After One Night Stand With CEO

After One Night Stand With CEO
Candu



"Brengsek sekali dia. Cari tahu siapa rentenir itu. Aku akan memberikan pelajaran langsung pada dia. Kurang ajar sekali niatnya." Ucap Matthew terlihat geram.


Setelah Rio menceritakan kronologis kejadian yang terjadi pada Irina di ruko. Tempat di mana Irina datang untuk melunasi semua hutang hutangnya.


"Dan feeling mu begitu tepat Bos. Jika Bos tidak menyuruhku untuk menguntit Irina kemarin. Aku tidak tahu lagi apa yang akan terjadi dengan Irina mu Bos." Cerita Rico, yang lebih familiar dipanggil Rio oleh Matthew.


"Jaga mulutmu. Aku tidak suka mendengar sesuatu hal yang buruk terjadi dengan Irina. Dia milik ku sekarang. Jangan memanas manasi ku soal Pria tua bangka itu yang berniat jahat pada Irina. Sekarang saja aku sudah ingin menembak kepalanya. Jika aku tidak menyuruhmu datang, dan jika kamu terlambat sedikit saja. Aku sudah tidak tahu apa yang akan terjadi dengan dia." Ucap Matthew dengan perasaan emosi dan juga cemas ketika mendengar sesuatu hal yang buruk terjadi pada Irina.


"Lalu ada informasi apalagi yang bisa aku dengar tentang Irina?"


"Saat ini dia sedang bingung mencari pekerjaan. Karena perekonomian keluarganya sangat sulit. Kakaknya masih menghilang. Mereka memerlukan biaya untuk kehidupan mereka sehari-hari. Saya dengar, Irina akan melamar pekerjaan di sebuah restoran atau toko kue saya kurang jelas Bos. Tapi saya sudah mengatongi alamat tempat Irina akan melamar pekerjaan." Rio menceritakan apa yang sudah dia dengar dari pembicaraan Irina pada Maya saat di kantin. Dan Rio menceritakan semuanya pada Matthew.


"Bagus. Teruskan untuk berikan aku informasi tentang dirinya. Semakin kamu berikan aku informasi tentang Irina. Dompet mu akan semakin tebal dengan uang yang akan aku berikan kepadamu." Ujar Matthew.


"Siap Bos, dengan senang hati."


Rio pun kini menjadi sangat senang. Karena hanya dengan menggali informasi dan menceritakan tentang Irina pada Matthew. Ia akan mendapatkan banyak uang dari Bosnya.


πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€


Selesai pulang kuliah. Irina yang sudah membawa berkas lamaran yang akan serahkan ke sebuah toko kue yang ia lihat di sisi jalan kemarin. Siang itu ia mendatangi tokoh kue tersebut untuk mencoba melamar pekerjaan di sana.


Selain menjual kue, toko tersebut juga menyediakan kursi di teras toko untuk pengunjung yang ingin pesan minuman atau kopi untuk di nikmati di toko.


"Selamat siang. Saya Irina, saya yang menelpon anda kemarin siang. Dan kedatangan saya kemari untuk melamar pekerjaan. Seperti yang sudah tertulis di depan papan pengumuman. Saya siap untuk menjadi Helper untuk di dapur." Ucap Irina, saat ia sedang interview dengan pemilik toko kue.


"Oh, ya kami memang membutuhkan karyawan untuk membantu di dapur. Boleh lihat surat lamaran mu?" Ucap sang pemilik toko kue.


Irina pun kemudian diberikan sebuah map yang berisikan lamarannya kepada sang pemilik toko kue.


Setelah memeriksa sebentar berkas-berkas yang Irina bawa. Sang pemilik toko kue itu pun tersenyum dan kemudian menyalami Irina.


"Selamat Irina. Kamu bisa bekerja mulai besok. Dan sesuai dengan persyaratannya. Karena kamu masih kuliah. Datanglah ke mari dan kau akan di posisikan apa saja sesuai dengan waktu yang kamu punya kerja di toko kue dan kedai ini. Kau bisa juga jadi kasir atau pelayanan di depan." tukas sang pemilik toko bernama Regina.


"Posisi apa saja saya tidak masalah. Yang penting saja kerja dan dapat uang hari itu juga."


"Bagus, aku suka semangat mu Irina. Selamat bergabung di toko kue milik ku. Kenalkan, aku Regina."


"Senang diterima kerja di sini Bu Regina." ucap Irina nampak bahagia.


"Sama sama. Dan kamu bisa memulai pekerjaan mu besok."


"Terima kasih untuk kesempatannya. Saya sangat senang sekali untuk bisa memulai bekerja besok." Ucap Irina terlihat begitu bahagia dan senang. Karena lamarannya diterima.


Irina kemudian keluar dari toko kue itu dengan wajah yang begitu ceria.


Kemudian ia langsung menghampiri sebuah ojek online yang sudah ia pesan untuk mengantarkan dirinya kembali pulang ke rumah.


🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁


Berada di apartemennya yang sangat mewah. Matthew terlihat begitu galau.


Sambil menikmati winenya seperti biasa. Matthew nampak menikmati kesendiriannya di apartemen.


Matthew sendiri memang sudah lama hidup sendirian di apartemen. Dan Matthew juga masih betah melajang.


Matthew lebih menyukai keterangan daripada keramaian. Setelah seharian penuh dia berkutat dengan pekerjaannya di kantor. Ia selalu pulang ke apartemen mewahnya jika ia tidak ada lagi kegiatan.


Jika ia bosan dan jenuh. Barulah ia menjadi seorang Casanova.


Ia akan keluar mencari mangsa seperti memesan seorang gadis panggilan. Atau pergi ke club untuk sekedar menghilangkan segala penataan.


Tapi semenjak apa yang sudah ia lalui empat hari lalu bersama Irina. Membuat mood Matthew berubah.


Ia jadi malas pergi ke tempat tongkrongannya dan malas untuk ngobrol dengan teman-temannya.


Biasanya Matthew memesan wanita wanita cantik setiap dua hari sekali. Tapi sejak malam panasnya bersama Irina. Matthew sudah tidak lagi memesan wanita penghangat ranjangnya.


Tidak hanya sudah tidak nafsu pesan wanita cantik untuk menemaninya. Ia juga tidak berkeinginan untuk memesan seorang wanita penghangat ranjang.


Karena semenjak malam itu ia tidak pernah bisa lagi untuk bisa bermain dengan wanita lain terkecuali dengan Irina saja.


Dan sepertinya malam ini. Matthew sedang ingin lagi bermain dengan Irina.


Setelah berpikir sejenak. Matthew kemudian menghubungi seseorang.


"Aku menginginkan dia malam ini. Bisa tolong kau usahakan." Matthew nampak menghubungi seseorang.


"Maaf Bos, dia sudah pernah bilang padaku jika dia tidak mau lagi untuk tidur dengan Bos atau dengan siapapun." jawab Matias.


"Kamu belum usaha. Jangan berkata seperti itu. Jika kau bisa mengusahakan dia ready untuk ku malam ini. Sebutkan saja kamu mau aku beri uang berapa?" Tantang Matthew.


"Baik Bos, saya akan mencoba menghubungi dia. Dan saya akan mengkonfirmasikannya langsung kepada Bos secepatnya."


"Sekarang!" seru Matthew


Berada di kamarnya yang berukuran sempit. Irina nampak serius mengerjakan tugas-tugas kuliah.


Ketika ia sedang fokus untuk mengerjakan tugas kuliahnya. Sebuah notifikasi pesan, masuk ke ponselnya.


Fokus Irina pun kemudian mengalihkan. Ia kemudian meraih ponselnya dan membaca isi pesan tersebut.


πŸ“¨Bos menginginkan kamu lagi malam ini. Apakah kamu siap? Jika siap, tolong hubungi aku sekarang juga. Jika kamu bisa. Dia akan membayar mu berapa pun. Dia orang paling royal Irina.


Irina yang sudah tau dari siapa pengirim pesan itu pun kemudian langsung membalas.


πŸ“¨Ini adalah pesan terakhir yang aku kirimkan kepadamu. Dan katakan pada Bos mu itu. Jika aku sudah tidak mau melayani dan tidak lagi membuka diri untuk pelayanan tidur bersama dengan dia ataupun dengan pria manapun. Jadi ini adalah balasan terakhirku untuk dirimu. Dan tolong sampaikan pada bos mu jika aku sudah tidak mau lagi untuk tidur dengan dirinya. Dan aku juga sudah tidak menjual diriku lagi. Jangan hubungi aku lagi, terima kasih, selamat malam.


Itulah balasan yang Irina tulis


"Siap." Jawab Matias patuh.