After One Night Stand With CEO

After One Night Stand With CEO
Pemaksaan



"Kau luar biasa Irina ku." desis Matthew, merasakan kelegaan saat hasratnya telah mencair. Meski demikian, Matthew tidak lantas puas.


Menyadari jika Irina mungkin akan segera siuman. Matthew yang sudah dibuat gila dengan tubuh Irina pun kemudian kepikiran untuk melakukan sesuatu yang lebih gila lagi.


"Aku ingin melakukan lagi dengan mu setelah kau siuman Irina. Aku ingin mendengar ******* mu." ucap Matthew yang benar-benar sudah tidak waras jika sudah bersama Irina.


Matthew memberikan jeda. Setelah ia mendapatkan pelepasannya yang pertama.


Matthew kini nampak berdiri di balkon kamar hotel sambil menikahi sebotol wine yang ia teguk langsung dari botolnya.


Sambil menghisap rokok. Matthew yang sudah dalam keadaan setengah mabuk itu nampak tersenyum getir ketika ia menoleh ke belakang, di dalam kamar yang remang remang itu. Seorang wanita nampak tergolek tak berdaya di atas tempat tidur.


"Kita akan pesta malam ini Irina. Kau adalah milik ku. Dan akan jadi milik ku dengan cara apapun." Desis Matthew. Kemudian ia kembali meneguk winenya.


Sebuah ide kini terlintas di benak Matthew. Ia pun kemudian tersenyum jahat dengan ide yang ada di kepalanya.


🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀


Dengan mengunakan sebuah tali. Matthew mengikat kaki dan juga tangan Irina pada satu sisi di tempat tidur. Tidak hanya mengikat kedua tangan dan kaki Irina. Matthew juga menutup kedua mata Irina dengan sebuah tali penutup mata.


Sebuah kegilaan yang pernah Matthew lakukan.


Tak berselang lama. Irina kini telah terbangun dari pingsannya. Begitu ia membuka mata. Irina langsung terbelalak kaget dengan keadaan dirinya yang sudah tanpa busana berada di tempat tidur.


Tidak hanya tidak pakai apapun. Irina di buat syok ketika kedua tangan dan kakinya terikat. Kedua matanya pun di tutup.


"Fuckk. Berengsek... biadab. Kenapa kau lakukan ini padaku baju*gan." seru Irina memberontak ingin melepaskan diri.


"Lepaskan aku berengsek." seru Irina.


Mendengar teriakan dan umpatan Irina yang dengan nada sangat nyaring hanya membuat Matthew tersenyum sinis. Dan ia justru menikmati nada suara Irina yang tampak memberontak tersebut.


"Aku suka tubuh ku. Kau harus jadi milik ku." Desis lagi Matthew, yang kini mengeluarkan suara. Dengan nada yang sedikit ia buat buat. Agar Irina tidak mengetahui jika itu adalah suaranya.


"Apa yang kau inginkan dariku. Kenapa kau melakukan ini semua. Kamu sudah menghancurkan diriku. Aku sudah bersumpah pada diriku sendiri untuk tidak pernah melakukan hal seperti ini lagi. Tapi kamu justru melakukan ini dengan paksa. Kau telah memperkosa ku bajigan."


"Masa bodoh, aku hanya ingin malam ini kita pesta." Matthew kini kembali naik ke atas tempat tidur dan ia kembali menyerang Irina.


Dengan sekuat tenaga Irina berusaha untuk memberontak. Tapi apa daya, kedua tangan dan kakinya terikat.


Matthew makin gila bermain di atas tubuh polos Irina. Dan Irina pun hanya bisa pasrah dan menangis setiap kali Matthew memperlakukannya sudah seperti budak.


Entah apa oleh merasuki pikiran Matthew. Matthew melakukan percintaan dengan kasar pada Irina. Sampai sampai membuat Irina merintih kesakitan. Tapi hal itu justru membuat Matthew puas.


"Stop..... hentikan ku mohon." rintih Irina yang sepertinya sudah tidak kuat lagi menerima serangan membabi-buta Matthew. Tapi Matthew tidak tidak menghiraukan perkataan Irina. Matthew masih terus memaksa.


Dan beberapa menit kemudian, suara Irina yang merintih itu sudah tidak terdengar lagi. Tatkala Matthew masih sibuk menggagahi tubuh Irina yang sudah tidak berdaya di bawahnya.


Beberapa menit kemudian, Matthew yang sudah kelelahan dan sudah terpuaskan itu nampak masih tersengal-sengat nafasnya. Terdiam membeku di atas tubuh Irina. Sedangkan Irina sudah tidak bergerak lagi. Tergeletak tak berdaya.


Menggulingkan tubuhnya ke samping di sisi Irina. Matthew nampak tertawa puas karena apa yang ingin ia rasakan dan dapatkan dari Irina sudah ia dapatkan.


Sepanjang permainan yang Matthew melakukan pada Irina. Matthew sengaja tidak menggunakan pengaman. Karena ada satu hal lagi yang Matthew rencanakan. Yaitu, Matthew sengaja ingin membuat Irina hamil benihnya.


Karena Matthew pikir, dengan membuat Irina mengandung anaknya. Tidak ada alasan yang bisa membuat Irina lari dari kehidupannya.


Karena jika Irina mengandung benihnya. Seumur hidup ini akan terhubung dengan dirinya.


Matthew akan sangat bangga jika memiliki keturunan dari wanita yang sangat ia gilai.


"Kamu harus mengandung benih ku Irina. Dengan begitu tidak ada pilihan lain bagimu untuk menolak aku nikahi."