
...# Happy Reading #...
Malam hari, Arexa keluar dari lift untuk makan malam, ruang makan terlihat ramai dengan ketiga anak yang Arexa bawa tadi.
"Tumben pak Hasan ikut makan, biasanya sama bodyguard" komentar Arexa kemudian mengambil duduk di kursi yang biasanya Zaka duduki.
"Sebenarnya saya juga mau sama mereka Non, tapi bumil ini nggak mau makan kalau nggak di temani, katanya ngidam" jawab Pak Hasan.
Arexa mengangguk kemudian mengambil nasi dan membagikannya pada Rafa dan dua adiknya di bantu oleh Cece.
"Tuan kemana Rexa?" Kata Kak Ipe.
"Dia jagain si kembar kak" kata Arexa.
"Loh kenapa nggak suruh Cece aja Rexa" kata Cece.
"Kayaknya Daddy nya triplets nggak mau deh, dia juga posesif banget sama anak perempuannya hehehe" kata Arexa. "Makan nak" lanjut Arexa mengusap kepala Rafa.
"Terimakasih Tante" kata Rafa.
"Sekarang panggilnya Kakak aja, Kak Rexa" kata Arexa.
"Tapi tante manggilnya anak bukan adek, jadi Aku panggil tante aja" kata Rafa.
"Emm yaudah Aku panggil Rafa aja gimana? Terus rafa manggilnya kakak" usul Arexa.
"Eum iya kak" kata Rafa menganguk.
"Nama adik rafa siapa?"
"Nama kita sama kak, orang manggilnya Bang-"
"Shuuut udah sekarang nama adik Rafa emmm Ramos sama Rian" kata Arexa "yang ini Ramos dan yang ini Rian" kata Arexa menunjuk anak yang hampir sama besar dengan Rafa kemudian yang paling kecil.
"Makasih kak" gumam Ramos.
"Iya Ramos, sekarang makan ya" kata Arexa.
Arexa kemudian melihat kearah Bu Tina, kak ipe dan Cece yang sedang duduk di depannya. "Kayaknya kita butuh tenaga ekstra deh" kata Arexa.
"Heheh kayaknya memang butuh Rexa" sahut Cece.
"Yaudah nanti aku bilang sama mas Zaka biar di cariin" kata Arexa.
Setelah makan, Arexa menuju dapur mengambil nampan dan piring serta gelas untuk mengisinya dengan makanan.
"Kenapa nggak bilang non? Kan bisa saya siapin" kata Bu Tina.
"Gpp bu, ibu makan aja dulu" kata Arexa. "Kak cece, kalau mereka udah selesai di ajak ke lantai 2 ya asrama di sebelah belum ada penjaganya jadi belum bisa di pake" kata Arexa pada Cece.
"Iya Rexa"
Arexa membawa nampan menuju lift.
Ceklek
Pintu kamar Arexa buka, di dalam ia bisa melihat Zaka yang sedang menenangkan Putrinya, sedangkan kedua putranya ia biarkan menangis di atas ranjang.
Arexa masuk dan meletakkan nampan di atas nakas setelah menutup pintu, kemudian langsung membuka kaos yang ia kenakan dan memberi makan pada kedua putranya dengan posisi kedua bayi itu berada di sisi kiri dan kanan Arexa. Sedangkan kedua tangan Arexa menyangga tubuh si kecil.
Kedua bayi kecil itu menyesap kuat putting Arexa.
Pandangan Arexa kemudian beralih pada Zaka yang sedang membelakanginya.
"Ngapain mas?" Tanya Arexa.
Zaka membalikkan tubuhnya yang tampa atasan.
"Hahahaha, kamu ngapain mas, astaga kasian banget Zifa nyusu sama bapaknya" kata Arexa.
Sedangkan Zaka sudah menggaruk tengkuknya dengan tangannya yang bebas. "Lagian kamu makannya lama banget sayang, dia nggak mau diam, terpaksa deh aku kasi bukit aku, eh dianya langsung diem" kata Zaka.
"Nah terus ini anaknya yang laki kenapa nggak di kasi?" Kata Arexa.
"Ishhh udah di coba tapi kayaknya mereka nggak suka deh" kata Zaka kemudian berjalan duduk di samping Arexa.
"Itu tambah gede Sayang" kata Zaka dengan suara kecil "kok aku jadi pengen ya?" Tambahnya menatap binar buah Arexa.
"Nanti mas kalau mereka udah tidur, kan sekarang aku lagi rasa perawwan" kata Arexa menggoda Zaka.
"Nanti kita maninya di sofa aja sayang biar mereka nggak keganggu" kata Zaka.
"Pasti dong, mau di balkon juga boleh hehehe, tapi kayaknya di balkon nggak bisa mas, kita harus jagain mereka terus" kata Arexa.
Arexa melepas gunungnya pada mulut kedua putranya kemudian mengambil putrinya dan menyusuinya.
"Yang satu free sayang" kata Zaka melihat buah Arexa yang menganggur.
"Mas makan aja dulu, biar nanti ada tenaga" kata Arexa.
"Wahh bener juga sayang, yaudah aku makan dulu ya" kata Zaka kemudian mengusap rambut panjang Arexa dan menuju nakas kemudian mulai makan.
Setelah makan, Zaka menuju kamar mandi untuk membersihkan mulutnya dari sisa sisa makanan, sekalian mencuci tangan.
Ceklek
Pintu kamar mandi terbuka, Zaka keluar dan melihat Arexa yang sudah menunggunya di sofa, dengan langkah cepat, Zaka menyerang tubuh Arexa yang sudah menjadi Candu nya.
"Pill pelancar Asi emang ampuh banget ya sayang? Kalau gini aku juga bakalan kenyang" kata Zaka di sela-sela sessaapannya pada buah Arexa.
"Iya, kamu kenyang tapi aku yang balik jadi lapar, air itu tuh nutrisi dari tubuh aku mas" kata Arexa.
"Ya kan cuman sekali kali doang sayang, lagian kita juga nggak kekurangan beras kok" kata Zaka kemudian kembali menyerap air kehidupan anaknya.
Setelah lama melakukan foreplay, Zaka bersiap membelah duren Arexa.
Jleb
Ahhh
Dengan susah paya, Zaka berhasil menancapkan miliknya.
"Loh kok nggak jerit sayang?" Kata Zaka dengan heran.
"Ternyata ya mas, ini tuh nggak ada apa-apa nya pas tadi aku lahiran" kata Arexa.
"Emang sakit banget ya sayang?" Kata Zaka sambil bergerak maju mundur.
"Behh 1000X lipat lebih sakit dari pada kamu jebolin mas" sahut Arexa sesekali mendessah kenikmatan.
Saat Zaka akan mencapai puncaknya, salah satu putranya malah menangis dengan terpaksa mereka menghentikan kegiatan mereka.
Dengan tubuh polos, keduanya berjalan mendekati si sulung yang menangis, beruntung Zahid dan Zifa masih kalem kalem aja.
Akhirnya Arexa berbaring di samping sulung yang kebetulan berada di pinggir kasur. Sedangkan Zaka tak menyia-nyiakan kesempatan, ia ikut berbaring di belakang Arexa dan langsung memasukkan miliknya ke milik Arexa.
Kemudian Zaka bergerak pelan agar Anaknya tidak terganggu, sementara Arexa mengangkat satu kakinya dan di tahan oleh tangan Zaka mempermudah gerakan Zaka. Sembari menyusuii Zaid
"Makasih sayang, udah jadi istri yang hebat buat aku, dan jadi ibu anak anak yang kuat, I love you so much" kata Zaka setelah mencapai pelepasan kemudian mencium pipi Arexa.
"Too" jawab Arexa.
Zaka tak melanjutkan aksinya untuk hari ini sudah cukup, karena Zaka tahu Arexa sangat kelelahan tapi masih mau melayaninya.
Zaka memeluk erat tubuh Arexa dari belakang. "Pill pencegah kehamilan belinya dari system sayang biar nggak lolos lagi kecebong kuat aku kayak di hotel" bisik Zaka.
"Kok mas tau waktu di hotel aku pake pill?" Kata Arexa.
"Beneran minum sayang? Padahal aku cuma tebak loh" jawab Zaka.
Arexa telah meminum pill yang dibelinya dari system. "Ehh tapi kenapa harus minum pil mas? Emang udah nggak mau nambah anak?" Kata Arexa.
"Udah nggak mau sayang, aku kasihan liat kamu kecapean, apalagi anak kita udah cukup kok" kata Zaka. "Yaudah tidur gih" lanjut Zaka.
Karena sudah lelah, Arexa akhirnya dengan mudah terlelap.
Zaka bangun dari posisinya kemudian mengambil underwear di lantai setelah memakainya, ia berjalan kembali ke ranjang.
Sebelum membaringkan tubuhnya, ia kembali menyusun rapi posisi anak anaknya kemudian menciumi mereka satu persatu.
"Lambat sih ngomongnya but, Welcome in the world baby" kata Zaka penuh haru dengan suara pelan serta serak.
Zaka kemudian kembali ke tempatnya tadi.
Posisi mereka ialah Zaka, Arexa, Zaid, Zifa, dan Zahid.
Pagi harinya, Zaka telah siap untuk menuju mall memborong perlengkapan si kecil.
...\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=...
Otak Author lagi lancar jadi banyak ide, makanya update :v
See You ❣️