After One Night Stand With CEO

After One Night Stand With CEO
Kemunculan Jacob, sahabat Irina



Meskipun Irina pernah tidur dengan dirinya. Matthew tau, jika apa yang di lakukan Irina pada saat itu adalah sebuah keterpaksaan. Bukan karena semata ia ingin uang dengan cara instan.


Matthew justru menilai Irina adalah seorang wanita yang pemberani, penuh tanggung jawab dan rela berkorban apapun demi sesuatu yang penting bagi keluarganya.


Semua itu sudah Matthew buktikan dengan ia mengajaknya kembali untuk One night stand, tapi Irina tidak mau. Meskipun Matthew telah mengiming-imingi Irina dengan bayaran tertinggi.


Dan hal itu sudah cukup menandakan bahwa Irina adalah seorang wanita baik baik sebenernya.


Tak berselang lama, seorang pria datang menghampiri Irina dan ia langsung memeluk Irina begitu saja.


Sedangkan Irina pun juga sepertinya tidak keberatan dipeluk oleh pria tersebut.


Pria itu datang menghampiri Irina dengan membawakan sebuah buket bunga yang begitu cantik. Irina pun juga tanpa keberatan menerima buket bunga itu dengan wajah yang berseri-seri. Bahkan Irina memberikan satu pelukan lagi kepada pria itu.


Sebuah pemandangan yang langsung membuat Matthew merasa geram. Matthew juga di buat penasaran dengan sosok pria yang tiba-tiba datang menemui Irina dan keluarganya. Seolah-olah Irina dan keluarganya telah lama mengenal pria tersebut.


Semenjak Matthew mengenal Irina dalam beberapa bulan terakhir. Wanita itu nyaris seperti tidak pernah disentuh oleh lelaki manapun. Karena selama Matthew mengenal Irina. Ia telah memantau pergerakan Irina.


Dan penurut analisa yang Matthew pahami. Irina tipe wanita yang tertutup dan tidak banyak dekat dengan teman pria. Sehari harinya di kampus ia hanya dekat dengan temannya yang bernama Maya.


Tapi kenapa pada pria itu Irina terlihat welcome. Sungguh hal tersebut menyisakan tanda tanya besar bagi Matthew.


Tak lama kemudian, pria tersebut sepertinya menawarkan tumpangan untuk Irina dan mengajak Irina untuk pergi. Kini Irina dan kedua orangtuanya telat masuk kedalam mobil pria tersebut. Kemudian mobil itu melaju menuju sebuah jalan raya. Dan seperti mereka akan pergi ke suatu tempat.


Tidak ingin ketinggalan momentum untuk mengawasi pergerakan Irina dan pria asing itu. Matthew langsung mengikuti kemana laju mobil yang membawa Irina tersebut berhenti.


Pria yang menghampiri Irina tidak lain adalah Jacob, sahabat dekat Irina.


Kini mobil yang dikendarai Jacob berhenti tepat di sebuah restoran Jepang tak jauh dari lokasi kampus tempat Irina berkuliah.


Mungkin mereka akan melakukan acara makan-makan. Hal yang biasa dilakukan kebanyakan orang setelah acara wisuda selesai. Sebagai bentuk perayaan.


Matthew yang kala itu sepertinya tidak ingin cepat-cepat pergi meninggalkan posisinya saat ini yang sedang mengintai Irina. Dari kejauhan Matthew masih memantau pergerakan Irina.


Dan benar saja, mereka.nampak menikmati acara makan-makan tersebut dengan penuh keceriaan dan bersahaja.


Rasa cemburu itu kini sedang menyelimuti hati Matthew. Ia seolah marah dengan apa yang baru saja ia saksikan.


Setelah dirasa cukup mendapatkan informasi baru tentang Irina. Yang semua itu cukup membuat hati dan perasaan sesak. Matthew kembali mengemudikan mobilnya untuk kembali menuju apartemen.


🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀


Sesampainya di apartemen, Matthew langsung mengambil wine kesukaannya dan kemudian ia langsung menuangkan wine tersebut kedalam sebuah gelas bening. Dengan penuh rasa tidak sabaran. Matthew langsung meneguk wine tersebut hingga tandas. Kemudian ia menuangkan lagi dan lagi.


Suasana bahagia yang menyelimuti hati Matthew beberapa jam lalu kini berubah menjadi perasaan kesal dan marah.


Tidak hanya kesal dan marah. Tapi Matthew kini juga di buat penasaran dengan pria yang terlihat akrab dengan Irina serta keluarganya.


Seperti pasangan yang posesif. Matthew tidak menginginkan satu orang pun dekat dengan Irina nya.


Dengan cara apapun ia harus memiliki Irina. Karena saat ini ia sedang menyusun rencana untuk melakukan pendekatan terhadap Irina. Saat dirinya sedang menyusun rencana melakukan pendekatan, justru Irina terlihat akrab dengan pria lain.


Sungguh hal itu membuat Matthew kembali frustasi.


"Rio datanglah ke apartemen! Ada pekerjaan untukmu." ucap Matthew tegas. Ketika sambungkan teleponnya di jawab oleh Rio.


"Siap Bos. Dalam setengah jam saya akan sampai di apartemen." Jawab Rio, yang selalu siap sedia melayani perintah Matthew.


Karena bagi Rio, perintah Matthew adalah uang. Dan setiap apa yang telah di tugaskan padanya adalah pekerjaan, bisnis.


🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀


"Cari tahu siapa pria ini. Namanya siapa? Dia tinggal di mana dan ada hubungan apa dia dengan Irina." Jelas Matthew pada Rio. Sambil menunjukkan foto Jacob yang telah diambil oleh Matthew ketika mereka masih ada di halaman kampus.


Rio kemudian mengamati wajah pria yang fotonya telah di tunjukan oleh Matthew padanya.


"Kirim gambar orang itu padaku Bos." Ucap Rio enteng, karena pekerjaan hal semacam itu sangat mudah bagi Rio.


Matthew langsung mengirimkan gambar Jacob kepada ponsel milik Rio.


"Ada tugas yang lain Bos?" Tanya Rio seperti biasa.


"Aku yakin, setelah lulus kuliah. Irina pasti akan mencari pekerjaan yang baru. Tidak mungkin ia akan tetap bekerja di toko kue itu. Selidiki di mana Irina akan bekerja. Atau dia akan mencari pekerjaan di mana bidang apa. Jika perlu, bekerjasamalah dengan Regina untuk memberikan informasi tentang lowongan pekerjaan. Dan pastikan perusahaan ku adalah perusahaan yang menjadi tempat Irina ingin melamar pekerjaan baru. Kau harus lakukan tugas itu untuk ku." perintah Matthew.


"Wah Bos, ini pekerjaan yang tidak gampang Bos." ucap Rio.


"Akan gampang bagimu jika aku memberikan imbalan yang besar kan Rio," Selidik Matthew. Rio pun tersenyum.


"Sebenarnya itu memang pekerjaan yang tidak mudah Bos. Tapi jika Bos memang menginginkan itu. Bolehkah aku kali ini meminta sesuatu sebagai imbalannya?" Ucap Rio, mencoba untuk bernegosiasi pada Bos nya yang ia tau Matthew sangat loyal.


"Apapun permintaanmu akan aku kabulkan Rio. Jika kau berhasil membuat Irina bekerja di perusahaan ku."


"Bos kan tahu, selama ini aku belum memiliki mobil. Jika Bos berbaik hati pada ku. Aku ingin meminjam uang untuk membeli mobil baru Bos. Bos tau kan aku sedang ingin serius dengan Clarisa. Aku ingin menikahinya Bos. Aku butuh modal sebagai tumpangan untuk membuktikan pada orang tua Clarisa kalau aku orang yang berada Bos. Jadi aku butuh mobil baru." ungkap Rio jujur.


"Mobil apa yang kau mau?" Tanya Matthew to the point.


"Standard Bos, aku sedang mengincar mobil merk A, mobil itu yang aku inginkan."


"Itu mobilnya sangat murah Rio. Aku bisa membelikan kamu 3 mobil itu sekaligus jika kamu mau. Mintalah mobil yang lebih berkelas. Kalau kau mau, kau boleh mengambil mobilku yang sekarang aku pakai. Kamu tahu kan, mobilku itu baru saja aku beli dua minggu yang lalu. Dan harga mobilku itu 10 kali lipat dari harga mobil yang hendak kamu beli."


"Bos jangan bercanda. Saya cukup tau diri tidak ingin merampok mu Bos."


"Sudah jangan bawel. Aku tidak suka bertele-tele. Buat Irina bekerja di perusahaan ku. Kau akan mendapatkan mobil ku. Deal."


"Deal Bos." Jawab Rio mantap.