After One Night Stand With CEO

After One Night Stand With CEO
Irina Graduation



Siang itu, Matthew tidak melanjutkan lagi rapatnya. Karena ia benar-benar sudah tidak konsentrasi untuk melanjutkan meeting. Sehingga Matthew memutuskan untuk membubarkan meeting.


Setelah keluar dari ruang rapat. Matthew kembali ke ruangannya. Kemudian ia berkemas.


Matthew memutuskan untuk pulang cepat siang itu. Padahal biasanya ia selalu pulang kantor setiap jam lima sore. Bahkan Matthew kadang menghabiskan waktunya untuk bekerja dan lembur di kantor.


"Bos, tumben jam segini Bos sudah mau pulang?" Sapa Rio pada Matthew. Ketika mereka bertemu di koridor kantor.


"Semua ini gara-gara kamu Rio. Semua gara-gara kamu memesan kue pada wanita itu. Sehingga membuyarkan semua konsentrasi ku pada hari ini. Padahal aku harusnya memaparkan beberapa hal penting soal tender yang akan kita incar. Jadi aku harus memaparkan beberapa hal penting agar mereka semua paham dengan apa yang aku inginkan. Tetapi semua berantakan, dan semua itu karena ulah mu. Gara-gara kau pesan kue di toko Irina bekerja. Aku tau kau sengaja melakukan itu." sergah Matthew, dengan nada suara jengkel pada Rio. Dengan terus sambil berjalan tanpa mempedulikan Rio yang mengikutinya.


"Sudah, jangan mengikuti ku. Aku mau kembali ke apartemen. Aku sudah tidak mood bekerja." Imbuh Matthew lagi, yang kini mempercepat langkah kakinya untuk menuju parkiran.


Rio hanya tersenyum ketika melihat Bos nya itu marah padanya. Karena Rio tau, Matthew tidak benar-benar sedang marah pada dirinya.


Justru sebaliknya, sebenarnya Matthew merasa senang dan bahagia. Karena wanita yang ia gilai siang itu berdiri di hadapannya. Dan menginjakkan kaki di perusahaan.


Sayangnya, Irina tidak benar-benar melihat Matthew saat berada di ruang meeting.


🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀


Dilain sisi, Irina yang kala itu baru saja pulang setelah berlelah lelah bekerja. Terlihat terkejut karena di halaman rumahnya terparkir sebuah mobil mewah yang sama sekali ia tidak mengenal siapa pemilik mobil mewah tersebut.


Irina yang baru saja turun dari objek onlinenya kemudian langsung melangkahkan kaki menuju rumah. Karena sepertinya di dalam ada tamu.


"Assalamualaikum," Sapa Irina, ketika ia sudah berada di ambang pintu.


"Waalaikumsalam." jawab sang Mama.


Dan Irina dibuat penasaran dan juga terkejut dengan seorang pria yang tengah duduk di sebuah kursi.


Irina tidak bisa langsung menatap wajah pria itu. Karena pria tersebut duduk membelakanginya.


Tak lama kemudian, pria itu kemudian berdiri dan langsung menatap ke arah Irina dengan senyum khasnya yang menawan. Yang pasti, senyuman itu sudah sangat familiar dikenali oleh Irina.


Irina pun langsung terperangah dan terbelalak kaget karena ternyata ia mengenali pria itu.


"Jake, Jacob!" seru Irina.


"Hai cantik," sapa Pria itu, yang tidak lain adalah Jacob Cristian. Sahabat Irina semasa mereka berada di bangku SMA.


Irina yang merasa rindu dengan sahabatnya itu langsung menghamburkan dirinya pada Jacob dan memeluk pria itu.


"Apa kabar." ucap Jacob lagi, sambil masih memeluk Irina.


"Kabar ku selalu baik Bro." Jawab Irina. Ia merasa suprise dengan kedatangan Jacob. Sudah lama ia tidak bertemu dengan sahabat kocaknya itu.


"Kau sendiri apa kabar? Tidak kusangka, dirimu sudah setinggi ini sekarang. Lihat badanmu, kau sekarang lebih berisi dan terlihat sangat macho." Puji Irina pada Jacob.


Jacob pun tersenyum renyah menanggapi pujian sahabatnya.


"Sudah berapa lama kita tidak bertemu? Pasti sudah lama sekali." ujar Irina lagi, yang terlihat antusias dengan kedatangan Jacob.


Irina dan Jacob memang punya ikatan persahabatan yang kental. Mereka sudah saling kenal sejak kecil. Di tambah lagi mereka pernah satu sekolah saat mereka SMA.


Kedekatan Irina dan Jacob pun bah saudara kandung. Mereka tidak segan saling serang jika sudah bercanda.


Pertemuan Jacob dan Irina pun kemudian membawa mereka kembali dalam keakraban.


🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀


Tiga Bulan Kemudian


Sejak pagi, Irina telah disibukkan mengurus keperluannya untuk acara wisuda pada hari itu.


Tidak lupa, Irina juga akan mengajak kedua orang tuanya untuk menyaksikan dirinya di wisuda. Irina ingin menunjukkan pada kedua orangtuanya jika ia telah sukses dalam menempuh pendidikan perkuliahan.


Dan acara wisuda pada hari itu adalah momentum penting bagi Irina. Untuk menunjukan pada Papa dan Mamanya, jika ia begitu serius dalam menempuh pendidikan. Sebagai penunjang untuk mencari pekerjaan yang lebih baik.


Setibanya di aula kampus. Banyak orang tua yang hadir untuk menyaksikan acara wisuda anak anak mereka. Aura aura kebahagiaan terlihat mewarnai wajah wajah para orang tua yang hadir saat itu.


Rasa bangga juga ditunjukkan oleh kedua orang tua Irina yang menemani Irina untuk di wisuda.


Irina pun merasa bangga terhadap dirinya sendiri. Karena ia telah berhasil menempuh pendidikan perkuliahan dengan susah payah. Dan saat kini ia telah lulus, Irina menaruh banyak harapan dalam gelar yang akan ia terima pada hari itu.


Setelah ia lulus, ia ingin mendapatkan pekerjaan yang lebih baik dari pekerjaan yang saat ini ia lakukan.


Bukan berarti ia tidak bersyukur karena ia telah bekerja di toko kue milik Regina. Tetapi Irina mempunyai niat untuk bekerja di sebuah perusahaan besar. Karena itu adalah cita-citanya.



"Irina Ivanka." Panggil seorang rektor pada Irina. Irina pun dengan kemudian berjalan menuju panggung untuk menerima sertifikat kelulusan yang sudah di siapkan untuknya.


Dengan langkah penuh kebahagiaan dan rasa bangga, Irina tersenyum dan sedikit gemetaran kala itu.


"Selamat ya Irina. Kau adalah mahasiswi terbaik dalam kelulusan tahun ini." Ucap sang rektor pada Irina tutur bangga.


"Terimakasih Pak."



Setelah acara wisuda di gedung aula kampus selesai. Irina dan keluarga kini keluar dari gedung aula kampus dengan wajah penuh kebahagiaan dan rasa syukur.


Dengan masih mengenakan baju wisuda, Irina terlihat berbincang-bincang dengan beberapa teman temannya. Dan mereka pun melepaskan topi mereka ke udara. Sebagai tanda mereka telah lulus. Dan juga sebagai expresi kebahagiaan yang mereka luapkan.



Tanpa Irina sadari, seseorang tengah mengamati kebahagiaan yang Irina rasakan. Pria itu tidak lain ada Matthew.


Dengan mengenakan kacamata hitam dan duduk di mobil mewahnya. Matthew tetap duduk di kursi kemudi sambil memperhatikan dari jauh moments kelulusan Irina.


Tidak bisa di pungkiri, Matthew juga ikut bahagia dengan kebahagiaan yang tengah di rasakan oleh wanita yang ia puja.


Dalam kacamata Matthew, sosok Irina tidak hanya cantik secara fisik. Tapi sosok Irina bagi Matthew juga merupakan seseorang yang cerdas dan smart.


Meskipun Irina pernah tidur dengan dirinya. Matthew tau, jika apa yang di lakukan Irina pada saat itu adalah sebuah keterpaksaan. Bukan karena semata ia ingin uang dengan cara instan.


Matthew justru menilai Irina adalah seorang wanita yang pemberani, penuh tanggung jawab dan rela berkorban apapun demi sesuatu yang penting bagi keluarganya.


Semua itu sudah Matthew buktikan dengan ia mengajaknya kembali untuk One night stand, tapi Irina tidak mau. Meskipun Matthew telah mengiming-imingi Irina dengan bayaran tertinggi.


Jacob



Irina Ivanka



Matthew