suasananya serius, kok author nulis ngakak ya? Ahhhh


Mau di liatin reka adegan? Komen yahhhh.....


Kalau nggak mau komen juga, ntar di itung yang banyak kita ikutin wkwkwk.


Bye..... Ahhhhhh


Ada yg nanya,


Pembaca : author Cwk atau Cwk?


Author : Cwk 😑


Tabungan Bab Author Habis makanya update nya satu 😅


See You ❣️