Arexa'S System

Arexa'S System
Arexa's System~30



...# Happy Reading #...


Setelah menerima misi yang tiba-tiba muncul, Arexa keluar dari mobil yang ia tumpangi.


Melihat itu Zaka menaikkan sebelah alisnya kemudian ikut menyusul Arexa.


Arexa mengedarkan pandangannya, biasanya system akan memberinya misi jika ada pemicu.


Arexa terus menyusuri jalan, sedangkan Zaka terus mengikuti sesekali berteriak memanggilnya.


"Sayang! Kenapa?" Tanya Zaka yang telah menyusul Arexa.


"Gpp mas, aku lagi cari anak jalanan" kata Arexa.


"Tapi nggak sekarang sayang" kata Zaka.


"Biasanya kalau ada misi, pasti ada pemicunya mas" jawab Arexa kembali mengedarkan pandangannya.


"Mungkin belum sayang, nanti ya kita cari sama-sama?" Kata Zaka "kasian mereka kalau kamu capek" lanjutnya sambil mengusap perut Arexa.


Arexa menurut kemudian ia kembali mengikuti Zaka yang sudah sampai di mobil.


Mobil yang di bawa Gerald melaju menuju Mansion Arexa.


Setelah beberapa saat, Gerald tak mampu menutup mulutnya, rahangnya sudah hampir menyentuh kemudi saat melihat Mansion besar Arexa.


"Pasangan sultan" gumam Gerald.


Akhirnya mobil memasuki kediaman Arexa.


Zaka turun lebih dulu, kemudian mengitari mobil dengan cepat menuju Arexa yang sudah berada di depan pintu mansion.


Mobil Zaka di ambil alih oleh bodyguard yang berjaga, kemudian memarkirkannya.


Gerald berdiri di belakang Zaka, sementara Zaka sudah merangkul pinggang Arexa.


"Selamat datang Queen" sapa Anggota Qinlin yang di pimpin oleh Leon.


Arexa menggangguk.


"Bagaimana latihan kalian?" Tanya Arexa.


"Lancar Queen" jawab mereka.


"Baguslah, tinggal 3 Minggu lagi kalian akan ada tes kan?" Kata Arexa.


Kedua bodyguard yang berjaga menelan salivanya.


"Iya Queen" jawabnya.


Zaka menaikkan alisnya "Tes apa Sayang?" Tanya Zaka.


Tatapan Arexa beralih pada Zaka. "Ada deh, tapi nggak terlalu penting kok" jawab Arexa.


Zaka menggangguk dengan sedikit rasa penasaran.


Arexa berjalan masuk ke dalam Mansion kemudian meninggalkan Zaka bersama Gerald di ruang tamu, tak lupa membawa jas Zaka yang sudah di lepasnya.


Ia akan membersihkan tubuhnya lebih dulu.


"Dapet daun muda, tajir, cantik lagi, kurang beruntung apa kamu bos?" Tanya Gerald.


Sebelum membalas perkataan Gerald, Kak ipe datang menanyakan minuman apa yang harus ia buat.


"Jus jeruk aja" jawab Zaka.


Setelahnya Kak ipe pergi ke dapur menyiapkan minuman untuk Zaka.


"Aku emang pria paling beruntung di dunia ini, dan bisa ku pastikan itu" kata Zaka tak terbantahkan.


Dari arah pintu masuk, terdengar suara bising dari beberapa orang yang memanggil Arexa.


"Xaaaaa" Teriak mereka.


Tak lama, Zaka bisa melihat 3 perempuan cantik sebaya dengan istri nya.


"Xa......." Kata mereka melemah saat melihat dua pria yang sedang duduk di ruang tamu.


Mereka adalah sahabat Arexa yang kepo saat melihat Arexa berjalan menuju mobil pria tampan.


Ketiganya dapat masuk ke mansion karena Arexa sering mengajak sahabatnya datang, hingga bodyguard yang berjaga tidak menahan mereka.


Dengan kaku ketiganya berjalan menuju lift untuk menghampiri Arexa yang sudah mereka pastikan sedang berada di kamarnya.


Namun belum sempat memencet tombol lift, lift lebih dulu terbuka menampilkan Arexa dengan piyama lengan pendek serta celananya yang juga pendek menampilkan sedikit paha putihnya yang tak tertutup.


"Kalian ngapain?" Tanya Arexa sama sekali tak terkejut.


Hana mencoba menarik Arexa kembali ke dalam lift, namun dengan tegas Arexa mengatakan jika ia sedang lapar.


Arexa berjalan mendekat ke arah Zaka di ikuti oleh sahabatnya.


"Yok makan" ajak Arexa.


Zaka dan Gerald berdiri, mereka berpapasan dengan kak ipe yang baru saja membawakan jus jeruk.


"Bawa ke ruang makan aja kak" kata Arexa.


Kak ipe menurut ia berjalan menuju ruang makan.


Sekarang semuanya sudah duduk di meja makan termasuk sahabat Arexa yang tanpa di ajak pun sudah berinisiatif sendiri.


Zaka duduk di kursi ujung, tempat Arexa sebelum ia datang ke Mansion. Arexa benar-benar menghormati Zaka selayaknya seorang suami.


"Dia sia-" kata Meisa terpotong.


"Kita makan dulu ya" kata Arexa.


Meisa diam dengan seribu rasa penasaran. Sebenarnya bukan hanya ia saja yang penasaran, Hana dan Viana juga penasaran.


Arexa mengisi piring Zaka dengan nasi serta beberapa lauk, meletakkannya di hadapan sang suami tak lupa dengan senyuman.


"Makasih sayang" kata Zaka.


"Iya" kata Arexa.


Sahabat Arexa yang melihatnya semakin di buat penasaran.


Mereka makan dengan nikmat, atau Hanya Arexa dan Zaka yang menikmati makanannya.


Gerald sudah panas dingin melihat pasangan itu, dirinya yang jomblo hanya dapat memperhatikan kemesraan bosnya.


Selesai dengan makanannya, Arexa berjalan bersama Zaka menuju ruang keluarga di mana sahabatnya sudah menunggu lebih dulu, sedangkan Gerald sudah kembali ke perusahaan untuk mengurus beberapa urusan.


Arexa duduk di sofa dengan dua kursi bersama Zaka.


"Kalian ngapain datang?" Tanya Arexa.


"Gue serasa tamu tak di undang njiir" sahut Hana.


Meisa terus memperhatikan wajah tampan Zaka yang ada di samping Arexa, tak berbeda jauh dengan apa yang di lakukan Viana.


"Dia siapa Xa?" Tanya Meisa.


"Suami gue" jawab Arexa santainya.


"Whatt!" Pekik ketiga sahabatnya.


"Kalian kenapa?" Tanya Arexa.


"Kok bisa?" Tanya mereka.


"Lah emang kenapa nggak bisa?" Tanya Arexa. "Gue lagi Hamil makanya nikah sama dia" lanjutnya tanpa beban.


Mata ketiga sahabat Arexa sudah hampir keluar dari tempatnya, pandangannya ketiganya langsung tertuju pada perut Arexa yang sedang di elus oleh Zaka.


"Kok bisa?" Tanya mereka lagi kompak.


"ada pertanyaan lain nggak?" Kata Arexa memutar bola matanya. "Lo pada ingat kan cerita gue waktu itu, nah ini cowoknya" kata Arexa melihat ke arah Zaka.


Sahabatnya sudah tak mampu berkata-kata lagi.


"Kak masih mau beli darah? Gue juga masih perrawan kok" celutuk Hana yang mengingat Arexa mendapat keberhasilan dari jual diri.


Zaka menaikkan alisnya tak mengerti. Tatapannya langsung tertuju menatap Arexa meminta penjelasan.


"Ada yang mau di jelasin sayang?" Tanya Zaka.


Arexa menggaruk tengkuknya tak gatal. Kemudian Arexa mendekat ke telinga Zaka.


"Maaf mas nggak mungkin kan aku bilang kalau dapat misi dari system" bisik Arexa.


Zaka menggangguk setuju dengan alasan Arexa, bisa di sangka kurang waras istrinya jika berkata yang sebenarnya.


Zaka kemudian melihat ke arah Hana yang bertanya.


"Saya nggak butuh, istri saya bisa kasih semua yang saya butuhkan" jawab Zaka dengan wajah coolnya. "Iya kan sayang?" Lanjut Zaka mencium dahi Arexa.


"Ahhh adek melting bang" sahut Hana.


"Xa gue panas" kata Meisa.


"Tau tempat dong xa" kata Viana.


Arexa yang melihat sahabatnya salah tingkah malah makin menjadi, ia beralih menatap Zaka.


Cup


Arexa mendaratkan ciuman di bibir Zaka kemudian mellumatnya. Zaka cukup terkejut dengan serangan istrinya, agak canggung berciuman di depan sahabat sang istri, namun lama kelamaan Zaka malah terbawa suasana.


Ketiga sahabat Arexa sudah menutupi wajahnya melihat adegan dewasa di depan mereka.


Zaka yang sudah terpancing segera menggendong Arexa ala Koala panggutannya tak ia lepaskan, dengan menggunakan instingnya ia menekan tombol lift untuk sampai di kamarnya meninggalkan sahabatnya yang masih terdiam membatu.


"Duhhh jadi pengen di halalin gue" Kata Hana.


"Ntar aku minta sama Arga deh" kata Viana dengan wajah cemburunya.


"Kira kira Raga mau nggak di ajakin uhu-aha" sahut Meisa.


Ketiganya mendadak menjadi perempuan mesum.


Sedangkan di kamar Arexa.........


...\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=...


Sorry pembaca, Author lagi pusing+sibuk mau ngarahin cerita ini kemana makanya update nya 1bab 1 hari, Ada yang bisa kasi author saran 😌 demi kemajuan cerita kita bersama? 😂


Anjaay cerita kita bersama :v padahal author yang ngetik. wkwkwkwk


See You ❣️