
Kini Rio dibikin pusing dengan semua tugas-tugas yang diberikan Matthew kepada dirinya. Meski begitu, Rio tidak ingin melewatkan kesempatan untuk bisa mendapatkan bonus besar dari sang Bos yang telah mempercayai dirinya.
Untuk mendapatkan informasi terkait keinginan Irina yang mungkin saja ia akan pindah pekerjaan. Setelah ia lulus kuliah. Rio sudah memikirkan semuanya. Rio kini bekerja sama dengan Regina untuk mendapatkan informasi terkait rencana Irina jika sewaktu-waktu wanita itu hendak resign dari toko kue milik Regina.
Dan benar saja, pada siang itu Irina menemui Regina untuk membicarakan suatu hal yang penting.
Irina mendatangi Regina untuk minta izin resign dari bekerja di toko kue milik janda berusia 50 tahun itu.
Meski begitu, Irina mengucapkan rasa terima kasihnya kepada Regina karena ia telah sudi mempekerjakan dirinya kurang lebih tiga bulan terakhir. Sehingga ia benar-benar bisa membayarkan semua biaya administrasi kuliahnya dan juga untuk memenuhi kebutuhan dirinya dan kedua orang tuanya.
Meski Irina digaji besar di toko kue milik Regina. Irina justru tidak enak hati menerima gaji yang berlebihan tersebut. Karena ia tau, temannya yang lain tidak mendapatkan gaji sebesar yang ia terima. Padahal mereka sudah lama bekerja.
Hal itu jugalah yang menjadi alasan Irina untuk resign dari toko kue.
Keinginan Regina pun ditanggapi santai oleh Regina. Karena sebelumnya Regina juga sudah tahu hal itu pasti akan terjadi. Dan sebelumnya Regina juga sudah berkomunikasi bersama dengan Rio terkait kemudian Irina akan mencari pekerjaan lain setelah ia lulus kuliah.
Regina juga berusaha untuk menggali informasi terkait keinginan Regina yang akan resign.
Beberapa hari sebelum Irina pamitan untuk resign. Regina sudah terlebih dahulu merencanakan sesuatu yang akan dia lakukan untuk Irina.
"Aku sangat memahami keinginan kamu untuk bisa mendapatkan pengalaman lebih banyak lagi Irina. Aku mendukungmu. Kau masih muda, banyak hal yang bisa kamu Explorer di luar sana. Akulah yang berterima kasih pada mu. Karena kamu datang disaat yang tepat saat aku perlu bantuan. Kamu adalah orang yang ulet dan rajin. Aku yakin, akan sangat mudah bagi mu untuk mencari pekerjaan lain. Ditambah pula kamu ini cantik Irina." Puji Regina.
Irina pun seperti biasa hanya tersenyum tipis menanggapi pujian Regina.
"Terima kasih untuk dukungannya Bu Regina. Saya juga sangat berterima kasih pada mu."
"Tidak masalah Irina. Oh ya, ngomong-ngomong aku punya saran perusahaan yang terbaik di kota. Mereka sedang membuat lowongan pekerjaan untuk menempati posisi marketing. Siapa tau ini adalah kesempatan mu untuk bergabung dengan perusahan terkenal itu Irina." ujar Regina, mulai memberikan informasi tentang perusahaan milik Matthew.
"Saya sudah ada beberapa perusahaan besar yang saya ingin melamar pekerjaan di sana Bu."
"Tapi tidak ada salahnya juga kamu coba melamar pekerjaan di sana Irina." pancing Regina.
Regina kemudian memberikan selebaran lowongan pekerjaan kepada Irina. Dan selembar itu adalah lowongan pekerjaan di perusahaan milik Matthew.
Irina mengambil lembaran lowongan pekerjaan itu dan kemudian ia memeriksanya.
"Dari nama perusahaanya sepertinya tidak asing. Saya sering melewati gedung perkantoran ini. Ini perusahaan terkenal Bu. Mana mungkin mereka mau menerima lulusan baru seperti saya. Pasti mereka mencari orang orang yang sudah berpengalaman dalam bidangnya."
"Jangan patah semangat Irina. Bagaimana kamu langsung menyerah jika kamu tidak mencoba. Tidak ada salahnya kamu menaruh lamaran pekerjaan ke sana. Siapa tau kamu diterima." Bujuk Regina.
"Terima kasih Bu Regina, untuk informasi lowongan pekerjaan ini. Ini akan jadi referensi dan pilihan untuk saya. Saya pasti akan melamar pekerjaan di sana."
"Sama-sama Irina. Aku doakan kamu sukses ya dengan karirmu. Dan jika kau diterima di perusahaan itu. Semoga kau bisa berkembang di sana dan kau bisa memiliki masa depan yang cerah serta mendapatkan pengalaman baru."
"Terima kasih Bu" Jawab Irina sambil tersenyum manis sebagai ciri khas dirinya yang selalu terlihat anggun.
🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️
Sesampainya di rumah, Irina disibukan untuk mempelajari profil-profil perusahaan tempat ia akan melamar pekerjaan.
Sebelumnya Irina sudah memiliki incaran ia akan melamar pekerjaan di beberapa perusahaan yang sudah ia ketahui.
Dan malam itu Irina tengah sibuk menyusun membuat surat lamaran pekerjaan yang akan ia taruh di beberapa perusahaan besar yang sedang ia incar.
Keesokan harinya, Irina mendatangi satu persatu perusahaan yang ia tuju dan ia menitipkan lamaran pekerjaan ke security.
Banyak harapan yang Irina ingin capai dalam usaha mencari pekerjaan yang baru.
Ia ingin mengubah nasib perekonomian keluarga agar bisa kembali bangkit seperti dulu. Ketika keluarganya dalam kecukupan. Keterpurukan ekonomi sempat membuat Irina trauma. Karena ekonomi yang buruk membuat ia harus terpaksa menjual diri demi mempertahankan tempat tinggalnya untuk tidak di sita oleh rentenir kala itu.
Setelah semua itu berlalu. Irina mencoba untuk melupakan semua masa kelamnya.
Dan kini Irina bertekad untuk memperbaiki ekonomi dengan bekerja di perusahaan besar. Dan berharap mendapatkan sesuatu yang lebih baik. Selain itu Irina juga ingin mencari pengalaman serta wawasan dalam dunia bekerja.
Rasa mandiri yang tumbuh di dalam jiwa Irina, membentuk wanita yang kini berusia 23 tahun itu menjadi sosok wanita Independen. Yang berani, tangguh dan punya visi yang kuat.