Arexa'S System

Arexa'S System
15~(19)



...# Happy Reading # ...


Ayora yang melihat seluruh keluarganya datang langsung menundukkan kepalanya takut, apalagi saat sang ibu tiri menatapnya tak suka.


Tanpa sadar, tangannya meremas pergelangan tangan Zaid saat turun dari tangga.


Di sisi lain, Zaka, Arexa, Zahid dan Zifa melototkan matanya tak percaya melihat kedua manusia itu berjalan bersama menuruni tangga.


"Zaid?" Kata Zahid memastikan saat adiknya itu tiba tak jauh dari tempatnya.


"Hai kak" jawab Zaid memandang ke arah Zahid dengan senyumnya.


"Ini serius?" Tanya Zahid lagi, "Gimana caranya?" Lanjutnya.


"Lah mana kutehe, harusnya kan kakak yang lebih paham" kata Zaid.


Zaid melirik ke arah Ayora yang masih tertunduk, lengannya sedari tadi menahan kuku-kuku Ayora yang menembus lengannya yang tak tertutupi kemeja.


"Kamu kenapa?" Tanya Zaid berbisik.


"Gpp" jawab Ayora singkat.


"Iya gpp tapi tangan aku yang kenapa-napa" jawab Zaid "ada apa sih?" Lanjutnya penasaran.


"Serius gpp" Ayora berusaha meyakinkan.


Melihat Ayora yang terus m nunduk dan tak mau berkata jujur m mba at Zaid lebih memilih mengalah.


"Papa kamu yang mana?" Zaid melirik ke arah banyak orang yang tengah duduk di sana, beberapa dari mereka duduk di kursi panjang.


"Yang mama tiri aku" jawab Ayora tanpa melihat.


"Eh Juminah mana aku tau ibu tiri kamu" ketus Zaid.


"Di sebelah mama tiri aku ada perempuan lagi, namanya Megan" jelas Ayora.


Zaid melihat ke arah sofa memindai semua orang yang ada di sana. Termasuk sahabatnya yang terdiam melihat kecantikan Ayora termasuk Regan walau hanya beberapa saat.


"Karna anak saya sudah datang, kita bisa langsung mulai" kata Zaka pada para tamu.


"Kamu siap Zaid?" Tanya Zaka pada Zaid.


"Siap dad" jawab Zaid.


"Gimana rasanya?" Tanya Zaka melirik ke arah Zaid dengan mesum.


"A-apa dad?" Tanya Zaid pura-pura tak mengerti.


"Itu loh, di tusuk" kata Zaid.


Zaid membuang muka merahnya ke arah lain, sedangkan Ayora s makin menunjukkan kepalanya.


"Bagaimana tuan Gyllenhaal anda tak keberatan kan menikahkan anak anda dengan anak saya ?" Tanya Zaka.


"Saya serahkan semua pada Ayora, kalau dia mau, saya juga setuju saja" jawab tuan Gyllenhaal.


"Gimana Ayora? Mau kan?" Tanya Arexa yang baru mengeluarkan suara.


"Mending Megan aja yang di nikahkan pah" celutuk Ny Gyllenhaal, jiwa matrenya bergejolak saat melihat kediaman mewah Arexa.


"Iya pah, aku mau kok dinikahkan sama salah satunya" jawab Megan menambahkan.


Zaid mendelik tak suka, seketika ia mengingat perlakuan buruk oleh kedua setan berwajah manusia itu.


Namun pandangannya justru teralih pada Ayora yang senantiasa menunduk sambil terus meremas lengannya.


"Kamu takut sama mama tiri kamu?" Tanya Zaid memastikan.


Ayora tak menjawab namun tangannya meremas semakin kuat. Membuat Zaid mengerti.


"Aku cuman mau sama Ayora dad, kalau kak Zahid mau sama dia ya aku sih nggak masalah" jawab Zaid ringan.


"Zahid!" Tegur Arexa dengan menatap Zahid tajam.


"Hehehe maaf mom" jawab Zahid.


"Hufffft jadi ini Gimana? Kamu setuju nggak?" Kata Zaka yang mulai malas.


"Gimana Ayora?" Tanya Tuan Gyllenhaal.


Ayora mengangguk kecil sebagai jawaban.


Sekarang Zaid resmi menjadi seorang suami.


Setelah pernikahan dadakan itu selesai, para perangkat desa pulang dengan membawa beberapa buah tangan yang tentu di sediakan oleh Arexa.


"Wihh kemarin koma, sekalinya sembuh langsung nikah bro" kata Dawi heboh, saat ini mereka berada di taman belakang meninggalkan para orang tua yang asik berbincang.


Untungnya megan tak ikut karena ingin menempeli Zahid, sedangkan Zifa sudah di boyong paksa oleh Regan, sebenarnya Zaka sudah akan meluapkan amarahnya seketika itu pula, namun Arexa malah menahannya dengan ancaman tidur di luar.


"Mana bininya cantik banget njirr" Bomi menelisik penampilan Ayora dari atas ke bawah m memindai seluruh bagian tubuhnya.


"Mata lo, mau gue colok?" Kata Zaid ketus, jiwa posesif timbul dalam dirinya yang tentu diwariskannya dari Zaka.


"Santai aja kali mas" kata Yogi.


"Ini dimana ceritanya kalian bisa nikah?" Kata Dawi "mana bos di duluani lagi" lanjutnya melihat ke arah Regan yang duduk bersampingan dengan Zifa di bangku taman.


"Ada problem dikit, ta gitu deh" jawaab Zaid.


Bomi melotot "lo gak hamilin anak orang kan? Udah berapa Minggu? Janagn janagn bukan-" bomi tak menyelesaikan kata-katanya namun Pandangannya teralih pada Ayora yang ada di samping Zaid.


"Jangan ngadi-ngadi lo" ketus Zaid pada bomi.


"Ya terus?" Tanya Bomi lagi.


"Udah, yang penting emang ada problem dikit dan gue nggak bisa ngasih tau" jawab Zaid.


"Ehh nama dia siapa Za?" Tanya Yogi.


"Ayora" jawab Zaid.


"Wihh namanya cantik kalau di panggil gini 'Ayoook Ra' hehehe" kata Dawi. "Eh bercanda Ra, kenalin gue Dawi, ini Bomi, dan yang itu Yogi, terus yang di sana tuh Regan" jelas Dawi.


"Hai Kak?" Kata Ayora dengan nda bertanya.


"Emm panggil nama aja Ra, kita seumuran kan? Gue 17 tahun, beberapa bulan lagi 18 sama kayak mereka" jawab Dawi.


"Emmm tapi, saya 19 tahun" kata Ayora dengan nada pelan.


Zaid melotot tak percaya begitupun sahabatnya.


"Serius 19?" Tanya Zaid tak percaya.


Ayora Mengangguk sebagai Jawa.


"Masa?" Kata Zaid lagi.


"Iya" jawab Ayora membenarkan.


"Yaudah sih, nggak papa kali Za, cuman beda 2 tahun doang kok" kata Bomi "lagian yang lebih dewasa lebih hot kok" lanjutnya.


"Iya, bener Za" tambah Yogi.


...\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=...


Sifat rajin nulis author menyeruak kemana-mana jadinya Author malas buat nulis.


See You Guys ❣️