
"Serahkan sertifikat asli milik wanita ini sebelum aku menghabisi kalian semua." Ancam Rio sambil mengarahkan pistol yang ia bawa kearah mereka.
Dengan penuh rasa ketakutan. Akhirnya rentenir itupun mengambil sesuatu di lacinya untuk menyerahkan sertifikat yang asli tersebut kepada Irina.
"Aku peringatkan sekali lagi pada dirimu. Jangan pernah macam-macam terhadap wanita ini. Karena wanita ini sekarang dalam perlindungan kami. Jika kau macam-macam. Kepalamu akan aku tembak langsung dengan peluru di pistol ini." Ancam Rio lagi.
Setelah menyerahkan sertifikat yang asli kepada Irina. Pria itu kemudian mengajak Irina untuk keluar dari ruko.
Setelah kini mereka berada di luar. Sudah ada sebuah taksi yang menunggu Irina.
"Pulanglah ke rumah dengan naik taksi itu. Urusan mu sudah selesai disini." Perintah Rio pada Irina, dan saat itu Rio masih mengenakan penutup kepala agar Irina tidak bisa mengenali wajahnya.
"Terimakasih sudah membantu ku." ucap Irina berterimakasih.
"Simpan rasa terimakasih mu untuk Bos. Dia yang menyuruh kami untuk melindungi mu. Jangan pernah lagi datang pada rentenir tengik itu."
Setelah semua sudah benar-benar clear. Irina segera masuk ke dalam taksi dengan perasaan lega.
🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿
Sesampainya di rumah, Irina yang bertemu dengan mamanya di ruang tamu menjelaskan tentang kenapa semalaman ia tidak pulang dan baru pulang sore hari.
Setelah membuat Mamanya percaya dengan apa yang ia karang. Irina langsung bergegas ke kamar.
Sesampainya di kamar Irina baru merasa benar-benar sangat lega. Dan begitu sangking leganya, Irina menjatuhkan tubuhnya di atas tempat tidurnya yang sempit.
Irina benar benar bisa berlega hat sekarang. Setelah jeratan hutang piutang yang Rendra lakukan terpaksa harus ia tebus dengan merelakan kehormatannya hilang sebelum waktunya.
Padahal hal itu sangat Irina pertahanan dari dulu. Dan sebagainya seorang wanita pasti ia akan bangga menjaga itu. Tapi, karena situasi yang begitu mendesak. Jalan pintas itu Irina ambil.
Tidak hanya menjualnya sekali. Tapi Irina melakukanya dua kali.
Dan semua itu ia lakukan untuk bisa melunasi semua hutang-hutang yang kakaknya bebankan.
Irina juga tidak sama sekali mengunakan uang dari jual diri untuk ia gunakan memenuhi mebutuhannya. Melainkan uang yang ia dapatkan dari jual diri hanya untuk membayar hutang saja.
Kini Irina merasa sangat senang dan juga lega karena sertifikat rumah itu kini telah berada di tangannya kembali.
"Syukurlah sertifikat ini sekarang sudah ku pegang. Tapi aku tidak mungkin menyimpan sertifikat ini di rumah. Kalau Abang pulang pasti dia akan menggunakan sertifikat ini lagi untuk digadaikan. Sebaiknya aku menaruh sertifikat ini di tempat yang rahasia. Yang tidak terjangkau sama Abang." ucap Irina pada dirinya sendiri.
Setelah ia meluapkan segala kelegaannya. Kemudian Irina bangkit dari tempat tidur.
Kini ia kembali teringat dengan kata-kata dua orang misterius yang tadi melindunginya.
"Sebenarnya siapa dua pria itu? Kenapa dia datang begitu tiba-tiba dan menyelamatkan aku. Aku tidak bisa membayangkan bagaimana diriku jika tidak ada dua pria tersebut. Membayangkannya saja aku begitu ngeri. Apalagi disaat rentenir itu berubah sikap menjadi sangat kejam pada diriku. Dan mereka semua berniat jahat." ucap Irina dalam hati.
"Mereka bilang, mereka adalah suruhan seseorang. Dan mereka memanggilnya Bos. Siapa Bos itu. Aku tidak pernah merasa mempunyai kenalan pria. Aku juga tidak merasa pernah kenal dengan seseorang yang kaya. Kenapa dia bisa begitu baik padaku. Dan menyuruh mereka untuk melindungi ku?"
Irina nampak berpikir keras dan ia merasa penasaran dengan sosok Bos yang mereka sebut.
Mengenyakan segala sesuatu yang sekarang ini sedang ia pikirkan. Irina kemudian bangkit dan berjalan menuju meja rias kecilnya di sudut kamar. Ia kemudian duduk di sana.
Sejenak wanita berusia 20 tahun itu menatap wajahnya di pantulan cermin. Ia menatap dirinya sendiri dengan pandangan kosong.
Ini adalah saatnya kamu memulai hidup baru mu Irina. Dengan sebuah konsekuensi dan masa lalu yang gelap. Jika kau kini sudah tidak lagi perawan.
Dirimu sudah tidak lagi suci. Kamu mempunyai kisah masa lalu bersama dengan seorang pria misterius. Mungkin kau akan menyimpan rahasia ini sepajang hidup mu.
Dan mungkin suatu saat kau akan menutupi masa kelam mu. Atau kau akan terus terang kepada calon suamimu kelak.
Jika ia menerima masa lalu mu, maka kau akan bisa berlega hati. Jika dia tidak bisa menerima masa lalu mu. Maka bersiaplah untuk kehilangan.
Mulailah dengan semangat baru Irina.
Selesaikan kuliah, carilah pekerjaan yang bagus untuk bisa mengangkat perekonomian keluarga.
Sehingga keadaan keluargamu tidak tergantung pada kakak mu. Dia seorang anak yang tidak tau diri. Yang hanya membawa beban keluarga. Mama dan papa mu hanya bisa mengandalkan kamu. Jadi kamu harus berjuang untuk mereka juga.
Pikirkan kuliah mu sekarang. Tuntaskan sekolah mu. Agar kau bisa mencari pekerjaan yang lebih baik.
Ingat Irina, kedua orang tua mu bertumpu pada mu sekarang.
Irina nampak bermonolog pada dirinya sendiri.
"Sekarang banyak hal yang harus aku lakukan. Pertama aku harus fokus untuk selesaikan kuliah ku. Kedua aku harus cari kerja sampingan untuk biaya hidup ku dan Papa Mama. Secepatnya aku harus bisa menemukan sebuah pekerjaan freelance. Untuk mengisi waktu dan untuk bisa menghasilkan uang. Karena sekarang sudah tidak ada lagi yang bisa membantu keuangan keluarga selain aku sendiri."
"Semangat Irina, kau bisa!" ucap Irina dengan penuh semangat pada dirinya sendiri.
"Na, ayo makan dulu. Mama sudah masak tadi. Kamu pasti lapar karena baru pulang." Panggil Ratih balik pintu kamar Irina.
"Iya Ma, Irina mandi dulu ya." Sahut Irina dari dalam kamar.
"Ya sudah, makanannya ada di meja makan."
🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️
Di Kampus
"Na, kemarin kamu ke mana saja. Kok kamu sekarang sering bolos kuliah sih?" Tanya Maya, sahabat dekat Irina. Ketika mereka bertemu di kantin kampus.
"Aku ada urusan penting May." jawab Irina dengan suara datar.
"Tapi kan kuliah juga penting Irina. Apalagi kuliah kita hanya tinggal beberapa bulan lagi. Setelah itu kamu akan lulus."
"Masih ada tiga bulan lagi. Dan dalam waktu 3 bulan itu aku juga harus mempersiapkan diri. Banyak kebutuhan dalam keluargaku. Dan kamu tahu sendiri kan. Sekarang Abang ku Rendra pergi entah kemana. Sudah tidak ada yang bisa membantu perekonomian keluarga ku. Kami juga butuh makan. Aku sibuk mencari lowongan pekerjaan di internet May. Setelah pulang kuliah nanti. Aku berniat untuk mendatangi sebuah toko kue yang ada di seberang jalan dekat rumah ku. Aku sudah kantongi alamatnya. Dan aku berniat untuk melamar kerja di sana. Setelah aku selesai dengan kegiatan kuliah ku."
"Ya, mau gimana lagi Na. Aku juga nggak bisa bantu kamu. Tahu sendiri kan, keuangan bokap gue juga pas-pasan untuk hari hari dan untuk kuliahin aku di kampus ini. Kamu cukup bersyukur. Kamu adalah orang yang cerdas dan pintar. Dan kamu bisa kuliah di universitas ini juga karena beasiswa kan."
"Tapi untuk kebutuhan sehari-hari orang tua ku dan aku saat ini sangat genting May." Curhat Irina pada Maya.
"Semoga saja urusan kamu lancar Irina. Dan kau bisa mendapatkan pekerjaan itu besok."
"Terima kasih sudah menjadi sahabat yang baik untuk aku May. Kamu selalu kasih solusi dan juga selalu mendukungku."
"Sama-sama, aku hanya bisa kasih dukungan yang bisa aku berikan kepadamu. Tidak ada banyak hal yang bisa aku berikan."
"Tidak apa-apa May. Itu juga sudah cukup bagi aku."
Kemudian mereka melanjutkan untuk menikmati semangkuk bakso di kantin.
Dan, pembicaraan mereka pun tidak mereka sadari. Kini sedang didengarkan oleh Rio.
Dimana saat ini Rio telah ditugaskan Matthew untuk menguntit Irina. Dan juga untuk menggali informasi apa saja yang berkaitan dengan Irina.