After One Night Stand With CEO

After One Night Stand With CEO
Pendekatan



"Selamat Irina, kamu diterima bekerja di perusahaanku. Dan mulai hari Senin depan kamu bisa langsung masuk. Masalah gaji yang akan kau dapatkan. Kamu bisa membicarakannya dengan HRD perusahaan setelah kamu dari ruangan saya. Dia akan memberitahumu tentang gaji dan juga apa pekerjaan yang akan kamu tangani."


"Baik Pak terima kasih, karena telah menerima saya bekerja di perusahaan Bapak. Saya akan bekerja dengan baik dan patuh pada aturan perusahan ini."


"Sama sama Irina."


Kemudian, Matthew lah yang lebih dulu memberikan tangannya untuk menjabat tangan Irina.


Irina dengan ragu ragu serta gugup, karena ia sedang dilingkupi perasaan bahagia. Kemudian meraih tangan Matthew dan ia menjabatnya.


"Saya yang harusnya berterima kasih pada Bapak. Sekali lagi terima kasih Pak Matthew." Itulah kali pertamanya Irina memanggil nama Matthew.


Ada sebuah luapan kebahagiaan yang Matthew rasakan ketika wanita yang ada di hadapannya itu memangil namanya.


"Minumlah minuman mu dulu." Tawar Matthew dengan kata-kata yang lembut serta wajah penuh keramahan.


Merasa tidak enak dengan tawaran minum yang telah Matthew berikan. Irina kemudian meraih secangkir teh yang ada di meja dan kemudian ia meminumnya.


Sejenak, Irina melirik ke arah Matthew. Dalam hati ia menilai jika pria yang ada di hadapannya itu adalah seorang pria yang hangat. Bagaimana tidak hangat, karena sepajang sesi wawancara. Matthew bersikap sangat ramah dengan dirinya.


Tidak hanya ramah, Irina juga menilai Matthew adalah pria yang cukup tampan.


Sebuah penilaian normal untuk wanita lajang seperti Irina. Jika melihat pria yang tampan dan gagah seperti Matthew pasti akan terkesima.


Setelah acara interview selesai. Kini Irina pamitan untuk undur diri.


Ia begitu lega, karena pada akhirnya dia telah mendapatkan buruannya dalam mencari pekerjaan. Dan bisa bekerja di perusahaan yang besar di perusahaan milik Matthew adalah sebuah langkah yang cukup membanggakan bagi Irina.


Dan sisi lain, Matthew pun kini merasa puas. Karena wanita yang menjadi buruannya sudah berada dekat dengan dirinya. Sehingga ia bisa melihat kapan saja wanita yang sudah menjadi targetnya.


Misi Matthew berikutnya pada Irina saat ini adalah, melakukan pendekatan.


🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀


"Puaskan, kamu sudah memiliki mobil ku sekarang." ujar Matthew pada Rio. Yang malam itu ia mengundang Rio untuk ke apartemen mewahnya.


"Bagi ku tentu saja itu sangat membuat ku puas Bos. Tapi pasti ada yang lebih merasa puas lagi. Bos pasti lebih merasa puas dari pada aku. Karena wanita buruan Bos sudah ada di sarang."


Matthew terkekeh mendengar kata-kata Rio. Yang mengibarkan Irina adalah sebuah burung buruan. Tapi, kata kata Rio itu ada benarnya.


Matthew kemudian berdiri dari duduknya. Sambil memegang gelas yang berisikan wine kesukaannya. Matthew berjalan menuju balkon apartemen dan ia menikmati udara malam itu yang begitu sejuk.


Dengan penuh rasa lega. Ia menikmati winenya dengan penuh suasana hati yang ceria. Tidak seperti hari hari belakangan ini ketika ia menikmati winenya dengan perasaan gundah gulana.


"Rio, adakah saran yang baik, yang bisa kau berikan padaku. Bagaimana langkah pertamaku untuk bisa dekat dengan Irina. Jujur saja aku tidak ingin melakukan pendekatan secara mainstream seperti yang sudah-sudah. Karena ketika aku berbicara face to face dengan Irina. Aku sedikit bisa mengenali dirinya. Dia seorang wanita yang pintar dan cerdas. Dia bisa menilai seseorang dengan hanya ia mengamati dan mengajak lawannya berbicara. Aku pelajari itu ketika ia masih bekerja di toko kue milik Regina. Dia memilih resign. Padahal dia mendapatkan upah lima kali lebih besar daripada teman-temannya. Karena merasa tidak fair dengan teman temannya yang lain. Dia akhirnya mengundurkan diri dan memiliki mencari pekerjaan di tempat lain. Dari sana aku bisa melihat Irina adalah seseorang yang punya rasa empati tinggi. Aku khawatir jika aku melakukan hal-hal seperti itu lagi, yang terlalu memanjakan dia. Justru itu akan membuat dia curiga. Bagaimana tanggapan mu Rio?"


Matthew sepertinya minta masukan pada Rio. Untuk bagaimana Matthew harus memperlakukan Irina yang akan mulai bekerja di perusahaannya.


"Itulah yang sedang saya ingin katakan sama Bos. Irina itu adalah tipe wanita pekerja keras. Dia menghargai sebuah proses. Ketika dia keluar di toko kue Regina. Dia merasa ada rasa tidak adil. Jika ia mendapatkan upah yang lebih besar daripada rekan kerjanya yang lain. Dan dia cukup tahu diri. Di tambah dia juga ingin mendapat pengalaman baru Bos."


"Kalau begitu apa yang harus aku lakukan pada Irina Rio?" Matthew nampak minta pendapat Rio.


"Sebaiknya perlakukan Irina seperti biasa, seperti karyawan yang lain. Jangan perlakuan dia secara spesial. Biarkan dia berproses dan berikan pekerjaan kepada dia sesuai dengan kompetensi Irina. Jangan lakukan pendekatan secara mainstream Bos. Ingat, dia saat ini masih berjuang untuk melupakan masa lalunya bersama Bos. Bos adalah seseorang yang pernah tidur dengannya. Dan hal satu itu Irina belum tau."


"Jangan sampai dia tau Rio. Kalau dia tau, habis aku. Aku tidak akan punya kesempatan dan peluang untuk mendekatinya."


"Kalau begitu lakukan pendekatan secara normal Bos. Dari hati ke hati. Buat Irina jatuh cinta dengan Bos melalui proses. Aku yakin, dia pasti akan jatuh cinta sama Bos. Jika Bos bisa bersikap lembut dan hangat padanya."


Mendengar nasehat yang Rio sampaikan padanya membuat Matthew tertawa getir.


"Aku sebenarnya tidaklah sepayah itu Rio. Demi bisa mendapatkan wanita. Kau tau aku adalah seorang Casanova. Tapi dengan Irina, aku merasa buntu. Aku tidak bisa berfikir jernih. Karena setiap aku melihat Irina. Yang ingin aku lakukan padanya adalah mengajaknya bercinta."


"Itu normal Bos. Bagi seorang Matthew Alfaro yang punya perusahaan besar dan banyak uang." Timpal Rio.


"Aku ingin menjadikan Irina sekretaris ku. Jika dia jadi sekertaris ku, aku akan punya banyak waktu untuk bersama dengannya."


"Jangan tergesa Bos. Nanti dia curiga."


"Aku tau itu, makanya aku akan membicarakan ini pada Clarisa. Karena saat ini Clarisa adalah sekertaris ku."


"Soal itu aku sudah berdiskusi dengan Clarissa. Dia sudah mempunyai rencana yang bagus Bos. Untuk menempatkan Irina mengisi posisi yang pas untuknya."


"Atur saja, pekerjaan apa yang pas untuknya. Dan buat dia nyaman bekerja di perusahaan. Aku beri waktu tiga bulan. Setelah itu aku ingin Irina menjadi sekertaris ku." Pemerintah Matthew.


"Siap Bos, semua bisa di atur."


Matthew