
Mata Irina membulat sempurna ketika ia menyaksikan sebuah potongan foto b*Gil diri nya terpampang jelas di ponsel miliknya.
"Astaga." Irina pun kaget. Saat ia melihat dirinya yang tanpa busana nampak tertidur pulas di sebuah ranjang kamar hotel.
Tidak hanya foto. Ada potongan video dirinya bersama dengan seorang pria kala mereka sedang bercinta di sebuah kamar hotel. Sontak saja hal itu semakin membuat Irina syok.
"Brengsek, pasti dia." Ucap Irina dengan emosi tertahan. Dan ia merasa sangat marah serta geram. Karena ternyata pria yang pernah tidur dengannya mendokumentasikan semuanya.
Irina pun kemudian mencoba untuk menghubungi nomor misterius tersebut. Tetapi nomor yang Irina hubungi meskipun menyambung dia tidak kunjung menjawab panggilan telepon dari Irina.
Hal itu pun semakin membuat Irina merasa kesal. Karena foto dan video itu telah melanggar privasinya.
Irina tidak habis pikir jika apa yang ia lakukan di hotel kala itu dengan seseorang. Dia telah merekam semuanya. Kini Irina di landa kegelisahan.
Tak berselang lama, sebuah pesan masuk kembali di ponsel Irina. Irina pun kemudian langsung membaca isi pesan tersebut.
Apa kabar Irina, sudah lama kita tidak berjumpa. Tulis Matthew.
Setelah sempat beberapa kali aku menawari mu untuk tidur denganku dan kau menolak. Mungkin dengan cara ini aku bisa kembali bertemu denganmu.
Aku hanya ingin bertemu denganmu Irina. Aku rindu dengan aroma tubuh mu.
Kau harus datang menemui malam ini. Jika kau tidak datang, tentu saja ada ancaman yang akan aku lakukan.
Kamu tahu kan, aku memiliki banyak dokumentasi tentang dirimu. Dan kau pun juga pasti sangat mencintai dirimu dan akan menjaga privasi mu.
Jika kau tidak ingin foto-foto ini tersebar luas di internet. Berserta dengan vidio kita. Datanglah ke alamat yang aku berikan.
Aku hanya ingin bertemu denganmu. Tapi jika kau tidak datang. Terpaksa aku akan menyebarkan foto-foto dan juga video itu.
Jika itu terjadi, kau akan viral dan semua orang akan melihat mu. Seorang kupu kupu malam. Dengan bentuk tubuh paling sempurna.
Aku tunggu kedatangan mu Irina. Tulis Matthew. Tali selama ini Irina sendiri tidak tau dan belum menyadari jika Matthew lah yang menjadi teman tidurnya kala itu.
Selepas membaca semua pesan-pesan yang telah dikirimkan oleh pengirim misterius itu. Irina nampak mengepalkan satu tangannya. Ia merasa geram dan juga marah atas kecerobohan yang ia lakukan sendiri.
Tentu saja Irina tidak akan membiarkan foto-foto dan juga videonya tersebut tersebar luas di internet. Karena semua itu pasti akan menghancurkan karir dan juga masa depannya.
Irina kemudian melirik ke arah jam dinding yang ada di kamarnya.
Waktu kala itu telah menunjukkan pukul 22:00 malam. Karena ada urusan penting dan darurat. Akhirnya Irina pamitan kepada sang Mama dengan alasan Maya sedang membutuhkan bantuan.
Setelah mendapatkan izin untuk pergi dari sang Mama. Irina langsung bergegas memakai sweater dan kemudian ia langsung bergegas untuk menuju pintu rumah.
Begitu keluar dari rumah. Benar saja, sebuah mobil taksi telah menunggu di ujung jalan.
Irina yang sudah tahu bahwa taksi itu adalah pesanan pria tersebut. Maka Irina pun kemudian langsung bergegas berjalan kearah mobil taksi.
Irina kemudian mengetuk pintu mobil tersebut.
"Ke hotel A." Ujar Irina, begitu sang sopir taksi membukakan jendela kaca mobil.
"Nona Irina ya? Silahkan masuk." Ujar sang sopir taksi.
Irina pun langsung masuk dan duduk di kursi penumpang bagian belakang.
Dengan perasaan dan suasana hati yang tidak tenang. Irina duduk di kursi penumpang bagian belakang dengan sudah siap mengantisipasi segala sesuatu yang akan terjadi padanya.
Selain membawa senjata tajam. Irina juga membawa sebuah bubuk lada yang akan ia lemparkan pada pria itu. Jika pria itu berniat jahat dengannya.