After One Night Stand With CEO

After One Night Stand With CEO
Getaran



"Ada mobil mewah tadi yang mengantarkan mu pulang. Siapa dia?" Tanya Jacob pada Irina, merasa penasaran dengan mobil mewah yang menggambarkan Irina pulang.


"Dia Bos ku." Jawab Irina singkat ketika ia mengantarkan Jacob untuk menuju mobilnya. Setelah beberapa jam mereka saling mengobrol di dalam rumah.


"Wah, seorang Bos atau lebih dari sekedar Bos?" pancing Jacob.


"Bos Jacob!" seru Irina, yang merasa bahwa Jacob sedang menyindirnya.


Ada sebuah rasa kelegaan yang Jacob rasakan ketika Irina mengatakan dia hanyalah bosnya.


"Jadi kamu sekarang senang bekerja di tempat baru?"


"Ya, aku cukup nyaman bekerja di sana. Bagaimana dengan mu? Apa kau akan kembali ke Amerika atau akan berkarir di sini."


"Sebenarnya aku sudah mulai bekerja juga di perusahaan milik Papa. Kedatangan ku kemari sebenarnya juga ingin mengajak mu untuk bergabung di perusahaan ku. Tapi karena kau sudah bekerja di tempat itu ya, aku kalah cepat menawari mu untuk bekerja di perusahaan ku."


"Oh, begitu. Aku tidak tau jika kamu ternyata juga sudah mulai belajar untuk masuk dalam dunia bekerja." Ucap Irina yang kala itu masih tanpa asik mengobrol dengan Jacob.


"Jika kau mau, kau bisa resign dari tempat kerja mu saat ini. Dan ku pastikan kamu akan di terima di perusahaan ku. Jika kau mau." Tawar Jacob pada Irina, mencoba untuk mempengaruhi Irina supaya ia keluar dari tempat kerjanya.


"Oh, terima kasih untuk penawarannya Jack. Nanti aku akan pikir-pikir. Aku juga baru dua bulan bekerja di sana."


"Tidak apa, kau pikir pikir saja. Aku juga tidak memaksa mu untuk pindah. Jadi, santai saja Irina. Sudah malam, aku pamit ya."


"Oke, terimakasih sudah mampir." Kedua sahabat itu kemudian saling pelukan.


Jacob kemudian masuk ke dalam mobilnya dan kemudian ia meninggal halaman rumah Irina.


Setelah Jacob pergi, barulah Irina kembali masuk ke dalam rumah.


Setelah semua hari itu berlalu. Barulah Irina bisa benar-benar bersantai di atas tempat tidurnya yang meskipun sempit, ia merasa nyaman disana.


Sambil menghela napas penuh kelegaan. Irina mencoba untuk melepaskan semua rasa lelahnya di atas tempat tidur.


"Hari yang melelahkan. Untung saja besok hari libur. Jadi aku bisa bermalas-malasan seharian." Ujar Irina pada diri sendiri.


Ketika ia baru saja mau memejamkan matanya. Irina kemudian kembali bangkit dari ranjang dan kemudian ia berjalan menuju belakang pintu. Dimana ia menggantung blazernya disana untuk mengambil ponsel yang ia taruh di saku blazer.


Setelah beberapa saat Irina mengecek ponsel dan telah membalas beberapa pesan chat yang masuk. Iseng iseng Irina membuka aplikasi media sosial.


Ia kemudian memeriksa akun media sosial milik Matthew. Karena ia merasa penasaran.


Irina nampak memperhatikan beberapa foto yang telah diunggah oleh Matthew di media sosialnya.


"Kenapa wajah mu seperti tidak asing bagi mu." ucap Irina dengan lirih. Sambil terus memeriksa beberapa foto yang di unggah oleh Matthew. Bahkan Irina memperhatikan beberapa foto yang menurutnya Matthew memang seorang pria yang tampan.


"Secara personal, kau memang orang yang hangat. Entahlah...apa saja yang terlalu merasa. Jika kau memperhatikan aku." guman Irina dalam hati. Kemudian ia tersenyum senyum sendiri.


"Aku tidak mendapati foto seorang wanita. Apa kamu belum punya pacar? Mana mungkin kamu belum punya pacar. Pria sekaya dan semapan kamu pasti telah punya tambatan hati." lagi lagi Irina nampak membatin.


Sejurus kemudian, Irina mengfollow akun media sosial milik Matthew. Dan sejak saat itu ia menjadi pengikut Matthew.


🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀


Beranda di apartemennya. Matthew yang kala itu tengah berada di ruang kerja. Perhatiannya nampak teralihkan ketika ponselnya terdengar suara notifikasi.


Matthew kemudian meraih ponselnya dan memeriksa. Senyum Matthew langsung mengembang ketika ia melihat Irina telah mengfollow akun media sosialnya.


Matthew pun melakukan hal yang sama dengan apa yang dilakukan oleh Irina. Matthew kemudian memeriksa akun media sosial milik Irina.


"Cantik." puji Matthew, pada salah satu unggahan foto Irina. Dengan senyum yang menghiasi wajahnya. Matthew nampak betah mengulik media sosial milik Irina.


"Aku sudah menikmati tubuh mu dari setiap jengkal lekuk tubuh mu Irina. Aku bahkan sudah hafal dengan aroma tubuh mu. Dan aku tak akan melepaskan mu. Kau adalah buruan berharga bagi ku. Aku harus bisa memiliki diri mu entah bagaimana pun caranya." ucap Matthew dalam hati. Yang begitu terobsesi pada Irina.


"Terima kasih sudah mengfollow ku." Tulis Matthew pada pesan chat yang ada di akun.


Tak lama berselang, Irina ternyata membalas chat yang di kirimkan Matthew dengan emoji tersenyum.


"🙂"


Balasan dari Irina pun sudah cukup membuat hati Matthew menghangat. Dan keceriaan itu terlihat jelas di wajah Matthew. Bagaimana sosok Irina begitu berpengaruh pada dirinya.