
Dengan pelan, Matthew meletakkan tubuh Irina ke tempat tidurnya yang mewah. Memberikan batal yang empuk ke kepala Irina. Kemudian Matthew juga melepaskan sepatu yang Irina kenakan.
Sejenak, Matthew nampak mengamati wajah Irina yang terlihat cantik putih berseri tersebut. Dengan menggunakan punggung tangannya, Matthew mengelus-elus pipi lembut Irina.
"Cantik," puji Matthew. Kemudian ia mencondongkan badannya untuk melabuhkan kecupan manis ke kening Irina.
Menoleh ke arah pintu, Matthew merasa sedikit garam karena pintu kamarnya yang masih terbuka merusak suasana hatinya yang sudah membuncah.
Matthew kemudian kembali berjalan ke arah pintu dan menutup pintu kamar tidurnya dengan rapat. Bahkan Matthew mengunci pintu kamar itu.
Tak lupa, Matthew juga menutup gorden yang tadinya terbuka.
Kini ia menutup semua gorden yang ada di kamar. Seperti biasa, Matthew menyukai kegelapan ketika ia melakukan percintaan.
Kini, suasana kamar menjadi gelap. Hanya ada pencahayaan yang samar samar dari luar.
"Kamu sudah membuat aku begitu bergairah hari ini Irina. Aku sudah tidak bisa menahan lagi gairah ku. Aku harus lepaskanya bersama mu. Hanya dengan mu." ucap Matthew, yang dibuat makin bergairah ketika melihat Irina yang tergeletak pasrah di atas ranjangnya.
"Kau adalah wanita pertama yang tidur di ranjang itu. Meski aku suka main perempuan. Aku tidak pernah sekalipun mengajak mereka bercinta di ranjang ku yang sebenarnya. Kita bermain sebentar ya Irina. Jika tidak dengan cara seperti ini. Aku tidak bisa menyentuh mu." ucap Matthew lagi bermonolog.
"Sudah lama aku menahan hasrat ku. Dan aku sudah tidak tahan untuk tidak mencairkan sesuatu yang sudah membeku yang lama dalam tubuhku."
Kini Matthew mulai melepaskan satu persatu kancing bajunya dan kemudian ia menanggalkan kemejanya ke lantai.
Setelah kemejanya terlepas, dia pun kemudian menanggalkan pula celana yang ia kenakan.
Setelah kini ia tidak memakai apapun. Matthew kembali berjalan ke arah ranjang dan kemudian ia langsung bergegas naik untuk berada di atas tubuh Irina.
Irina yang sudah seperti orang pingsan itupun tidak menyadari jika kini dirinya dalam bahaya. Bahaya berada dalam garapan Matthew.
Matthew kini mulai mendekatkan wajahnya ke wajah Irina. Menempelkan dengan pelan bibirnya ke bibir ranum milik Irina yang begitu sensual di mata Matthew.
"Kau luar biasa sayang ku." rancau Matthew yang begitu di buat gila dengan sosok Irina. Yang akhirnya membuat ia terobsesi untuk memiliki wanita tersebut.
Matthew terus menempelkan bibirnya ke bibir Irina sambil berusaha untuk membuat bibir Irina terbuka.
Puas dengan bibir Irina, kini Matthew beralih ke menjelajahi leher jenjang milik Irina. Dan Matthew menenggelamkan wajahnya di sana. Menghirup banyak-banyak wangi parfum Irina yang sudah menjadi candu bagi Matthew.
"Sungguh memabukkan." Matthew nampak kegirangan.
Saat gairah pria lajang 27 tahun itu kembali naik. Dan saat Matthew sudah tidak tahan untuk melakukan penyatuan.
Matthew kemudian membuka satu persatu kancing baju yang masih terpasang rapi di kemeja Irina.
Irina benar benar tidak sadar dengan apa yang terjadi pada dirinya.
Setelah kini kancing baju Irina sudah terlepas semua. Matthew dapat melihat dua buah dada yang kencang milik Irina terpampang jelas dihadapannya. Warna bra hitam yang Irina kenakan semakin membuat Matthew merancau.
Dengan pelan, Matthew memberikan ciuman basah ke dada milik Irina. Yang kedua gunung kembarnya masih tertutup bra.
Kini, Matthew bergerak ke bawah. Untuk melepaskan rok yang Irina kenakan.
Baru saja setengah jalan Matthew melepaskan rok milik Irina. Tiba-tiba saja sesuatu mengikatkan Matthew. Untuk ia segera menghentikan kegiatannya. Matthew pun kemudian terdiam, membeku dan ia nampak berfikir.
"Apa yang kau lakukan Matthew. Jangan menjadi seseorang yang bejat jika benar kamu mencintai Irina. Kamu memang pernah tidur dengan Irina. Tapi kamu juga tau jika saat itu Irina melakukannya dengan terpaksa dan suka rela. Tapi setelah itu dia tidak mau melakukannya lagi kan. Jadi, jangan rusak Irina dengan apa yang ingin kamu lakukan padanya saat ini. Bersabarlah untuk mendapatkan dia. Dapatkan dengan cara yang baik. Jangan dengan cara yang kotor seperti ini. Justru nanti Irina akan membenci mu. Dan kamu tidak akan memiliki kesempatan untuk mendekatinya. Jadi, tahan hawa nafsu mu. Jika menginginkan wanita itu untuk selamanya." Sisi hati nurani Matthew kini mengikat Matthew. Untuk tidak melakukan tindakan yang bisa menodai Irina.
(Apakah Matthew mengikuti hati nuraninya. Atau Matthew tetap ingin melakukan itu pada Irina)