
"Tidak usah khawatir Pak, saya sudah memberitahu Mama jika saya pulang terlambat. Dan saya juga sudah memberitahu Mama jika anda mengantarkan saya. Sekali lagi terima kasih, saya masuk dulu ya Pak." Ucap Irina, yang kemudian ia pun membuka pintu mobil dan menutup mobil dengan pelan.
Matthew masih menunggu di dalam mobil sampai Irina benar-benar berada di rumah.
Setelah Irina menutup pintu, barulah Matthew mengemudikan mobilnya untuk kembali ke apartemennya.
Perasaan penuh kebahagiaan dan senyum kini selalu menghiasi wajah Matthew. Ketika malam itu ia kembali menuju apartemennya.
Tidak pernah Matthew rasakan kegilaan suka pada seorang wanita semacam apa yang ia rasakan pada Irina.
Bagi Matthew, menaklukkan seorang wanita seperti Irina bukanlah suatu hal yang mudah. Padahal sebelum ini, ia sudah pernah menjalin asmara dengan beberapa wanita yang ujungnya hubungan tersebut kandas di tengah jalan. Yang pada akhirnya membuat Matthew menjadi seorang casanova.
Tapi setelah terakhir ia memesan wanita dan itu adalah Irina. Membuat kehidupan Matthew berubah secara dramatis.
Penggambaran Matthew soal wanita sudah berubah. Kini ia memiliki sebuah pandangan hidup mengenai hubungan dengan lawan jenis sudah mulai ke arah serius. Karena ada sebuah rasa ketakutan yang Matthew rasakan ketika ia tidak bisa memiliki wanita buruannya yaitu Irina.
Jika dulu ia hanya ingin bersenang-senang dengan wanita tanpa terikat dengan pernikahan. Tetapi dengan Irina sangat berbeda. Matthew menginginkan wanita itu untuk selamanya.
Agar ia berada di sisinya tidak hanya untuk memenuhi kebutuhan biologisnya. Tapi juga agar ia mendapatkan ketenangan hidup dengan seseorang yang tepat.
Ada sebuah perasaan Matthew ingin mendapatkan kepuasan secara lahir dan batin ketika ia ingin mejalani hubungan dengan Irina. Bahkan ia sudah berimajinasi miliki keturunan dengan wanita itu.
Dengan Irina, Matthew ingin mewujudkan impian kedua orang tuanya yang menginginkan ia menikah dan memiliki kehidupan berumahtangga.
Setibanya di apartemen, Matthew langsung pergi menuju kamarnya. Melepaskan kemejanya dan langsung bergegas untuk membersihkan diri.
Kebetulan, esok hari adalah hari libur. Maka ia bisa bersantai dan juga bisa bangun siang.
🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀
Di sisi lain, Irina yang saat itu juga baru saja merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur, setelah ia membersihkan diri. Irina merasakan rasa pusing di kepalanya. Mungkin karena pada hari itu ia bekerja melebihi waktu jam kerjanya. Sehingga membuat Irina sedikit merasa lelehan.
Yang membuat Irina selalu patuh terhadap perintah Matthew juga karena ia adalah karyawan baru. Sehingga ia tidak bisa menolak setiap perintah sang atasan.
Sambil sesekali memijat kepalanya yang terasa sedikit pusing. Irina kembali mengingat apa saja yang ia lakukan bersama Matthew beberapa jam lalu.
Ingatan Irina kini kembali pada saat ia menemani Matthew makan nasi goreng di pinggir jalan. Bagaimana Matthew menyuruh dirinya untuk mengusap keringat di hadinya.
Dan keduanya, moments ketika Matthew memakaikan sit belt pada dirinya di mobil.
Entah kenapa Irina merasakan sesuatu ketika mata mereka saling bertemu. Ada sebuah keanehan yang Irina nilai dari sang CEO.
Sebuah keanehan yang mencolok. Seorang pria sekelas Matthew, yang seorang CEO bersikap begitu intens terhadapnya. Entah itu hanya perasaan Irina saja atau apa itu Irina pun juga bigung. Karena Irina juga tidak ingin terlalu percaya diri jika ia di sukai oleh Matthew.
Memikirkan itu semua justru membuat Irina tersenyum.
"Konyol, kenapa aku malah berasumsi bahwa dia suka pada ku. Wake up Irina, kau harus sadar diri kamu itu siapa dan dia siapa. Tidak mungkin dia menyukai wanita biasa seperti mu." Ucap Irina membantin.
Irina membuka media sosialnya dan kemudian ia mengetik nama seseorang di kolom pencarian.
Matthew Alfaro, nama itulah yang ia tulis di kolom pencarian di media sosialnya.
Tidak lama kemudian, profil seseorang yang sangat ia ingin cari tahu terpampang di sana.
Tapi sayang sekali, akun milik Matthew di media sosial tersebut terkunci private.
"Ada apa denganku? Kenapa aku jadi stalking tentang dia?
Guman Irina pada diri sendiri. Yang merasa semakin konyol saja.
Mencoba menyingkirkan rasa keingintahuan Irina pada sosok Matthew. Irina kemudian melekatkan ponselnya kembali ke atas nakas dan ia kemudian menarik selimutnya untuk pergi tidur.
🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀
Hal yang dialami oleh Irina, kini juga sedang dialami oleh Matthew.
Ada sebuah getaran perasaan aneh yang Matthew rasakan pada Irina. Apalagi kini keduanya sering bertemu.
Nama, wajah, sosok wanita itu kini selalu menghiasi pikiran Matthew. Di manapun ia berada, di kamar mandi, di ruang tamu, di kamar tidur, di balkon, di manapun Matthew berada ingatannya hanya mengingat wajah cantik dan nama Irina.
Apakah itu tanda Matthew telah jatuh cinta pada Irina, Matthew sudah tau jawabannya.
Saat hati dan hari harinya kini selalu di penuhi oleh nama dan wajah Irina. Matthew kemudian mengambil ponselnya dari saku celana. Kemudian mengetik sesuatu di media sosial. Dan ia berharap mendapatkan sesuatu di sana.
Dan benar saja, saat Matthew menuliskan nama Irina di kolom pencarian. Matthew mendapatkan akun media sosial milik Irina. Kemudian Matthew mengklik follow pada akun media sosial milik Irina.
Sejak saat itu, Matthew telah meng follow akun media sosial milik Irina.
Beranda di atas tempat, Irina yang sejak tadi tidak benar-benar bisa tidur. Kembali terjaga ketika ia mendengar suara notifikasi pemberitahuan di ponselnya.
Ia kembali bangkit dan meraih ponselnya kembali. Lalu ia mengecek notifikasi tersebut.
Mulut Irina seketika langsung membulat sempurna berbetuk huruf O. Tak lama ia kemudian menutup mulutnya untuk tidak berteriak.
Ia hampir saja tidak percaya dengan apa yang ia lihat.
Matthew mengfollow akun media sosialnya. Dan Bahkan Matthew meng like beberapa foto yang ia unggah di media sosialnya.
Hal itu membuat Irina ingin tertawa saja. Bagaimana bisa hal yang membuat ia penasaran justru kini Matthew lah yang berhasil masuk pada akun media sosialnya.
"Apakah ini semua hanya kebetulan saja? Ternyata dia juga stalking tentang aku." Guman Irina bigung. Mengenyahkan segala sesuatu yang membuat ia campur aduk berfikir. Irina memilih untuk melekatkan ponselnya dan kali ini ia benar-benar ingin tidur.